Archive | May 2011

Jaga Kesucian Virginitas, Buktikan Iman dan Akhlakmu

Jaga Kesucian Virginitas, Buktikan Iman dan Akhlakmu

Islam sangat menjaga kesucian diri baik cewek maupun cowok. Islam sebagai pandangan hidup yang paripurna dan lengkap, telah memunyai aturan hingga hal terkecil sekalipun. Islam mempunyai langkah-langkah yang bukan hanya curative (penyembuh) tapi juga preventif (pencegah). Maksudnya, sebelum terjadi kerusakan masyarakat karena seks bebas dan hilangnya virgintas pada remaja, ada langkah-langkah pencegahan yang harus ditempuh.

Pertama, ada aturan yang lengkap dan detil tentang gaya berpakaian baik cewek maupun cowok. Batas-batas aurat mana yang dipatuhi untuk tidak dipamerkan semaunya sendiri. Bagi cewek ada kerudung dan jilbab yang harus dikenakan bila keluar rumah. Untuk cowok pun, hati-hati dengan sesuatu yang ada di atas lutut dan di bawah pusar. Karena itulah area batas aurat cowok. ada perintah menundukkan pandangan dari melihat hal-hal yang bukan menjadi haknya.

Kedua, aturan pergaulan laki-laki dan perempuan yang sempurna. Larangan berduaan bagi laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom karena pihak ketiga pastilah setan. Tahu sendirilah apa kerjaan setan yang bakal ngomporin kedua orang beda jenis ini untuk melakukan hal-hal terlarang.

Ketiga, peran serta masyarakat harus ada. Menegur, menasehati, dan peduli harus ditingkatkan ketika terjadi gejala perilaku seseorang menuju kea rah gaul bebas. Yang namanya tetangga apalagi pak RT dan RW harus tegas memberi teguran, peringatan hingga sanksi untuk perilaku yang kebablasan.

Keempat, peran Negara sangat vital dalam hal ini. Selain sebagai pihak yang mengelurkan aturan berkekuatan hukum, Negara-lah yang berhak memberi sanksi secara hokum pula bila ada pelanggaran. Negara harus mensosialisaskan aturan-aturan ini agar diketahui dan dipahami masyarakat. Bila sudah begini, orang-orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan tindakan amoral bila saja saksinya tegas. Cambuk 100 kali bagi yang pezina yang belum pernah menikah dan rajam bagi pezina yang sudah menikah. Bukan gertak sambal, tapi harus serius dilaksanakan. Bisa dijamin, angka gaul bebas yang notabene mengarah ke seks bebas langsung turun drastis.

Pesan untuk kamu (kaum muda)

Jangan main-main masalah virginitas ini, apalagi berniat untuk coba-coba. Karena mirip dengan narkoba, awalnya coba-coba selanjutnya bisa ketagihan. Bagi para cewek, kehilangan virginitas bisa menjadi pintu awal baginya untuk terjerumus ke arah jalan nggak bener selanjutnya. Banyak kasus menunjukkan bahwa cewek yang udah terlanjur kehilangan virginitas, akhirnya memilih masuk menjadi pelacur dengan anggapan hidupnya telah hancur dan nggak berguna lagi.

….Jangan main-main masalah virginitas ini, apalagi main coba-coba. Awalnya coba-coba selanjutnya bisa ketagihan….

Bagi cowok juga gak jauh beda. Awalnya yang berniat coba-coba bisa membuatnya menjadi ketagihan dan nggak lagi takut dosa. Apalagi mereka ini cenderung nggak punya beban social karena nggak ada selaput keperjakaan yang bisa membuktikan kesucian mereka or enggak. Plus, pihak cowok juga gak nanggung kehamilan akibat gaul bebas. Bahkan tak jarang banyak cowok yang akhirnya memilih jadi gigolo (pelacur laki-laki) demi uang dan kenikmatan sesaat. Na’udzubillah.

So, mulai saat ini, detik ini, kamu kudu nyadar bahwa masalah virginitas baik bagi cewek maupun cowok sama pentingnya. Sudah nggak zamannya lagi cewek menuding cowok sebagai pihak yang disalahkan. Begitu juga cowok menuding cewek sebagai pihak yang keganjenan. Semua kudu kembali melihat diri masing-masing, menjaga iman diri agar tidak tergoda untuk coba-coba gaul bebas yang itu bisa berakibat hilangnya virginitas. Bila benteng diri berupa keimanan sudah oke, maka saatnya kamu melihat sekitar. Ajak teman-temanmu untuk peduli virginitas dan mempertahankannya hingga menikah kelak. Gimana caranya?

Di usia kamu yang masih remaja dan sangat muda ini, jauhkan hal-hal yang bisa mengakibatkan nafsu syahwat muncul. Buang jauh-jauh majalah porno, hindari tontonan yang memancing syahwat, tolak pacaran yang jelas-jelas langkah awal setan untuk menjerumuskan kamu pada perzinaan dan gak usah ikhtilath yaitu bercampur baur antara cewek dengan cowok kecuali dalam tiga hal; pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

Lakukan aktivitas positif yang bisa meraup pahala semisal rajin belajar dan gabung dengan kelompok ilmiah remaja, olahraga yang tidak bertentangan dengan syariat, aktif di kegiatan rohis (kerohanian Islam), dan berkumpul dengan teman-teman yang shalih bagi cowok dan sholihah bagi cewek. Yang nggak boleh dilupakan, pertebal keimanan kamu dan yakini bahwa Allah Maha Melihat dimana pun kamu berada. So, hal ini bakal bikin kamu malu dan malas untuk berbuat maksiat.

Finally…

Virginitas selain bukan melulu tentang selaput dara yang menunjukkan masih perawan tidaknya seorang gadis, ia bisa menjadi tolok ukur keimanan dan akhlak perilaku seseorang. Seseorang ini bisa cewek dan bisa juga cowok. Meskipun pada seorang cowok sulit dideteksi apakah ia masih virgin ataukah enggak, tapi sesungguhnya jawaban itu bisa ditemui di dalam kejujuran hati masing-masing individu. Most of all, ada Allah yang MahaTahu tentang virgin tidaknya seseorang, suci ataukah ternoda.

….Virginitas bukan melulu tentang selaput dara dan kegadisan. Ia bisa menjadi tolok ukur keimanan dan akhlak perilaku seseorang….

Musuh-musuh Islam selalu mencari celah dan berupaya untuk menjerumuskan remaja dan pemuda-pemudi muslim agar berlumur dosa. Celah ini adalah siasat untuk merusak Islam secara keseluruhan sebagai tujuan akhir. Generasi muda adalah lahan empuk yang digunakan sebagai sasarannya. Gimana enggak kalo di usia kamu ini, perkembangan hormon seksual emang mulai berkembang dan daya ingin tahu pun mulai meledak-ledak. Kalo gak dibentengi dengan iman yang kuat, pastilah korban dari para pemuda akan berjatuhan.

Tidak bisa tidak bahwa remaja muslim kudu diselamatkan dari gaul bebas yang bisa mengakibatkan hilang dan murahnya harga virginitas. Itu semua bakal berat dilakukan selama paham kebebasan berperilaku yang menjadi salah satu sendi demokrasi terus dipertahankan. Nah, demokrasi ini ditopang oleh kapitalisme yang emang materi menjadi tujuan. Gak masalah remaja rusak yang penting uang bisa dihasilkan dari sana. Apalagi bila itu dianggap sebagai penghasil devisa Negara, maka tempat maksiat pun dilestarikan bahkan kalo bisa diperbanyak.

Hiii…pantas aja negeri ini gak pernah putus dirundung malang dari satu musibah ke musibah yang lain. Soalnya, Tuhan emang pantas murka melihat tingkah manusia dan Negara model kayak gini. Dan ternyata emang pangkal dari semua kerusakan ini terutama betapa murah harga virginitas remaja itu berpangkal dari system pergaulan, social, kemasyarakatan dan bahkan hokum kita itu mengacu pada selain Islam.

So, gak ada jalan lain bila kita ingin menyelamatkan generasi muda dari kerusakan yang makin parah kecuali kembali pada aturan yang berasal dari-Nya. Dan aturan ini gak akan mungkin sempurna dilaksanakan kecuali oleh sebuah system tertentu bernama Daulah Khilafah Islamiyah. Sistem ini gak akan tegak kalo gak ada pemuda muslim yang berusaha untuk memperjuangkannya. Jadi, gak ada pilihan lain kalo pingin mulia di dunia dan akhirat kecuali kita semua, saya dan kamu, turut ambil bagian dalam perjuangan ini.

Jadi, ayo kita sepakat untuk mempertahankan virginitas sampai merit kelak dan mencampakkan ide gaul bebas ke tong sampah peradaban. Akur? Seeeppp dah! [ria fariana/voa-islam.com]

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com

Bagaimana Menjaga Hati Jika Sudah Terlanjur Cinta?

Bagaimana Menjaga Hati Jika Sudah Terlanjur Cinta?
Senin, 20/04/2009 20:03 WIB | email | print

assalamualaikum,

ustadz, saya adalah seorang ketua aktivis mahasiswa, saya mempunyai bawahan seorang akhwat. sejak semula saya sudah jatuh hati pada akhwat tersebut, bukan karena kecantikannya, tapi karena sikapnya yang bisa mendinginkan hati saya sewaktu saya sedang pusing ataupun marah.

hingga saat inipun saya masih jatuh hati pada akhwat tersebut, hingga pada suatu saat saya bertemu dengan seorang teman dan tanpa saya mulai dengan menyebut namanya, teman saya bilang kalau akhwat tersebut juga jatuh hati kesaya ( karena memang teman saya dekat dengan akhwat tersebut), selain itu jika saya lihat dari sikapnya terhadap saya, saya juga yakin kalau dia memang juga jatuh hati dengan saya, begitu juga dengan teman yang lain juga bilang seperti itu.

saya sudah berusaha menjaga hati saya biar tidak terbawa arus terus, namun ternyata bukan bertambah ringan tapi bertambah berat.

kini saya sudah meng ikhtiarkan untuk mencari ma’isyah / pekerjaan untuk rencana saya menikahi akhwat tersebut.

yang saya tanyakan ustad, apakah sikap saya salah?kemudian bagaimana saya menjaga hati ustad, karena intensitas ketemuan saya dan akahwat tersebut memang dituntut tinggi.

ardhi
Jawaban

Ananda Arif yang dicintai Allah SWT, untuk menjaga hati jika sudah terlanjur cinta memang susah-susah gampang. Kata kuncinya adalah kemauan yang keras dan konsisiten untuk tidak terbawa hawa nafsu (cinta yang tidak proporsional). Kalau hati kita masih maju mundur (‘bermain’ hati) agak sulit untuk menjaga hati. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga hati adalah :
1. Anda harus melupakan akhwat tersebut. Jangan tergoda dengan kecantikan atau sikap manisnya kepada Anda. Syetan adalah makhluk terkutuk yang mampu membuat kita memandang yang buruk menjadi baik/indah atau sebaliknya. Jangan merasa sayang untuk melupakannya atau takut mengecewakannya. Bertindak tegas sejak dini terhadap godaan cinta jauh lebih menyelamatkan daripada membiarkan diri terbakar api cinta yang menghancurkan akal dan amal kita.
2. Sibukkan diri dengan aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran, sehingga Anda tidak punya waktu luang untuk memikirkan akhwat tersebut. Kalau malam juga mudah tidurnya, karena sudah terlalu lelah. Namun kalau waktu luang Anda banyak, pikiran akan mengembara. Tabiat pikiran adalah mudah memikirkan hal-hal yang berkesan, enak dan indah. Memikirkan orang yang dicintai termasuk kriteria tersebut, sehingga akan semakin sulit Anda melupakannya.
3. Jika Anda teringat dengan kebaikannya atau saat-saat indah dengannya, imbangi ingatan tersebut dengan mengingat-ingat kekurangannya atau saat-saat yang paling menyakitkan dengannya. Cara ini akan mengurangi rasa suka/cinta yang berlebih-lebihan dengannya.
4. Saingi rasa cinta Anda kepadanya dengan meningkatkan rasa cinta Anda kepada Allah SWT. Jika Anda mencintai Allah, niscaya rasa cinta (yang berlebihan) kepada orang lain akan hilang. Cinta kita kepada orang lain lebih bersifat universal dan rasional karena di hati kita hanya ada cinta sejati kepada Allah SWT.
5. Perbanyak ibadah dan berdoa yang sungguh-sungguh kepada Allah. Minta kepada Allah SWT untuk membalikkan rasa cinta Anda kepada si dia menjadi rasa hambar kepadanya. Ingat! Allah yang mempunyai hati kita dan Ia juga yang mampu membalikkan hati kita. Jika Anda mengatakan sudah berdoa kepada Allah tapi malah mimpi yang indah-indah dengan dia, itu berarti Anda tidak ikhlas dan sungguh-sungguh meminta kepada Allah untuk membantu Anda melupakannya. Mungkin malah Anda tidak ikhlas dengan kehendak Allah yang tidak menginginkan Anda bersama dengannya.
6. Kalau perlu jauhi interaksi langsung maupun tidak langsung dengan orang yang dicintai. Jika Anda satu organisasi dengan dia, mungkin Anda perlu cari organisasi lain. Buang juga benda-benda yang mengingatkan Anda kepada si dia. Bahkan kalau perlu jangan menerima telpon/sms darinya untuk sementara waktu atau seterusnya.
7. Jangan pernah mengutarakan janji kepadanya untuk menikahinya (istilahnya: “mentek”), jika waktu menikah Anda masih lama (di atas 6 bulan). Cara “mentek” lawan jenis hanya akan mengotori hati (zina hati) dan lancang karena mendahului takdir Allah. Kelak jika Anda sudah siap menikah dan dia masih sendiri, Anda bisa langsung melamar dia untuk dinikahi.
Demikian saran saya. Semoga Anda mampu menjaga hati di jalan da’wah yang suci ini.
Salam Berkah!

(Satria Hadi Lubis)
Mentor Kehidupan

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

Apakah Sebenarnya Mimpi Itu?

Apakah Sebenarnya Mimpi Itu?
Kamis, 22/10/2009 11:53 WIB | email | print

Ass wr wb bpk ustadz

Kalo diceritakan cerita saya pasti sangat panjang, point-point penting nya:

1. dulu sebelum bekerja, saya bermimpi berjalan bersama bapak saya/

Saya di depan, beliau di belakang saya hny berjarak 1 lgkah saja.namun anehnya, jalan yang diinjak beliau di setiap langkah runtuh.begitu juga pada saat sampe pd sebuah jembatan.kami terus berjalan beriringan, saya nyampe di seberang dan krg 1 lgkah saja beliau tidak sampe krn jembtn yang diinjaknya runtuh.akhirnya berpeganganlah beliau pd tangan saya, dan pada saat itu saya terjaga. (jd mimpi itu berakhir pd posisi beliau berpegangan pd tangan saya dan saya menahannya)

Trnyata sejak saat itu, setelah saya bekerja. beliau selalu dan selalu membebani saya secara material.bagi saya juga dilema karena ketika saya bilang tidak ada beliau mksa harus di ada kan.sampai-sampai saya harus cari pinjaman.dan itu berlangsung terus menerus.akhirnya suatu ketika tjd kecelakaan menimpa beliau dan mau tidak mau saya diminta penuhi segala biaya dan ganti rugi atas kejadian tersebut.hutang saya sampe menumpuk.hingga 200jt lebih.

Karena bingung sampe-sampe saya melakukan hal yang tidak terpuji, mengambil sesuatu yang bukan hak saya.dan akhirnya saya dipecat.

Selanjutnya saya berusaha mencari rejeki dengan mengembara ke luar pulau.

Dan 2 hari yang lalu. saya bermimpi lagi: saya melakukan perjalanan, melewati bukit-bukit, rawa-rawa berlumpur, pantai dan akhirnya sampe pd suatu tempat dengan mata air.di situ ada 5 orang nenek tua, saya disuruh minum air dari mata air tersebut dan saya juga berwudhu dan selanjutnya sholat di sebuah musholla dkt tmpat itu.

Yang saya tanyakan:

Apasih kira-kira makna mimpi saya tersebut, dan bagaimana membedakan antara mimpi sekedar mimpi dengan petunjuk?

Mohon pencerahan dan saran dar bapak ustadz.

Hal itu saya alami sekitar 10tahun, dan bapak sdh meninggal 1 tahun yang lalu.

Wassalam wr wb

yant
Jawaban

Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, mimpi merupakan suatu hal yang lazim dialami oleh seseorang pada saat tidur. Menurut pengertian umum mimpi adalah suatu rangkaian imaginasi atau daya khayal dari suatu kejadian yang kita alami waktu kita sedang tidur. Suatu kejadian yang nampaknya nyata tetapi tidak nyata tetapi ada.

Mimpi yang dialami seseorang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam
1. Mimpi yang disukai atau mimpi baik.
Mimpi ini dapat digambarkan seperti ketika seseorang mengalami mimpi tentang hal-hal yang dia sukai. Menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari ra, mengatakan: dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda: “Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,yang artinya :
“tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”. Para shahabat bertanya :”apa itu berita-berita gembira?”, Rasulullah saw bersabda: “mimpi yang baik” (hr. Bukhari).
2. Mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri.
Menurut beberapa sumber, mimpi ini berasal dari keinginan hawa nafsu, karena seperti kita ketahui nafsu itu ada tiga, yaitu nafsu mutmainnah, nafsu lawwamah dan nafsu ammarah. Mimpi seperti ini terjadi kerana pengaruh pikiran.. Sesuatu yang kita lakukan atau yang kita khayalkan saat siang hari atau menjelang tidur sehingga hal tersebut muncul dalam mimpinya. Atau bisa jadi mimpi ini merupakan permainan syaitan sebagaimana dalam hadits riwayat imam muslim, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw:
“sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw mencelanya dan bersabda : “janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)” (HR. Muslim)

3. Mimpi buruk
Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia benci. Mimpi ini datangnya dari syaithan yakni dengan menampakkan hal-hal yang jelek, yang dengannya seorang manusia dapat terkejut, sedih dan bisa jadi hingga membuatnya sakit, karena syaithan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia. Allah swt berfirman :
“apabila (kalian) melihat selain dari itu (mimpi baik) berupa hal-hal yang dibenci, maka sesungguhnya itu datangnya dari syaithan maka berlindunglah (kepada allah) dari kejahatannya (syaithan) dan janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun, karena mimpi tersebut tidak membahayakannya” (muttafaqun ‘alaihi)
Satu perkara yang perlu disadari bahwa mimpi tidak boleh dijadikan hujjah atas hukum syara (dalam artian mempercayai bahwa mimpi merupakan suatu tanda/isyarat akan terjadinya sesuatu dalam hidup). Ia sekedar berita-berita yang menggembirakan atau bunga tidur. Tidak lebih dari itu. Mimpi yang benar datang dari orang yang tidak pernah berbohong dalam hidupnya. Menurut ibn al-qayyim semakin benar hidup seseorang maka semakin benar pula mimpi yang dialaminya. Selain itu orang yang bermimpi itu hendaklah berada dalam keadaan berwudhu dan sehingga tertidur dalam keadaan suci, ini sesuai dengan sunnah nabi.
Demikian penjelasan singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Salam Berkah!

(Satria Hadi Lubis)
Mentor Kehidupan

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

Penjualan ABG dan Penjualan Iman

Membuka lembaran awal tahun 2011, salah satu pemberitaan yang meramaikan media massa adalah kasus prostitusi (pelacuran) anak baru gede (ABG) alias remaja usia belasan tahun yang lebih mengarah kepada perdagangan manusia (human trafficking). Pada hari Selasa tanggal 18 Januari 2011, diberitakan tentang sosok wanita bernama Dede (29 tahun) yang ditangkap Polres Jakarta Pusat, karena melakukan bisnis haram berupa menjual anak baru gede (remaja) sebagai pelacur.

Bisnis haram ini dilakoni Dede sejak dua tahun lalu, dengan memanfaatkan situs jejaring sosial facebook sebagai media bantu. Menurut pengakuannya, anak baru gede yang berhasil dijadikan pelacur mencapai puluhan remaja putri. Dede terakhir tinggal di Gang Bhakti, Jalan Dr. Sahardjo, Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Saat ditangkap, 18 Januari 2011, Dede sedang menjajakan 7 anak baru gede di Kamar 207 A Lantai 7 Apartemen Puri Kemayoran Tower 2, Jakarta Pusat, kepada Alay (53 tahun). Tiga dari tujuh anak baru gede tadi berusia 15 tahun, empat lainnya berusia 16, 14, 13 dan 12 tahun. Mereka tetangga Dede, dijual dengan harga bervariasi antara Rp500 ribu sampai Rp2 juta.

Dari penangkapan ini, selain terungkap kasus prostitusi anak-anak usia belasan tahun, juga terungkap kasus lain, yaitu intimidasi sekaligus pelecehan seksual, dan narkoba. Ketika dipertemukan dengan Alay, anak-anak usia belasan ini dipaksa bugil dan difoto, kemudian dijadikan alat untuk mengintimidasi mereka agar mau melakukan hubungan seks (zina) dengan yang bersangkutan.

Selain itu, para remaja tersebut juga dibujuk untuk menghisap sabu (sejenis narkoba), dengan imbalan Rp 50 ribu. Menurut Ketua KPA Arist Merdeka Sirait, kemungkinan hal tersebut merupakan salah satu modus para pengedar narkoba dalam rangka mengikat para remaja tadi untuk menjadi pengedar narkoba juga selain pelacur cilik.

Terbongkar

Kasus ini terbongkar berkat tingginya naluri sebagai pendidik yang dimiliki para dewan guru salah satu SMP swasta di Jalan Pariaman, juga berkat komunikasi yang baik antara orangtua murid dan guru. Kalau saja para guru itu gagap (tidak terampil) teknologi, boleh jadi kasus besar ini tidak terbongkar.

Pada suatu hari terjadi kasus pengeroyokan. Korban pengeroyokan adalah remaja putra yang berpacaran dengan salah satu dari tujuh anak asuh Dede. Sang remaja putra ini sebenarnya merupakan sahabat dari ketujuh anak remaja bersamalah tadi.

Orangtua sang remaja putra kemudian melaporkan kasus pengeroyokan tersebut ke dewan guru disekolah bersangkutan. Kemudian, dewan guru di sekolah tersebut mengundang korban dan orangtuanya, salah satu pelaku dan orangtuanya, termasuk aparat kepolisian setempat.

Dari pertemuan itu, ternyata persoalan bergeser menjadi prostitusi anak-anak di bawah umur. Hal ini bisa terjadi karena para guru sebelumnya, dengan inisiatif sendiri memeriksa akun facebook salah satu dari tujuh remaja bermasalah tadi, yang berpacaran dengan remaja pria korban pengeroyokan.

Pada akun Facebook tersebut terdapat sejumlah foto, diantaranya foto ketujuh remaja bermasalah tadi dan Dede sang mucikari di dalam kamar sebuah hotel. Kebetulan aparat polisi yang hadir saat itu mengenali wajah Dede dan kiprahnya sebagai germo. Maka pada kesempatan berikutnya aparat meminta bantuan salah satu orangtua murid bermasalah tadi untuk menunjukkan tempat tinggal Dede. Dari sinilah drama penangkapan terhadap Dede dan Alay juga Indra (yang diduga bagian dari jaringan narkoba) terjadi.

Hipnotis

Kasus serupa sudah sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tanggal 31 Januari 2010, aparat Polwiltabes Surabaya membongkar sindikat penjualan abege yang memanfaatkan facebook sebagai media bantu. Pelakunya, ternyata masih muda-muda, yaitu Endry Margarini alias Vey (20 tahun), dan Achmad Afif Muslichin (20 tahun). Vey yang merupakan otak sindikat ini, saat ditangkap dalam keadaan hamil.

Melalui facebook, para mucikari itu memajang sejumlah foto remaja dagangannya dengan tarif antara Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu, untuk ditawarkan kepada hidung belang pelaku zina. Ketika terjadi penggerebekan di salah satu hotel di Surabaya, aparat polisi mendapati tiga pelacur cilik binaan Vey sedang berkencan dengan seorang pria hidung belang.

Kasus prostitusi dan perdagangan anak sebagaimana terjadi di atas, biasanya terjadi melalui tipu daya dan intimidasi. Namun ada juga yang menggunakan cara hipnotis, sebagaimana pernah terjadi di Jakarta pada Februari 2010. Meski berhasil digagalkan, namun modus seperti ini layak diwaspadai oleh para remaja yang senang keluyuran ke pusat perbelanjaan bersama teman-temannya, sebagaimana pernah terjadi pada Yanti (saat itu 15 tahun), Isa (saat itu 15 tahun), Selvi (saat itu 15 tahun), dan Nita (saat itu 16 tahun), warga Jalan Penggilingan Raya.Cakung, Jakarta Timur.

Pada suatu hari (Februari 2010), keempatnya memutuskan jalan-jalan ke kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan menumpang keretaapi (KA). Mereka berempat naik KA dari stasiun Pondok Kopi. Di dalam gerbong, mereka bertemu dengan seorang wanita yang diketahui belakangan bernama Ela (saat itu berusia 28 tahun). Entah apa alasannya, tiba-tiba Ela menepuk pundak mereka.

Setelah ditepuk, keempat abege tersebut seperti dihipnotis dan menuruti ajakan Ela turun di Stasiun KA Senen, kemudian berlanjut ke Mal Atrium Senen. Setelah dibawa menghampiri sejumlah counter, Ela memperkenalkan mereka kepada seorang pria paruh baya. Selanjutnya mereka menuju foodcourt untuk makan-makan. Usai makan dan berbincang, mereka menuju basement mal tersebut. Ketika diminta masuk ke dalam mobil milik pria paruh baya tadi, keempatnya menolak, bahkan sempat terjadi keributan.

Keributan itu terlihat oleh petugas keamanan setempat, juga terekam CCTV mal Atrium Senen. Sejumlah petugas keamanan mal pun segera menghampiri mereka. Serta-merta Ela dan sang pria paruh baya kabur bersamaan datangnya petugas keamanan. Namun, Ela berhasil ditangkap dan dibawa ke Polrestro Jakarta Pusat. Ketika diperiksa, Ela justru berdalih hendak menyelamatkan para abege tersebut dari niat jahat pria paruh baya tadi yang bermaksud membeli mereka berempat dengan harga Rp 10 juta. Namun pengakuan para abege menyatakan lain. Mereka calon korban Ela pelaku human trafficking dengan hipnotis.

Kembali di Surabaya, aparat kepolisian di sana menangkap Slamet Supardi alias Bagong (saat itu 45 tahun), karena melakukan praktek perdagangan anak di bawah umur. Saat ditangkap, Senin 2 Agustus 2010, Bagong warga Kupang Segunting I, Surabaya ini mengakui dirinya baru 5 bulan menjalani kegiatan haramnya ini. Sebelumnya ia menjalani profesi sebagai tukang becak. Sebagai mucikari, Bagong memasang tarif antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta untuk setiap anak asuhnya. Ia dijerat pasal 2 junto 17 UU RI No.21 Tahun 2003 tentang Perdagangan Anak dan pasal 88 UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Masih di Jawa Timur, kali ini di Situbondo, aparat kepolisian setempat pada tanggal 18 Agustus 2010 berhasil menangkap Sulaiman (saat itu 43 tahun), pemilik warung remang-remang yang merangkap sebagai mucikari, termasuk mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pelacur. Terbukti, ia mempekerjakan Ida (saat itu 14 tahun), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukosari, Bondowoso, sebagai salah satu pelacur diantara pelacur dewasa lainnya.

Di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pada hari Ahad tanggal 25 September 2010, polisi setempat menangkap Steven alias Vidi, warga Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, karena terkait menghilangnya AR alias Ang (saat itu 16 tahun) siswi SMK ternama di Amurang, warga Kelurahan Buyungon, Amurang sejak beberapa hari sebelumnya. Ternyata, selama menghilang beberapa hari Ang sedang menjalani praktik prostitusi di Penginapan MMC (Desa Pinaling), melayani pria hidung belang yang biasa memesan pelacur remaja melalui Vidi. Ia dibayar Rp 150 ribu hingga Rp 750 ribu per kencan.

Menurut pengakuan Ang, sebelum ditangkap ia sudah melayani pria hdung belang sebanyak 12 kali, diantaranya oknum aparat polisi dan oknum pejabat setempat. Ia berkenalan dengan dunia prostitusi karena dipengaruhi teman sekelasnya yang sejak sebelumnya sudah bergaul dengan Vidi. Selain Ang, beberapa kawan satu sekolahnya, atau pelajar SMA dan SMP lain yang ia kenal, juga menjadi anak asuh Vidi di dalam dunia prostitusi ini.

Selama ini Vidi merupakan TO (target operasi) aparat setempat, namun belum bisa ditangkap karena tidak ada bukti. Barulah dalam kasus menghilangnya Ang, aparat polisi berhasil menangkapnya dan menjeratnya dengan UU Nomor 21 tahun 2007 Pasal 2 dan pasal 12 tentang perdagangan orang, dengan kurungan penjara paling sedikit 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun, serta denda sebesar Rp120 juta hingga Rp600 juta.

Kasus remaja menghilang selama beberapa hari sebagaimana terjadi pada Ang juga terjadi pada Mawar (saat itu 14 tahun). Mawar sempat menghilang selama dua hari, karena dikurung di dalam kamar oleh seorang germo (Mami) bernama berinisial UC alias Cici, dan dipaksa melayani pria hidung belang dengan imbalan Rp400 ribu per kencan.

Sebelumnya, tanpa direncanakan Mawar diajak teman sebayanya berkenalan dengan Happy (saat itu 49 tahun) yang merupakan pasangan kumpul kebo Cici alias UC. Happy adalah warga Pakowa Lingkungan II, Manado, Sulawesi Utara, berprofesi sebagai pengemudi taxi gelap, sekaligus mencari pria hidung belang; sedangkan Cici alias UC berperan sebagai germo. Keduanya berhasil ditangkap aparat kepolisian setempat pada pukul 03:30 wita tanggal 21 Oktober 2010.

Konsumtivisme

Perkembangan teknologi tentu memberi kontribusi terhadap perilaku menyimpang kalangan remaja alias abege, sehingga mereka terjerumus ke dunia pelacuran pada usia dini. Faktanya, facebook telah menjadi media bantu bagi upaya menjajakan pelacur abege kepada pria hidung belang.

Namun demikian, yang paling mempengaruhi para abege itu terjerumus ke dalam kubangan prostitusi adalah karena konsumtivisme yang sedemikian tinggi. Dalam bahasa sederhana, konsumtivisme adalah perilaku boros dan berlebihan. Dalam bahasa agama, Mubazir. Pelaku mubazir (tabzir) diibaratkan dengan saudaranya syetan.

Lebih parah lagi, perilaku mubazir ini ternyata tidak hanya menjangkiti kalangan atas tetapi juga menjangkiti kalangan menengah ke bawah. Ketujuh abege yang berhasil diseret Dede sang mucikari untuk dijerumuskan ke kubangan prostitusi adalah dari kalangan menengah ke bawah. Boleh jadi setiap hari mereka disilaukan oleh kemewahan yang ditampilkan dunia sekitarnya, melalui tayangan televisi, dan orang-orang berkemampuan di sekitarnya. Setiap hari bisa ditemukan iklan ponsel terbaru dengan harga mulai ratusan ribu hingga belasan juta. Setiap hari ada saja produk baru yang menggiurkan mereka. Namun, penghasilan kedua orangtua mereka tidak mendukung.

Kondisi seperti itu rawan diintervensi oleh sosok mucikari seperti Dede, dengan iming-iming yang hedonistik, seperti bisa memiliki baju baru, ponsel baru, makan-makan di restoran cepat saji, dan sebagainya. Ketujuh abege yang terperosok ke dalam kubangan pelacuran sebagaimana pada kasus Januari 2011 di atas, adalah korban. Mereka korban sistem sosial yang konsumtif. Mereka korban dari sikap masyarakat yang mubazir.

Penjualan Iman

Pengaruh dari sikap hidup masyarakat seperti itu yang istilah Islamnya hubbud dun-ya wakarohiyatul maut, cinta dunia dan takut mati kemungkinan sekali melanda manusia ini. Dan celakanya, kalau yang dilacurkan itu bukan sekadar organ vitalnya, tetapi adalah esensi jati dirinya, yaitu imannya. Maka iman akan ditukar dengan hal-hal yang menggiurkan di dunia ini. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan:

إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً ، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ.

Sesungguhnya bagi setiap ummat ada ujiannya, dan sesungguhnya ujian bagi ummatku adalah al-mal (harta). (HR Ahmad, shahih dan sanadnya kuat menurut Syu’aib al-Arnauth, dan riwayat At-Tirmidzi).

Yang namanya Ummat itu tingkat paling tinggi adalah ulamanya. Maka para Ulama justru wajib menyadari dan hati-hati mengenai hadits tersebut. Dan ketika di antara yang dianggap sebagai ulama atau duduk di lembaga keulamaan namun justru terfitnah oleh harta, maka sangat berbahaya.

Apa bahayanya?

Di antara mereka ada yang memegang kewenangan untuk menentukan bahkan memberi sertifikat halal atau haram. Juga memberi cap sesat atau tidak. Lantas, tahu-tahu ditengarai ada yang jelas-jelas sesat, namun tampaknya ada juga gejala secara kucing-kucingan dilindungi oleh oknum yang duduk di keulamaan. Atau menyetujui bahkan mendukung hal-hal yang merugikan agama (Islam).

Ada juga lembaga training yang jelas-jelas difatwakan sesat oleh Mufti di Malaysia, dan memang mengandung berbagai penyimpangan, namun tahu-tahu diberi sertifikat, katanya sesuai syari’at. Syari’at yang mana? Ya syari’atnya yang terkena fitnah itu tentu saja.

Sehingga di dunia ini ada penjahat yang mudah diketahui dan bahkan ditangkap pelakunya untuk diajukan ke pengadilan, seperti yang menjual belikan anak-anak untuk dijadikan pelacur itu. Namun ada juga yang sejatinya penjahat kelas kakap, namun tidak mudah ditangkap dan diproses hukum di dunia ini, karena yang dijual bukan ABG, bukan anak-anak ingusan untuk dijadikan pezina. Tetapi yang dijual adalah iman mereka sendiri. Jadi bagaimana mau menangkapnya?

Allah Ta’ala sudah memperingatkan:

وَلَا تَشْتَرُوا بِآَيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ (41) وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (42) وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (43) أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

…dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (QS Al-Baqarah [2] : 41-44)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat tersebut di atas (QS. Al-Baqarah [2] : 44) tentang kaum Yahudi Madinah yang pada waktu itu berkata kepada mantunya, kaum kerabatnya dan saudara sesusunya yang telah masuk agama Islam: “Tetaplah kamu pada agama yang kamu anut (Islam) dan apa-apa yang diperintahkan oleh Muhammad -SAW-, karena perintahnya benar.” Ia menyuruh orang lain berbuat baik, tapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya. Ayat ini (QS. Al-Baqarah [2] : 44) sebagai peringatan kepada orang yang melakukan perbuatan seperti itu. (Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa’labi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Penjualan iman dan penjualan ABG (anak remaja) telah menggejala di negeri ini. Dan ketika adzab Allah turun karena dosa-dosa manusia dari yang memang sudah tampak jahat maupun yang menampakkan diri alim agama; belum tentu adzab atau bencana itu dianggap sebagai peringatan dari Allah. Di antara adzab pula adalah ketika yang memimpin masyarakat terdiri dari orang-orang dhalim ataupun curang ataupun bodoh. Lebih merupakan afzab lagi bila memang unsur-unsur itu ada semua. Komplit. Sayangnya masih pula belum disadari bahwa itu semua atas dosa-dosa manusia. Hingga yang jualan ABG (anak baru gede), narkoba, maupun jualan iman belum tentu menyudahi perbuatannya dan bertaubat.

Semoga saja tulisan ini sebagai bukti bahwa kami tidak rela atas adanya kejahatan-kejahatan yang sangat buruk itu. (haji/tede)

http://www.nahimunkar.com

Filed under: – – – dari eramuslim.com

Ruh Orang yang Meninggal Dunia

Ruh Orang yang Meninggal Dunia
Kamis, 02/07/2009 14:27 WIB | email | print

Assalaamu ‘alaikum wr.wb.

Pak Ustadz Yang Terhormat

Saya ingin bertanya apakah benar apabila seseorang telah meninggal dunia rohnya dapat memasuki jasad orang yang masih hidup (keluarganya) dan berkomunikasi dengan orang sekitarnya melalui jasad orang yang masih hidup, Bagaimana pandangan Islam mengenai hakekat keberadaan roh setelah meninggalkan dunia

Syukron Ustadz

Wassalamualaikum

Ukmar

Andi Ukmar
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Ukmar yang dirahmati Allah swt.

Allah swt. berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az Zumar : 42)

Ibnu Qoyyim menyebutkan riwaayat dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia,”Telah sampai kepadaku bahwa roh orang-orang yang masih hidup dan roh orang-orang yang sudah mati bisa bertemu didalam mimpi. Mereka saling bertanya lalu Allah swt menahan roh orang-orang yang sudah mati dan melepaskan roh orang-orang yang masih hidup menemui jasadnya.”

Ibnu Abi Hatim didalam tafsirnya menyebutkan riwayat dari as Suddiy tentang makna firman Allah swt “dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya” adalah mematikannya saat tidurnya lalu roh orang yang masih hidup bertemu dengan roh orang yang sudah mati dan mereka saling berbincang, berkenalan. Dia mengatakan,”lalu roh orang yang masih hidup dikembalikan kepada jasadnya di dunia hingga sisa waktu yang telah ditentukan sementara itu roh orang yang sudah mati menginginkan kembali ke jasadnya namun dia tertahan.”

Bukti pertemuan antara roh orang-orang yang masih hidup dengan roh orang-orang yang sudah mati adalah bahwa orang yang masih hidup dapat melihat orang yang sudah mati didalam tidurnya. Orang yang masih hidup itu meminta informasi darinya lalu orang yang sudah mati itu memberitahukan kepadanya tentang apa-apa yang tidak diketahui oleh orang yang masih hidup sehingga menjadi sebuah informasi seperti tentang masa lalu dan yang akan datang. Terkadang dia memberitahukan kepadanya tentang harta yang dikuburnya di suatu tempat mati yang tidak diketahui kecuali oleh dirinya atau barangkali dia memberitahu kepadanya tentang utangnya dan menyebutkan bukti-buktinya.

Yang lebih jelas lagi misalnya berupa pemberitahuan tentang amal yang telah dikerjakannya yang tidak dilihat oleh seorang pun di alam atau pemberitahuan bahwa anda akan mendatangi kami pada waktu ini dan itu dan akan terjadi seperti apa yang diberitahukannya atau pemberitahuan tentang perkara-perkara yang tidak diketahui kecuali dirinya (orang yang sudah meninggal)

Said bin al Musayyib mengatakan bahwa Abdullah bin Salam telah bertemu dengan Salman al Farisiy. Salah seorang dari mereka berdua mengatakan kepada yang lainnya,”Jika kamu meninggal sebelumku maka temuilah aku dan beritahukan kepadaku tentang apa yang kamu dapati dari Tuhanmu dan jika aku meninggal sebelum dirimu maka aku akan menemuimu dan memberitahukanmu (tentangnya).” Sementara itu yang lainnya mengatakan,”Apakah orang-orang yang sudah mati dapat bertemu dengan orang-orang yang masih hidup?” dia berkata,”Ya. Roh-roh mereka di surga bepergian sekehendaknya.”

Al Abbas bin Abdul Muthalib mengatakan,”Aku sangat ingin bermimpi bertemu Umar didalam tidurku dan aku tidak pernah dimimpikannya hingga mendekati waktu setahun aku melihatnya mengusap keringat dari dahinya dan mengatakan,’Ini adalah masa senggangku, hampir-hampir singgasanaku roboh jika aku tidak bertemu Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Abdullah bin Umar bin Abdul Aziz mengatakan,”Aku telah melihat ayahku didalam tidur setelah kematiannya seakan-akan dia berada di sebuah taman dan memberikan apel-apel kepadaku maka aku pun mengambil salah satunya! Aku bertanya,”Amal apa yang engkau dapati paling utama?’ ayahku menjawab,”Istighfar.” (ar Ruh hal 20 – 22)

Adapun apa yang anda tanyakan tentang roh dari orang-orang yang sudah mati memasuki jasad dari orang yang masih hidup lalu melakukan kegiatan sebagaimana layaknya orang yang masih hidup seperti berbincang-bincang, bercerita dan sebagainya maka hal ini tidaklah ada kaitannya dengan roh dari orang-orang yang sudah mati itu. Akan tetapi itu semua adalah tipu daya yang dilakukan oleh jin yang memasuki jasad orang yang masih hidup tersebut.

Jin itu merasuki tubuh seseorang dan berpura-pura seolah-olah dirinya adalah ayah dari yang pemilik tubuh yang dirasuki, ibunya, seorang ulama atau seorang shaleh yang sudah meninggal dan berbicara untuk menyesatkan manusia.

Wallahu A’lam

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

Mau Gimana Lagi?

Mau Gimana Lagi?
Minggu, 13/06/2010 15:01 WIB | email | print

Oleh Abdul Mutaqin

Apakah kita kenal dengan Al A’war? Banyak di antara kita mungkin telah mengenalnya. Tetapi saya percaya, mengenalnya akan membuat kita semakin tidak ingin dekat kepadanya. Patut juga berhati-hati apabila belum mengenal siapa dia.

Bisa jadi dengan tidak mengenalnya, kita akan menyesal dan terlambat mengantisipasi aksinya di belakang hari. Dan … braaakk! jatuh ke pelukannya. Na’udzu billlah.

Al A’war adalah setan spesialis zina. Iblis mengangkatnya sebagai komandan yang menggerakkan nafsu agar anak manusia senang kepada zina. Mujahid bin Jabr, murid utama Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Iblis memiliki 5 anak, satu di antaranya bernama Al-A’war. Dia memiliki tugas khusus menyeru orang untuk berbuat zina dan menghiasinya agar nampak baik dalam pandangan manusia.

Fasilitas yang tersedia untuk menggiring manusia ke jurang zina sangat melimpah saat ini, mudah, murah dan relatif canggih. Maka Al-A’war girang tidak alang ke palang dengan fasilitas itu. Bahkan nampaknya Al-A’war tidak terlalu bersusah payah lagi untuk membuat manusia senang kepada zina. Why?

Sebab para setan dari golongan manusia sebagai tim sukses untuk mengkampanyekan perbuatan zina telah menyediakan perangkat lunak yang friendly. Situs, video, fashion, VCD/DVD, Ponsel dan berbagai macam perangkat IT memudahkan Al-A’war mengakses dan menyusun strateginya. Apalagi banyak pula relawan yang bersedia memerankan lakon mesum yang dipesan Al-A’war meski tidak dibayar. Mau gimana lagi?

Para prajurit Al-A’war luar biasa allout menyiapkan perangkat zina baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. Sebagian telah disebutkan di atas, selebihnya adalah perangkat pemikiran yang mengecoh. Zina dibungkus dengan kemasan modernitas yang memikat. Maka kita menjadi tidak heran apabila selingkuh diberi stempel sebagai kebebasan privat.

Telanjang dijuluki sebagi karya seni dan HAM. Pemilihan ratu kecantikan yang hanya mengenakan bikini dalam satu sesi, disematkan dengan penggilan sebagai duta bangsa dan budaya. Pacaran disebut proses penjajakan dan persiapan. Tarian erotis dinyatakan sebagai bentuk kebebasan akspresi bukan sumber birahi dan dibela habis-habisan. Mau gimana lagi?

Itulah strategi setan yang sebenarnya klasik. Strategi ini pernah dipakai bapak moyangnya; Iblis, seperti ketika dia membujuk Adam dengan perkataannya:

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (terjemah QS. Thaha [20]: 120). Iblis menyebut pohon larangan dengan sebutan ’khuldi’ atau pohon kekelan yang apabila dimakan buahnya menyebabkan pemakannya kekal di surga. Iblis memanipulasi larangan Allah dengan memberi istilah menarik sehingga perbuatan keji seolah menjadi perbuatan yang baik.

Maka luar biasa, strategi ini epektif memperdaya Adam yang menyebabkan dia terusir dari surga. Maka berbagai istilah baru yang memparhalus zina di zaman ini sebenarnya hanyalah metamorfosa dari istilah khuldi rekayasa Iblis di masa silam.

Strategi ini terus digunakan Al-A’war pagi dan petang siang dan malam. Maka banyak orang yang paginya bersih, sorenya telah jadi pezina. Sorenya dia alim, malamnya tak tahan mencicipi hangatnya ”selimut” zina. Kemarin sekedar membuat video klip musik, esoknya …… Na’udzubillah. Rasululah pernah mengingatkan: “Jika datang pagi hari, Iblis menyebar para tentaranya ke muka bumi lalu berkata, “Siapa di antara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku kenakan mahkota di kepalanya.” Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, “Aku terus menggoda si fulan hingga mau menceraikan istrinya.” Iblis berkata: “Ah, bisa jadi dia akan menikah lagi.” Tentara yang lain menghadap dan berkata: “Aku terus menggoda si fulan hingga ia mau berzina.” Iblis berkata: “Ya, kamu (yang mendapat mahkota)!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).

Al-A’war tertawa lebar dan semakin lebar. Bagaimana tidak? Gambar porno mudah diakses dan situs porno melimpah ruah. Konon menurut seorang budayawan Indonesia ternama, ada tidak kurang dari 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus (maaf) cara berfungsinya, dapat diakses gratis, sama mudahnya dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam, maupun Sidoarjo. Sinetron yang membuka aurat menjadi top rating. Berita perselingkuhan digemari. Dan video mesum mirip-mirip artis seperti tak pernah lelah berproduksi. Mau gimana lagi?

Yang membuat Al A’war semakin terbahak-bahak adalah kelakuan segelintir “intelek” yang berkiblat pada kebebasan. Siapa mereka? Merekalah kaum terpelajar yang telah dicuci otak dan hatinya oleh Al-A’war. Mereka yang menganggap peraturan perundangan yang menerapkan sanksi segala hal yang berbau porno adalah primitif. Sehingga mereka tidak merasa malu apalagi merasa berdosa menyatakan bahwa lesbi dan homo seksual sebagai kebiasaan yang normal. Mereka yang menyatakan bahwa pernikahan sesama jenis adalah indah dan sah. Dan mereka yang dengan bangga menulis surat meminta izin kepada Tuhan untuk menjadi pelacur. Mau gimana lagi?

Nampaknya usaha Al-A’war dan bala tentaranya betul-betul menuai panen raya. Silih berganti generasi kita yang jatuh ke dalam pelukannya. Mereka mengikuti bujuk rayu Al-A’war, mendatangi umpannya, lalu menelan kailnya. La haula walaa quwwata illa billah.

Akan tetapi pantaskah kita berputus asa? Tidak! Sekali-kali tidak!

Mau gimana lagi?, hanyala sekedar ungkapan keprihatinan kita atas masalah ini. Sementara tidak semua generasi sudi menjadi pengikut dan pengagum Al-A’war. Masih tersisa tentara Allah yang akan melawan Al-A’war dan para pengikutnya. Betapapun gigihnya usaha Al-A’war, bagi generasi yang beriman dan konsisten dengan keimanannya, tipu daya setan itu lemah: “… karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (terjemah QS. An-Nisa [4]: 76).

Hai Al A’war, sesungguhnya kamu lemah.

Kami tetap menunggu.

Menunggu datang masa di mana generasi kami benci kepada aurat yang terbuka di jalan-jalan, di pasar-pasar dan di mana tempat ikhtilat terjadi.

Akan datang masa di mana setiap nyanyian adalah seruan jihad.

Akan datang masa di mana kehormatan adalah hijab.

Akan datang masa di mana kesucian adalah pernikahan.

Akan datang masa di mana setiap pertunjukan adalah dakwah.

Kami tetap menunggu dan berupaya.

Hai Al-A’war, mungkin saat ini kamu yang menang sebab sebagian dari media adalah milikmu. Separuh berita adalah penamu. Setengah episode cerita adalah skenariomu. Sebagian aktor nakal adalah aktrisrmu. Dan para penulis jahat berada di belakangmu. Tapi kami tak sudi menjadi budakmu hingga kelak neraka memanggilmu.

Hai Al-A’war, ”Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka*”.

Saudaraku, mari kita buat al-A’war menangis tak berdaya. Sederhana saja. Pelihara kehormatan diri dari kotornya pandangan, dari liarnya khayalan, dari nakalnya obrolan dan rayuan serta dari lacurnya kemaluan. Rusak properti Al-A’war dari kemungkinan yang masih tersimpan pada kita. Buang konten yang membuat Al-A’war seyum penuh kemenangan dari ponsel kita. Hapus dia dari memori notebook kita dan katakan ’Goodbye’ untuk selamanya. Insya Allah, selamatlah kita dan generasi kita.

Allahu a’lam.

Semoga selamat setiap generasi muslim beriman dari tipu dayanya.

Depok, Juni 2010.

abdul_mutaqin@yahoo.com

*terjemah QS. Al-Israa [17] :64.

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

Pengobatan terhadap Sihir

Pengobatan terhadap Sihir
Senin, 29/06/2009 11:18 WIB | email | print

Assalaamu ‘alaikum wr.wb.

Yang saya ketahui adalah sihir dapat diterapi dengan rukyah. Akan tetapi sihir itu terdiri dari bermacam-macam jenis bahkan ada yang cukup kompleks dan parah,

Saya pernah membaca di buku bahwa ada jenis tertentu yang bisa dibantu dengan air, daun sirih, daun bidara yang telah dibacakan ayat al qur’an. Atau mencari tempat disimpannya dan dimusnahkan. Di manakah bisa ditemukan orang yang ahli menangani hal ini? Saya yakin bahwa orang yang shaleh, orang yang imannya kuat dan berpengalaman yang bisa membantu dengan baik masalah ini. Orang tertentu yang sangat dekat dengan Allah diberi kelebihan yang luar biasa. Tapi kadang2 ada yang terlihat samar. Bagaimana caranya agar tidak tertipu/tidak terlempar dalam kesyirikan? Bagaimana membedakan sihir dengan kharamah serta istidraj?

mawar
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Jumhur Ahlus Sunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa sihir ada dua macam :

1. Ia adalah trik, tipuan, menakut-nakuti, sulap dan khayalan yang tidak nyata atau ia nyata akan tetapi sangat halus sumbernya. Seandainya ia tersingkap pasti ia akan mengetahui bahwa itu merupakan perbuatan biasa yang dimungkinkan bagi orang yang mengetahui rupanya akan melakukan seperti perbuatan itu. Secara umum perbuatan itu berdiri diatas pengetahuan tentang materi-materi khusus, khayalan rekayasa atau sejenisnya. Dan tidak ada salahnya memasukkan perbuatan itu kedalam istilah sihir, sebagaimana firman Allah swt :


فَلَمَّا أَلْقَوْاْ سَحَرُواْ أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

Artinya : ” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan).” (QS. Al A’raf : 116)

2. Ia adalah nyata, ada dan memiliki pengaruh di badan, sebagaimana pendapat para ulama Hanafi seperti pendapat Ibnul Hammam, para ulama Syafi’i dan Hambali. Orang-orang yang mengatakan bahwa sihir memberikan pengaruh, menimbulkan sakit, kemudharatan atau sejenisnya berdalil dengan firman Allah swt :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Artinya : “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al Falaq : 1 – 5) Menghembuskan buhul-buhul adalah sihir-sihir dari kaum wanita. Dan tatkala diperintahkan untuk belindung dari kejahatan para penyihir perempuan itu maka bisa diketahui bahwa sihir itu memiliki pengaruh dan kemudharatan.
Firman Allah swt :

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ

Artinya : “Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.” (QS. Al Baqoroh : 102)

Terdapat riwayat bahwa Nabi saw pernah disihir sehingga dia berkhayal melakukan sesuatu yang sebetulnya dia tidak melakukannya.”. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 8566 – 8569)

Didalam pengobatan terhadap sihir ini maka kebanyakan ulama tidak memperbolehkan dengan menggunakan sihir. Akan tetapi hendaklah pengobatannya dengan cara meruqyah, membacakan al Qur’an, dzikir-dzikir dari Nabi saw didalam meruqyahnya, berdoa dan meminta penyembuhan dari Allah swt.

Dalam penggunaan cara ruqyah ini pun, seorang yang meruqyah perlu mewaspadai dan barhati-hati agar tidak terjebak kedalam perkara-perkara kemusyrikan. Untuk itu ada beberapa patokan terhadap ruqyah syar’iyah (disyariatkan) ini adalah :

1. Ruqyah tersebut bukan ruqyah (jampi) yang mengandung kemusyrikan, seperti seorang yang meruqyah dengan meminta pertolongan atau bantuan kepada makhluk didalam perkara-perkara yang tidak ada yang menyanggupinya kecuali Allah saja, berdoa kepada makhluk untuk meyingkap sesuatu yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah saja, berdasarkan firman-Nya :

Artinya : “Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui..” (QS. Fathir : 13 – 14)

Tentang patokan ini terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Auf bin Malik al Asyja’i berkata,”Kami dahulu melakukan ruqyah pada saat jahiliyah. Lalu kami bertanya,’Wahai Rasulullah apa pendapatmu?’ beliau saw bersabda,’Perlihatkanlah ruqyahmu kepadaku. Tidak mengapa ruqyah yang didalamnya tidak terdapat kesyirikan.”

2. Ruqyah tersebut bukan ruqyah sihir, karena Allah swt mengharamkan sihir dan ia termasuk didalam kekufuran sebagaimana firman Allah swt :

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ

Artinya : “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaita pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (Tidak mengerjakan sihir), Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada nusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami Hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. (QS. Al Baqoroh : 102)

3. Ruqyah tersebut bukan berasal dari seorang peramal atau dukun walaupun ia bukanlah seorang penyihir. Hal itu dikarenakan larangan dari Rasulullah saw untuk mendatanginya terlebih lagi membenarkan perkataannya, termasuk pula meminta ruqyah (jampi) darinya. Sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal atau dukun lalu membenarkan perkataannya maka sungguh orang itu telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw.” (HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi)

4. Hendaklah ruqyah menggunakan kata-kata yang bisa difahami. Karena menggunakan kata-kata atau lafazh-lafazh yang tidak bisa difahami tidaklah aman dari adanya kemusyrikan didalamnya. Dan setiap yang memungkinkan adanya kemuyrikan maka tidak boleh menggunakannya.

Ibnu Hajar mengatakan bahwa ruqyah dibolehkan jika mengandung tiga persyaratan : menggunakan firman Allah, nama-nama dan sifat-sifat Allah dan bahasa arab atau bahasa yang bisa difahami serta meyakini bahwa ruqyah itu sendiri tidaklah bisa memberikan pengaruh akan tetapi Allah lah yang memberikannya pengaruh.

5. Hendaklah ruqyah tidak menggunakan pola-pola atau cara-cara yang diharamkan, seperti ruqyah yang dimaksudkan di kuburan, kamar mandi, menggunakan huruf-huruf abjad, dengan melihat bintang gemintang, melumasi dengan najis-najis atau menampakkan aurat.

6. Ruqyah tersebut tidak menggunakan ungkapan-ungkapan yang diharamkan, seperti menghina, mengejek, melaknat karena Allah tidak menjadikan obat dengan sesuatu yang diharamkan.

7. Seorang yang meruqyah dan yang diruqyah tidak boleh menganggap bahwa ruqyah itu sajalah yang memberikan penyembuhan atau menghilangkan kemudharatan. Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa doa-doa, ta’awwudz bagai sebuah senjata. Senjata yang bisa melumpuhkan bukan hanya dari ketajamannya saja. Ketika terdapat sebuah senjata yang tajam tanpa aib lalu tangan yang memegangnya pun begitu kuat dan tidak ada penghalangnya maka pedang itu akan berhasil membunuh musuh. Dan ketika salah satu dari ketiga itu tidak ada maka pengaruhnya juga akan berkurang. Begitu pula dengan ruqyah maka ruqyah itu mesti yang diperbolehkan atau disunnahkan, lalu pembacanya pun haruslah seorang yang ikhlas dan terkumpul didalam dirinya persyaratan (diterimanya) doa serta adanya kehendak dan keinginan Allah terhadap penyembuhannya. (diringkas dari buku : ar Ruqo ‘ala Dhoui Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah hal 59 – 73)

Adapun perbedaan antara sihir, karomah dan istidroj. Sihir sebagaimana dijelaskan diawal bahwa ia adalah kejadian yang melampaui batas-batas kesanggupan manusia dengan meminta bantuan kepada setan, seperti merubah tali dan tongkat jadi ular, sebagaimana para penyihir Fir’aun.

Karomah adalah kejadian diluar kebiasaan manusia yang diberikan Allah swt kepada para wali-wali-Nya yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Para wali ini adalah orang-orang yang mencintai Allah, Rasul-Nya, istiqomah dengan syari’at-Nya. Karomah ini bisa terjadi pada suatu waktu dan belum tentu pada waktu yang lainnya. Ia tidaklah bisa dipredikisi atau dipelajari.

Sedangkan istidroj adalah kejadian luar biasa yang dilakukan oleh seorang yang kafir atau fasiq. Istidroj ini merupakan jalan terjadinya sihir bagi seorang yang kafir atau fasiq.

Sedangkan perbedaan antara karomah dengan sihir adalah bahwa seorang wali yang diberikan karomah kepadanya adalah seorang yang dekat dengan Allah, beriman, bertakwa, istiqomah diatas syariat-Nya, melakukan berbagai ketaatan dan menjauhi kemunkaran berbeda dengan seorang penyihir, ia adalah seorang fasiq, berjiwa kotor, pelaku dosa besar.

Karomah tidaklah bisa dipelajari karena ia adalah pemberian dari Allah karena keutamaan orang yang mendapatkannya sedangkan sihir bisa dipelajari dengan bantuan setan.

Adapun tentang menggunakan daun bidara yang dihaluskan kemudian dicampurkan dengan air lalu diminumkan kemudian sisanya dipakai untuk mandi maka hal itu dibolehkan. Ibnu Katsir menyebutkan didalam tasirnya bahwa Al Qurthubi menceritakan dari Wahab bahwa dia mengatakan,”Ambillah tujuh helai daun bidara lalu tumbuk diantara dua buah batu kemudian campurkan di air dan dibacakan ayat kursi kamudian diminumkan kepada orang yang terkena sihir sebanyak tiga kali tegukan lalu mandikan dia dengan air sisanya maka ia akan menghilangkan sihirnya. Terutama bagi suami yang terhalang menggauli istrinya”

Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang paling bermanfaat dalam menghilangkan pengaruh sihir adalah dengan menggunakan apa yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya untuk menghilangkan hal itu yaitu membaca al muawwidzatain (al Falaq dan an Naas) dan ayat kursi karena ayat-ayat itu dapat mengusir setan. (Tafsirul Quranil Azhim juz : I hal 372)

Wallahu A’lam

Filed under: – – – dari eramuslim.com

Televisi, Musuhku

Televisi, Musuhku
Rabu, 28/10/2009 08:16 WIB | email | print

Oleh Yudian Budianto

Hari ini, sekian bulan sudah kami tidak menyetel tv. Antenanya kami cabut. Alhamdulillah anak-anak sudah terbiasa dengan keadaan tsb, walau pada awalnya susah, tapi lama-lama akhirnya terbiasa. Oya, program ini sudah 2 tahun kami coba, dan kali ini adalah interval yang paling lama – 2 bulan lebih. Kami pun, orang tua, mulai terbiasa. Mudah-mudahan ALLAH memberi kepada kami keistiqomahan untuk tetap teguh pada keputusan ini; tak ada tv di rumah, sampai acara tv melepaskan diri dari kontent maksiat, menunjang cita-cita kami; keluarga qurani.

Kami selalu berdoa agar ALLAH menghindarkan kami sekeluarga dari tv dan pengaruh buruknya, menjauhkan kami dari tv sejauh-jauhnya, sejauh timur dan barat. Kami amat khawatir jika tidak teguh denga pendirian ini, karena membawa tv ke dalam rumah adalah bencana. Bencana dunia dan akhirat.

——
TV amatlah merusak. Sinetron yang mempertontonkan aurat perempuan; buah dada, rambut, leher, pundak, perut, paha, betis dll. Lalu iklan yang mempertontonkan hal yang sama di atas. Bahkan acara talkshow, berita dan acara informasi ‘baik & berkualitas’ yang semisal pun tak lepas dari tontonan aurat. Pembawa berita yang cantik, bibir seksi, rambut terurai, bahkan buah dada yang menonjol plus betis yang mulus. Mau kemana kita? kemana pun kita ubah channel tv kita, pasti kita akan menemukan hal-hal rusak tsb.

Belum lagi acara yang memang sengaja dikemas untuk memancing syahwat yang hostnya berpakaian seksi, tamunya perempuan-perempuan berpakaian seksi, obrolannya pun sengaja diarahkan kepada hal-hal yang seks, belum lagi kalau tamunya disuruh menyanyi, lalu bergoyang-goyang… sungguh sebuah bencana!

Juga film-filmnya, yang ini tak usah dibahas kerusakannya-karena pasti rusak. Siapa yang tidak setuju dengan ini, berarti otaknya telah rusak.

Ceramah agama? Acara ini memang mendatangkan manfaat, tapi setelah itu? kita akan disuguhkan dengan iklan yang merusak. 15 menit siraman ruhani, terhapus dengan tayangan iklan sabun atau shampoo…. mana tahannn.

Rumah menjadi seperti diskotik. Hingar-bingar. Kadang berisik dengan dialog,lalu senyap sebentar, setelah itu berisik dengan musik-musik iklan. Brang-breng-brang-breng, lalu berganti dengan yang lain. Rumah tidak membawa ketenangan, berisik, sempit sekali kesempatan untuk mengingat ALLAH, untuk merenung, karena hati kita telah dirampok oleh tv.

Belum lagi acara musik yang berisi lagu-lagu yang menyimpangkan kaum muslimin dari cita-cita mulia, syair-syair maksiat & cengeng, menyeru pada dunia, melupakan jihad, belum lagi penampilan mereka yang memalukan, gaya yang tak sesuai dengan nilai islami dll.

Kita bisa mengontrol tv?
Ada yang bilang, tak semua acara tv rusak, masih ada manfaat yang bisa diambil. Memang betul. Tapi bagaimana mengambilnya? Apakah setiap saat kita memegang remote untuk menghindar dari pengaruh buruk tv? setiap saat kita memegang remote untuk mencari-cari acara yang bermanfaat? setiap saat kita memejamkan mata dari gambar-gambar yang merusak?

Apakah setiap saat kita mendampingi anak-anak kita? setiap saat kita menceramahi mereka sambil menonton tv, yang ini tidak boleh-yang itu boleh? Bukankah kita pasti keluar dari rumah, bekerja, dan mengurus hal-hal yang berkenaan dengan kehidupan kita? bagaimana ketika anak-anak tak ada yang mendampingi?

Apakah kita bisa mengontrol tayangan iklan yang merusak? kita bisa memilih iklan apa saja yang ditayangkan untuk acara tertentu? atau kita bisa memprediksi iklan apa saja setelah itu? bagaimana saat di tengah acara tertentu lalu tiba-tiba datang iklan film india yang biasanya penampilan artis perempuannya mengundang nafsu syahwati? nehi, nehi… aca, aca…

Mengontrol, malah dikontrol
Kalaupun niat awalnya adalah untuk mengontrol, lama-lama kita yang dikontrol. Kita menjadi ketagihan dengan acara tv. Niat awal untuk mengambil manfaat, lama-lama tertarik dengan acara yang lain; lawak, ketawa-tawa, haha-hihi, lama-lama hati kita menjadi keras karena canda-tawa, lihat-lihat acara musik sedikit, lihat sinetron sedikit, “untuk memantau” katanya, lama-lama malah nonton film. Yang tadinya membatasi film yang ‘biasa’ menjadi film yang ‘tak biasa’, lalu film romantis, walah….

Ingat pribahasa “dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati”. Niat awal hanya memilih yang baik-baik, lama-lama kecantol dengan yang sedikit tidak baik, lalu keterusan ke yang tidak baik. Itulah hati, ibarat perut, dari makan 1/2 piring, lalu 3/4 piring, meningkat 1 piring, lama-lama nambah…itulah tipu daya syaitan.

Hati menjadi gelisah. Satu hari tak melihat tv menjadi tidak tenang. Selalu cari alasan untuk menyetel tv. “Mau cari berita” katanya, padahal kalo ditelisik kepada hati yang lebih dalam adalah karena ingin memenuhi syahwat.

Hasbunallah wani’mal wakil, ternyata susah sekali mengontrol tv. Kita, jika ingin mengambil manfaat tv, ibarat ingin mengambil sebutir beras yang tertimbun di dalam tumpukan kotoran sapi. Tak bisa tidak, pasti terkena kotorannya. Daripada repot membersihkan tangan, mending tak usah diambil sama sekali. Ingatlah akan sebuah kaidah ushul fiqih: “menghindar dari keburukan lebih diutamakan daripada mengambil manfaat”. Cari media lain; koran, internet, radio – yang relatif lebih bisa dikontrol.

Rumah, benteng pertahanan terakhir
Rumah adalah benteng pertahanan kita. Setelah satu hari berkutat bekerja di luar rumah plus kemaksiatan yang banyak sekali, kita pulang ke rumah dengan harapan ia melindungi kita dari segala kemaksiatan. Tapi apa yang kita dapati di rumah? tv siap mengajak kita untuk bermaksiat kembali. Bukannya berkurang intensitas kemaksiatan, malah bertambah…tragis.

Tak ada ruang untuk istirahat dari maksiat. Di luar rumah kita bermaksiat, pulang ke rumah bermaksiat lagi. Padahal kita sering berdoa : “waj’alil mauta rohatan lana minkulli syarr (Jadikan ya ALLAH kematian kami sebagai istirahat dari segala keburukan)”

Ternyata benteng terakhir kita, telah jebol. Rumah kita, yang seharusnya menjadi tempat kontemplasi, merenung, tempat kita mendidik anak-anak kita, tempat mentarbiyah diri dan keluarga kita telah dimasuki oleh berhala baru, sumber maksiat baru, rumah kita telah berubah menjadi sarang maksiat, la haula walaa quwwata illa billah…

Cita-cita kita adalah menjadikan keluarga kita menjadi keluarga qurani, keluarga yang selalu berinteraksi dengan alquran, keluarga yang menjadi imam bagi orang-orang bertaqwa “waj’alna lil muttaqiina imaama (jadikan kami imam orang-orang bertaqwa)”. Tapi bagaimana caranya jika pagi, siang, sore, malam selalu disuguhkan dengan acara-acara tv? kapan kita dan mereka belajar membaca alquran? kapan menghafal alquran? kapan mempelajari arti perkalimat dari alquran? kapan mempelajari hadist nabi yang mulia? menghafalnya? belajar fiqh? apakah setelah nonton lawak? atau setelah menonton gadis seksi? apa bisa mencampur alhaq dengan batil? “wala talbisul haqqa bil baatil – janganlah mencampur alhaq dengan albatil”

Anak-anak menjadi susah diatur, menjadi tidak disiplin dalam belajar, tidak disiplin belajar dan membaca alquran. Selalu cari alasan untuk mengundur-undur waktu. Setelah film kartun inilah, setelah acara inilah, nonton lawakan itu dululah dll. Fikiran mereka menjadi tidak fokus, secara tidak sengaja kita telah mengajarkan diri kita dan mereka untuk cinta kepada dunia, menjadi hamba dunia, diri kita menjadi lengket pada dunia (maa lakum idza qiila lakum infiru fi sabilillahi ats-tsaaqoltum ilal ardh? kenapa jika diperintahkan kepada kamu berperanglah di jalan ALLAH, kamu ‘lengket’ pada dunia?) diri kita tidak bisa ‘terbang’ ke langit menuju angkasa bebas, bebas mencintai ALLAH dan RasulNya, cinta kepada jihad. Kepala kita penuh dengan acara-acara televisi, tak ada lagi informasi mengenai almuslimun almustadhafun, kepada kaum muslimin yang tertindas di afghan, iraq, palestina, kaukasus, dll.

Hati ini tidak lagi indah. Tidak indah dengan muhasabah, dengan jihad, kerinduan syahid di jalan ALLAH, kebencian kepada musuh – malah kita satu barisan dengan musuh karena gandrung dengan produk mereka, nonton film mereka, suka dengan tokoh-tokoh mereka, tertawa bersama mereka.

Malam kita tidak lagi menjadi malam yang indah, malam penuh dengan kesenyapan, meresapi keheningan bersama ALLAH sebelum tidur, karena suara-suara tv selalu memanggil-manggil, malam kita tidak lagi seperti malamnya orang shalih, yang hanya diisi oleh suara senyap, tapi berganti dengan suara-suara yang menyimpangkan dari mengingat ALLAH – “waminannas man yattakhidzu lahwal hadist liyudhilla ‘an sabilillah (dan diantara manusia itu ada yang membuat/mengambil suara-suara yang menyesatkan dari jalan ALLAH)”

Tidur kita menjadi tidur setelah maksiat, tidur setelah menonton acara syahwati, minimal setelah menonton pembawa acara / pembaca berita yang cantik, hati bergemuruh, tak tenang, mata kita yang terpejam diiringi dengan kelebatan gambar-gambar yang telah kita tonton sebelumnya, membuat syaithan lebih mudah untuk mengikat kita di tempat tidur, susah untuk bangun qiyamul lail maupun sholat subuh di masjid dan tilawah alquran setelahnya. Bangun tidur kita menjadi bangun tidur yang penuh dengan penyesalan, sesal karena telah bermaksiat yang menyebabkan kemaksiatan baru.

Lalu kita berazam untuk tidak terjebak lagi pada kesalahan itu, tetapi peristiwa itu berulang lagi, dan lagi, dan lagi…. Kenapa? karena berhala itu masih ada di rumah kita, ia masih hidup dan mampu menyihir kita, sedikit demi sedikit. Lain halnya jika kita ambil tindakan tegas : cabut antena!

——-

Menyingkirlah dari dunia, walau sebentar.
Ada sebuah perkataan dari seorang sahabat yang mulia kepada sahabatnya yang juga mulia karena mereka adalah para sahabat-sahabat mulia dari seorang nabi yang teramat mulia – shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu Abdullah bin Rawahah kepada Abu Darda : “Akhi, ta’nul nu’minu sa’ah (marilah saudaraku kita beriman sebentar)” atau mu’adz bin jabal yang berkata kepada para sahabatnya “ijlis bina nu’minu sa’ah (duduklah bersama kami, kita beriman sejenak)”. Menyingkirlah dari tv, menyingkirlah dari dunia, walau sebentar.

Ghuraba-un hakadzal ahraru fi dun-yal abiid (ghuraba, beginilah kami membebaskan diri dari penghambaan kepada dunia)….(nasyid ghuraba)

Ya ALLAH jauhkan kami dari tv, dari keburukannya, hindarkan kami dari tv, jauhkan kami sejauh-jauhnya, jauhkan kami sejauh timur dan barat, berikan kami keteguhan atas sikap ini, jauhkan kami dari kerinduan terhadapnya, berikan kami pengganti yang lebih baik dan lebih menyelamatkan dunia dan akhirat kami.

Allahumma ij’alil hayata ziyadatan lana fi kulli khaiir (Jadikan ya ALLAH kehidupan kami sebagai sarana menambah segala kebaikan), amiin.

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

Sumber-Sumber Dosa Manusia?

Sumber-Sumber Dosa Manusia?
Senin, 20/09/2010 13:59 WIB | email | print

oleh Mashadi

Manusia modern dikelilingi dengan dosa. Hakikatnya manusia modern sama dengan manusia di zaman jahiliyah. Mereka melakukan dosa dan maksiat dengan sengaja dan sadar. Mereka tidak takut dengan perbuatan mereka lakukan itu. Berbuat dosa seperti menjadi pilihan hidup mereka.

Mereka berbuat dosa, karena itu menjadi kenikmatan hidup mereka. Berzina, minum minuman keras, memakan makanan haram, dan perbuatan keji lainnya, semuanya mereka nikmati. Karena kemaksiatan sesuai dengan nafsu mereka.

Sesungguhnya dosa dan maksiat itu bertingkat-tingkat, dan kerusakan dan hukumannya berbeda pula. Namun, akar dan asal-usul dosa itu ada dua hal, pertama, meninggalkan perintah Allah, dan kedua melanggar larangan Allah. Maka, hakikatnya orang-orang mukmin yang muttaqin, ialah mereka yang dengan ikhlas melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Inilah bentuk ketundukan, kepatuhan, dan berserah diri secara total kepada Allah Azza Wa Jalla.

Kemudian, dosa ini dibagi dalam empat kategori, yang masing-masing mempunyai pengaruh dalam kehidupan seseorang. Diantaranya :

Dosa mulkiyah, adalah perbuatan atau sifat makhluk yang mengadopsi sifat-sifat Allah. Seperti merasa suci, kultus, kesombongan, kesemena-menaan, merasa tinggi, kezaliman, menjajah, dan memperbudak manusia. Perbuatan ini masuk dalam katagori syirik (menyekutukan) Allah.

Karena, yang sering menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan syirik, merasa suci, berlaku sombong dengan kekuasaan dan harta yang dimilikinya. Para penguasa, pemimpin gerakan, jamaah, partai, bisa berlaku sombong, disebabkan kekuasaan yang dimilikinya. Bisa mengatur, menentukan, memerintah, dan bahkan bertindak sewenang-wenang, dan tidak ada lagi yang berani mengingatkannya.

Dirinya bisa berlaku sebagai orang suci, yang kemudian dikultuskan pengikutnya, atau menciptakan tata-cara yang membuat para pengikutnya melakukan kultus, dan pemimpin itu seolah-olah berubah menjadi seorang tuhan, yang kemudian dapat menentukan nasib seseorang. Seseorang menjadi bergantung hidupnya kepada mereka yang memiliki kuasa. Entah itu para penguasa, pemimpin gerakan, jamaah, partai dan organisasi, jika tidak ada lagi yang dapat mengingatkan bisa berubah menjadi ‘tuhan’.

Barangsiapa yang menjadi pelaku jenis dosa ini, mak ia telah merampas ketuhanan dan kerajaan (kedaulatan) Allah dan menjadi tandingan bagi-Nya. Ini adalah dosa yang paling besar disisi Allah dan amal perbuatan yang baik tidak gunanya.

Betapa banyak manusia yang sekarang telah berlaku dan berubah dirinya menjadi tuhan, karena hanya sedikit memiliki kekuasaan, kekayaan, dan kesempatan (waktu), dan kemudian mereka mengubah sifat-sifat dasar mereka, dan mereka berubah menjadi ‘tuhan-tuhan’ yang sejatinya tidak layak.

Dosa syaithoniyah adalah dosa di mana palakunya menyerupai perilaku dan sifat setan, seperti melampui batas, penipuan, dengki, memakan harta yang haram, makar, memerintahkan perbuatan maksiat kepada Allah, menghiasi kemaksiatan dengan kebaikan, melarang melakukan ketaatan kepada Allah, melakukan bid’ah, serta mendakwahkan bid’ah dan kesesatan. Ini dosa yang akan menjerumuskan para pelakuknya ke dalam neraka jahanam.

Betapa banyak manusia yang berwujud manusia, tetapi perbuatan mereka seperti setan, dan menjadi hamba setan. Perbuatannya selalu durhaka dan melawan kepada Allah. Tidak mau bertahkim (berhukunm) dengan hukum Allah, dan hanya mengikuti hwa nafsunya, yang akhirnya menjerumuskan diri mereka ke dalam kesesatan yang nyata. Tetapi, mereka masih berani mengatakan yang mereka kerjakan adalah kebajikan. Inilah orang-orang yang sudah menjadi pengikut setan.

Dosa bahimiyah adalah binatang, yang menampakkan pelakunya berbuat kejam dan biadab, seperti menumpahkan darah, melakukan peperangan, menindas kaum yang lemah, dan menghancurkan kehidupan mereka. Dengan tanpa merasa menyesal atas perbuatan mereka.

Manusia berubah menjadi binatang buas, hanya mengikuti syahwat perut dan seksual. Dari sini lahir perzinahan, pencurian, memakan harta yang haram, memakan harta anak yatim, bakhil, pelit, penakut, keluh-kesah, yang menyebabkan manusisa sudah tidak lagi memiliki landasan hidup yang benar.

Manusia telah terjatuh ke dalam bentuk baru, sebagai binatang. Karena menjadi bahimiyah, dan menjauhkan dari perintah dan larangan dari Allah Ta’ala. Wallahu’alam .

Filed under: – – – dari eramuslim.com | Komentar Dimatikan
Dekadensi Moral dan Akar Ideologisnya
Posted on Maret 25, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

Meninggalnya Michael Jackson yang kontroversial menambah daftar panjang para artis yang meninggal secara tragis. Terlepas dari gosip seputar keislamannya, tetap saja kematian Michael Jackson menyisakan catatan kelam kehidupan para artis. Catat saja Kurt Cobain -vokalis grup musik beraliran grunge Nirvana- meninggal karena bunuh diri. Jim Morrison -vokalis grup musik rock The Dorrs- meninggal karena over dosis, Michael Hutchence -vokalis grup musik INXS- meninggal karena bunuh diri.

Mereka semua meninggal dalam keadaan terkenal, muda, kekayaan berlimpah, dikelilingi wanita, namun menemukan diri mereka dalam kondisi “stress” tanpa sebab yang jelas. Akhirnya mereka berusaha melarikan diri dari “stress” tersebut dengan hura-hura, pesta-pesta, narkotika dan berbagai obat penenang.

Perilaku para artis tersebut merupakan puncak gunung es dari gambaran masyarakat barat pada umumnya, yang materealis sekuler. Seperti kita ketahui, dari permukaan laut puncak gunung es terlihat kecil namun jika kita melihat ke bawah permukaan laut akan terlihat gunung es yang tinggi dan terkadang dapat menenggelamkan sebuah kapal laut yang besar sekalipun, seperti halnya yang terjadi pada kapal Titanic yang tenggelam dan terkenal sepanjang sejarah.

Apa yang terjadi pada para artis tersebut menunjukkan apa yang juga terjadi dibawah permukaan, yaitu masyarakat barat pada umumnya. Suatu masyarakat yang menolak eksistensi ruh dalam kehidupan dan beranggapan bahwa kehidupan adalah dunia yang terlihat. Masyarakat barat menolak syariat Allah SWT dan memilih syariat “berhala–berhala” pemikiran manusia yang dikeluarkan oleh pakar-pakar syariat “thagut” sebagai syariat yang mengatur kehidupan mereka.

Gaya hidup masyarakat barat yang hedonis telah lama di kritik oleh para pemikir mereka sendiri, diantaranya John Schetineck, seorang penulis cerita besar Amerika( Yusuf Qordhowi,Islam Peradaban Masa Depan) : Problem yang dihadapi Amerika justru kekayaan negeri ini memiliki segalanya dalam jumlah melimpah, akan tetapi tidak memiliki ruhani yang cukup. Seandainya saya ingin menghancurkan suatu bangsa saya akan memberinya sesuatu yang lebih banyak dari yang ia butuhkan kekayaan yang melimpah ini membuatnya rakus, tak berdaya, dan sakit. bangsa kita tidak mungkin dapat hidup lebih lama dengan prinsip prinsip yang dianutnya

Kemajuan science, peradaban materi, yang dicapai barat dan selalu mereka bangga-banggakan ternyata tak mampu sedikitpun meredam kegelisahan yang menerpa jiwa-jiwa yang berusaha menolak fitrahnya untuk senantiasa beribadat kepada penciptanya, Allah SWT. Sehingga penyakit kejiwaan di masyarakat barat menjadi merajalela dan semakin menunjukkan trend yang beraneka ragam. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya istilah-istilah dan terminologi baru tentang penyakit jiwa yang tak pernah dibayangkan oleh manusia sebelumnya.

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka telah bergembira ria dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. maka orang orang zalim itu dibinasakan sampai ke akar-akarnya, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam (QS. Al An’am: 44-45)

Ideologi hippies, akar budaya kerusakan moral

Gaya hidup hedonis, seks bebas dan pengunaan obat-obatan penenang yang marak di kalangan artis dan masyarakat barat, dapat ditelusuri sejak kemunculan kaum muda yang menamakan diri mereka, kaum hippies. Mereka muncul di Amerika sekitar awal tahun 60-an yang dilatar belakangi oleh protes kaum muda terhadap perlombaan bom nuklir di era perang dingin antara dua blok penguasa dunia pada waktu itu, yaitu kapitalis Amerika dan komunis Soviet.. Mereka juga memprotes keikutsertaan AS dalam petualangan perang di Vietnam.

Lebih lanjut, kaum muda tersebut membentuk sebuah gerakan yang dikenal sebagai hippies atau flower generation. Mereka membentuk ideologi tersendiri untuk mencapai tujuan perdamaian yang mereka inginkan. Ideologi mereka kemudian dikenal bertumpu pada tiga hal yang saling berkaitan, yaitu music, love and drugs. Ideologi mereka menunjukkan eksistensinya ketika digelar Woodstock Festival tahun 1969, di mana lebih dari 500.000 kaum muda datang untuk berkumpul dan menggelar konser musi bersama musisi penganut ideologi hippies pada era tersebut, diantaranya: Carlos Santana, The Who, Jimy Hendrix, dan Janis Joplin.

Melalui musik mereka menyuarakan tujuannya, yaitu perdamaian dunia. Tema-tema musik mereka selain perdamaian adalah menyeru kepada dunia tentang pesan-pesan cinta atau ideologi love. Namun perlu digaris bawahi, love disini lebih cenderung dalam pengertian sebagai seks bebas. Ide mereka ini selanjutnya dikenal sebagai sexual revolution.

Mereka menolak tatanan masyarakat barat tentang kesucian seks yang harus di dapat melalui lembaga perkawinan. Bagi mereka seharusnya seks secara bebas didapatkan tanpa perlu ikatan perkawinan. Ide ini kemudian di populerkan oleh John Lennon, salah seorang personel band The Beatles dengan ungkapan “make a love not a war”. Lennon mengkampanyekan ide ini dengan cara cukup aneh, yaitu di tempat tidur dengan pakaian tidur bersama istrinya, Yoko Ono. Selain itu The Beatles pun menciptakan lagu yang kemudian menjadi credo bagi kaum hippies yaitu All you needed is love.

Di Woodstock para hippies mempopulerkan penggunaan zat-zat penenang dan minuman keras seperti cannabis (marijuana), LSD dan alkohol, untuk dikonsumsi sebagai bentuk protes terhadap perang dunia dan bentuk pelarian dari ketakutan terhadap perlombaan senjata.

Pada awalnya ideologi hippies ini mendapat tantangan keras dari masyarakat barat yang masih memegang moral kristiani. Sebelum era hippies ini masyarakat barat adalah pemegang teguh moral kristiani yang diantaranya melarang seks bebas dan menghormati institusi keluarga. Ditahun 30-an film film holliwood bisa dikatakan tak berani menampilkan adegan adegan seks secara vulgar.

Namun kini nampaknya ideologi hippies ini telah diterima luas bukan hanya di amerika namun merata diseluruh dunia. Hal ini ditandai ideologi hippies telah menjadi indrustri tersendiri yang menguntungkan. Kita bisa melihat bahwa grup grup band liar malah menjadi grup band terkenal dan berubah menjadi mesin penghasil uang. Kita bisa lihat pada grup musik Gun’s N roses, nirvana, linkin park dll. Semua lagu mereka rata rata berisi syair jorok, memuja syahwat, dan kebencian. Begitu juga dengan michael jackson yang lagu lagunya tak jauh dari memuja syahwat dan perdamaian dunia telah menjadi icon tersendiri bagi indrustri musik.

Hipies dan Zionisme

“Rangkul binatang-binatang yang suka mabuk, senangkan mereka dengan minuman. Hak yang berlebihan datang bersamaan dengan kebebasan bukanlah bagi kita dan masyarakat kita untuk menempuh jalan tersebut. Masyarakart goyimlah yang dibuai dengan minuman beralkohol; para pemuda mereka tumbuh bodoh dalam pengkelas-kelasan dan ketiadaan moralitas sejak dini, yang semua itu dilakukan agen khusus kita…

…..Kita akan mengalihkan mereka dengan hiburan, permainan, kegiatan waktu senggang, dorongan-dorongan syahwat, istana-istana rakyat……

…….camkan baik-baik keberhasilan yang telah kita buat dalam dariwinisme, marxisme dan nietzsche-isme, bagaimanapun juga, haruslah secara gamblang memahami dahsyatnya pengaruh merusak dari arahan ini pada pikiran orang goyim.

(Protocol of learned elders of zion).

Ada korelasi positip antara ide-ide kaum hippies dengan gerakan zionisme ini, sehingga tak ada alasan untuk menolak hubungan erat antara dua ideologi ini. Yang jelas pada umumnya ide-ide dalam protocol selalu dihembuskan dari belakang layar. Yang nampak di permukaan atau di panggung kehidupan kebanyakan adalah apa yang kaum zionis sebut sebagai “stupid pull parrot (pembeo yang bodoh)”. Zionis bekerja sebagai sutradara yang merancang semua skenario.

Sedangkan para aktor-aktornya secara sadar dan tak sadar mengikuti perintah sang tuan sutradara. Zionis secara halus bekerja merusak moral masyarakat menuju masyarakat tanpa agama, tanpa moral dan tanpa tuhan. Mereka bekerja dengan permainan istilah. Yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Perzinaan diistilahkan secara positif dengan sebutan sexual revolution. Budaya mengumbar aurat kaum wanita di istilahkan dengan modernisasi dan melepaskan kekangan tradisi lama. Bermabuk-mabukan diistilahkan sebagai style anak muda, dan lain-lain.

Bukti kuat lain bahwa zionis berada dibelakang ideologi hippies adalah munculnya ideologi new left pada generasi hippies ini. Ideologi ini merupakan reinkarnasi atau revitalisasi ajaran marxisme tentang kebencian terhadap sesama manusia yang disebut dengan dialetika materalisme. Dalam dialektika materialisme dipertentangkan antara kaum kaya (borjuis) di pihak yang antagonis dengan kaum miskin(proletar) dipihak yang protagonis.

Sedangkan dalam ideologi new left ini dialektika itu berubah menjadi pertentangan anata kaum muda yang anti kemapanan dengan kaum tua yang status quo. Jargon new left ini di populerkan melalui lagu Imagine yang diciptakan oleh John Lennon. Lagu ini menjadi salah satu simbol perjuangan kaum hippies dalam menentang peperangan. Lagu itu sarat dengan pesan-pesan marxisme : no heaven (tak ada surga), no hell (tak ada neraka), no possesion (tak ada kepemilikan), no country (tak ada negara). Dengan lagu inilah para hipies melakukan demo anti perang Vietnam namun dengan cara-cara anarki sehingga menimbulkan banyak korban baik sipil maupun dari kepolisian.

Kita dan ideologi hippies

Sesungguhnya negara Indonesia sejak awal Orde Baru telah menjadi laboratorium percobaan sekulerisme dan permisivefisme. Budaya hippies ini dapat dikatakan masuk tanpa hambatan berarti dari pemerintah Orde Baru. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya ijin secara mudah atas konser grup rock bercirikan hipppies, Deep Purple, di Indonesia pada era 70-an. Satu hal yang sebenarnya aneh bagi iklim politik Indonesia pada saat itu.

Karena regime Orde Baru di tahun 70-an menerapkan kebijakan politik yang represif terhadap setiap pertunjukan, sehingga untuk bisa tampil harus mendapatkan ijin yang panjang dan harus melalui screening institusi ABRI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa regime Orde Barulah yang paling tahu dan bertanggung jawab terhadap derasnya arus liberalisasi dan ideologi hippies ini.

Sejak saat itulah bangsa ini, terutama para pelajar dan mahasiswa akrab dengan ideologi dan kebudayaan barat terutama ideologi hippies yang sedang trend pada masa tersebut. Kaum muda kita mulai akrab sedikit demi sedikit dengan gaya hidup hippies seperti seks bebas, drugs, clubbing, disko dan acara maksiat lainnya.

Kampus-kampus mulai akrab dengan pertunjukkan musik yang memang didukung oleh pemerintah Orde Baru dan sponsor dari perusahaan-perusahaan kapitalis. Seks bebas, clubbing, disko dan drugs perlahan telah menjadi ukuran kemodernan kaum muda kita.

Kemudian muncullah grup-grup musik yang berciri hippies, yaitu lagu bertema cinta yang mendayu-dayu dan tentang perdamaian dunia. Kemudian semakin berkembang sejak reformasi melanda negeri ini dimana kemunculan grup band layaknya seperti cendawan yang tumbuh dimusim hujan.

Dan perlu dicatat, grup-grup musik tersebut rata-rata menjadikan cinta sebagai tema dalam lagu-lagunya, dan hal ini secara langsung maupun tidak langsung merupakan pengaruh ideologi hippies

Bukan hanya lagu yang terpengaruh gaya hippies, bahkan dalam perilaku keseharian pun tidak bisa lepas dari gaya-gaya generation flower ini. Kawin cerai, perselingkuhan, pamer aurat, clubbing, drugs adalah cerita yang selalu di tampilkan para artis di acara gossip di televisi. Di lapisan masyarakatpun budaya seks bebas semakin merajalela. Seks bebas pun tidak hanya terjadi pada kalangan mahasiswa namun juga sudah ke remaja SMP. Bahkan yang lebih mengerikan adalah munculnya budaya merekam adegan zinah. Sekarang banyak beredar rekaman adegan zinah remaja melalui handphone dan internet. Tampaknya remaja sekarang sudah beranjak dari zinah sembunyi-sembunyi menuju zinah secara terang terangan.

Musik dalam pandangan ulama

Yusuf Qordhowi dalam Buku Fatwa Kontemporernya cenderung membolehkan musik namun dengan syarat tidak berisi kalimat kotor. Berikut kutipannya: Masalah nyanyian, baik dengan musik maupun tanpa alat musik, merupakan masalah yang diperdebatkan oleh para fuqaha kaum muslimin sejak zaman dulu. Mereka sepakat dalam beberapa hal dan tidak sepakat dalam beberapa hal yang lain. Mereka sepakat mengenai haramnya nyanyian yang mengandung kekejian, kefasikan, dan menyeret seseorang kepada kemaksiatan, karena pada hakikatnya nyanyian itu baik jika memang mengandung ucapan-ucapan yang baik, dan jelek apabila berisi ucapan yang jelek. Sedangkan setiap perkataan yang menyimpang dari adab Islam adalah haram.

Maka bagaimana menurut kesimpulan anda jika perkataan seperti itu diiringi dengan nada dan irama yang memiliki pengaruh kuat? Mereka juga sepakat tentang diperbolehkannya nyanyian yang baik pada acara-acara gembira, seperti pada resepsi pernikahan, saat menyambut kedatangan seseorang, dan pada hari-hari raya. Mengenai hal ini terdapat banyak hadits yang sahih dan jelas. Namun demikian, mereka berbeda pendapat mengenai nyanyian selain itu (pada kesempatan-kesempatan lain). Diantara mereka ada yang memperbolehkan semua jenis nyanyian, baik dengan menggunakan alat musik maupun tidak, bahkan dianggapnya mustahab.

Sebagian lagi tidak memperbolehkan nyanyian yang menggunakan musik tetapi memperbolehkannya bila tidak menggunakan musik. Ada pula yang melarangnya sama sekali, bahkan menganggapnya haram (baik menggunakan musik atau tidak). Dari berbagai pendapat tersebut, saya cenderung untuk berpendapat bahwa nyanyian adalah halal, karena asal segala sesuatu adalah halal selama tidak ada nash sahih yang mengharamkannya. Kalaupun ada dalil-dalil yang mengharamkan nyanyian, adakalanya dalil itu sharih (jelas) tetapi tidak sahih, atau sahih tetapi tidak sharih.

Sedangkan Ulama saudi yaitu, Aid Al-Qorni berpendapat sebaliknya yaitu mengharamkan musik. Ibnu Khaldun dalam muqoddimahnya menyatakan bahwa ada hubungan antara kejatuhan sebuah peradaban dengan meluasnya musik ini. Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa pada periode akhir dan menjelang runtuhnya sebuah peradaban ditandai dengan merebaknya kemewahan dan permainan musik. Kemewahan dan musik biasanya adalah hal yang tidak produktif dan menghabiskan sumber daya suatu negara tanpa ada value added. Masyarakat pada saat itu biasanya akan rentan terhadap serangan dari luar yang akan menghancurkan peradaban mereka

Dari berbagai pendapat tersebut umumnya berkisar pandangan ulama tentang musik dalam kehidupan bermasyarakat bukan musik sebagai alat da’wah. Sebagaimana yang katakan sebagian orang bahwa salah satu Wali Sanga dalam menyebarkan Islam menggunakan media musik. Namun dari sejarah perjuangan Nabi belum ada literatur yang menyatakan bahwa Rosulullah SAW menggunakan media musik sebagai media dakwahnya. Padahal musik pada saat tersebut adalah sesuatu yang lumrah dan exist ditengah masyarakat. Kesimpulannya adalah musik sebagai media dakwah tidaklah pernah dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Adapun kasus Wali Sanga tidaklah dapat dijadikan sandaran tentang kebolehan berda’wah melalui media musik ini. Sehingga menjadi sesuatu yang janggal pula apabila terdapat partai yang berlabel partai dakwah menggunakan musik dan grup-grup band sebagai alat kampanye dan da’wahnya. Padahal ulama tidak ada yang membolehkan musik dijadikan sebagai alat da’wah apalagi mewajibkannya. Terlebih lagi, grup-grup band yang dipakai umumnya bercirikan kaum hippies, memuja-muja cinta dan gaya hidup pemain band juga hippies.

Penutup

Sebagai kaum muslimin hendaknya kita mematuhi perintah Rosullulah SAW. “diantara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tak berguna baginya (HR Tarmizi.).

Musik yang berkembang sekarang bukanlah sesuatu yang bermanfaat, malah didalamnya terkandung ideologi sesat pemuja syahwat. Meninggalkannya adalah yang paling selamat. Sedangkan menggunakannya untuk kepentingan da’wah adalah sesuatu yang patut dipertanyakan.

Wallahu’alam bishawab

Profil Penulis :

Muhammad Herry, mantan Pimred Bulletin Robbani yang terbit di Universitas Andalas, dan merupakan karyawan swasta

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

Facebook `Connecting` People

Facebook `Connecting` People
Senin, 08/02/2010 05:19 WIB | email | print

Oleh Radhia Busyra Mukhtar

Siapa yang tidak kenal Facebook…? Hampir seluruh orang mengenal salah satu layanan jaringan sosial ini, paling tidak walau belum terdaftar sebagai member tapi sudah terniat untuk ikut bergabung.

Mungkin mereka para pendahulu kita (red: nenek & kakek) juga tidak mengenal FB, tapi tidak tertutup juga kemungkinan ada diantara beliau-beliau yang masih tersisa jiwa dan semangat mudanya untuk ikut berpetualang di dunia maya yang bernama FB ini.

Tetapi sebagai seorang muslim apalagi seorang penuntut ilmu, sudah semestinya kita berhati-hati dengan sikap dan langkah kita saat berinteraksi dengan yang satu ini.

Saat itu ketika saya sedang membuka FB, tanpa sengaja pandangan saya tertuju pada sebuah saran Group yang kalau tidak salah bernama “Jangan Asal Tulis Status”. Saya tidak sempat bergabung, karena saat itu kurang fokus apalagi juga tidak betah lama-lama buka Facebook.

Tapi setelah keluar dari FB saya teringat kembali dan ingin mengenal lebih jauh group tersebut, sayang sekali saya belum menemukannya sampai saat menulis tulisan ini. Saya hanya ingin tahu apakah group itu hanya sekedar group yang dibuat-buat untuk menarik banyak anggota ataukah group yang benar-benar bertujuan sebagai wasilah saling mengingatkan kepada kebaikan.

Saya pikir, bagus sekali jika ada group yang seperti itu. Tapi baiknya dibuat dalam halaman Facebook agar setiap ada berita baru yang di-posting oleh halaman bersangkutan dapat tampil di dinding semua anggotanya. Sebaliknya, group tidak memiliki fasilitas demikian.

Saya perhatikan, banyak sekali mereka yang asal-asalan bikin status, yang saya rasa itu tidak penting dan bahkan terkadang tidak pantas untuk diketahui orang lain. Sebagai sesama muslim ini adalah perkara yang memprihatinkan bagi kita.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu `anhu dia mengatakan, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap umatku akan diampuni, kecuali orang-orang yang berterus-terang dalam bermaksiat. Dan di antara perbuatan berterus-terang dalam bermaksiat ialah, bila seseorang melakukan kemaksiatan pada malam hari, lalu Allah telah menutupi perbuatannya, akan tetapi di pagi harinya ia malah berkata, ”Wahai fulan, sungguh tadi malam aku telah berbuat demikian dan demikian,” padahal Rabb-nya telah menutupi perbuatannya, justru ia malah menyingkap tabir Allah dari dirinya”. [Muttafaqun 'Alaih]

Berhati-hatilah saat berkecimpung di dunia maya, salah satunya saat berinteraksi menggunakan jejaring sosial yang hampir menguasai dunia ini. Mengapa pada judul tulisan ini kata `connecting` saya beri tanda khusus?

Karena makna connecting disini sangat luas maknanya bagi setiap orang yaitu menghubungkan satu orang dengan lainnya. Tentu saja, saya, anda, dan yang lain merasa telah dihubungkan dengan orang-orang yang sudah lama tak berjumpa atau jauh dari anda.

Bagi orang non-muslim mereka bebas memaknai kata ini. Sedangkan bagi kita umat muslim connecting disini berarti menjalin silaturahmi untuk kembali mempererat ukhuwah dalam rangka saling mengingatkan pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Berpikirlah sebelum anda meng-update status, apakah status anda akan membuat orang berpikiran positif atau berpikiran negatif? Apakah status anda akan mengajak orang pada kebenaran atau malah membuat orang berbuat keji atau maksiat? Apakah dengan status anda akan membuat seseorang menilai pribadi anda (terutama wanita).

Contoh ringan saja, seorang wanita menulis status “Hm… segernya habis keramasan” atau ungkapan hati yang lagi marah “Dasar loe…!Kurang ajar…!” dan lain sebagainya. Ketika orang yang berkomentar berpikiran negatif maka anda sudah termasuk pada orang yang membuat sunnah jelek, tapi orang yang berkomentar untuk menasihati dan mengingatkan pada kebaikan maka dia telah termasuk dalam ayat :

“Kamu sekalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah” (Q.S. Āli ‘Imrân : 110).

Sebenarnya perihal meng-update ini tidak hanya status, juga update foto profil atau membuat album. Foto seorang wanita yang memakai pakaian muslimah secara syar`i saja, tak jarang dapat menimbulkan fitnah bagi kaum laki-laki apalagi yang tidak menutup aurat, memperlihatkan mahkotanya (tidak berjilbab) bahkan jika sampai menampakkan aurat yang lainnya, na`udzubillahi min dzalik. Apakah ia sanggup menanggung beban dosa orang-orang yang mencontoh apa yang ia perbuat?

Dalam sebuah hadits Rasul : “Dan barang siapa membuat sunnah jelek dalam Islam maka baginya dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa berkurang sedikitpun dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

Jangan sampai kecanggihan teknologi membuat kita lupa dengan jati diri muslim kita, jangan sampai akibat prilaku dan tingkah kita yang tidak mau menuruti aturan agama orang lain jadi berdosa, mungkin saat itu kita lupa bahwa dosa-dosa mereka itu akan menambahkan timbangan dosa kita tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.

Alangkah baiknya jika yang kita tuliskan berupa kebaikan, mengajak orang untuk semakin mendekatkan diri pada Allah swt dan mencintai Rasulullah saw, membuat orang yang sedang putus semangat atau hilang semangat hidup semakin optimis dengan membaca status anda, membuat orang lain terinsprasi oleh status anda untuk ikut mengajak pada kebaikan.

“Barang siapa membuat sunnah baik dalam Islam maka baginya pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka.” (HR. Muslim)

Kita berlindung kepada Allah dari orang-orang yang mengajak kepada kekejian. Tulisan ini adalah untuk saya, anda, dan mereka yang terdekat di sekitar kita, saudara-saudari semuslim kita serta para sasaran dakwah kita. Jika kita seorang istri maka jagalah `iffah diri kita, karena penjagaan seorang istri terhadap dirinya berarti telah menghargai dan menjaga kehormatan suaminya, insya Allah syurga bagi istri yang shalihah.

Jika kita adalah seorang anak, maka jagalah diri kita karena hakikatnya seorang manusia yang sudah baligh maka bagi dirinya sendirilah balasan (dosa/pahala) akibat perbuatannya. Orang tua hanya berkewajiban menasihati walau akan menanggung malu di dunia, tapi di akhirat pertanggung jawaban adalah dari individu masing-masing.

Salam ukhuwah!
Ummu Fathma
basimatulkhairah@yahoo.com

Filed under: – – – dari eramuslim.com |