WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT ( membongkar tuduhan kesesatan salafi, membantah penyimpangan salafiy dari ajaran islam, bantahan keanehan salafy, keganjilan salafi, ajaran-ajaran salafi, kebusukan salafiy, kebobrokan salafiy, permusuhan salafi, hakekat salafi, definisi salafiy, arti salafi)

WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT ( membongkar tuduhan kesesatan salafi, membantah penyimpangan salafiy dari ajaran islam, bantahan keanehan salafy, keganjilan salafi, ajaran-ajaran salafi, kebusukan salafiy, kebobrokan salafiy, permusuhan salafi, hakekat salafi, definisi salafiy, arti salafi)

Orang-orang biasa menuduh “wahabi ” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allah semata.

Memang ada sementara orang yang menyebut Ahlus Sunnah (salafi) sebagai aliran wahabi. Pemberian gelaran ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dan dengki atas gencarnya dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah. Gelaran seperti ini sengaja dihembuskan agar orang-orang ragu mengikuti kebenaran dan petunjuk yang diajarkan beliau. Gelaran seperti itu juga digunakan agar orang-orang tetap tenggelam dalam bid’ah yang mereka ada-adakan, tindakan yang menyelisihi prinsip Ahlus Sunnah.

Dalam hal ini, tidak bisa Ahlus Sunnah dikatakan sebagai Wahabiyah, yaitu dinisbatkan kepada Syaikh Muhamamad bin Abdul Wahhab Rahimahullah. Hal ini karena Ahlus Sunnah tidak pernah menyandarkan diri kepada beliau baik ketika belaiu masih hidup maupun setelah wafatnya. Syaikh Muhamamd bin Adbul Wahhab sendiri tidak pernah mengajarkan sesuatu yang baru untuk kemudian ajaran tersebut dinisbatkan kepada dirinya. Bahkan sebaliknya, beliau adalah orang yang teguh mengikuti jalan para Salafush Shalih, menampakkan, menyebarkan dan mengajak orang-orang untuk berpegang teguh dengan Sunnah.

Banyak sumbangsih yang diberikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu kepada kaum muslimin yang semestinya disyukuri. Namun ada saja orang yang hasad kepada beliau atau orang yang dakwahnya berseberangan dengan dakwah yang beliau tegakkan. Mereka menyimpan kebencian kepada beliau bahkan menyebarkan ucapan-ucapan jelek dan tuduhan palsu tentang beliau dan dakwahnya. Sehingga tidak sedikit orang awam yang termakan ucapan mereka. Akibatnya beliau dibenci dan dicaci oleh mereka, dan dakwah seperti yang beliau ajarkan dijauhi.

Ditempelkanlah gelar Wahabi kepada pengikut dakwah beliau, seakan beliau dan pengikut dakwah beliau berjalan di atas selain jalan yang haq dan membentuk madzhab yang kelima dalam Islam. Padahal dakwah beliau adalah dakwah kepada tauhid yang murni, memperingatkan dari kesyirikan dengan seluruh jenisnya, seperti bergantung kepada orang-orang mati dan yang lainnya, baik berupa pepohonan, bebatuan dan semisalnya.

Dalam masalah aqidah, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu berada di atas madzhab As-Salafus Shalih, dalam fiqih beliau berpegang dengan madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu sebagaimana ditunjukkan dalam kitab-kitab karya beliau, fatwa-fatwa beliau dan kitab-kitab karya pengikut beliau dari kalangan anak dan cucu-cucunya serta selain mereka.

Dengan demikian Wahabiyyah bukanlah madzhab kelima seperti anggapan orang-orang bodoh dan orang-orang yang benci. Dia hanyalah dakwah kepada aqidah salafiyyah dan memperbaharui apa yang telah roboh dari bendera-bendera Islam dan tauhid di jazirah Arab. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, 1/374)

Hingga saat ini, masih ada pula sebagian manusia yang menyebarluaskan berita-berita bohong. Misalnya mereka mengatakan, dia (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) adalah pembuat madzhab yang kelima, padahal dia adalah seorang penganut madzhab Hambali. Sebagian mereka mengatakan, orang-orang wahabi tidak mencintai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam serta tidak bershalawat atasnya. Mereka anti bacaan shalawat.

Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah- telah menulis kitab “Mukhtashar Siiratur Rasuul Shalallaahu alaihi wasalam “. Kitab ini bukti sejarah atas kecintaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengada-adakan berbagai cerita dusta tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, suatu hal yang karenanya mereka bakal dihisab pada hari Kiamat.

Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab beliau dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Qur’an, hadits dan ucapan sahabat nabi sebagai rujukannya.

Seseorang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada penulis, bahwa ada salah seorang ulama yang memperingatkan dalam pengajian-pengajiannya dari ajaran wahabi. Suatu hari, salah seorang dari hadirin memberinya sebuah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebelum diberikan, ia hilangkan terlebih dahulu nama pengarangnya. Ulama itu membaca kitab tersebut dan amat kagum dengan kandungannya. Setelah mengetahui siapa penulis buku yang dibaca, mulailah ia memuji Muhammad bin Abdul Wahab.

==========================

==================
Al-Malik Abdul Aziz (pendiri kerajaan arab saudi modern) dikenal sebagai seorang yang gigih mengikuti jejak Salafush Shalih di dalam mendakwahi manusia kepada aqidah yang shahihah dan berpegang teguh kepada syari’at Islamiyyah serta menerapkan hukum-hukum Islam dalam semua segi kehidupan.

Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216]

Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217]

=============

DAULAH SU’UDIYYAH (KERAJAAN ARAB SAUDI) DAN PENERAPAN SYARI’AT ISLAM

Daulah Su’udiyyah (kerajaan arab saudi) menjadikan Kitab dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai undang-undang dasar daulah sebagaimana termuat dalam surat kabar Ummul Qura 21 Shafar 1345H : “Seluruh hukum di Saudi berdasarkan atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh para sahabat dan Salafush Shalih” [Syibhul Jazirah Fi Ahdil Malik Abdul Aziz 1/354]

Daulah Su’udiyyah menerapkan syari’at Islam di seluruh penjuru daulah. Di antara hal-hal yang nampak dari penerapan syari’at yang bisa dilihat oleh setiap orang yang datang ke negeri Saudi adalah.

[1]. Menjadikan aqidah Salaf sebagai pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.

[2]. Menghilangkan semua hal yang merusak aqidah dan membawa kepada kesyirikan seperti kubah-kubah di atas kubur, berhala-berhala, dan yang lainnya.

[3]. Melarang semua pemikiran yang menyelisihi Islam seperti rasialisme, sekulerisme, komunisme, dan yang lainnya dengan melarang masuknya buku-buku yang mengandung pemikiran-pemikiran tersebut ke dalam negeri.

[4]. Mendirikan Haiah Amar Ma’ruf wa Nahi Munkar yang bertugas mengawasi pelaksanaan hukum-hukum dan syi’ar-syi’ar Islam serta menghasung kaum muslimin agar selalu shalat berjama’ah, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan ibadah-ibadah yang lainnya.

[5]. Seluruh mahkamah di daulah Su’udiyyah berlandaskan hukum-hukum Islam

[6]. Menegakkan hukum-hukum had terhadap pelanggaran-pelanggaran syar’i seperti qishash, dera potong tangan pencuri, dan yang lainnya.

————————-
sumber: http://www.almanhaj.or.id
http://www.asysyariah.com

==========================
WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT ( membongkar tuduhan kesesatan salafi, membantah penyimpangan salafiy dari ajaran islam, bantahan keanehan salafy, keganjilan salafi, ajaran-ajaran salafi, kebusukan salafiy, kebobrokan salafiy, permusuhan salafi, hakekat salafi, definisi salafiy, arti salafi)
-
situs-situs salafi – wahabi – ahlus sunnah:

http://www.alsofwah.or.id
http://www.muslim.or.id
http://www.salafy.or.id
http://www.almanhaj.or.id
http://www.asysyariah.com
http://www.muslimah.or.id
http://www.jilbab.or.id

situs anti syi’ah;

http://www.hakekat.com
http://www.haulasyiah.wordpress.com

dll…

About these ads

2 thoughts on “WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT ( membongkar tuduhan kesesatan salafi, membantah penyimpangan salafiy dari ajaran islam, bantahan keanehan salafy, keganjilan salafi, ajaran-ajaran salafi, kebusukan salafiy, kebobrokan salafiy, permusuhan salafi, hakekat salafi, definisi salafiy, arti salafi)

  1. Syaikh Al Abani rahimahullah berbicara tentang Wahabi
    Ulama Ahlus Sunnah dari Amman, Yordania.

    Penanya : Seseorang bertanya, “kami sering mendengar tentang wahabiyah/wahabi dan kami mendengar pula bahwa para pengikut wahabiyah membenci shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam dan tidak mau menziarahi makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam. Lalu sebagian syaikh mengatakan sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam telah mengabarkan keadaan mereka ini saat beliau bersabda, “najed adalah tanduk Syaiton.” Bagaimanakah jawaban anda mengenai hal ini ?

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menjawab:

    Pada hakikatnya pertanyaan ini, sangat disayangkan, sangat mengakar dan mempengaruhi kaum muslimin. Adapun iklim yang telah menunjang tumbuhnya opini seperti ini dahulu adalah faktor politik, namun masa bagi faktor tersebut telah lama berlalu dan berakhir. Sebab, ia hanyalah manufer politik yang sengaja dilancarkan oleh daulah Attaturk (kerajaan Turki) tanpa landasan sama sekali, tapi sekedar mengalihkan perhatian.

    Politik tersebut diciptakan oleh daulah attaturk pada saat munculnya seorang ahli ilmu dan tokoh pembaharu yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-, yang berasal dari bagian negeri Najed. Tokoh tersebut mengajak orang-orang disekitarnya kepada keikhlasan, beribadah kepada Allah semata tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Di antara fenomena kesyirikan itu, sangat disayangkan, masih saja ditemukan di sebagian negeri Islam, berbeda dengan negeri tempat munculnya sang pembaharu Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-. Negeri tersebut hingga saat ini, Alhamdulillah, tidak ditemukan padanya salah satu jenis syirik. Sementara fenomena syirik demikian marak di sebagian besar negeri Islam yang lain, Sebagai contoh, figur Khomaini dan saat meninggalnya serta pengumuman penunjukan makan beliau sebagai Ka’bah (tempat menunaikan haji) bagi penduduk Iran, ini merupakan bukti nyata dan berita tentang hal ini masih hangat bagi kalian.

    Sang tokoh, Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-, ketika naik ke permukaan dalam rangka berdakwah untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala, sangat bertepatan dengan hikmah yang dikehendaki Allah Subhanahu Wata’ala. Pada saat itu, di negeri tersebut terdapat seorang pemimpin di antara sekian pemimpin negeri Najed, beliau adalah Su’ud leluhur keluarga yang saat ini sedang memerintah Saudi. Akhirnya syaikh (Muhammad bin abdul wahhab -rahimahullah-) dan pemimpin tersebut bekerja sama, ilmu dan pedang pun saling membantu. Mereka mulai menyebarkan dakwah tauhid di negeri Najed, mengajak manusia sekali waktu dengan lisan dan di waktu yang lain dengan pedang. Siap yang menyambut ajakan, maka itulah yang diharapkan. Sedang bila tidak demikian, maka tidak ada jalan lain kecuali menggunakan kekuatan.

    Dakwah tersebut berhasil menyebar hingga sampai ke negeri-negeri yang lain. Sementara perlu diketahui bahwa saat itu negeri Najed serta wilayah sekitarnya seperti Irak, Yordan, dan wilayah-wilayah lain berada di bawah kekuasaan Attaturk sebagai khilafah turun-temurun. Kemudian tokoh ini dengan ilmunya serta pemimpin tersebut dengan kepemimpinannya mulai populer. Dari sini, penguasa Attaturk merasa khawatir jika muncul di dunia Islam satu kekuatan yang mampu menyaingi kekuasaan Daulah Attaturk. Maka, mereka berkehendak membabat habis dakwah ini sebelum sempat beranjak dari negeri kelahirannya. Hal itu mereka tempuh dengan cara menggencarkan propaganda bohong mengenai dakwah tersebut, sebagaimana terungkap dalam pertanyaan di atas ataupun pernyataan serupa yang sering kita dengar.

    Di atas telah aku katakan, bahwa faktor utamanya adalah konflik politik, akan tetapi konflik politik tersebut telah berakhir dan bukan tujuan kami hendak membahas sejarah. Adapun faktor lain yang turut andil bagi tersebarnya opini tidak benar terhadap dakwah ini adalah ketidaktahuan sebagian orang terhadap hakikat dakwah ini. Hal ini mengingatkan ku akan suatu cerita yang pernah aku baca di sebuah majalah, yaitu bahwa dua orang laki-laki sedang bertukar pikiran mengenai jalan dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- yang mereka cap dengan sebutan Wahabiyah. Kalau saja manusia mau memikirkan apa yang akan mereka katakan, niscaya pemberian cap ini saja sudah cukup membuktikan kesalahan mereka dalam menyikapi dakwah ini. Sebab kata Wahabiyah bila ditelusuri merupakan pecahan dari kata dasar Wahab. Lalu siapakah Al-Wahab itu ? tidak lain adalah Allah Tabaraka Wata’ala.

    Kalau begitu, pemberian cap bagi dakwah ini dengan sebutan Wahabiyah justru menjadikannya mulia dan bukan malah meruntuhkannya. Akan tetapi sebutan itu sama seperti apa yang mereka katakan tentang kami di Suriah, “Di telinga mereka, hal itu adalah sesuatu yang menakutkan sekali”. Begitu juga perkataan “Wahabiyah tidak memiliki keyakinan terhadap Rosul, atau mereka tidak beriman kepada Allah Ta’ala.”

    Pembahasan ini telah mengingatkanku akan dua orang yang bertukar pikiran tersebut. Seorang yang bodoh mengklaim bahwa golongan Wahabiyah hanya beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala, adapun Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam tidak menjadi bagian keyakinan mereka. Tidak ada yang mereka ucapkan kecuali “Laa Ilaha Illallaah (Tidak ada sembahan yang hak kecuali Allah).

    Sehubungan dengan ini di Negeri Syam, ada cerita yang mesti aku sampaikan. Mereka biasa mengatakan “Mobil duta besar Saudi lewat dan ternyata diiringi oleh bendera melambai-lambai bertuliskan Laa Ilaha Illallaah wa Muhammad Rosulullaah.”

    Wahai kaum muslimin, bertakwalah kalian kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Bagaimana kalian mengatakan terhadap orang-orang itu bahwa mereka tidak beriman kecuali hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala, sementara bendera mereka merupakan satu-satunya bendera di dunia yang bertuliskan simbol Tauhid, dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam telah bersabda tentang hal itu, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rosulullaah. Apabila mereka mengatakan hal itu, sungguh telah terlindung dariku harta dan darah mereka. Adapun Hisab (perhitungan amalan) mereka terserah kepada Allah Subhanahu Wata’ala “.

    Mengapa kalian melancarkan tuduhan dusta kepada mereka?! Lihatlah, bendera mereka ini menjulang tinggi untuk mengungkapkan keimanan yang ada di hati mereka.

    Ini dari satu sisi, sementara dari sisi lain yang lebih besar dan lebih penting, “Mungkin saja dikatakan bahwa bendera tersebut hanyalah kepalsuan, yakni sekedar propaganda yang memiliki maksud tersendiri… dan seterusnya”, Akan tetapi, tidaklah mereka perhatikan bagaimana hingga saat ini manusia melaksanakan haji setiap waktu dengan nyaman dan aman. Keadaan seperti ini tidak pernah dinikmati (setelah masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam dan beberapa Khalifah terdahulu, peny), pada masa Attaturk yang telah melancarkan tuduhan dusta untuk merusak citra dakwah ini. Kalian semua mengetahui bahwa seringkali terjadi pada bapak-bapak kita, terlebih kakek-kakek kita, bila hendak berangkat menunaikan haji harus menyertakan pasukan bersenjata demi untuk mengamankan jamaah haji tersebut dari para penyamun dan perampok.

    Maha suci Allah, kondisi ini telah berakhir. Namun dengan sebab apa? Tentu saja dengan sebab politik yang diterapkan oleh jamaah yang mereka namakan golongan wahabiyah hingga saat ini.

    Seandainya bendera yang melambaikan keimanan shahih dan tauhid yang benar disertai keimanan bahwa Muhammad adalah Rosulullah itu hanyalah pernyataan palsu dan kedustaan belaka, namun tidakkah kalian perhatikan bagaimana mereka demikian tekunnya di dalam Masjid untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Mereka mengumandangkan adzan sebagaimana adzan yang dikumandangkan di seluruh negeri Islam lainnya. Demi Allah, kecuali tambahan (penambahan azan, ed) yang biasa diucapkan (dilakukan, ed) pada bagian awal dan akhir adzan seperti yang terdapat di berbagai negeri Islam lain, sesungguhnya tambahan ini tidaklah ditemukan di sana (Saudi). Hal itu mereka lakukan dalam rangka menerapkan Sunnah, bukan sebagai fenomena pengingkaran terhadap Rosul Islam serta Rosul bagi manusia secara keseluruhan. Akan tetapi semata-mata hanyalah untuk mengikuti generasi salaf. Semua kebaikan adalah dengan mengikuti golongan salaf, sementara segala keburukan terdapat pada bid’ah dan kaum khalaf.

    Hingga saat ini, manusia menunaikan ibadah haji dan mendengarkan adzan dengan kalimat persaksian akan keesaan Allah Subhanahu Wata’ala serta persaksian terhadap Nabi-Nya sebagai pengemban Risalah. Kemudian mereka sholat seperti sholat yang kita lakukan, dan bersholawat terhadap Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam- setiap kali namanya disebut. Barangkali mereka lebih banyak bersholawat dibandingkan orang-orang yang menuduh bahwa mereka tidak mencintai dan tidak mau bersholawat atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam.

    Wahai jamaah sekalian, takutlah kalian kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Kedustaan yang digemborkan ini telah dibantah oleh kenyataan kondisi mereka. Sebab tidak mungkin bagi mereka memperturuti keinginan orang-orang yang berada di negeri mereka. Akan tetapi yang mereka tampilkan tidak lain lahir dari lubuk hati, keimanan terhadap kalimat “Laa ilaha Illallaah wa anna Muhammad Rosulullaah” serta semangat untuk mengikuti manhaj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi wasallam tanpa menambah-nambah, tidak tidak (bukan, ed) aku katakan tidak mengurangi. Sebab kekurangan adalah tabiat manusia, tidak ada manusia yang mampu untuk menghindar darinya. Akan tetapi dari segi Akidah tidak dilebihkan dan tidak dikurangi dari yang semestinya. Sedangkan dari segi ibadah tidak dilebihkan namun bisa saja kurang dari yang semestinya. Misalnya sebagian mereka tidak melakukan sholat di waktu malam di saat manusia tertidur, dan ini adalah kekurangan. Namun kekurangan ini tidak mempengaruhi akidah serta tidak mengurangi nilai keislaman yang dimiliki. Kalimat Wahabiyah masih saja dijadikan bahan untuk melakukan tuduhan suatu kelompok masyarakat mengenai perkara-perkara yang mereka berlepas daripadanya sebagaimana dikatakan “terbebasnya serigala dari darah putra Ya’qub.”

    Wallaahu a’lam bisshowab.

    Sumber Kitab : Fatawa Asy-Syaikh Al-Albani wa Muqaranatuha bi fatawa Al-’Ulama.

    http://www.almanhaj.or.id

  2. SITUS-SITUS YANG BERMANHAJ SALAF

    Abu Rofiq As-Salafy
    http://aburafiq.blogspot.com/
    Abu Maulid As-Salafy
    http://antosalafy.wordpress.com

    Abu Salma Mohammad Fachrurozi
    http://abasalma.wordpress.com/
    Abdurrahman Rouf Al Maidany
    http://haulasyiah.wordpress.com/
    Abu Abdillah Mahmud As-Salatij
    http://salafysalatiga.wordpress.com/
    Al-Akh Ahmad Al-Makassary
    http://ashthy.wordpress.com/
    Al-Akh Abu Azam
    http://aswj.wordpress.com
    Al-Akh Abu Fudhail Andi Al-Bugisy
    http://alfudhail.co.nr/
    Al-Akh Abu Hammad Didik
    http://assunnah.cjb.net/
    Al-Akh Abu Husain Munajat Al-Aruni
    http://al-ilmu.com/
    Al-Akh Abu Husam
    http://ghuroba.blogsome.com/
    Al-Akh Abu Ishaq
    http://annajiyah.co.nr/
    Al-Akh Abu Luqman Aam Al-Andunisiy
    http://elha.wordpress.com/
    Al-Akh Abu Muhammad
    http://salafyblogs.co.nr/
    Al-Akh Abu Muhammad Abdurrahman
    http://abdurrahman.wordpress.com/
    Al-Akh Abu Umar Urwah
    http://wiramandiri.wordpress.com/
    Al-Akh Abdurrahman
    http://abdurrahmanmoslem.wordpress.com/
    Al-Akh Abu Saad
    http://abu-saad.blogspot.com
    Al-Akh Abu Hanif
    http://hanif007.wordpress.com
    Al-Akh Abu Fadhil Al-Atsary
    http://abufadhil.wordpress.com

    Al-Akh Abdul Wahid AlMaidany
    http://almaidany.wordpress.com/

    Al-Akh Abu Salma Muhammad Rachdi Pratama ( http://www.abusalma.wordpress.com )
    Al-Akh Abu Zubair ( http://abuzubair.wordpress.com/ )
    Al-Akh Adi Abdullah ( http://adiabdullah.wordpress.com/ )
    Al-Ustadz Khalid ( http://ustadzkholid.wordpress.com/ )
    Al-Akh Aboe zaid ( http://salafiyunpad.wordpress.com/ )
    Al-Akh Abu Aisyah ( http://alatsari.wordpress.com/ )
    =======================================

    http://syabaabussunnah.wordpress.com/

    situs salafy

    http://thullabul-ilmiy.or.id/

    http://almakassari.com/

    http://ahlussunnah-jakarta.com/

    http://assalafi.org/

    http://darussalaf.org/

    http://annajiyah.co.nr/

    http://www.salafy-jtn.co.nr/ ( salafy jatinangor)

    http://kajian.co.nr/

    http://audiosalafy.co.nr/ (Kajian Audio)

    http://jeda.co.nr/ (Ebook Sunniy)

    http://salafyonline.com/ (Salafi Start Page)

    http://adhwaus-salaf.or.id/ (Salafi Bandung)

    http://assunnah.cjb.net/

    http://muslim.cjb.net/

    http://salaf.co.nr/

    http://www.media-ilmu.com/

    http://www.fatwa-ulama.com/

    Blogs Ikhwah

    http://ustadzkholid.wordpress.com/

    http://adiabdullah.wordpress.com/

    http://abusalma.wordpress.com/

    http://syabaabussunnah.wordpress.com/

    http://sunniy.wordpress.com/

    http://ashthy.wordpress.com/

    http://salafiindo.wordpress.com/

    http://salafyblogs.wordpress.com/

    http://ghuroba.blogsome.com/

    http://wiramandiri.wordpress.com/

    http://tasjilatjember.wordpress.com/ (TASJILAT AS-SALAFY JEMBER)

    http://alhujjah.wordpress.com/ (Al-Ustadz Abdul Mu’thi)

    http://haulasyiah.wordpress.com/ (ISLAM VERSUS SYI’AH)

    http://anakmuslim.wordpress.com/ (Anak Muslim)

    http://samuderailmu.wordpress.com/

    http://salafuna.wordpress.com/

    Ma’had Salafy

    http://adhwaus-salaf.or.id/

    http://mahad-al-bayyinah.blogspot.com/

    Toko Salafy

    http://www.al-ilmu.com/ (Toko Al-Ilmu)

    Anti teroris

    http://khawarij.wordpress.com/

    http://www.merekaadalahteroris.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s