Putriku, Kembalilah ke Jalan Tuhanmu

Putriku tercinta! Aku adalah seseorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun.Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah banyak mengunjungi banyak negeri dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu, dengarlah nasihat-nasihatku yang benar lagi jelas berdasarkan pengalaman-pengalamanku. Dan tentang hal ini? Engkau belum pernah mendengar dari orang lain.

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kebejatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul dan mulut letih dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Tidak ada kemungkaran yang dapat kami berantas, bahkan bertambah, kerusakan mewabah, pakaian terbuka dan merangsang semakin merajalela, semakin meluas. Berkembang dari suatu negeri ke negeri yang lain, sampai tak ada satu negeri Islam pun menurut dugaanku terhindar dari wabah itu. Negeri-negeri Syam (Syiria, Yordania, Libanon, Palestina) sendiri yang dulu benar-benar bersih, menutup aurat, sangat menjaga kehormatan wanitanya, kini para wanita itu ke luar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan dan lehernya.

Kami belum berhasil, kami kira tidak akan berhasil. Tahukah engkau, mengapa? Karena sampai saat ini, kami belum menemukan cara untuk memperbaikinya, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya ada di tanganmu. Bila engkau percaya bahwa kunci itu ada, lalu engkau menggunakannya untuk masuk, maka keadaan akan baik.

Memang benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama di dalam lorong dosa, wanita tidak akan pernah memulainya. Tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani dan andaikan bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, dia yang masuk, kau katakan pada si pencuri itu, “Silakan …” ketika ia telah mencuri, engkau berteriak, “Maling …! Tolong…tolong! Saya kemalingan.” Jika engkau mengerti bahwa semua laki-laki adalah serigala dan engkau adalah domba, niscaya engkau akan lari dari mereka, sebagaimana domba lari dari serigala. Kalau kau sadar bahwa mereka pencuri, engkau pun akan hati-hati, sebagaimana seorang yang pelit takut kecurian.

Apabila serigala hanya menginginkan daging domba saja, maka sesuatu yang diharapkan lelaki dari engkau, lebih mulia dari daging domba itu. Kematian lebih baik bagimu daripada kehilangan sesuatu yang mulia itu. Lelaki itu mengharapkan sesuatu yang paling mahal bagimu, yaitu kehormatan yang menjadi kebanggaan, kemuliaan dan dengan itu pula engkau hidup. Hidup wanita yang kehormatannya telah terenggut lelaki, sungguh seratus kali lebih pahit daripada kematian seekor domba yang mati diterkam serigala.

Ya demi Allah… tidaklah seorang pemuda melihat gadis, melainkan gadis itu dikhayalkannya di dalam keadaan tanpa pakaian.

Demi Allah, begitulah. Yang kami bersumpah untuk ke dua kalinya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis, melainkan (hanya ingin mengetahui) akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang sahabat, ia akan mencintainya sebagai seorang kawan. Demi Allah ia telah bohong! Jika engkau mendengar obrolan di antara anak-anak muda di dalam kesepian mereka, engkau akan mendengar sesuatu yang mengerikan. Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya atau paling tidak, pemuda itu sendiri merasa bahwa itu adalah rayuan!

Setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai putriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada di dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan terus mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, sedang engkau yang menanggung beban kehamilan di dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng. Masyarakat yang zhalim dapat mengampuni pemuda itu dengan mengatakan, “Ia anak muda yang sesat lalu bertaubat.” Tetapi engkau, selama hidupmu tetap berkubang kehinaan dan keaiban. Masyarakat tidak akan mengampunimu selama-lamanya.

Namun jika saat engkau bertemu pemuda kau busungkan dadamu, kau palingkan muka, kau tunjukkan kepribadian dan menghindar… dan kalau pengganggumu belum mengindahkan, sampai berbuat lancang lewat perkataan atau tangan usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya. Jika semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal tidak akan mengganggumu lagi dan juga gadis-gadis lain. Dan tentunya, -jika ia seorang pemuda yang shalih- akan datang kepadamu untuk minta ma’af dan tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, ia akan mengharapkan hubungan yang baik dan halal. Ia akan datang melamarmu.

Wanita, bagaimanapun keadaan status sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya, tidak akan mendapatkan sesuatu yang sangat diangan-angankan dan kebahagiaan, melainkan di dalam perkawinan. Menjadi istri yang baik, seorang ibu yang terhormat dan pendidik keluarga. Baik wanita itu seorang ratu, putri raja atau seorang bintang film Hollywood kenamaan yang penuh dengan gemerlapan dan mempesona kebanyakan wanita.

Aku mengenal dua sastrawati besar di Mesir dan Syria, benar-benar sastrawati. Mereka telah meraih supremasi karya sastra dan kekayaan. Akan tetapi, mereka kehilangan suami, lantas akal pun hilang dan mereka menjadi gila. Jangan pojokkan aku dengan menanyakan siapa mereka, karena nama itu sudah terkenal.

Cita-cita tertinggi seorang wanita adalah perkawinan, walaupun ia seorang anggota parlemen, pemegang kekuasaan. Takkan ada seorangpun yang mau mengawini wanita pelacur. Seorang yang bermaksud mengawini wanita baik pun, kalau ia ternyata sesat, orang itu akan pergi meninggalkannya. Kalau mau menikah, ia akan memilih wanita lain yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putra-putrinya adalah seorang wanita amoral.

Seorang pria, sekalipun fasik, bila di tempat kelezatan tidak menemukan wanita yang mau mengorbankan kehormatannya di bawah telapak kakinya dan sesuka hati mau dijadikan barang mainan, dan jika pria itu sudah tidak mendapatkan perempuan lengah yang mau diajak kawin menurut agama iblis serta seperti kucing di Bulan Februari, pria itu akan mencari istri menurut cara Islam.

Maka, penyebab krisis perkawinan adalah kalian, wahai kaum wanita! Kalau saja tidak karena wanita fasik, krisis perkawinan tidak akan terjadi dan kesempatan berbuat maksiat tidak akan meluas, lalu mengapa kalian tidak sadar? Dan mengapa wanita-wanita mulia tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalian yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum lelaki untuk melakukan usaha itu. Kalian lebih mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, apalagi yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita terpelihara, mulia, wanita yang terjaga dan beragama.

Pada setiap rumah di Syria terdapat gadis-gadis berusia cukup untuk kawin, namun belum juga mendapatkan suami. Hal ini dikarenakan para pemuda sudah mendapatkan kekasih dan tidak butuh lagi pada istri. Barangkali keadaan serupa terjadi di negeri lain.

Maka bentuklah jama’ah-jama’ah dari kalian baik sastrawati, wanita berpendidikan, guru-guru sekolah dan para mahasiswi untuk mengembalikan saudari-saudari kalian yang tersesat menuju kebenaran. Ajaklah mereka bertaqwa kepada Allah. Jika mereka tidak mau bertaqwa, berilah peringatan akan terjangkitnya suatu penyakit. Jika mereka masih tidak menurut, jelaskanlah dengan melihat kenyataan. Katakanlah kepada mereka, “Kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, Oleh karena itu, banyak pemuda menemui kalian dan berebut di sekitar kalian. Akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Akan tetapkah yang remaja dengan keremajaannya dan yang cantik dengan kecantikannya? Benda apakah di dunia ini yang bersifat kekal? Bagaimana kelanjutannya, jika kalian sudah menjadi nenek-nenek dengan punggung bungkuk dan wajah berkeriput? Saat itu, siapakah yang akan simpati? Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan cucunya. Saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu di tengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota. Tetapi nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Kalian sendiri lebih tahu apa yang terjadi dengan nenek itu.”

Di Brussel, di sebuah trotoar yang ada di persimpangan jalan, aku menyaksikan seorang nenek tua yang tak mampu menyangga kedua kakinya. Anggota tubuhnya bergetar dimakan usia. Perempuan tua itu ingin menyeberang, saat itu, mobil-mobil di sekelilingnya hampir saja melindasnya, tak seorangpun yang mau menggandeng tangannya.

Maka kukatakan kepada pemuda yang bersamaku, “Hendaknya salah seorang dari kalian menghampiri dan menolongnya.”

Waktu itu kami bersama seorang kawan yaitu Ustadz Nadim Zhubayan. Ia telah tinggal di Brussel lebih dari 40 tahun. Beliau berkata kepadaku, “Tahukah anda bahwa nenek tua itu dahulunya adalah seorang primadona negeri dan banyak membuat fitnah (ujian) bagi manusia? Para lelaki selalu menguntitnya dengan segenap hati (dan dengan apa yang di kantong mereka) untuk sekedar mendapatkan pandangan atau sentuhannya. Tetapi ketika masa bunganya telah habis dan kecantikannya sirna, tak seorangpun yang anda lihat mau menyentuh tangannya.”

Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?

Dan tentu masih ada nasehat-nasehat serupa. Kalian para wanita, tidak memerlukan petunjuk orang lain dan tidak akan kehabisan cara untuk memberi nasehat kepada saudari-saudari kalian yang sesat dan patut dikasihani. Jika kalian tidak dapat mengasihani mereka, berusahalah untuk menjaga wanita baik-baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh agar mereka tidak menempuh jalan yang salah itu.

Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis, mengembalikan wanita masa kini kepada keadaan yang dimiliki wanita yang benar-benar muslimah. Tidak, kami tahu bahwa perubahan cepat itu mustahil. Ibaratnya malam yang gelap gulita dan pagi yang cerah bercahaya. Allah tidak akan memindahkan dari kegelapan kepada cahaya di dalam sekejap. Tetapi Dia memasukkan siang ke dalam malam dan engkau tidak merasakan perubahan itu. Seperti halnya jarum jam yang ada pada sebuah jam waktu. Engkau melihatnya diam tak bergerak. Tetapi lihatlah kembali setelah dua jam kemudian, nicaya engkau melihatnya telah berjalan.

Demikian pula dengan perubahan manusia dari masa kanak-kanak ke masa remaja, dari masa remaja ke masa tua. Sama halnya dengan perubahan sebuah negeri dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Akan tetapi, kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak, sebagaimana engkau menerima kerusakan setapak demi setapak. Kalian memendekkan pakaian sedikit demi sedikit. Kalian pertipis kerudung dan sabar melalui masa yang panjang. Kalian lakukan perubahan ini, sedangkan lelaki shalih tidak menyadari. Majalah-majalah porno menggalakkan masalah ini. Orang-orang fasik riang gembira, sampai akhirnya kita mencapai suatu keadaan yang tidak diridhai Islam, bahkan tidak pula oleh agama Nasrani. Juga tidak dilakukan oleh para penyembah api yang berita mereka sudah kita baca di buku-buku sejarah. Bahkan hingga sampai pada suatu keadaan yang tidak dapat diterima para hewan.

Dua ayam jago apabila sama-sama menginginkan ayam betina, saling menyerang karena cemburu dan membela. Tetapi di pesisir Iskandariah, Mesir dan Beirut, lelaki muslim tidak merasa cemburu saat wanita muslimah dilihat orang-orang asing. Bukan saja wajahnya, namun kedua belah tangan. Juga bukan hanya leher mereka, tetapi terlihat segala yang ada pada tubuh mereka, hanya tersisa benda yang menjijikkan pemandangan jika terlihat -dan tentu lebih baik ditutup- yakni kemaluan dan buah dada.

Di dalam klub-klub malam, suami-suami muslim menyuguhkan istri-istri mereka untuk berdansa, berangkulan dengan lelaki asing. Dada bertemu dada, perut bertemu perut, bibir dengan pipi, kedua tangan memeluk tubuh. Tetapi meskipun demikian, tak seorang pun protes. Di universitas-universitas Islam, mahasiswa muslim duduk dengan mahasiswi muslimah dengan aurat terbuka. Tak seorang pun orang tua muslim mengingkari.

Hal semacam ini banyak terjadi. Tidak dapat diatasi hanya di dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat. Akan tetapi dengan cara kembali ke jalan yang benar, melalui jalan yang semula kita lewati untuk menuju kejelekan. Walaupun jalan itu sekarang telah jauh. Orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas bercampurnya laki-laki dengan wanita di dalam satu majlis tanpa hijab (ikhtilath). Dan tidaklah sama antara ikhtilath dengan membuka penutup wajah (cadar). Adapun menampakkan wajah, jika dengan menampakkannya tidak membahayakan si gadis dan tidak mengakibatkan pelanggaran terhadap kehormatannya, maka masalahnya lebih ringan. Bahkan mungkin lebih ringan dari apa yang di negeri Syam kita sebut dengan hijab (yang ia kemudian disalah-mengertikan, pen). Ia tidak lain hanyalah sebagai penutup cacat, membentuk lekuk keindahan tubuh dan untuk memperdaya orang yang memandang. Membuka, jika hanya sebatas pada wajah sebagaimana wajah yang diciptakan Allah tidaklah semua ulama sepakat mengharamkannya, meskipun kita berpendapat bahwa menutupnya adalah lebih baik dan lebih utama. Tetapi menutupnya saat ditakutkan terjadinya fitnah, hukumnya adalah wajib.

Adapun ikhtilath adalah sesuatu yang lain. Tidaklah mesti gadis yang membuka wajahnya selalu bercampur baur dengan yang selain mahramnya. Tidak pula istri yang tanpa tutup wajah harus menyambut kawan suami di rumahnya atau menyalaminya jika bertemu di kereta, bertemu di jalan. Atau seorang gadis menjabat tangan pria di universitas, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian dan lupa bahwa Allah menjadikan ia sebagai wanita dan si kawan sebagai pria, satu dengan yang lainnya dapat saling terangsang. Baik wanita, pria atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.

Saya memiliki beberapa makalah tentang persamaan gender (jenis kelamin). Di situ saya berbicara tentang beberapa hak dan kewajiban, pahala dan siksa, tetapi tidak di dalam masalah pekerjaan, karena tidaklah mungkin seorang laki-laki hamil dan menyusui menggantikan para wanita. Sementara wanita, tidak mungkin berperang atau melakukan pekerjaan-pekerjaan berat menggantikan peran laki-laki, juga bukan pekerjaan-pekerjaan haram atau yang bisa mengakibatkan kepada yang haram.

Mereka yang menggembar-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas nama kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab:

Pertama, karena semua itu mereka lakukan untuk memberikan kepuasan kepada diri mereka sendiri. Mereka merasakan nikmat melihat anggota badan yang terbuka itu dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi, mereka tidak berani berterus terang. Oleh karena itu, mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan, yang sama sekali tidak ada artinya, yakni: kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, jiwa olahraga dan ungkapan-ungkapan lain yang kosong tanpa makna, bagaikan gendang.

Kedua, mereka bohong, oleh karena bermakmum kepada Eropa, menjadikan Eropa sebagai suluh dan mereka tidak dapat memahami sesuatu kecuali dengan cara Eropa. Kebenaran, menurut mereka bukan kebalikan kebatilan. Akan tetapi, kebenaran adalah segala sesuatu yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di universitas, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau kolam renang). Kebatilan adalah segala sesuatu yang datang dari sini, dari Al-Azhar di Mesir, sekolah-sekolah Islam di Timur dan dari masjid-masjid Islam. Walaupun hal itu berupa kehormatan, petunjuk kebenaran, keterpeliharaan dan kesucian. Suci hati dan badannya.

Di Eropa dan Amerika, seperti kita baca dan dengar dari mereka yang mengunjungi negeri-negeri itu, terdapat banyak keluarga yang tidak rela dan tidak mengizinkan pergaulan bebas. Di Paris, ya di Paris! Para bapak dan ibu melarang anak gadis mereka berjalan dengan seorang pemuda atau pergi bersama ke gedung bioskop. Bahkan mereka tidak diperbolehkan nonton, kecuali film-film yang sudah diketahui jalan ceritanya dan mereka tahu benar bahwa di dalam film-film itu, tidak ada adegan porno dan jorok. Yakni: Adegan-adegan yang sangat disayangkan, selalu terdapat dalam acara-acara untuk muda-mudi yang oleh perusahaan film Mesir yang bodoh dinamakan seni perfilman. Mereka bodoh mengenai film, seperti juga mereka bodoh tentang agama. Mereka katakan adegan-adegan itu sebuah seni perfilman.

Kata mereka, “Pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan kegiatan seksualitas di dalam jiwa.” Untuk menjawab ini saya limpahkan kepada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, yaitu orang Rusia yang tidak beragama, yang tidak pernah mendengar petuah ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini, setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?

Amerika, apakah mereka belum membaca, bahwa problem Amerika, adalah semakin meningkatnya siswi-siswi hamil? Karena itu, mereka mengajarkan pelajaran seks di sekolah-sekolah. Artinya, mereka menuangkan bensin ke dalam api. Mereka menjelaskan kepada para gadis yang suci dan tak mengerti soal seksualitas tentang: Apa yang tersembunyi dari aurat laki-laki dan apa yang dilakukan laki-laki jika sedang berduaan dengan wanita. Pada saat yang sama, ada setan-setan dari jenis manusia yang mengajak kita agar melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Sebagaimana mereka juga membiasakan dan melatih para siswi sekolah-sekolah menengah untuk menggunakan pil pencegah kehamilan.

Siapa yang akan merasa bahagia, apabila universitas-universitas Mesir, Syria, (Indonesia) dan seluruh negeri-negeri Islam mengalami persoalan yang sama?

Saya tidak berbicara kepada para pemuda. Saya tidak ingin mereka mendengar. Saya tahu bahwa mungkin mereka menyanggah dan menertawakan saya. Karena saya telah menghalangi mereka menikmati kelezatan yang benar-banar mereka peroleh. Akan tetapi, saya berbicara kepada kalian, putri-putriku. Wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara! Ketahuilah bahwa yang menjadi korban bukan orang lain, tetapi engkau. Oleh karena itu, jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis. Jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan demi kebebasan, modernisasi, kemajuan dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terlaknat itu tidak beristri dan tidak punya anak. Mereka sama sekali tidak perduli dengan kalian, selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedang saya adalah seorang ayah dari beberapa gadis. Jika saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Aku ingin kalian bahagia seperti yang aku inginkan untuk putri-putriku.

Sesungguhnya tak ada yang mereka kagumi, selain memperkosa kehormatan gadis yang sudah sirna. Kemuliaan yang tercela tidak akan pernah kembali dan begitu juga dengan martabat yang hilang.

Jika anak putri telah jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau membimbing tangannya atau mengangkat dari lembah kejatuhan. Yang engkau dapati, mereka saling memperebutkan kecantikan gadis itu, selama kecantikan itu masih ada. Jika sudah hilang, mereka pun pergi meninggalkan anak putri tersebut. Sebagaimana anjing-anjing meninggalkan bangkai yang tak berdaging sedikitpun.

Inilah nasihatku kepadamu, putriku. Inilah kebenaran, selain ini jangan dipercaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah kunci pintu perbaikan, bukan di tangan kami kaum lelaki. Jika mau, perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik.

http://www.alsofwah.or.id

About these ads

8 thoughts on “Putriku, Kembalilah ke Jalan Tuhanmu

  1. Indahnya Menikah

    Ini khusus untuk para Akhi dan Ukhti yang belum menikah. Setiap bertemu kenalan atau teman muslim dan muslimah yang masih lajang (dan cukup umur), saya selalu berusaha menyindir dengan harapan agar segera menikah. Jadi saya mohon, bukalah hati Anda agar hati Anda dapat ikut membaca tulisan saya ini, bukan hanya mata dan otak saja. Dan juga, tolong sedikit kurangi prosentase logika karena logika Anda tidak bisa memprediksikan dengan tepat apa yang akan terjadi nanti.

    Percayakah Anda kalau menikah itu adalah sesuatu yang indah ? Secara lisan mungkin Anda bilang “percaya”, tetapi memang itu sulit dirasakan tanpa menjalaninya, jadi bisa dibilang sebenarnya Anda belum yakin betul. Kadang banyak sekali alasan dari mulut Anda kenapa Anda tidak segera menikah, diantaranya :
    Belum selesai kuliah / sekolah.
    Secara finansial belum mampu.
    Anda sedang menjalani suatu pekerjaan yang mensyaratkan tidak boleh menikah dalam jangka waktu tertentu.
    Belum ketemu yang cocok atau belum dapat jodoh.
    Masih ingin bersenang-senang menikmati masa muda.
    Belum mendapatkan restu dari orang tua (mungkin orang tua Anda merasa tidak cocok dengan calon pasangan Anda).
    Takut kepada lawan jenis.
    Merasa jelek. Seringnya malah saya ketemu orang yang merasa paling ganteng dan paling cantik sedunia seperti saya dan istri saya, he he he…
    Belum berani bertanggung jawab.
    dan lain sebagainya…

    Dan karena menikah, Anda akan dapat kehilangan :
    Waktu untuk berkumpul dengan teman-teman.
    Waktu untuk menyalurkan hobi. Malah bisa-bisa Anda kehilangan hobi lama Anda.
    Kesenangan-kesenangan pribadi, misalnya merokok, minum, menggosip, memakai pakaian minim, dan sebagainya – yang kebanyakan sebenarnya adalah hawa nafsu Anda.

    Semua alasan di atas adalah alasan yang sebenarnya timbul dari dalam hati Anda. Hati adalah sesuatu yang sangat rentan pengaruh, baik dari dalam diri Anda sendiri maupun dari luar. Apabila dapat mempengaruhi hati dengan agama, dengan berdzikir kepada-Nya, menyebut nama-Nya, itu jauh lebih baik. Yakinlah dengan seyakin-yakinnya, ridho Allah SWT jauh lebih baik daripada dunia seisinya.

    Dan alasan-alasan tersebut sesungguhnya bisa disiasati. Misalnya, Anda belum selesai kuliah. Seringnya ini dihubungkan dengan tradisi orang-orang tua kita, kalau mau menikah harus “jadi orang” dulu, sekolah » kerja » menikah. Malah ada yang menyisipkan ketentuan harus mempunyai harta yang cukup (bisa cukup tabungan yang banyak, cukup 3 mobil, cukup 1 rumah mewah, dsb). Dan lucunya ini jadi standar wajib. Padahal belajar adalah suatu proses seumur hidup, dari mulai di dalam rahim sampai kita mati. Tidak ada salahnya menikah di saat kuliah. Konsekuensinya mungkin hanya masalah pembagian waktu. Atur waktu agar bisa bekerja paruh waktu. Saat menjalankan waktu untuk kuliah atau belajar atau membuat skripsi, konsentrasikan tenaga dan pikiran Anda. Begitu juga saat Anda bekerja paruh waktu. Kuncinya, atur waktu dan atur konsentrasi.

    Bagaimana apabila Anda merasa secara finansial belum mampu ? QS 24. An Nuur ayat 32 : Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Ayat ini adalah motivasi utama untuk yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Anda akan menjadi super yakin apabila Anda sudah menikah dan menjalaninya. Tetapi Anda harus mau sabar dan tawakkal kepada Allah serta tetap berusaha, bahkan saat Anda benar-benar kehabisan uang. Jangan jalani maksiat dan pekerjaan yang haram hanya karena Anda tidak punya uang. Kalau Anda bilang tidak punya uang, saya percaya. Tetapi kalau Anda bilang tidak bisa makan, saya 100% tidak percaya.

    Apabila Anda sedang menjalani suatu pekerjaan yang mensyaratkan tidak boleh menikah dalam jangka waktu tertentu, tetaplah jalani pekerjaan tersebut dan jagalah keinginan Anda untuk menikah. Untuk lebih yakin lagi, bilang ke orang tua dan calon mertua dan jelaskan keadaan Anda, berjanjilah untuk segera menikah setelah jangka waktu tersebut lewat dan sekaligus minta restu mereka.

    Belum ketemu yang cocok ? Itu tergantung kriteria Anda. Tidak perlu berlebihan dalam hal ini. Yang paling pokok adalah pasangan yang Anda inginkan paling tidak harus seiman dengan Anda. Dan juga lihat diri Anda sendiri. Kalau Anda “begini” kemungkinan Anda akan mendapatkan pasangan yang “begini” pula. Apabila Anda merasa bertampang jelek, ya jangan mengharapkan pasangan yang ganteng atau cantik sekali. Kalau Anda cuma lulusan SMA, ya jangan terlalu berharap dapat yang lulusan S2. Alhamdulillah saya dapat istri yang cantik sekali yang tadinya saya tidak mengira dia mau sama saya. Waktu itu saya minta petunjuk Allah agar saya mantap untuk mengajak nikah dia. Dan ternyata dia benar-benar mau. Kuncinya, batasi kriteria Anda hanya dengan batasan apa yang ada di Al Qur’an dan sunnah Nabi, semakin banyak batasan yang kita tentukan sendiri akan semakin sulit kita bertemu yang cocok. Dan selalu minta petunjuk-Nya.

    Jodoh itu termasuk ketentuan Allah yang kita sendiri tidak tahu, tetapi Insya Allah kita pasti akan mendapatkannya. Jalannya bermacam-macam. Orang tua saya dulu bertemu lewat sahabat pena, kakak saya ada yang dicarikan oleh saudara, ada yang dikenalkan temannya dengan hanya melihat fotonya, dan saya sendiri dari chatting via IRC dan Yahoo Messenger. Anda mungkin sudah sering menjumpai ayat ini di undangan pernikahan : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS 30. Ar Ruum ayat 21). Jangan cuma dibaca, saatnya untuk mendapatkan dan merasakan kekuasaan-Nya !

    Orang tua juga terkadang belum memberikan persetujuan hanya karena tidak cocok dengan calon pasangan kita. Sebaiknya kita lihat dulu, apa masalahnya. Mungkin orang tua kurang “sreg”, misalnya karena berambut gondrong, terlihat urakan, berkelakuan buruk, mempunyai pekerjaan haram atau suka bermaksiat dsb. Untuk yang semacam ini, ajaklah pasangan Anda untuk memperbaiki diri terutama yang berhubungan dengan akhlak dan bersabarlah. Sering-sering perlihatkan pasangan Anda ke orang tua. Ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”, jadi bisa saja karena orang tua Anda belum begitu kenal. Biasanya ini hanya masalah waktu. Berprasangka baiklah kepada Allah dan orang tua.

    Tetapi apabila orang tua tidak setuju karena alasan yang “aneh-aneh”, misalnya karena harta atau karena bukan keturunan ningrat (ini biasanya cuma ada di sinetron), terangkan pelan-pelan dengan bahasa yang sopan kepada orang tua bahwa hal semacam itu tidaklah penting. Apabila orang tua masih berkeras juga dan Anda sudah mantap dengan pilihan Anda, mau terus atau mau mematuhi orang tua, ya silahkan saja. Di satu sisi restu orang tua (terutama ibu) itu penting, tetapi kewajiban Anda untuk menurut kepada orang tua hanya apabila itu benar di mata Allah dan tetap berbuat baiklah kepada orang tua.

    Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (QS 6. Al An’aam 151)

    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS 17. Al Israa’ 23)

    Kemudian tentang hobi, kesenangan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan hawa nafsu. Percayalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik karena dengan menikah berarti Anda mematuhi perintah Allah dan sunnah Nabi. Allah akan senang kepada hamba-Nya yang mau mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya.

    Anda akan merasakan indahnya menikah karena :
    Anda bisa mengajak pasangan Anda ke arah kebaikan, menjadi pendakwah bagi pasangan dan anak, dan otomatis Anda akan mengetahui lebih banyak lagi tentang agama sekaligus mempraktekkannya bersama keluarga Anda. Kalau berdakwah ke orang lain mungkin Anda masih malu-malu, tentu saja itu tidak berlaku apabila Anda berdakwah ke pasangan dan anak Anda.
    Allah akan selalu menolong Anda dan menikah akan membuat Anda lebih menyadari bahwa Allah selalu memperhatikan Anda. Doa Anda akan lebih cepat dikabulkan.
    Ada sesuatu yang tadinya diharamkan menjadi halal karena menikah.
    Nafsu duniawi Anda lebih terkontrol.
    Saat anak Anda lahir, sang ayah akan mempunyai kesempatan untuk ber-adzan di telinganya.

    Kalau buat diri saya, keindahan-keindahan di atas sudah melebihi segala keindahan sebelum menikah. Maka dari itu bersegeralah. Kalau Anda masih bingung tata cara pernikahan, banyak buku yang bisa Anda baca. Kalau Anda masih takut juga untuk menikah, yakinkan diri Anda bahwa menikah adalah salah satu jenis hijrah (merubah diri untuk menjadi lebih baik).

    Allah Ya Rahmaan…
    Allah Ya Rahiim…

    sumber: catatan group FB
    lembaga sakinah fb

  2. SURAT UNTUK SUAMIKU

    Suamiku,

    Tahukah kenapa aku sangat menyayangimu?
    Dimulai di hari ketika kau menikahiku
    Allah sungguh telah menunjukkan kuasa terbesarNya kepadaku
    Semua terasa indah,
    Hidup terasa lengkap,
    Ibadah pun menjadi terasa semakin nikmat

    Dan kau,
    Kau adalah kekasih seperti yang kusuka
    Kau adalah teman seperti yang selalu ingin kupunya
    Kau adalah imamku yang sangat dekat dan perasa
    My heart is full of endless gratitude
    That you are the one who guide me thru

    Dimataku, kita lah pasangan romantis
    Seumur pernikahan kita, hanya sekali kau ulurkan bunga
    Itu pun kusambut dengan tawa
    “Konyol sekali” kataku waktu itu
    Atau ketika sekali kuatur sebuah suasana di peraduan kita
    Dengan temaram lilin
    Persis seperti tips di majalah wanita yang kubaca
    “Mati lampu ya?” kau malah bertanya
    Ketidakromantisan kita menurut si majalah wanita
    Menurutku justru hal yang paling romantis tentang kita

    Dimataku, kita juga pasangan yang selaras
    Lihat saja, kau selalu tertidur ketika kuajak nonton film drama bersama-sama
    Terkadang aku menghabiskan terlalu banyak waktu berdandan dan kau hanya bilang itu “nggak penting”
    Kau juga sering bilang aku sangat cerewet sampai bikin pusing
    Tetapi binar matamu yang gemas ketika mengatakannya
    Entah kenapa, membuatku merasa menjadi wanita tercantik didunia

    Dan lihatlah anak-anak kita,
    Melihat bagaimana mereka menghabiskan waktu bersamamu
    Jelas sekali kau adalah idola bagi mereka
    Pahlawan dalam keluarga yang akan selalu ada
    Selalu menebarkan ceria dan teriakan-teriakan suka

    Sekusut apapun rautmu ketika sepulang bekerja
    Aku yakin anak-anak kita tak pernah merasakannya
    Yang paling kusuka adalah ketika bersamamu aku bisa menjadi diriku sendiri
    Bebas bercerita tentang apa saja
    Bebas mencurahkan pikiran dan rasa dengan cara apa saja
    Bebas mengeluarkan kebiasaan-kebiasaan konyol dan kau masih tetap cinta
    Tak pernah sedetikpun aku merasa harus bersusah payah atau menjadi orang lain untuk kaucinta
    Akulah istri yang paling beruntung didunia
    Karena kau mencintaiku apa adanya

    Dalam bimbinganmu kurasakan nikmat Allah yang tak terkira
    Di lenganmu kutemukan tempat bersandar yang paling kusuka
    Di hatimu kutemukan kehangatan cinta yang paling nyata

    Suamiku,
    Kaulah temanku didunia… semoga di akherat pula

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

  3. SURAT UNTUK ISTRIKU

    Sudah delapan bulan lebih sejak ku ucapkan qabul atas ijab pernikahan kita. Aku masih ingat sekali, hari itu aku perlu sapu tangan ekstra tebal untuk mengatasi keringat dan menyiasati rasa gugup. Detik-detik saat aku duduk dikelilingi Bapak imam, ayahmu dan dua orang saksi. Aku memang luar biasa gugup saat itu. Kamu tidak tahu, istriku. Tidak juga orang-orang di sekelilingku. Mungkin kamu juga gugup di dalam kamar menanti akad nikah kita. Dalam hati aku bahkan bertanya-tanya seperti apa rupamu di dalam sana. Yang bisa aku ingat sekuat ingatanku hanya senyummu. Senyum yang kau tunjukkan sambil tertunduk pertama kalinya kita bertemu tidak lebih dari 5 menit sebulan sebelumnya. Alhamdulillah akad nikah hari itu berlangsung lancar. Sesaat setelahnya kita akhirnya bertemu lagi. Kuusap keningmu sambil berdoa, dan untuk pertama kalinya kita berdiri sholat berjamaah di dalam kamar, sementara undangan menunggu acara makan di luar. Aku imamnya, kamu makmumnya.

    Awalnya aku ragu, jujur saja. Bagaimana mungkin aku memutuskan hidup bersama orang yang baru aku kenal seumur jagung hanya berbekal informasi dari orang-orang tentangmu. Tapi kamu akhirnya mematahkan keraguanku tanpa kecuali. Mereka salah tentang kamu yang sangat tertutup, sehingga tidak banyak yang mengenal kepribadianmu. Mereka salah tentang ketertinggalanmu dari hingar bingar tren. Mereka salah tentang kamu yang menurut mereka tidak akan sanggup mengimbangiku. Mereka salah karena mereka tidak tahu.

    Kamu tertutup karena memang begitulah seharusnya wanita terhormat bersikap. Tapi kamu sangat terbuka terhadap aku, suamimu. Kamu tidak ketinggalan dari glamor dan arus tren yang dianggap menjadi menu wajib masyarakat modern, yang benar kamu mendahuluinya karena kamu yang justru meninggalkannya. Kamu berhasil menjaga dirimu dengan sempurna lahir dan batin dari perkara-perkara yang tidak seharusnya kamu lakukan. Tidak kau biarkan orang selain mahrammu berhak atas dirimu, bahkan untuk memandangmu. Kamu berbeda dan kamu berhasil melakukukannya. Kini giliran aku yang melakukannya untukmu sekuat tenagaku. Menjagamu, istriku.

    Hari-hari berlalu dengan sangat indah sejak saat itu. Kamu memang berbeda. Tidak seperti mereka yang pernah aku kenal yang lebih mengenal dunia daripada dirinya sendiri. Kamu mengenal dirimu dengan sangat baik, hak-hakmu, kewajibanmu, posisimu. Kamu mengenal akhiratmu dengan baik sehingga kamu mengutamakannya, sama baiknya dengan mengenal duniamu sehingga kamu berhati-hati terhadapnya.

    Delapan bulan bukan waktu yang cukup untuk mengenalmu. Tadinya aku berpikir akan sulit bagiku untuk membingmu. Aku salah, karena aku yang belajar banyak darimu. Saat senang kamu yang mengingatkanku agar tidak jumawa. Saat sukar kamu yang mengajakku bersabar. Bahkan saat aku katakan aku mencintaimu lebih dari apapun, kamu hanya tersenyum. Dan dengan lemah lembut memintaku untuk tidak mencintaimu lebih besar dari kecintaanku pada Allah dan NabiNya. Kamu bilang itulah kenikmatan iman. Kamu ingat, kan? Ah, bodohnya aku ini di hadapanmu. Aku malu padamu, istriku. Lalu bagaimana mungkin aku membenarkan mereka yang mengatakan kamu tidak akan sanggup mengimbangiku?

    Hari ini delapan bulan lebih sudah kita bersama. Di dalam perutmu bahkan sudah ada calon bayi kita. 6 bulan sudah usia kandunganmu. Anugerah sekaligus amanah yang luar biasa besar. Insya Allah Ramadhan tahun ini akan sangat meriah buat kita, istriku. Akan ada aku, kamu dan anak kita dengan izin Allah.

    Teruslah seperti ini, istriku. Menjadi perhiasan terindah untukku. Akan kujaga sebaik-baiknya. Kupertanggung jawabkan sebenar-benarnya. Tapi bantu aku, ya. Jangan biarkan aku lalai dari kewajibanku padamu dan pada Allah tuhan kita.

    Suamimu.

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

  4. ●● Sebuah Doa cinta ●●

    Dengan nama Allah,
    Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
    Ya Allah…
    Seandainya telah Engkau catatkan,
    Dia milikku tercipta buatku,
    Satukanlah hatinya dengan hatiku,
    Titipkanlah kebahagiaan antara kami,
    Agar kemesraan itu abadi …

    Ya Allah…
    Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi,
    Seiringkanlah kami melayari hidup ini,
    Ketepian yang sejahtera dan abadi,
    Maka jodohkanlah kami…

    Tetapi Ya Allah…
    Seandainya telah Engaku takdirkan,
    Dia bukan milikku,
    Bawalah dia jauh dari pandanganku,
    Luputkanlah dia dari ingatanku,
    Dan peliharalah aku dari kekecewaan…

    Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
    Berikanlah aku kekuatan,
    Menolak bayangannya jauh ke dada langit,
    Hilang bersama senja yang merah,
    Agar ku sentiasa tenang,
    Walaupun tanpa bersama dengannya…

    Ya Allah yang tercinta…
    Pasrahkanlah aku dengan takdirMu,
    Sesungguhnya apa yang telah Engkau Takdirkan,
    Adalah yang terbaik untukku,
    Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui,
    Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

    Ya Allah…
    Cukupkanlah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku,
    Di dunia dan di akhirat,
    Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang dhaif ini,
    Janganlah Engkau biarkan aku sendiri,
    Di dunia ini maupun di akhirat,
    Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan
    kemungkaran,
    Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman,
    agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup,
    Ke jalan yang Engaku redhai,
    Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh dan solehah…
    Ya Allah…
    Berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat,
    Dan peliharalah kami dari azab api neraka,
    AMIN… AMIN… AMIN… YaRabbal’aalamiin…

    http://www.dudung.net

  5. suamiku kekasihku

    Kupandangi lelaki di hadapanku. Lelaki yang pernah meminangku tujuh tahun yang lalu. Masih terbayang jelas dalam ingatku, masa itu…. Pemuda biasa yang sederhana namun sangat bersahaja. Lelaki dengan sorot mata nan teduh dan tutur kata yang lembut. Aku sungguh terpesona, pada indah akhlak dan semangat dakwahnya yang membara.

    Kini, tujuh tahun tlah kulewati. Bersamanya ku arungi bahtera ini. Dialah suamiku, kekasihku….Lelaki yang begitu sederhana namun sangat kucinta.Senyumnya tak pernah sirna meski berjuta cobaan mengukir kerut di wajahnya. Kulit yang kuning bersih itu pun tlah menghitam, terwarna oleh terik kehidupan. Dan aku tahu dia sentiasa tegar.

    Dialah lelaki itu…. Yang selalu membasuh khilaf dan salahku dalam telaga maafnya. Senyum adalah keridhoannya, dengan tatap mata yang penuh cinta. Dalam rengkuhannya kutemukan damai tiada tara…

    Akulah wanita yang paling bahagia….Tlah kupilih dan kuterima cintanya. Kepapaan ini tak kan mengurangi kasihku padanya. Dia memang lelaki biasa tetapi bagiku luar biasa.

    Kuingin selalu menjadi bidadarinya, di dunia maupun di surga. Semoga cintaku padanya adalah jalan tuk meraih CINTANYA. Aamiin…
    (suatu masa di bumi cinta)

    ==========================
    =====================
    Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi dan penghias mimpi malamku…Aura wujudmu benar-benar mempesona, jikalau matahari tak terbit , cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya. Bila rembulan enggan datang dimalam hari, kelembutanmu dibalik kegagahanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu.

    Engkau adalah ilham bagiku untuk memetik dawai kehidupan, menjalin syair cinta nan indah hingga menjadi doa-doa akan harapan dan anugerah.

    Pesona imanmu bagai pusaran angin taufan yang bisa menghisap semua benda yang tertanam dibumi.

    Dalam setiap lamunan aku meyakinkan diri , kekasih yang kumiliki dapat menghadirkan senyum kebahagiaan dalam hatiku, menanggalkan kesedihan yang selalu membayang ,menjadi cahaya kehidupan serta pelipur lara bagi jiwaku sampai akhir ajalku dan berharap jadi bidadari syurganya.

    Laksana kaum pencinta , airmataku yang bening dan jernih menetes karena terharu….. karena ALLAH mengijinkan aku mendampingimu………………
    ======================================================
    by: Eny H

    sumber: catatan group FB
    RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

  6. MUSIK BUKANLAH OBAT, TETAPI RACUN !! (Ternyata Musik Klasik Tidak Membuat Cerdas..lho…!!)

    ”Apakah nyanyian dan musik dapat menyembuhkan sebagian penyakit?”

    Tersebar pendapat yang mengatakan bahwa musik dan lagu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ini jelas perkataan keliru meskipun pendapat ini telah tersebar luas serta banyak pihak yang mengulas panjang lebar dan menyatakan bahwa pendapat ini telah terbukti khasiatnya, karena sebenarnya musik dan nyanyian termasuk perkara yang diharamkan syari’at.

    Allah melarangnya dan mengancam para pecandunya. Tidak mungkin Allah menurunkan obat pada sesuatu yang diharamkan-NYA.

    Di dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa Rosulullah SAW mengatakan bahwa Allah SWT tidak menurunkan obat untuk umat ini dari sesuatu yang haram. Hadist ini juga menunjukkan terlarangnya berobat dengan sesuatu yang haram. Perkara-perkara haram tidak akan dapat mendatangkan kesembuhan.

    Akan tetapi ada sebagian jiwa yang lemah terbiasa bergelut dengan perkara haram. Jiwa mereka telah kecanduan mendengarkan alunan musik dan lagu hingga akhirnya menyatu dengannya. Maka ketika mereka jauh dari perkara haram itu, jiwanya terasa sakit, lemaslah urat syaraf dan kekuatannya pun melemah. Ketika alunan musik itu kembali hadir, jiwa mereka serasa mendapatkan gairah, semangat dan kekuatan baru.

    Akhirnya mereka menyangka musik itulah yang telah menyembuhkannya.

    Jiwa yang sakit akan merasakan kelezatan pada perkara-perkara haram. Sedangkan jiwa yang baik dan beriman, penuh keyakinan dan kesabaran, akan merasa berat, gelisah dan lemah ketika mendengarkan musik. Karena sesungguhnya yang sakit pada para pencinta musik adalah akal mereka dan kemudian diikuti oleh jasad mereka.

    Wallahu a’lam.

    sumber: Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al-Jibrin, Fatwa-fatwa seputar pengobatan dan kesehatan.

    ==============

    TEMPO Interaktif, Austria – Lebih dari 15 tahun para ilmuwan terkecoh karena anggapan mendengarkan musik klasik dapat membuat seseorang lebih pintar. Sekarang, sejumlah peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa tidak ada efek apapun terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi anda sering mendengar lagu klasik.

    Riset yang diberi judul “Mozart effect” ini memang khusus meneliti dampak musik klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian ini telah dipublikasikan di US Journal Intelligence.

    Pada 1993, pada journal Nature, penelitian dari University of California, Irvine yang dilakukan psikolog Frances H. Rauscher dan rekan-rekannya menemukan bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial (ruang).

    Pada saat itu surat kabar New York Times menulis dengan mendengarkan musik Mozart dapat menjamin anak-anak mendapatkan sekolah yang baik. Beberapa ahli lainnya berkomentar bahwa musik Mozart adalah peluru ajaib untuk mendorong kemampuan intelegensia anak-anak.

    Publisitas yang berlebihan juga dilakukan Gubernur Georgia, Zell Miller pada 1998 yang memastikan setiap ibu yang baru melahirkan anak akan menerima satu paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida uga mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik minimal satu jam dalam sehari.

    Sebelum melakukan penelitian, Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator.

    Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

    “Silahkan anda mendengarkan musik Mozart, tapi jangan berharap itu akan mendorong kemampuan kognitif anda,” kata Pietschnig. Menurut dia, Mozart Effect adalah sebuah legenda. Seorang psikolog dari Emory University, Scott E. Lilienfeld juga sependapat dengan temuan Pietschnig. Dalam bukunya yang berjudul “50 Mitos Paling Popular”, Lilienfeld menempatkan “Mozart Effect” pada peringkat keenam.

    lihat juga detailnya di http://dx.doi.org/10.1016/j.intell.2010.03.001

    Rini K | Sciencedaily

    sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.html

    Hukum Musik

    di antara dalil yang menunjukkan haramnya nyanyian adalah hadits Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
    “Ada dua buah suara yang dilaknat di dunia dan akhirat yaitu seruling ketika mendapat nikmat dan lonceng tatkala terkena musibah.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 52)

    Dan hadits Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
    “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharam khamr, judi, dan gendang.” (HR. Abu Daud, Baihaqi, Ahmad, dan sebagainya. Dishahihkan oleh Al Albani, Tahriimu Aalath Ath Tharb halaman 56)
    Hadits Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
    “Akan datang dalam umat ini kehinaan, keburukan, dan fitnah.” Maka berdirilah salah seorang Muslim : “Wahai Rasulullah, kapankah itu terjadi?” Beliau menjawab : “Apabila telah muncul biduanita dan alat-alat musik dan khamr diminum.” (Dikeluarkan oleh Tirmidzi dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 56)

    Berdasarkan hadits-hadits tersebut maka para Salaf rahimahumullah benar-benar mengharamkan nyanyian dan sangat menjauhinya. Diantaranya riwayat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu, beliau berkata :
    “Rebana itu haram, alat-alat musik haram, gendang itu haram, dan seruling itu haram.” (Dikeluarkan oleh Baihaqi dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 92)

    http://www.salafy.or.id

  7. Kata – kata Mutiara (English dan Bahasa Indonesia) :

    Smile is the shortest distance between two people.
    Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .

    Real power does not hit hard , but straight to the point.
    Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras , tetapi tepat sasaran

    You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)
    Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)

    Only the man who is in the truth is a free man.
    Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.

    Every dark light is followed by a light morning.
    Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.

    Laughing is healthy, especially if you laugh about yourself.
    Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mentertawakan diri sendiri.

    The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.
    Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil.
    Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.

    To be silent is the biggest art in a conversation.
    Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.

    The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).
    Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).

    Dig a well before you become thirsty.
    Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.

    Good manners consist of small sacrifices.
    Sopan – santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan –pengorbanan kecil.

    IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.
    GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.

    LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.
    KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.

    THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.
    SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.

    KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.
    PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.

    A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.
    ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN

    A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)
    SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)

    THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)
    ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)

    POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).
    SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).

    A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.
    SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.

    WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.
    APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.

    REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
    KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN

    IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.
    JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.

    REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
    KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.

    BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
    KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.

    YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.
    BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.

    ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.
    SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.

    sumber: http://safruddin.wordpress.com/2007/08/14/kata-kata-mutiara-%e2%80%93-8-dalam-bahasa-inggris-dan-bahasa-indonesia/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s