Menjadi pribadi yang bermanfaat

Menjadi pribadi yang bermanfaat

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini kecapean yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga.

http://pembinaanpribadi.blogspot.com/

========================

GELAS TUMPAH SESUAI ISINYA

Apabila sebuah gelas kita isi dengan air putih maka jika sudah penuh akan menumpahkan air putih juga. Begitu juga jika ke dalam gelas itu kita isi air kopi maka kalau gelas itu meluber dan tumpah yang keluar adalah air kopi.

Begitu pun dengan hati kita, jika hari demi hari diisi dengan pembicaraanAgama, kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan masa depan kampung akhirat, maka ketika kita meninggal dunia hati kita akan mengeluarkan isinya: Allah….Allah….Allah …..Laa ilaaha illallah, dan inilah akhir hidup yang didambakan semua orang Islam yaitu Khusnul Khotimah.

Tapi apabila hari demi hari, hati kita diisi dengan pembicaraan dunia, digunakan untuk memikirkan dan melulu hanya mengurus dunia, maka dapat ditebak ketika meninggal dunia, isi hati yang ia tumpahkan adalah tentang dunia (harta, pangkat, jabatan, anak, istri), Naudzubillah! Inilah akhir kehidupan orang yang telah gagal dalam menjalani hidupnya di dunia mati dalam keadaan su’ul khotimah.

http://www.facebook.com/pages/Dunia-Islam/100761630017103

====================================

Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.

Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.

Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)

Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.

Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.

Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.

Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.

Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.

Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.

Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.

===============================

Dan Dialah yg telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing2 dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
Tiap2 yg berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar2nya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(Q.S. Al Anbiyaa’ : 33-35)

====================

Tapi ternyata kita masih menyimpan beban itu di pundak kita. Membawanya keman-mana. Ke sepanjang kehidupan kita.
Lalu kita pun meringkih sakit …Kita terlanjur mejadi ragu dan patah semangat.

Saat mencoba kesempatan kedua. Ketika kita pernah salah dan kalah di kesempatan pertama. Kita terus dibayangi ketakutan bahwa di masa yang akan datang. Kejadian buruk itu akan terulang.

Maka kita memasukkan se-ton lagi beban masa depan ke dalam pundak kita hari ini.
Terseok-seok berjalan, lalu jatuh …
Saudaraku … Kita harus belajar memaafkan diri kita sendiri. Bertaubat dan membuka ruang baru untuk kesempatan kedua.
Kita harus menurunkan beban di pundak kita. Menyimpan beban masa lalu di gudang sejarah dan kenangan … menjadikannya hikmah berharga, sebagai bekal di perjalanan.
Lalu membiarkan beban tentang hari esok tetap berada di tempatnya.

Toh, ketika kita terus berjalan di garis kehidupan kita, Dan beban itu ‘ternyata’ memang jatah kita. Maka pada saat yang tepat kita akan benar-benar mengangkutnya

Maka fokuslah pada beban kita hari ini. Lakukan, kerjakan, selesaikan. Kadangkala waktu adalah penyelesaian terbaik dari masalah yang kita hadapi
Fokuslah pada Masalah Hari ini. Segera selesaikan… Karena menunda menyelesaikan masalah, akan membuat perjalanan kita menuju masa depan terhambat dan tertunda lebih lama.

Jika ada masalah di masa lalu yang belum tuntas dan menghantui perjalanan kita, maka akuilah … carilah apa masalahnya, apakah masih mungkin diselesaikan ? Jika orangnya masih hidup,maka temuilah.

Lebih baik bertanya hal yang selama ini membuatmu berprasangka dan membuat lemah. Lakukan rekonsiliasi dan saling memaafkan… hingga gumpalan sesak di dada jadi lunak dan melegakan.

Jika bebanmu berkaitan dengan orang yang sudah meninggal, maka kau perlu menyelesaikan urusan dengan dirimu sendiri. Memafkan dan berdoa. Allah Tahu apa yang lebih baik untuk kita.
“Beban masa lalu yang telah pergi, dan beban masa depan yang belum terjadi hanya akan menambah berat beban hari ini, jika kita memikirkan semuanya sekarang”

Seperti riwayat Nasihat Rasulullah pada Abu dzar :

“wahai Abu Dzar ringankanlah beban, sebab rintangan di depan sulit diatasi. Perbanyaklah perbekalan, sebab perjalanan ini panjang. Kokohkanlah perahu, sebab samudra begiotu dalam. Dan ikhlaskanlah dalam beramal, Sebab sang pengawas menyaksikan ”

Tutuplah buku lama dan mulailah lembaran baru. Menatap lurus ke depan, perbanyak bekal dan terus melangkah..

http://www.facebook.com/pages/Dunia-Islam/100761630017103

About these ads

4 thoughts on “Menjadi pribadi yang bermanfaat

  1. Memaafkan Lebih Membahagiakan Daripada Membenci

    Disaat dalam kesendirian dan kesepian begitu berat beban hidup ini ketika kita disakiti atau didzalimi justru oleh orang yang kita sayangi atau orang lain, mengadu kepada Allah dengan tanpa disadari air mata itu mengalir membasahi pipi, tak kuasa untuk dibendungnya karena perih dihati, ‘Ya Allah, bagaimana caranya menyembuhkan luka hati ini?’ Ujian, cobaan tak kuasa untuk dipikulnya sendiri.
    Suatu yang mustahil untuk mengubah apa yang sudah terjadi karena luka itu teramat perih. Marah, dendam dan kecewa campur aduk, ‘kamulah penyebab aku menderita begini!’
    “Aku akan hancurkan kamu!’ jika kita telah tersakiti begitu hebatnya kemarahan, hati menjadi mudah terkotori dengan nafsu membalas dendam dan ingin kembali menyakiti perbuatan orang yang telah menyakiti hati.

    Kebahagiaan atau penderitaan tidak perlu mencari siapa yang bersalah, atau yang menyebabkan hidup anda menderita. Anda harus mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati anda. Mohonlah ampunan kepada Allah untuknya. Sebenarnya anda termasuk orang yang diberikan rahmat oleh Allah.

    Jika anda disakiti berarti anda sedang teraniaya. Orang yang teraniaya adalah orang yang sedang diuji sekaligus diberikan kemudahan oleh Allah.
    Allah memberikan dua pilihan membalas perbuatannya atau memaafkan.:
    Jika anda tidak membalas tetapi bersabar & memaafkan orang yang telah menyakiti anda maka Allah akan memberikan ampunan dosa-dosa anda dan Allah menganugerahkan kepada anda kehidupan yang lebih sehat, indah dan membahagiakan bagi anda.

    ‘Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa atas mereka. Sesungguhnya doa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas dimuka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.’
    (QS. Asy-Syuura’ 39-43).

    http://www.facebook.com/pages/Dunia-Islam/100761630017103

  2. Seseorang yg mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya maka ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan apa yg diperintahkan Allah dan berupaya menghindari apa yg dilarang oleh-Nya. Dan mencoba tuk senantiasa meneladani Rasul pilihan-Nya. Menerapkan sunnah dalam keseharian..
    Dan Allah tidak melihat kesempurnaanmu dalam menjalaninya namun Niat tulusmu yg disertai usaha maksimal untuk menjalankannya. karena engkau tidak bisa sempurna, maka biarkanlah Allah yg akan menyempurnakannya.

    =======================

    “Minimalkan harapanmu pada makhluk . . . karena semakin besar Engkau berharap pada makhluk, akan semakin besar pula kekecewaan yang akan Engkau dapatkan . . . berharaplah hanya pada Allah, niscaya Allah tidak akan pernah mengecewakanmu”

    =======================

    TAHUKAN ANDA WAHAI WANITA FB

    Wahai para wanita…tahukah anda bahwa:
    (1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
    2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu…semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
    (3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.. apalagi keelokan tubuhmu….
    (4) Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??
    (5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu…maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah…
    (6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat…dan di akhirat kelak…bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!!

    =======================

    Jangan Mencari Kesempurnaan

    Suatu hari, Abraham berjalan-jalan dengan seorang teman sambil berbincang.

    “Besok saya bakal menikah, Abraham,” kata temannya dengan nada gembira. “Bukankah pernikahan itu menyenangkan? Apakah Abraham pernah berfikir untuk menikah?” tanyanya.

    Abraham tersenyum dan berkata,

    ”Di masa muda, tiada yang saya fikirkan selain menikah. Pada kenyataannya, begitu inginnya saya mendapatkan isteri sempurna sampai saya keliling dunia untuk mencarinya.”

    Di Damaskus, saya bertemu dengan seorang wanita cantik yang baik dan menyenangkan. Tapi dia tak punya pengetahuan umum tentang dunia.

    “Di isfahan, saya bertemu pula dengan perempuan yang baik, cantik dan berpengetahuan luas, tapi dia sosial dan tidak tertarik pada kehidupan yang religius.”

    Tanya temannya, ” Abraham seterusnya pergi ke mana?”

    Abraham kembali tersenyum “Saya lupa ke mana saya, tapi saya bertemu dengan seseorang perempuan yang benar-benar cantik, agamanya baik dan berpengetahuan luas tapi sayangnya, dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

    “Akhirnya saya ke Cairo dan di sana sesudah mencari ke sana sini, saya bertemu dengan seorang calon yang pada pandangan saya cukup sempurna. Dia memiliki segala sesuatu yang saya dambakan sebagai seorang isteri selama ini. Dia benar-benar sempurna.”

    “Lalu, kenapa Abraham tidak menikah dengannya dan masih melajang hingga kini?”

    Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Abraham membalas, ” Itulah, dia juga mencari suami sempurna.”

    Moral :

    “…aku tidak mencari yang terlalu sempurna, tetapi cukup bagiku yang senantiasa belajar untuk menyempurnakan imannya..”

    Semoga Bermanfaat….

    =======================

    http://www.facebook.com/pages/Dunia-Islam/100761630017103

    http://www.firanda.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s