kumpulan kata-kata inspirasi – kalimat inspirasi – Komunitas Pohon Inspirasi

 

 

 

kumpulan kata-kata inspirasi – kalimat inspirasi – Komunitas Pohon Inspirasi

Sahabat…bersabarlah merawat pohon kebaikanmu, meski ulat “fitnah” menggerogoti rindang daunnya, jamur “cibiran” merusak keindahan batangnya dan “serangga” busuk menghabisi bunga cantiknya. Setelah kau sabar, akan muncul daun yang lebih segar, batang yang lebih cerah dan kokoh serta buah yang makin lebat. Pohon kebaikanmu akan menebar pesona dengan bunga, buah, kesejukan dan keindahan.

Mustahil kita akan dicintai, mendapat simpati dan dihargai orang lain tanpa terlebih dahulu memberikan penghargaan pada mereka. Orang lain akan menempatkan diri termasuk menghargai kita sesuai apa yang kita berikan padanya. Kita memberi senyum orang lain akan membalasnya dengan senyum. Kita memberikan penghormatan, mereka akan hormat pada kita.

“Kita tidak selalu mendapatkan apa yg kita sukai, karena itu kita harus berusaha menyukai apapun yang kita dapatkan.”

Sahabat, tetaplah ingat pada masa-masa sulit beserta orang-orang yang berjasa membuat kita bertahan dan bangkit. Pelihara memori indah saat kita ditimpa ujian dan bersama siapa kita saat itu. Dan ketika badai kehidupan berlalu dan kita sudah berlabuh di dermaga kesenangan, ajaklah mereka untuk menikmati keindahan dunia bersama-sama, sama seperti ketika menikmati gelapnya dunia.

Empati tertinggi adalah menahan mulut untuk diam saat tergoda ingin bereaksi, memberi saran dan berbagi cerita. Mendengarkan adalah bentuk “sunyi emas” yang dibutuhkan dalam persahabatan

Ada orang yang tidak bisa membedakan antara sibuk dan produktif. Mereka adalah kincir angin yang berujud manusia, bekerja keras namun sebenarnya hasilnya sedikt (Caroline Donnelly)

Kesempatan untuk berbuat sesuatu yang hebat dan istimewa mungkin sangat langka, namun peluang berbuat kebaikan selalu ada setiap hari.Hal yang harus kita raih adalah kebaikan untuk mendapat pujian Tuhan bukan pujian manusia.

Segala yang berlebihan akan berakhir dengan Kekecewaan, apalagi berlebihan berharap pada manusia yang lemah, sering lupa dan salah. DIA lah harapan tak bertepi, muara tempat sirnanya kegundahan, pantai berlabuhnya kekecewaan. Hari ini masih terbentang waktu menghapus kecewa. Semangat beraktivitas, Sahabat, harapan dari-Nya selalu ada :)

Kebahagiaan ada di dalam hati, bukan tampilan luar. karenanya Kebahagiaan tidak tergantung pada apa yang kita miliki, tetapi pada apa yang kita perbuat. Selamat Menghirup Segarnya pagi dengan Semangat untuk Bahagia bersama keluarga.

Ketika pohon terakhir sudah hangus, sungai terakhir telah tercemar berat, burung terakhir telah tertembak, kita baru menyadari uang tidak bisa membeli semuanya.

Ketika satu kesempatan telah tertutup, sebenarnya kesempatan lain akan datang dalam bentuk yang lain. Sebagian orang sering terpaku terlalu lama pada kesempatan yang telah tertutup, kemudian begitu dalam menyesalinya. Sahabat, selalu ada pintu kesempatan lain yang terbuka untuk kita memperbaiki diri dan mendapat karunia yang lebih baik dari-Nya.

“Bangkit adalah urusan jiwa. Bukan keadaan yg mengungkungnya. Sedalam apapun luka tersisa, sesulit apapun keadaan yg melilit, siapapun yg punya jiwa merdeka, akan mudah untuk bangkit. Semangat Pagi, Sahabat, bangkit menggapai karunia-Nya.”

Keputusan tidak bisa langsung dianggap “TERBAIK” atau “TERBURUK”, yang penting dilaksanakan saja dengan sungguh-sungguh dan terima konsekuensinya. Seperti menanam pohon, tak tahu kita akan bisa memanen atau tidak, yang penting rawat saja pohon itu dengan baik dan berharap pohon itu membuahkan manfaat. Seiring waktu keputusan itu akan membuahkan bukti.

Kemarin sudah jadi kenangan, esok masih sebuah mimpi. Pagi ini adalah kenyataan hidup. Semangat pagi dalam melukis kisah indah yang nyata.

Jika engkau bertanya kepada seorang baik dan mulia, maka biarkannya ia berfikir, sebab ia tidak berfikir kecuali yang terbaik.
Dan jika engkau bertanya kepada seorang yang buruk (tercela), maka segerakan, agar wataknya tidak memberi isyarat kepadanya untuk berkata: “Jangan lakukan”!(Seorang Bijak Ditanya : Ust Musyaffa AR)

Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada sesama tak berdaya- adalah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta. #NtMS (@salimfillah)

Semoga kita tidak meletakkan doa di dalam jiwa-jiwa yang kalah, yang hanya memohon pada Tuhan setelah lelah menghadapi permasalahan hidup. Semoga termasuk yang segera melafalkan doa-doa sejak awal kita bercengkrama dengan masalah atau sejak masalah itu belum muncul.

“Kamu bukanlah orang yang jujur dan bukan pula orang yang bersahabat dengan orang-orang yang jujur. Akan tetapi, saya dan kamu serta orang lain adalah orang-orang yang berdosa dan tidak karuan. Oleh karenanya, janganlah kamu menunggu kesempurnaan dari temanmu, begitu juga janganlah ia mengharapkan kamu sempurna.”
“Akan tetapi, kamu bersalah dan ia pun bersalah. Dan sepatutnya kamu memaafkan dan ia pun memaafkan. Jika tidak, maka tidak akan terjalin persahabatan dan tidak ada kebaikan dalam persahabatan ini. Barangsiapa yang menyiarkan kejelekanmu dan menyingkap rahasia darimu di saat marah, maka ia tercela, dan janganlah bersahabat dengannya. Ia tidak amanah, maka kamu tidak akan aman darinya.”
(KETIKA POHON BERSUJUD’s Quote)

Saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotoran di balik pohon, ia tetap memberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi. Manusia melemparnya dengan batu, ia membalas dengan buah dan bunga. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, ia membalas dengan getah dan buah yang lebat. Itulah pohon. (KETIKA POHON BERSUJUD’s Quote)

Tuhan menciptakan cacing untuk makanan burung-burung. Cacing itu tak pernah Tuhan lemparkan langsung ke sarang burung. Cacing itu tersimpan dan hidup di dalam tanah dan burung-burung harus berjuang keras meraihnya. Burung-burung bekerja sangat bersemangat. Mereka tak ingin disantuni bahkan oleh sesamanya. Mereka bekerja sangat serius sebagai bukti ketundukan pada-Nya.

Suatu hari, di dalam sebuah rumah tangga terjadi pertengkaran yang sengit antara suami istri. Sang suami berkata kepada istrinya dengan kemarahan yang luar biasa seraya berkata: “Sungguh aku akan menjadikan kamu menderita dan celaka!!!”. Dengan suara lirih istrinya menjawab: “Kamu tidak akan pernah bisa mencelakakanku sebagaimana kamu tidak bisa membahagiakanku!”. Dengan nada heran sang suami balik bertanya: “Mengapa tidak bisa?”. Istrinya menjawab dengan tegas dan yakin: “Sekiranya kebahagiaan itu hanya berkaitan dengan uang belanja dan perhiasan, niscaya kamu bisa menghentikan. Akan tetapi kebahagian itu hanya ada pada suatu yang dimana kamu dan semua manusia tidak akan pernah menguasainya.” Dan dengarkan baik-baik: “Sesungguhnya kebahagianku ada dalam imanku, sementara imanku ada dalam relung hatiku dan hatiku hanya ada dalam genggaman Rabbku.”

Sungguh mulia manusia yang mengakar. Ia bersembunyi dan tidak bernafsu menonjolkan diri karena jasanya. Ia lebih memilih terpendam untuk menjadi bermanfaat. Seperti akar. Tak terlihat, sering tak dianggap, namun justru memberikan tetes demi tetes kesuksesan lebih besar. (POHON INSPIRASI’s Quote)

Belajar dari Pepaya : Pahit daunnya tapi kaya manfaat. Pengalaman pahit sangat bermanfaat dalam melahirkan kebijaksanaan dalam bersikap, ketenangan menghadapi masalah, kejernihan berpikir, memperlembut perilaku dan menambah inovasi dan kreatifitas kerja.

Mendengar lebih sulit daripada melihat. Tidak semua orang mampu mendengar. Apalagi meyakini dari apa yang didengarnya. Orang lebih suka melihat dan berbicara. Pemimpin yang punya “pendengaran” baik akan mampu merasakan kepedihan hati, rintihan perasaan, kesakitan tak terungkap, keluhan terpendam dan rasa yang tertahan dari rakyatnya. Selamat Kamis penuh Optimis. Mendengar dengan hati alam sekitar yang begitu manis

Maraknya pelanggaran etika, moral dan hukum salah satunya disebabkan dorongan budaya hedonisme, budaya yang mengejar kesenangan dan gaya hidup glamour. Akhirnya banyak orang menempuh segala cara agar bisa hidup mengikuti gaya hidup bermewah-mewahan. Semoga kita bisa terhindar dari mereka yang menjadi isu publik dengan tetap menjadikan kebahagiaan jiwa sebagai tujuan hidup, bukan kesenangan materi.

Visi terluas dan terjauh dari membangun kehidupan keluarga ; Membangun peradaban dan membangun rumah di surga. Keluarga adalah karir tertinggi kita, tak ada pensiun, tak terputus hasilnya dan menentukan dimana tempat kita kelak sesudah mati

(Kematian) seorang manusia ahli dosa akan menjadikan manusia, negeri, pepohonan dan binatang terlepas (dari kerusakan akibat maksiatnya). (HR.
Bukhari dan Muslim). Makna sebaliknya, hewan, pepohonan, manusia dan bumi merasa kehilangan dan bersedih ditinggal oleh orang yang baik dan beriman yang senantiasa melestarikan bumi.

Orang yang berputus asa, tak lebih hanya bangkai berjalan di permukaan bumi. Dia telah melupakan Sang Pencipta yang Maha Pengasih. Dia juga mengacuhkan bahwa ada orang lain yang bisa membantunya. Sungguh berbahaya bila putus asa menjangkiti manusia. Dia mati secara makna meski hidup secara biologis.

Mencintai seseorang adalah kepastian
Dicintai seseorang adalah hal yang penting
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Maha Cinta ialah segalanya bagi hidupmu

Yang memenangkan pertempuran bukan siapa yang membunuh paling banyak, tetapi siapa yang bertahan hidup lebih lama. Bertahan dan bersabar akan menundukkan serangan yang bertubi dan mengganas. Yang menghantam membabi buta akhirnya kehabisan tenaga dan mundur dengan malu.

Bila kita tidak bisa menjadi Kapten “kapal” kehidupan, jadilah anak buah kapal yang berdedikasi. Sahabat, jadilah yang terbaik dari dirimu sendiri!

Bila kita tak bisa jadi pohon besar yang menjulang di puncak bukit, jadilah semak-semak atau alang-alang yang melindungi lereng yang terjal dari longsor.
Sahabat, jadilah yang terbaik dari dirimu sendiri!

Sahabat, setiap saat kita telah mencatatkan kehidupan kita melalui amal-amal kita. Catatan hidup itu akan dibuka kelak saat kita harus menghadapi hari pembalasan. Pastikan kita memiliki catatan kehidupan yang indah dan berbuah surga.

Ujian adalah salah satu sarana introspeksi diri, apakah selama ini kita sudah serius membekali diri dengan ilmu dan persiapan lain untuk bisa lulus dari ujian atau tidak.

Sahabat, ada sisi kepahlawanan dalam diri kita jika kita mau melihat ke dalam hati. Kita tidak perlu takut dengan apa yang kita hadapi. Selalu ada jawaban jika kita mau menyelami jiwa kita. Dan gumpalan duka yang kita rasakan akan segera mencair. (Terjemah bebas – HERO – MC)

Orang yang bermental MEMBERI biasanya rajin bekerja dan produktif menghasilkan. Ketika mengalami kesulitan, dia berusaha keras menaikkan pendapatannya atau berhemat bukan berpikir untuk meminta atau meminjam.

Kebersamaan selalu dibingkai oleh saling memahami. Orang yang tak mau menengar dan memahami maka ia harus bersiap hidup tanpa teman

Kebaikan itu diliputi oleh banyak fitnah, bila hanya tahan dipuja-puji maka bersiaplah untuk hancur dicaci-maki

Saat hidup ini dijalani untuk diri sendiri kita merasakan waktu begitu cepat berputar. Namun bila hidup untuk melayani orang lain, terasa waktu begitu dinikmati dan tak lekas berlalu

Di Afrika Tengah, 80% penyebab penyakit disebabkan oleh sanitasi dan air yang kotor. Kematian akibat dampak air kotor lebih banyak daripada kematian akibat peperangan (di Afrika Tengah perang saudara terus berkecamuk)

Ada dialog bagus antara Ayah dan Anak dalam Film Alice in Wonderland :
Alice : “Ayah saya takut, saya dianggap gila” (karena mengimajinasikan sesuatu di luar jangkauan)
Ayah : “Ayah beritahukan sebuah rahasia. Semua orang terbaik biasanya dianggap begitu.”

Sahabat, tetaplah ingat pada masa-masa sulit beserta orang-orang yang berjasa membuat kita bertahan dan bangkit. Pelihara memori indah saat kita ditimpa ujian dan bersama siapa kita saat itu. Dan ketika badai kehidupan berlalu dan kita sudah berlabuh di dermaga kesenangan, ajaklah mereka untuk menikmati keindahan dunia bersama-sama, sama seperti ketika menikmati gelapnya dunia.

Ketika kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan, cobalah mengingat pada para pengangguran dan orang cacat dimana mereka sangat berharap punya pekerjaan seperti kita

Cinta sejati bukan terletak pada apa yang dilakukan lalu diketahui orang lain, tapi pada apa yang dilakukan namun tidak diketahui orang lain.

Kita yakin, ada jiwa kepahlawanan dalam diri kita yang tetap menjaga kita dalam kejujuran, memberi kekuatan dan kemuliaan. Semua itu akan membuat kita mati dengan bangga. Bahkan terkadang kita harus teguh dan memberikan sebagian besar milik kita. Bahkan kita harus merelakan mimpi kita untuk orang lain. (Spiderman Quotes)

Ibu, kau mengajarkan aku bagaimana sikap dan perbuatan itu lebih bermakna daripada kata-kata. Kau selalu ingin menutupi kemuliaanmu dengan kata-kata yang merendah. Kau telah mewujudkan cinta bukan dari kata-kata, tapi cinta dari hati, sikap dan perbuatan. Bukan cinta palsu yang diumbar lewat kata-kata berbunga dan manis tapi terasa pilu dan menusuk hati karena gersang dari sikap dan perilaku kasih sayang.

Sahabat, cinta tak membutuhkan syarat apapun. Cinta tak peduli kondisi. Baik atau buruk, sempurna atau cacat, pintar atau terbelakang, sehat atau sehat, bila cinta bersemayam dalam hati kondisi itu tak merubah kadar cinta sedikitpun. Cinta kadang tumbuh subur dalam keterbatasan. Cinta seringkali bersemi saat duka mendera. Cinta justru mekar dan mewangi tatkala ujian menimpa.

Belajar dari keluarga kuli angkut di Tanjung Priuk yang saling membantu antar keluarga meski mereka dalam keterbatasan. Ini menguatkan hasil penelitian bahwa orang yang hidup dalam keterbatasan memiliki empati lebih besar daripada orang yang berkelebihan.

Cinta memang tak pernah bisa ditelusuri secara logika. Cinta berjalan tak linear dengan analisa ilmiah. Ia menembus batas akal dan mematahkan dugaan umum. Ia sering mendobrak kebiasaan dan kewajaran.

Tidak ada mati mendadak, karena kematian sudah ditentukan waktunya oleh-Nya. Jadi sekuat apapun kita menghindari kematian, dia akan datang, baik saat sehat maupun sakit, senang atau susah, tersembunyi atau terbuka. Tak ada usaha apapun yang bisa memperlambat dan mempercepat kematian.

Sahabat, perlu energi yang sangat besar untuk memelihara kebencian dalam diri kita. Kebencian akan mengungkung hidup kita. Bahkan kebencian yang terpendam bisa mendatangkan penyakit-penyakit fisik seperti kanker dalam hidup kita. Sedangkan memaafkan dapat merubah masa lalu menuju harapan masa depanmu yang lebih cerah.

Sahabat, mungkin kita pernah membaca aturan sederhana tentang kebahagiaan:
1. Bebaskan diri dari segala kebencian
2. Bebaskan diri dari segala kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Memberi lebih banyak
5. Berharap lebih sedikit
6. Tesenyumlah
7. Ibadah bukan beban tapi kebutuhan, jadi lebih harmonislah dengan Tuhan.

Sahabat, jadikan orang yang kita kasihi seperti melati dan mawar, meski sudah layu dan berubah warna namun wanginya masih semerbak. Meski teman kita dirundung masalah, diterpa ujian dan diterjang cobaan atau tidak memiliki kehidupan ideal dari fisik, harta dan keluarga, carilah ”wangi” kebaikannya, pasti kita akan dapat ,menciumnya bila hati kita terbuka lapang.

Jangan biarkan masalah menumpuk dan mengganggu tugas lain. Tuntaskan segera satu masalah sehingga pikiran dan hati kita bersih dan siap menuntaskan pekerjaan lainnya.

Kebahagiaan bisa merupakan kumpulan tindakan kecil dan singkat kita seperti senyuman yang tulus, kecupan pada kening anak sebelum tidur atau berangkat sekolah, ucapan terima kasih, wajah yang ramah, pujian tulus, berprasangka baik dan tindakan lain. Adakah tindakan ringan lain yang mendatangkan kebahagiaan?

Orang yang paling berbahagia adalah yang menghargai kebaikan saudaranya, senang ketika saudaranya mendapatkan kesenangan seolah kesenangan itu dirasakannya sendiri.

Sahabat sejati seyogyanya dapat saling memberikan kemanfaatan satu sama lain. Ia tak ingin hanya menerima dari sahabatnya, namun ia juga berkeinginan untuk dapat memberi manfaat pada sahabat yang telah banyak membantunya. Ia tak ingin hanya memanfaatkan, namun juga mampu bermanfaat.

Keinginan untuk menang itu penting, tapi kemauan untuk mempersiapkannya adalah paling penting

Sebenarnya tidak ada lift yang mengantar kita secara cepat menuju puncak sukses. Kita harus menaiki tangga setapak demi setapak.

Terbangkan layang-layangmu setinggi-tingginya seperti halnya kau terbangkan semua impianmu. Tapi ingat, pegang erat benang di tanganmu agar tak kehilangan arah dalam menggapai hasratmu.

Seandainya setiap makhluk diminta untuk membalas perlakuan zhalim manusia, maka pohonlah yang paling layak membalas. Banyak pohon-pohon ditebas, ditebang, dipaku, dicabut, dibakar tanpa rasa kasihan. Beruntung Allah menciptakan mereka sebagai makhluk paling pemaaf di dunia.

Resep sederhana menjadi bahagia (Anonymous) :
1. Membersihkan hati dari kebencian,
2. Membebaskan pikiran dari kekhawatiran
3. Memberi Lebih Banyak
4. Mengharap Lebih Sedikit

Kata-kata penting dalam hubungan manusia
Enam kata terpenting : ”Saya sungguh mengakui bahwa saya salah”
Lima kata paling penting : ”Kamu telah melakukan pekerjaan besar”
Empat Kata Paling penting : ”Bagaimana ini menurut kamu?”
Tiga kata paling penting : ”Bisa bantu saya ?”
Dua kata terpenting : ”Terima kasih”
Satu kata terpenting: ”Kita”
Satu kata yang paling tak penting : ”Saya”

Sahabat, jangan biarkan prasangka mengungkung hidup kita. Jangan biarkan prasangka tumbuh dan mengakar karena ia akan membunuh sikap baik kita. Sebaliknya, siramlah pohon prasangka baik kita agar tumbuh subur dan memberi keteduhan dan keindahan pada perilaku kita.

Padahal dengan berpegang pada kitab-Nya, kita bisa meraih semua kemudahan. Melalui petunjuk-Nya kita akan meraih kesuksesan. Dibalik kemulian ajaran yang tertulis dalam kitab-Nya tersimpan inspirasi da motivasi hidup yang tak pernah lekang oleh waktu dan situasi.

Pembuka aib orang lain sebenarnya telah membuka kelemahannya sendiri sebagai orang yang merasa paling benar, tidak bisa menjaga rahasia, egois dan tidak peduli perasaan orang lain.

Kita telah memiliki takdir masing-masing sesuai pilihan-Nya. Maka, sebaiknya kita tidak perlu memikirkan terlalu dalam ”mengapa ini terjadi pada saya” tapi merenunglah
”Apakah saya bisa meraih kebaikan dengan ujian yang diberikan oleh-Nya?.”
”Apakah saya sanggup memikul ujian kesenangan seperti mereka?”
”Apakah saya sanggup bertahan saat kesulitan mendera?”

Sahabat, kita barangkali hampir tidak ingat, saat meraih sukses, menggapai karir yang diimpikan, menduduki jabatan penting, sembuh dari penyakit kronis bahkan selamat dari kecelakaan maut dan sesuatu yang menyenangkan lainnya, hampir-hampir takkan pernah merenungkan bahwa mengapa semua itu terjadi pada kita? Mengapa kita yang sukses, bukan dia atau mereka? ”

Sahabat, orang tua kita, khususnya ibu, sangat pantas menjadi orang yang kita taati dan ikuti perintahnya setelah Tuhan. Tak ada upaya yang sanggup membalas pemberian mereka. Takkan pernah kita mampu memberikan jasa setara dengan jasa beliau. Sekaya dan sekuasa apa pun kita, mereka kita tempatkan lebih mulia di hadapan kita

Ibu, hampir tak pernah kudengar kau meminta sesuatu dariku. Padahal kau sangat berhak meminta dariku. Setelah apa yang kau berikan begitu tak terhingga, mengapa tidak pernah terucap sebuah permintaan dari lisanmu yang mulia.

Bukan hanya rumah saja yang perlu jendela
Tapi hati kita juga butuh jendela
Lihatlah diskitarmu
yang masih memerlukan cinta & tempat membuka rasa
Bukalah jendelamu
Bukalah hatimu

Ungkapan terima kasih sering dianggap sepele. Padahal, ungkapan terima kasih yang muncul dari hati akan dapat membesarkan hati dan merekatkan persahabatan yang paling berharga.

Bila kita merasa yang berterima kasih tapi tidak mengatakannya, ibarat sudah membungkus hadiah tapi tidak pernah diberikan.
Terima kasih kita pada-Nya…Alhamdulillah pagi yang sejuk dan damai

Bekerja dengan hati nurani tak akan berhenti setelah mendapat penghargaan. Bekerja mengikuti bisikan hati nurani tak perlu liputan dan selalu nyaman meski dalam sepi yang panjang.

Belajar dari Pohon yang Menyembuhkan
“Orang dengan karakter yang menyejukkan akan mampu mendinginkan emosi yang sedang memanas. Manusia dengan sifat peneduh akan mempu memberi energi empati pada sahabatnya sehingga ia menjadi tempat yang nyaman untuk menumpahkan perasaan dan mencari solusi. “

http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Pohon-Inspirasi/178408565518830

====================================================

Sahabat, pada kondisi apa pun, kita. maka tetaplah merasa bahagia. Jangan pernah bersedih.

Bila kita dalam kelebihan, senangkanlah hati kita! Karena di di depan kita terbuka kesempatan yang luas untuk berbuat banyak kebaikan yang tidak dimiliki oleh yang kekurangan

Jika kita dalam kekurangan, tetap bahagiakan diri kita! karena tak ada orang yang akan iri dan dengki, lantaran kekurangan yang ada pada kita.”

Kalau kita tidak disebut-sebut orang, kurang terkenal, jangan lupakan untuk tetap bahagiakan diri! Karena tidak banyak tangan yang menuding, tak banyak bibir yang mencibir dan mulut tak banyak mencaci kita”

==============================

APA ARTI WAKTU

Untuk memahami arti dari satu tahun tanyalah pada siswa yang gagal ujian
Untuk memahami arti dari satu bulan tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami arti dari satu minggu, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami arti dari satu jam, tanyalah pada seseorang yang menunggu kekasihnya untuk bertemu
Untuk memahami arti dari satu menit, tanyalah pada orang yang melewatkan pemberhentiannya di stasiun saat naik kereta
Untuk memahami arti dari satu detik, tanyalah pada orang yang lolos dari kecelakaan tepat waktu
Untuk memahami arti dari sepersepuluh detik, tanyalah pada sprinter peraih medali perak di olimpiade

Sahabat, waktu adalah kehidupan. Setiap saat berlalu darimu maka hilanglah sebagian dari kehidupan. Waktu tidak akan kembali, waktu akan terus berjalan, karena itu hargailah setiap peristiwa yang kita alami

Sahabat, perlakukan hari ini sebagai berkah paling berharga yang bisa kita peroleh.

sumber:

http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Pohon-Inspirasi/178408565518830

kumpulan kata-kata inspirasi – kalimat inspirasi – Komunitas Pohon Inspirasi

 

About these ads

4 thoughts on “kumpulan kata-kata inspirasi – kalimat inspirasi – Komunitas Pohon Inspirasi

  1. TOKEK TULI*

    Pada suatu perlombaan panjat pohon kelapa di dunia tokek. Para tokek akan berlomba memanjat pohon kelapa. Pemenangnya adalah siapa yang lebih dulu sampai di puncak pohon kelapa.

    Mulailah tokek memanjat. Mereka saling sikut, berdesakan dan ber”teriak-teriak.”

    Sementara para penonton tak kalah ribut. Bahkan penonton saling mengejek para pemanjat.

    “Payah kau gendut, turun aja,… ”

    ”Udah lah gak mungkin kau sanggup, kaki aja kurus…”

    ”Udah lah pak tua ngapain ngotot entar lagi kau jatuh…”

    ” Turun woooi, jatuh kau nanti, itu terlalu tinggi buat kau, kalau jatuh matilah kau…”

    ” Hei…anak muda, ingat anak istrimu, kalau kalau kamu jatuh, melaratlah mereka…”

    dan komentar lain yang sangat pedas.

    Banyak peserta lomba mulai lemas, ada yang kembali turun dan bahkan yang terhempas.

    Namun ada satu tokek yang terus saja memanjat seolah tak peduli dengan komentar dan keluhan penonton. Tokes satu ini akhirnya menjadi juara.

    Ketika akan menerima hadiah, Panitia mennyakan pendapat pada Sang Juara.

    ”Apa rahasia kemenangan Anda, bisakah Anda berbagai pada kita semua ?”

    Tokek itu terdiam dan bengong. Pertanyaan itu diulangi panitia hingga tiga kali. Namun tetap saja Sang Juara diam dan bengong.

    Ternyata sang tokek juara ini tuli.

    Terkadang untuk bisa sukses, kita perlu “Tuli” dengan berbagai komentar orang. Komentar miring akan membuat kita surut melangkah dan menurun semangat. Bahkan komentar orang membuat kepercayaan diri kita ambruk dan menghentikan perjuangan yang telah kita rintis. Tidak semua komentar bermanfaat bagi kita. Justru komentar orang khususnya yang negatif harus jadi cambuk untuk melangkah lebih mantap dan cepat meraih tujuan.

    Maka, sekali-kali menjadi “tuli” diperlukan..

    *diadaptasi dari Buku Setengah Isi Setengah Kosong oleh Parlindungan Marpaung

    http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Pohon-Inspirasi/178408565518830?sk=notes

  2. Agar Do’a Kita Terkabul

    Ya Allah, Hanya Kepada-Mu lah Kami Memohon …

    Banyak banget kan hal di dunia ini yang tidak semuanya bisa kita lakukan sendiri. Kita pasti butuh pertolongan dari orang lain. Apalagi masalah akhirat, wah ga usah ditanya kita juga ngerti kalo Allah lah yang bisa menolong kita. Makanya Islam mengajarkan agar kita berdoa. Allah Ta’ala berfirman,

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)

    Lalu gimana caranya biar kita doa kita terkabul? Berikut beberapa kiat agar do’a kita terkabul.

    1.Ikhlas

    Keikhlasan merupakan poros semua amalan dan ibadah, termasuk dalam berdoa. Doa orang yang ikhlas, akan lebih didengar dan diperhatikan oleh Allah. Allah Subhanahu wa ta’alla berfirman,

    ادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

    “ Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Ghafir : 14).

    Dari Abdurrahman bin Yazid bahwa dia berkata, “Ar-Rabii’ datang kepada ‘Alqamah pada hari jumat dan jika saya tidak ada dia akan memberikan kabar kepada saya, lalu ‘Alqamah bertemu dengan saya dan berkata, ‘Bagaimana pendapatmu tentang apa yang dibawa oleh Rabii’?’ Dia menjawab, ‘Berapa banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan? Karena Allah tidak menerima kecuali doa yang ikhlas.’ Saya berkata, ‘Bukankah itu telah dikatakannya?’ Dia berkata, ‘Abdullah mengatakan bahwa Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum’ah, riya’, dan main-main, tetapi Allah menerima doa orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya.” (HR. Bukhari)

    2.Tidak berdoa untuk sesuatu yang dosa dan memutus silaturahim

    Dari Abu Said, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

    “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad, derajat hasan)

    Kata Syaikh Al-Mubarakfuri yang dimaksud “tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa” artinya berdoa untuk kemaksiatan seperti, “Ya Allah, takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan”, sementara si fulan itu tidak berhak dibunuh atau “Ya Allah, berilah aku rizki untuk bisa minum khamr”. Atau berdoa untuk memutus silaturahim. Suatu contoh, “Ya Allah, jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudara-saudaraku”. Doa tersebut merupakan bentuk pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri menjelaskan bahwa memutus silaturahim bisa berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi, dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga.

    3.Hendaknya makanan dan pakaian dari yang halal dan bagus

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyebutkan, “ Seorang lelaki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat tangan ke langit tinggi-tinggi dan berdoa, ‘Ya Rabbi, ya Rabbi sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimanakah doanya bisa terkabulkan ?” (HR. Muslim)

    Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, silaturahim dan yang lainnya. Wuzzz….ngeri kan. Yang bepergian untuk kebaikan aja bisa ditolak, apalagi yang berbuat maksiat. Makanya jaga diri dari makanan, minuman, pakaian haram serta jauhi perbuatan yang tidak disukai Allah.

    4.Tidak tergesa-gesa dalam menunggu terkabulnya doa

    Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu selagi tidak tergesa-gesa, yaitu ia mengatakan, ‘Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan’.” (Mutaffaqun ‘alaih)

    Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Yang dimaksud dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan’, yaitu seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Allah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya.”

    Syaikh Al-Mubarafakturi menjelaskan bahwa Imam Al-Madzhari berkata, “Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah, baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah. Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa itu dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya. Sehingga, segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi.

    Atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala, atau boleh jadi doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa. Sebab Allah sangat senang terhada orang yang rajin berdoa, karena doa memperlihatkan sikap yang rendah diri, menyerah, dan merasa membutuhkan Allah. Orang yang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan dikabulkan doanya.

    Allah berfirman,

    ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

    “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir : 60)

    Banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan, seandainya ayat tersebut sesuai dengan zhahirnya (tekstualnya) pasti tidak mungkin doa tersebut ditolak. So, lalu apa maksudnya ?

    Dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَا عَلَى الأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا

    “Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti akan mengabulkan atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisal.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

    5.Hendaknya berdoa dengan hati yang khusyu’ dan yakin doanya pasti akan dikabulkan

    Allah Ta’ala berfirman,

    ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

    “Berdoalah kepada Rabb-mu dengan tadharru (berendah diri) dan suara yang lembut” (QS Al-A’raf : 55)

    Dari Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati itu laksana wadah dan sebagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya. Apabila kalian memohon kepada Allah maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR Ahmad)

    Syaikh Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan kalian yakin akan dikabulkan” adalah pengharusan. Artinya, berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi sebab terkabulnya doa. Imam Al-Madzhari menjelaskan bahwa hendaknya orang yang berdoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya.

    Sedangkan yang dimaksud “hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya.

    Seandainya ada yang mengatakan, sebagian ada doa yang terkabul dan sebagian yang tidak maka bagaimana kita bisa yakin? Jawabannya, bahwa orang yang berdoa pasti akan dikabulkan dan permintaannya pasti akan diberikan kecuali bila dalam catatan azali Allah doa tersebut tidak dikabulkan. Akan tetapi, mungkin dia akan dihindarkan dari musibah semisalnya, diganti pahala, atau ditinggakan derajat di akhirat.

    6.Memanfaatkan waktu yang utama untuk berdoa

    Allah menciptakan waktu dengan kemuliaan yang berbeda-beda. Itulah sebabnya Allah bersumpah atas keberadaan jenis waktu yang berbeda. Ada waktu demi masa, demi waktu dhuha, demi malam, demi siang, dsb. Adapun waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa di antaranya :

    a. Sepertiga malam terakhir

    b. Tatkala berbuka puasa bagi orang yang berpuasa

    c. Setiap selesai shalat fardhu

    d. Pada saat perang berkecamuk

    e. Sesaat pada hari jumat

    f. Pada waktu bangun tidur pada malam hari bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci dan berdzikir pada Allah

    g. Di antara adzan dan iqomah

    h. Pada waktu sujud dalam shalat

    i. Saat sedang turun hujan

    j. Saat ajal tiba

    k. Malam lailatul qadr

    l. Pada hari arafah

    The last, janganlah bersedih bila doa kita belum terkabul. Yang pasti jangan menyerah untuk selalu berdoa. Yakinlah bahwa skenario Allah tak pernah salah.

    Yogyakarta, 11 Jumadil ‘Ula 1431 H

    Penulis: Ummu Ali

    Muroja’ah: M.A. Tuasikal

    Artikel http://www.remajaislam.com

  3. Haram Mengucapkan Selamat Natal

    Menjelang perayaan natal bagi nashrani, kita akan saksikan sebagian muslim turut serta dalam acara tersebut di antaranya adalah dengan mengucapkan selamat natal. Padahal ini adalah sikap yang keliru karena bertentangan dengan aqidah yang mesti seorang muslim yakini.

    Ibnul Qayyim dalam “Ahkam Ahludz Dzimmah” berkata :

    “Adapun tahni’ah (mengucapkan selamat) atas syi’ar-syi’ar kaum kuffar yang khusus bagi mereka, maka hal ini haram dengan kesepakatan para ulama. Misalnya memberi ucapan selamat atas hari-hari raya mereka dan puasa mereka, dengan ucapan seperti “Eid Mubarak (Selamat hari raya!)”, atau selamat hari ini dan itu, maka hal ini seandainya pun orang yang mengucapkannya selamat dari kekafiran, ia tetap melakukan suatu hal yang diharamkan. Yaitu, telah memberi ucapan selamat atas penyembahan mereka kepada salib, yang mana hal tersebut bahkan perbuatan yang paling tercela di sisi Allah, lebih-lebih lagi memberi ucapan selamat atas perbuatan mereka dalam meminum khamr dan membunuh jiwa-jiwa tanpa hak, berbuat zina dan berbagai perbuatan haram lainnya. Kebanyakan orang yang awam dalam masalah agama terjatuh dalam perbuatan tersebut, dan tidak mengetahui keburukan perbuatan tersebut. Maka barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba atas maksiatnya, atau bid’ah dan kekufuran yang telah ia lakukan, maka ia menghadapi kemurkaan Allah”

    Maka meridhai kekufuran, dengan cara memberikan selamat atau bahkan membantu mereka dalam perayaan tersebut, merupakan perbuatan yang diharamkan. Hal ini dikarenakan Allah Ta’ala sendiri tidak meridhai hal tersebut, dalam firman-Nya :

    إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

    “Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Aku sumpurnakan agamamu dan Kulengkapi nikmatku, dan Aku ridha kepadamu Islam sebagai agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3)

    Terlebih dengan ikut merayakan hari raya tersebut, maka hal ini tentu lebih dilarang lagi. Sebagaimana sebagian kaum muslimin yang merayakan hari kasih sayang, padahal hal ini dilarang dan tidak disyariatkan sama sekali dalam agama ini. Allah Ta’ala berfirman :

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85)

    (lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad ibn Shalih Al Utsaimin, ringkasan Fahd As Salman 3/45-46)

    Fatwa Lajnah Daimah lil Buhutsi wal Ifta’ (Dewan Riset dan Fatwa) Saudi Arabia tentang Ucapan Selamat Natal

    Pertanyaan : Apakah hukumnya mengucapkan selamat kepada orang kristen pada hari besar mereka, karena saya mempunyai paman yang mempunyai tetangga yang beragama kristen yang dia (paman) mengucapkan selamat kepadanya dalam kebahagiaan di hari besar. Dan dia (tetangga) juga mengucapkan selamat kepada paman saya dalam kebahagiaan atau hari besar dan setiap ada kesempatan. Apakah hal ini boleh, muslim mengucapkan selamat kepada orang kristen dan orang kristen mengucapkan selamat kepada muslim pada hari besar dan kebahagiaan? Berilah fatwa kepada saya semoga Allah Subhanahuwata’alla membalas kebaikan untukmu.

    Jawaban : Tidak boleh bagi seorang muslim mengucapkan selamat kepada orang kristen dengan hari‐hari besar mereka, karena hal itu termasuk tolong menolong terhadap perbuatan dosa dan kita dilarang dalam hal itu. Firman Allah Subhanahu wa ta’ala (yang artinya) :

    “Dan tolong‐menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong‐menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa‐Nya.” (QS. al‐Maidah:2)

    Sebagaimana dalam hal itu ada sifat cinta kepada mereka, mengharapkan cinta mereka, dan menyatakan ridha (senang) terhadap mereka dan terhadap syi’ar agama mereka, dan ini hukumnya tidak boleh. Bahkan yang wajib adalah menampakkan permusuhan dan menyatakan kebencian kepada mereka, karena mereka menentang Allah Subhanahuwata’alla dan menyekutukan Dia dengan yang lain, serta menjadikan bagi‐Nya istri dan anak. Firman Allah Subhanahu wa ta’ala (yang artinya) :

    “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang‐orang yang menentang Allah dan Rasul‐Nya, sekalipun orang‐orang itu bapak‐bapak, atau anak‐anak atau saudara‐saudara ataupun keluarga mereka.Mereka itulah orang‐orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka

    dengan pertolongan yang datang daripada‐Nya. Dan dimasukkan‐Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai‐sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah Subhanahuwata’alla ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)‐Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS. al‐Mujadilah:22)

    Dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala (yang artinya) :

    “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang‐orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:”Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama‐lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” (QS. Al‐Mumtahinah:4)

    Wa billahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

    Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa 3/213. (diterjemahkan oleh Muhammad Iqbal A. Gazali editor : Eko Haryanto Abu Ziyad, Islamhouse.com)

    Penulis: Yhouga Pratama

    Artikel http://www.remajaislam.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s