Archives

cerita islam – cerita islami – anekdot islami – kisah-kisah islami

Yazid bin Al-Walid berkata, “Wahai Bani Umayyah! Waspadalah kalian dari nyanyian, karena ia bisa mengurangi rasa malu, menghancurkan kepribadian, dan ia adalah pengganti khamar, sehingga membuat orang berbuat seperti orang mabuk, jika engkau terpaksa harus melakukannya maka jauhilah wanita, karena nyanyian mendorong kepada zina.”

==========================================

Muhammad bin Al-Fadhl Al-Azdi berkata, “Suatu kali Al-Huthai’ah bersama seorang puterinya menginap di suatu rumah orang Arab gunung. Ketika malam telah larut, ia mendengar suara nyanyian, maka ia pun berkata kepada pemilik rumah, ‘Hentikan nyanyian itu!’ Pemilik rumah pun terperanjat, ‘Kenapa engkau membenci nyanyian?’ Al-Huthai’ah menjawab, ‘Nyanyian adalah pendorong kepada perbuatan keji, dan aku tidak suka jika puteriku mendengarnya. Hentikan nyanyian itu, jika tidak aku akan keluar dari rumahmu sekarang juga!”

========================================

Suatu kali, Umar bin Abdul Azis menulis kepada guru akhlak dari puteranya, “Hendaknya yang pertama kali mereka yakini dari akhlak (yang engkau ajarkan) yaitu membenci berbagai bentuk nyanyian, yang awalnya adalah dari syetan dan berakhir dengan murka Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang). Sungguh telah sampai padaku dari orang-orang ahli ilmu terpercaya bahwa suara alat-alat musik dan mendengarkan nyanyian juga keterpengaruhan dengannya bisa menumbuhkan nifaq di hati sebagaimana rumput tumbuh setelah disirami air.”*

=======================================

Ayub As-Sakhtiyani berkata, “Jika orang-orang shalih disebut maka aku adalah orang yang terasing.”

===============================================

Ketika Sufyan Ats-Tsauri dalam sakaratul maut, Abul Asyhab dan Hammad bin Salamah masuk kepadanya. Hammad berkata kepada Sufyan, “Wahai Abu Abdillah, bukankah engkau sudah merasa aman dari sesuatu yang engkau takuti? Dan engkau telah melakukan apa yang engkau harapkan, sedangkan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.” Sufyan menjawab, “Wahai Abu Salamah, apakah engkau mengharapkan orang seperti aku ini bisa selamat dari neraka?” Ia menjawab, “Ya, demi Allah, sungguh aku mengharapkanmu demikian.”

===============================================

Yunus bin Ubaid berkata, “Sesungguhnya aku mendapatkan seratus ciri kebaikan, aku tidak tahu apakah dalam diriku terdapat satu daripadanya.”

===============================================

Muhammad bin Wasi’ berkata, “Seandainya dosa memiliki aroma, tentu tak seorang pun yang kuat duduk bersamaku.”

===============================================

Pernah suatu ketika Daud Ath-Tha’i diceritakan di hadapan sebagian para raja, sehingga mereka pun memujinya, maka ia berkata, “Seandainya manusia mengetahui sebagian apa yang ada pada kami, tentu tak sepatah pun lisan yang menyebutkan kebaikan kami selamanya.”

===============================================

Al-Marwazi berkata, “Aku membantu Abu Abdillah berwudhu saat bersama orang banyak, tetapi aku menutupinya dari orang-orang agar mereka tidak mengatakan, ‘la tidak membaikkan wudhunya karena sedikitnya air yang dituangkan.’ Dan jika Imam Ahmad berwudhu, hampir saja (air bekasnya) tidak sampai membasahi tanah.”

===============================================

“Abul Faraj Al-Jauzi* menyebutkan kisah dari Abil Wafa’ bin Uqail, ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya, ‘Saya menyelam dalam air berkali-kali tetapi saya ragu-ragu, apakah mandi saya telah sah atau belum, bagaimana menurut pendapatmu?”

Maka Syaikh menjawab, “Pergilah, kamu sudah tidak berkewajiban lagi menunaikan shalat.”

Ia bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Syaikh menjawab, “Karena Nabi ShallallahuAlaihi wa Sallam bersabda, ‘Pena (catat-an amal) diangkat dari tiga jenis manusia: Orang gila hingga sembuh dari kegilaannya, orang yang tidur hingga bangun dan anak kecil sampai ia baligh.’ (Hadits shahih). Dan siapa yang menyelam dalam air berkali-kali lalu ia ragu-ragu, apakah ia telah kena air atau belum, maka dia adalah orang gila!”

=====================================================
“Tidaklah di dunia ini ada orang yang lebih menderita dari pecinta
meski ia mendapatkan cinta itu manis rasanya.
Engkau lihat ia selalu menangis pada setiap keadaan, karena takut berpisah atau karena rindu dendam.
Ia menangis jika mereka jauh, sebab didera kerinduan.
Ia menangis pula saat berdekatan, sebab takut perpisahan.
Air matanya mengalir saat bertemu.
Air matanya mengalir saat berpisah.”

===========================================

Ibnu Syuja’ Al-Kirman berkata, “Siapa yang memakmurkan lahiriahnya dengan mengikuti Sunnah, memakmurkan batiniah-nya dengan muraqabah (penjagaan kepada Allah), menahan nafsunya dari syahwat dan menahan pandangannya dari apa yang diharamkan, serta ia membiasakan diri makan yang halal, niscaya firasatnya tidak akan salah.”

===========================================

Disebutkan apa yang dilakukan oleh sebagian ahli ilmu di negeri Afrika, “Bahwasanya di pinggir negeri itu terdapat mata air yang disebut dengan mata air penyembuhan. Orang-orang awam terkena fitnah olehnya, sehingga mereka berduyun-duyun dari berbagai negeri mendatanginya. Orang yang belum menikah, belum mempunyai anak akan dikatakan padanya, ‘Ikutlah aku ke mata air penyembuhan.’ Dari sini Al-Hafizh Abu Muhammad mengetahui bahwa di dalamnya ada fitnah. Maka beliau keluar di pagi buta dan melenyapkannya, lalu beliau adzan subuh di atasnya, selanjutnya berkata, ‘Sesungguhnya aku melenyapkan ini karena-Mu, karena itu janganlah Engkau jadikan ada orang yang masih memuliakannya’.” Dan memang setelah itu tidak ada lagi orang yang memuliakannya hingga sekarang.

===============================================

‘Utbah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu yang berpesan kepada pendidik putranya: “Ajarilah dia Kitabullah, puaskan dia dengan hadits dan jauhkan dia dari syair.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 30)

===============================================

‘Ali bin ‘Ashim Al-Wasithi rahimahullahu menceritakan tentang kesungguhan pengorbanan ayahnya, “Ayahku pernah memberiku uang seratus ribu dirham sambil berkata, ‘Pergilah untuk menuntut ilmu, dan aku tak ingin melihat wajahmu kecuali setelah engkau menghapal seratus ribu hadits!’.” ‘Ali pun pergi jauh untuk menuntut ilmu, kemudian pulang untuk mengajarkan ilmu yang didapatkannya, sampai-sampai yang hadir di majelisnya lebih dari tigapuluh ribu orang. (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 32)

===============================================

Al-Mu’tamir bin Sulaiman mengisahkan tentang pesan sang ayah, “Ayahku pernah menulis surat padaku saat aku berada di Kufah, ‘Belilah buku dan catatlah ilmu, karena harta itu akan musnah, sementara ilmu itu akan kekal’.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 32)

===============================================

“Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah akan jadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah kumpulkan baginya urusannya yang tercerai-berai, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tidak(?) suka kepadanya. Dan barangsiapa yang dunia menjadi cita-citanya, Allah akan jadikan kefakiran di depan matanya, Dia cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali hanya apa yang telah ditentukan baginya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2465, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

===============================================

Ibnul Jauzi rahimahullahu pernah menasihati putranya dan menganjurkannya untuk menyibukkan diri dengan ilmu. Beliau berkata, “Ketahuilah, ilmu itu akan mengangkat orang yang hina. Banyak kalangan ulama yang tidak memiliki nasab yang bisa dibanggakan dan tidak punya wajah yang rupawan.”

===============================================

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan ilmu tersebut, jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)

===============================================

“Satu bab ilmu agama yang dipelajari oleh seseorang lebih baik baginya daripada dunia seisinya.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 18)

===============================================

“Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu akan menjagamu sementara harta harus engkau jaga. Ilmu akan terus bertambah dan berkembang dengan diamalkan sementara harta akan terkurangi dengan penggunaan. Dan mencintai seorang yang berilmu adalah agama yang dipegangi. Ilmu akan membawa pemiliknya untuk berbuat taat selama hidupnya dan akan meninggalkan nama yang harum setelah matinya. Sementara orang yang memiliki harta akan hilang seiring dengan hilangnya harta. Pengumpul harta itu seakan telah mati padahal sebenarnya dia masih hidup. Sementara orang yang berilmu akan tetap hidup sepanjang masa. Jasad-jasad mereka telah tiada, namun mereka tetap ada di hati manusia.” (dinukil dari Min Washaya As-Salaf, hal. 13-14)
===============================================

“Dan katakanlah: Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu padaku.” (Thaha: 114)

 

“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?” (Az Zumar: 9)

www.almanhaj.or.id

www.alsofwah.or.id

Fawaid – cerita bermanfaat, anekdot menarik, kisah-kisah berfaedah, kisah islami

Ditegaskan oleh Imam Ats Tsauri Rahimahullah : “Malaikat adalah penjaga-penjaga langit dan Ashabul Hadits adalah penjaga-penjaga dunia.” Ibnu Zura’i juga mengatakan : “Setiap Dien memiliki pasukan berkuda. Maka pasukan berkuda dalam Dien ini adalah Ashabul Asanid (Ashabul Hadits).”

Mereka memang benar. Ashabul Hadits adalah pasukan inti dalam Dien ini. Mereka membela dan menjaga Dien dari penyelewengan, kesesatan dan kedustaan orang-orang munafiqin dan Ahlul Bid’ah. Hampir semua Ashabul Hadits menulis kitab-kitab Ahlus Sunnah serta membantah aqidah dan pemahaman-pemahaman bid’ah yang dan sesat, baik itu fuqaha’ (ahli fikih) mereka, mufassir (ahli tafsir) mereka maupun seluruh ulama-ulama dari kalangan mereka (Ahlul Hadits). Semoga Allah memberi pahala bagi mereka dengan amalan-amalan mereka, dan memberi pahala atas usaha mereka yang sampai hari ini dirasakan manfaatnya oleh kaum Muslimin dengan ilmu-ilmu yang mereka tulis, riwayat-riwayat yang mereka kumpulkan dan hadits-hadits yang mereka periksa.

Akhirnya, marilah kita simak perkataan Imam Syafi’i rahimahullah ini : “Jika aku melihat seseorang dari Ashabul Hadits, maka seakan-akan aku melihat Nabi hidup kembali.” (Syaraf Ashabul Hadits hal. 26)

=======================================

Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari
ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak!

======================================

Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang
mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha
Allah!

========================================

Ayyub As-Sikhtiyaani berkata: Seorang hamba tidak dikatakan berlaku jujur jika
ia masih suka popularitas.

Yahya bin Muadz berkata: Tidak akan beruntung orang yang memiliki sifat gila kedudukan.

Abu Utsman Sa`id bin Al-Haddad berkata:
Tidak ada perkara yang memalingkan seseorang dari Allah melebihi gila pujian
dan gila sanjungan.

===================================

Ar-Rabi` bin Shabih menuturkan: Suatu ketika, kami hadir dalam
majelis Al-Hasan Al-Bashri, kala itu beliau tengah memberi wejangan. Tiba-tiba
salah seorang hadirin menangis tersedu-sedu. Al-Hasan berkata kepadanya: Demi
Allah, pada Hari Kiamat Allah akan menanyakan apa tujuan anda menangis pada
saat ini!

=======================================

`Aisyah berkata: Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak
diisi dengan istighfar. Al-Hasan Al-Bashri pernah berpesan: Perbanyaklah
istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan
dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian
tidak tahu kapan turunnya ampunan!

=====================================

Ketika membaca firman Allah: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu (QS. Al-
Ahzab : 33) `Aisyah menangis tersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.

Demikian pula Ibnu Umar , ketika membaca ayat yang artinya: Belumkah datang
waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat
Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). (QS. Al-Hadid :
16) Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya.

Ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelah sampai pada ayat yang
artinya: Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri
menghadap Rabb semesta alam. (QS. Al-Muthaffifiin : 5-6) Beliau menangis dan
bertambah keras tangis beliau sehingga tidak mampu meneruskan bacaannya.

====================================

Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun
beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada
mereka: saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`! Mereka berkata:
Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id? Beliau menjawab: Yaitu setiap kali ia keluar
rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih
baik daripada dirinya.

============================

Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang sebuah masalah di hadapan Sufyan bin
Uyainah, ia berkata: Kami dilarang berbicara di hadapan orang-orang yang lebih
senior dari kami.

Al-Fudhail bin Iyadh pernah ditanya: Apa itu tawadhu`? Ia menjawab: Yaitu
engkau tunduk kepada kebenaran!

Mutharrif bin Abdillah berkata: Tidak ada seorangpun yang memujiku kecuali
diriku merasa semakin kecil.

===============================

Pada suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz memasuki masjid. Ia melewati
seorang lelaki yang tengah tidur nyenyak. Lelaki itu terbangun dan berkata:
Apakah engkau gila! Umar menjawab: Tidak Namun para pengawal berusaha
meringkus lelaki itu. Namun Umar bin Abdul Aziz mencegah mereka seraya
berkata: Dia hanya bertanya: Apakah engkau gila! dan saya jawab: Tidak.

Seorang lelaki melapor kepada Wahab bin Munabbih: Sesungguhnya Fulan telah
mencaci engkau! Ia menjawab: Kelihatannya setan tidak menemukan kurir selain
engkau!

===================================

Yusuf bin Asbath pernah mendengar Sufyan Ats-Tsauri berkata: Aku tidak pernah
melihat kezuhudan yang lebih sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita
banyak menemui orang-orang yang zuhud dalam masalah makanan, minuman, harta
dan pakaian. Namun ketika diberikan kekuasaan kepadanya maka iapun akan
mempertahankan dan berani bermusuhan demi membelanya.

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang lelaki yang memiliki seribu dinar
apakah termasuk zuhud? Beliau menjawab: Bisa saja, asalkan ia tidak terlalu
gembira bila bertambah dan tidak terlalu bersedih jika berkurang.

===================================

Ibnul Qayyim berkata :
“Sesungguhnya yang mendapatkan kesulitan dalam meninggalkan maksiat yang disukainya dan yang sering dilakukannya adalah seseorang yang meninggalkannya bukan karena Allah. Adapun seseorang yang meninggalkan hal tersebut dengan jujur, ikhlas dari hatinya karena Allah, ia hanya merasakan kesulitan di awal kali ia meninggalkannya. Ini semua untuk mengujinya, apakah ia jujur dalam meninggalkannya ataukah hanya berdusta, jika ia sabar dalam menghadapi kesulitan ini sebentar saja, ia akan memperoleh kelezatannya”. (Al-Fawaid : 99)

===========================

 

dikutip dari tulisan Ust. Abu Ihsan Al Atsari,  Majalah As Sunnah Edisi 04/VI/1423H
diambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
www.islam-download.net

Nasehat Bagi Penuntut Ilmu : Tahapan dalam Mempelajari Ilmu dan Kitab

 

Nasehat Bagi Penuntut Ilmu : Tahapan dalam Mempelajari Ilmu dan Kitab

 

Ditulis Oleh: Abu Qo’qo’ Alu Abdillah   

 

Sumber: http://al-aisar.com/

 

Sebagian orang memiliki semangat yang tinggi untuk belajar ilmu Syar’I dan meraihnya. Ia memulai belajarnya dengan “ Al Mughni “ karya Imam Ibnu Qudamah -rahimahullah- , atau “ Majmu’ Fatawa” karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- , atau kitab “Fathul Baari Syarah Shahih Bukhori “ karangan Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- . Dia ingin menyelesaikan membaca kitab besar ini. Dia menyangka bisa menghabiskannya dalam sebulan atau dua bulan dan akan langsung menjadi ulama yang luas ilmu agamanya. Namun, baru saja dia membuka karya besar ulama Salaf ini, dia sudah mendapatkan istilah-istilah dan rumus-rumus sulit yang dia sendiri tidak tahu maknanya. Dia merasa tidak ada yang bisa ia pahami dari yang dibacanya tersebut. Akhirnya, dia meninggalkan belajar dan tidak ingin lagi belajar selamanya. Inilah salah satu kesalahan besar yang terjadi pada sebagian penuntut ilmu syar’I yaitu keinginannya untuk menaiki tangga ilmu syar’I dalam sekali lompatan dan loncatan, hingga ia jatuh dan hancur semangat dan keinginannya untuk belajar. Padahal seharusnya dia menapaki tangga satu demi satu, sedikit demi sedikit dengan penuh sabar dan ketekunan. Dimulai dari kitab yang kecil, berpindah kepada pertengahan baru kemudian sampai pada kitab yang besar. barangsiapa tergesa-gesa sebelum waktunya, maka ia akan terhalang darinya dan tidak akan mendapatkannya.

 

Inilah Tahap-tahap dalam menuntut ilmu :

1. Al Qur’anul Karim

 

Pentingnya bagi penuntut ilmu agar mengkhususkan target tertentu untuk menghafal Al Qur’an setiap hari.Target tersebut hendaknya bisa satu halaman atau setengah halaman atau minimal sepuluh ayat. Sebaiknya menghafalnya satu halaman atau setengah halaman atau minimal sepuluh ayat. Sebaiknya menghafalnya di hadapan seorang ustadz/guru yang menguasai bacaan Al Qur’an. Jika tidak memungkinkan, maka ia bisa dibantu temannya yang memmiliki kesungguhan, karena hal ini akan meningkatkan semangat dan memperkuat keinginan untuk menghafal Al Qur’an. Hendaknya ia sering mengulang-ulang apa yang telah ia hafal secara terus menerus. Hendaknya ia mengulang hafalannya ketika sholat sunnah dan sholat malam. Dengan demikian akan memperkuat hafalannya.

 

2. Ilmu Tafsir

 

Sebaiknya para penuntut ilmu untuk membaca setiap harinya tafsir ayat yang akan dia hafal pada hari itu. Dengan mengetahui makna ayat maka bisa membantu dalam menghafalnya. kemudian setelah hafal ayat tersebut, dia kembali membaca tafsirnya untuk memperkuat ingatannya. Bacalah dengan memulai membaca salah satu kitab tafsir ini, yaitu :

 

tafsir Al Baghowi”, karya Imam Al Baghowi -rahimahullah- , Beliau salah satu Imam Ahlus Sunnah yang mulia, atau kitab “ Zubdatut Tafsir” Karya Syaikh DR Muhammad bin Sulaiman Al Asyqor – hafidhahulloh-, setelah itu berpindah ke tafsir “ Taisir Karimirrahman “ karya Syaikh As’ Sa’di -rahimahullah- , kemudian tafsir “ Fathul Qodir” karya Imam Asy Syaukani -rahimahullah- -. Setelah itu tafsir “ Ibnu Katsir” karya Al Imam Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- . baru kemudian pindah ke tafsir yang besar seperti tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari karya Imam Ath thobari -rahimahullah- atau tafsir Al Qourthuby karya Imam Al c. Qurthuby -rahimahullah- atau tafsir besar lainnya.

3.Ilmu Hadits dan Syarah (penjelasnya).

 

Sebaiknya kepada para penuntut ilmu agar bisa menghafal 3-5 hadits setiap harinya. kalu bisa dihadapan seorng
guru menguasai ilmu hadits dan bahasa arab. Namun bila kesulitan, ia bisa menghafalnya dengan teman yang bersungguh-sungguh dan memberi motivasi untuk meraih ilmu. Dengan demikian bisa saling menjaga dari ganguan orang lain dan menjaga semangatnya.

 

Sebaiknya diawali dengan menghafal “ Hadits Arbain” karya Imam An Nawawi -rahimahullah- dan ditambah dari Imam Ibnu Rajab. disertai dengan membaja penjelasan/syarah haits tersebut yang akan dihafal dari kitab mukhtashor /ringkasan seperti Syarh Al Arba’in oleh Imam Ibnu Daqiq Al ‘Ied -rahimahullah- . (dan kitab syarah arbain yang lainnya seperti syarah arbain oleh Imam Nawawi sendiri, Syarah Arbain oleh Syaikh Al Utsaimin dan yang lainnya banyak sekali kitab yang menjelaskan makna hadits arbain-red), Setelah itu pindah ke kitab “Umdahtul Ahkam” karya Imam Abdul Ghoni Al Maqdisi (kitab yang membahas hadits –hadist hukum yang disepakati oleh Bukhori Muslim –red) dengan menghafal 3-5 hadits setiap hari sambil membaa penjelasannya pada kitab “ Taisir Allam Syarh Umdahtul Ahkam” karya Syaikh Al Bassam -rahimahullah- . Dilanjutkan dengan menghafal kitab “ Al Muntaqo” karya Majd bin Ibnu Taimiyah dengan membaca penjelasannya dalam “ Nailur Author min Muntaqo Al Akhbar” karya Imam Asy Syaukani. Terakhir berpindah ke kitab “ jami’ul Ulum Wa Al Hikam “karya Imam Ibnu Rajab Al hambali -rahimahullah- .

 

Setelah menyelesaikan semua kitab diatas, baru berpindah ke kitab-kitab hadits yang besar beserta penjelasannya. Dimulai dengan kitab “ Shahih Bukhori” karya Imam Bukhori -rahimahullah- dengan membaca syarah-nya yaitu “ Fathul Baari Syarh Shahih Al Bukhori” karya Imam Ibnu Hajar -rahimahullah- . Kemudian dilanjutkan dengan “Shahih Muslim” karya Imam Muslim -rahimahullah- dengan sekaligus membaca syarahnya yaitu Shahih Muslim Syarh An Nawawi oleh Imam Nawawi -rahimahullah- , kemudian “ Sunan Abu Daud” dengan syarah-nya Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud oleh Al ‘Adzim Abadi. kemudian Sunan At Tirmidzi dengan syarahnya berjudul Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan At Tirmidzi karya Al Mubarakfury. Setelah itu dilanjutkan ke Sunan An Nasa’I, Sunan Ibnu Majah dan Musnad Ahmad dengan syarah-nya Al fathur Rabbani karya As Sa’ati atau kitab-kitab besar lainnya.

4. Ilmu Tauhid

 

Sebaiknya seorang penuntut ilmu memulai kitab “ Ushul Tsalatsah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab beserta syarahnya Syarh Ushul Ats-Tsalastah dari karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah- ( dan syarh karya ulama lainnya-red), Kemudian berpindah ke kitab A’laamus Sunnah Al Mansyuroh “ karya Hafidzh Al Hikami , Lalu kitab ‘ Lu’matul I’tiqod Al Hadi Al Mansyuroh” karya Imam Al Maqdisi dengan syarahnya oleh Syaikh Abdulloh bin Jibrin. Selanjutnya, berpindah ke kitab At Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan syarahnya “ Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid karya Syaikh Abdurrahman AluSyaikh -rahimahullah- atau Al Qoulul Mufid Syarh Kitabit Tauhid karya Syaikh Al Utsaimin -rahimahullah- .Kemudian berpindah ke Kitab Al Qowaidul Mutsla fi Syarhi Asma’illah wa Shifatihil Husna karya Syaikh Al Utsaimin, beliau telah menjelaskan sendiri bahwa ceramah penjelasan kitabnya ini telah direkam dalam beberap kaset yang sangat bermanfaat, maka pelajar sebaiknya berusaha untuk mendengarkannya. Selanjutnya berpindah ke kitab Al Aqidah Al Washitiyyah karya Imam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- dengan syarahnya Syaikh Al Utsaimin juga syarah dari Syaikh DR khalil Harras, Syaikh Sholih Alu Syaikh dan lainnya.

 

Selanjutnya mereka bisa mengkaji kitab-kitab yang lebih besar seperti “ Al Aqidah At Tadmuriyyah karya Imam Ibnu Taimiyyah atau Al Aqidatuth Thahawiyah karya Abu Ja’far Ath Thahawi dengan penjelasannya oleh Ibnu Abi Al Izzi, Atau kitab As Sunnah karya Ibnu Buthathah dan kitab Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jamaah karya Imam Al Lalikai -rahimahullah- .

5. Ilmu Fiqih

 

Sebaiknya penuntut ilmu mengkhususkan dirinya dengan beberpa maslah fiqh yang ingin dia fahami atau kaji setiap harinya kurang lebih 4-7 msalah. Sebaiknya dia memulainya dengan kitab “ Ad Durrarul Bahiyah” karya Imam Asy Syaukani -rahimahullah- . Kemudian dia mendengar kaset “Fatawa Nurun alad Darbi” karya Syaikh Abdul Aziz bin Baaz , Syaikh Muhammad bin Shalih Al Ustaimin –rahimahakumullah-, hingga kitab “ Al Mughni” karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi.

 

Selanjutnya berpindah ke kitab-kitab fiqh muqorin (perbandingan madzab) dan esiklopedi fiqh seperti kitab “Al Mughni” karya Imam Ibnu Qudamah dan kitab “ Al Majmu” “Syarahil Muhadzdzab” karya Imam An Nawawi -rahimahullah-

6. Siroh Nabawiyyah (Biografi Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam )

 

Penuntut ilmu sebaiknya memulai dengan mengkaji kitab “Ar Rakhiqul Makhtum” Karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, kemudian berpindah kitab “Hadzal Habib ya Muhib”karya Syaikh Abu Bakar Al Jazairy -rahimahullah- . Selanjutnya mengkaji kitab “ As Siroh An Nabawiyyah” karya Imam Ibnu Katsir -rahimahullah- dan kitab Zaadul Ma’ad karya Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah -rahimahullah- .

7. Tarikh (Sejarah Islam) , Biografi Ulama dan Informasi tentang mereka – rahimakumulloh-

 

Sebaiknya penuntut ilmu memulia dengan membaca kitab “ Shuwar min Hayaatis Shahabah dan kitab Shuwar min Hayaatit Tabi’in” keduanya karya Syaikh DR Abdurrahman Ra’fat Al Basya . Selanjutnya kitab “Ar Riqqah wal Buka” karya Imam Ibnu Quda,ah -rahimahullah- . Kitab Az Zuhd oleh Imam Ahmad -rahimahullah- . Dan kitab Al Bidayah wa An Nihayah karya Imam Ibnu Katsir. kemudian kitab Siyar A’lamin An Nubala karya Al Haidzh Adz Dzahabi -rahimahullah- dan berpindah ke kitab At Tarikh Baghdad karya Al Khatib Al Baghdadi -rahimahullah- serta kitab-kitab besar lainnya.

 

8. Pendidikan Keimanan

Dimulai bertahap dengan membaca At Tibyan fi Adabi Hamlatil Qur’an karya Imam An Nawawi -rahimahullah- , kemudian berpindah ke kitab Mukhtashor Minhail Qoshidin karya Ibnu Qudamah Al Maqdisi -rahimahullah- , kemudian dilanjutkan ke kitab Istisyaq Nasim Al Unsy karya Imam Ibnul Jauzy -rahimahullah- , berikutnya kitab Al Jawaabul Kaafi liman saala anid Dawaaisy Syafii dikenal dengan nama Ad Daa wa Dawaa karya Imam Ibnu Qoyyim -rahimahullah- kemudian kitab At Takhwif minan Naar karya Imam Ibnu rajab, baru berpindah ke kitab-kitab besar seperti Madaarijus Salikin karya Imam Ibnul Qoyyim dan kitab besar lainnya.

 

 

Dapatkan kitab asli dan terjemahan dari kitab yang direkomendasikan diatas di www.al-aisar.com , keterangan lebih lanjut hubungi admin@al-aisar.com Alamat Email ini dilindungi dari bot spam,Antum Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya

 

sumber : 102 kiat agar semangat menuntut ilmu membara

 

oleh Abul Qo’qo AluAbdillah

ditulis kembali oleh Abu Umair dengan sedikit perubahan redaksi bahasa.

dilarang mengkopi seluruh atau sebagian artikel ini kecuali menyertakan www.al-aisar.com sebagai sumbernya.

 

 

TERNYATA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKAN NYANYIAN DAN MUSIK

NYANYIAN DAN MUSIK

Termasuk tipu daya dan perangkap musuh Allah, yang dengannya terperdaya orang yang sedikit ilmu dan agamanya, serta terjaring dengannya hati orang-orang bodoh dan batil adalah mendengarkan siulan, tepuk tangan dan nyanyian dengan alat-alat yang diharamkan, yang menghalangi hati dari Al-Qur’an dan menjadikannya menikmati kefasikan dan kemaksiatan. Ia adalah qur’annya syetan, dinding pembatas yang tebal dari Ar-Rahman. Ia adalah mantera homosexual dan zina. Dengannya, orang fasik yang dimabuk cinta mendapatkan puncak harapan dari orang yang dicintainya. Dengan nyanyian ini, syetan memperdaya jiwa-jiwa yang batil, ia menjadikan jiwa-jiwa itu -melalui tipu daya dan makarnya- menganggap baik terhadap nyanyian. Lalu, ia juga me-niupkan syubhat-syubhat (argumen-argumen) batil sehingga ia tetap menganggapnya baik dan menerima bisikannya, dan karenanya ia menjauhi Al-Qur’an.

Seandainya engkau melihat saat bagaimana mereka mendengarkan nyanyian tersebut; mereka tampak senyap dan hening, tidak sedikit pun bergerak, segenap hati mereka terkonsentrasi padanya, perhatian mereka hanya menuju ke sana. Lalu, secara refleks, diri mereka tertawan, laksana orang yang mabuk, mereka pun menari dan berjoget. Tahukah kalian, bagaimana para wanita dan orang-orang banci mabuk kepayang? Itulah mereka!
Dan hal itu pantas saja bagi mereka, sebab bius nyanyian telah menyatu dengan jiwa mereka, sehingga mereka bisa melakukan sesuatu yang lebih berbahaya dari peminum arak. Di sana, ada hati yang dikoyak, ada pakaian yang dirobek, ada harta yang dikeluarkan bukan karena ketaatan kepada Allah, semua bukan karena Allah, tetapi karena syetan, sehingga mereka tak peduli jika harus mabuk. Dengan begitu, syetan telah mendapatkan angan-angan dan harapannya. Ia menghasung mereka dengan suara dan tipuannya, bahkan mengerahkan terhadap mereka pasukan berkuda dan berjalan kaki, dan meletakkan di dalam dada mereka duri-duri, kemudian membujuk mereka agar berkelana di atas bumi dengan berjalan kaki. Sehingga terkadang ia menjadikan mereka seperti keledai di sekeliling tempat rotasi, dan di saat lain seperti orang lemah yang menari di tengah-tengah rumah.
Duhai, alangkah sayang atap dan bumi dirobohkan oleh telapak kaki-telapak kaki itu. Dan alangkah buruk penyerupaan dengan keledai dan binatang ternak. Duhai, betapa lega hati para musuh Islam terhadap bencana yang menimpa orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang Islam pilihan,* mereka menghabiskan hidup mereka dengan se-gala kelezatan dan kenikmatan, dan menjadikan agama mereka sebagai pelecehan dan permainan.
Seruling syetan lebih mereka cintai daripada mendengarkan surat-surat Al-Qur’an. Seandainya salah seorang mereka mendengarkan Al-Qur’an dari awal hingga akhir, tentu ia tak akan memotivasinya untuk diam tenang, juga tidak akan membuatnya khusyu’ dan tak akan mem-pengaruhi perasaannya, juga tak akan membuatnya rindu kepada Allah.

Tetapi, jika dibacakan padanya qur’an syetan, begitu ia mendengar-nya, serta-merta hatinya memancarkan sumber-sumber perasaan yang merambat sampai kepada dua matanya, lalu pada kedua kakinya sehingga membuatnya menari, pada kedua tangannya membuat dirinya ber-tepuk tangan dan pada seluruh anggota tubuhnya membuat semua badannya berjoget dan bergoyang, pada napasnya membuatnya semakin terengah-engah dan pada api kerinduannya menjadikannya semakin berkobar menyala.

Wahai orang yang membuat dan terkena fitnah, yang menjual bagi-annya dari Allah dengan bagian dari syetan sehingga merugi. Kenapa perasaan pilu itu tidak terjadi ketika mendengarkan Al-Qur’an? Kenapa perasaan itu tidak datang ketika membaca Al-Qur’anul Majid? Juga ber-bagai keadaan yang baik, saat membaca surat dan ayat-ayat?

Tetapi memang, setiap orang mendapatkan apa yang sesuai dengan dirinya, juga cenderung kepada apa yang sebentuk dan sebangun dengan dirinya. Dan kesesuaian itu sendiri terjadi karena kecenderungan akal dan naluri. Lalu, dari mana persaudaraan dan nasab ini, jika bukan karena berhubungan dengan syetan, dengan sebab-sebab yang kuat? Lalu, dari mana pula perdamaian ini sehingga menjadikan simpul iman dan per-janjian dengan Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) terdapat cela?

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagaipe-mimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Al-Kahfi: 50).

Dan alangkah baik apa yang dikatakan penyair,

“Al-Qur’an dibacakan, maka mereka pun diam, bukan karena takut, tetapi diam karena lupa dan tidak memperhatikan. Dan ketika nyanyian didendangkan, serta-merta mereka pun bernyanyi laksana keledai, tetapi demi Allah mereka menari bukan karena Allah.
Di sana ada rebana, seruling dan nyanyian yang memabukkan. Wahai, pernahkan Anda melihat ibadah di tempat bersenang-senang?
Bagi mereka, Al-Qur’an itu amat berat, karena di dalamnya berisi berbagai perintah dan larangan.
Mereka mendengarkannya seakan guruh dan petir, jika ia berisi peringatan dan ancaman melakukan perbuatan terlarang.
Mereka menganggap Al-Qur’an itu penghalang terbesar nafsu dari berbagai keinginannya, wahai kapankah hal itu berakhir.
Lalu mereka datang untuk mendengarkan yang sesuai dengan tujuan-tujuannya, dan karena itu mereka menjadi semakin sombong.
Manakah penolong yang bisa menghentikan sebab-sebab hawa nafsu bagi orang yang bodoh dan lengah?
Tidak, yang ada hanyalah arak bagi tubuh atau arak yang semisalnya bagi pikiran.
Lihatlah orang yang mabuk saat minum, lihat orang yang mabuk di tempat bersenang senang!
Lalu, lihat pula orang yang merobek-robek pakaiannya, setelah ia merobek-robek sendiri hatinya yang lupa.
Lantas putuskanlah, manakah arak yang lebih pantas diharamkan dan dibebani dosa di sisi Allah?”

Penyair lain berkata,

“Kami setia kepada Allah dan berlepas dirt dari orang-orang yang mengidap penyakit mendengarkan nyanyian.
Berapa sering kukatakan, ‘Wahai kaumku, kalian berada di tepi jurang,
tepi jurang yang di bawahnya lembah curam, mengapa kalian tak mengambil peringatan?’
Kami sering menasihati mereka, agar kami punya alasan tentang keadaan mereka ketika ditanya Tuhan kami.
Dan, tatkala mereka meremehkan peringatan kami, kami mengembali-kan perkara ini kepada Tuhan kami.
Lantas kami tetap hidup berdasarkan Sunnah Nabi, sedang mereka mati dalam kebencian kami.”

Para pembela Islam dan para imam yang memberi petunjuk senan-tiasa menyeru orang-orang tersebut dari segala penjuru dunia, juga memperingatkan yang lain dari perbuatan buruk mereka dan dari meng-ikuti jejak mereka, yang mereka itu terdiri dari berbagai macam agama yang berbeda.
Imam Abu Bakar Ath-Thurthusi dalam sambutan kitab Tahrimus-Sama berkata, “Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam, dan sungguh kesudahan yang baik itu hanyalah bagi orang-orang yang ber-takwa dan tiada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim. Kita meminta kepada-Nya agar memperlihatkan kebenaran kepada kita sebagai kebenaran agar kita mengikutinya, dan memperlihatkan keba-tilan sebagai kebatilan agar kita menjauhinya.

Pada zaman dahulu, jika orang melakukan maksiat berusaha untuk menyembunyikannya, lalu dia meminta ampun kepada Allah dan ber-taubat daripadanya. Selanjutnya, kebodohan di mana-mana, ilmu hanya sedikit dan terus berkurang sedikit demi sedikit, sehingga salah se-orang dari mereka melakukan maksiat secara terang-terangan, lalu raa-salahnya bertambah menjadi membelakangi perintah. Bahkan sampai kepada kami berita, sekelompok dari saudara-saudara kita umat Islam -semoga Allah memberi taufiq kepada mereka dan kepada kita- digelin-cirkan syetan, akal mereka dijerat dengan kecintaan kepada nyanyian dan kesia-siaan, mendengarkan musik dan bunyi-bunyian. Lebih-lebih lagi ia meyakininya sebagai agama yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Lalu, sekelompok umat Islam melakukannya secara te-rang-terangan dan menghalangi jalan orang-orangberiman serta menye-lisihi para ahli fiqh, ulama dan pembawa agama.

“Dan barangsiapa yang menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115).

Karena saya memandang harus menjelaskan kebenaran dan meng-ungkap syubhat ahli kebatilan dengan hujjah yang terkandung dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Dan saya ingin memulainya dengan ucapan-ucapan ulama yang biasa memberikan fatwa di segenap penjuru dunia. Dan dengan demikian menjadi tahulah kelompok tersebut bahwa mereka telah menyelisihi ulama umat Islam dalam hal kebid’ahan me-reka. Dan hanya Allah yang memberi taufiq.”

Selanjutnya Ath-Thurthusi berkata, “Adapun Imam Malik, maka beliau melarang nyanyian dan melarang mendengarkannya. Bahkan beliau berkata, ‘Jika seseorang membeli budak wanita, ternyata ia dapati budak itu seorang penyanyi maka ia boleh mengembalikannya karena alasan cacat.’ Dan Imam Malik Rahimahullah ditanya tentang nyanyian yang dibolehkan oleh penduduk Madinah? Beliau menjawab, ‘Hal itu hanya dilakukan oleh orang-orang fasik’.”*
Beliau juga berkata, “Adapun Abu Hanifah, beliau membenci nyanyian dan menjadikannya termasuk dosa-dosa.”**)

Demikian pula dengan madzhab Ahlul Kufah: Sufyan, Hammad, Ibrahim, Asy-Sya’bi dan lainnya, mereka semua tidak berbeda pendapat dalam masalah tersebut, juga kita tidak mendapatkan perbedaan pendapat di kalangan Ahlul Bashrah dalam melarang nyanyian.

Saya berkata, “Madzhab Abu Hanifah dalam hal nyanyian adalah madzhab yang paling keras, pendapat madzhab ini adalah pendapat yang paling berat. Para ulama madzhab Hanafi secara terang-terangan mengharamkan mendengar semua bentuk alat-alat musik seperti seru-ling dan rebana bahkan hingga sekedar menabuh batang pohon. Mereka menyatakan bahwa hal itu adalah maksiat, menjadikan seseorang fasik dan ditolak persaksiannya. Lebih dari itu mereka berkata, ‘Sesungguh-nya mendengarnya adalah suatu kefasikan dan menikmatinya adalah kekufuran.’ Demikian lafadz mereka, dan tentang hal itu mereka me-riwayatkan sebuah hadits, tetapi bukan hadits shahih.” Mereka juga berkata, ‘Setiap orang wajib berusaha agar tidak mendengarnya ketika sedang melewatinya atau ia berasal dari tetangganya’.”

Dan tentang rumah yang terdengar suara alat-alat musik, Abu Yusuf berkata, “Masuklah kamu kepada mereka tanpa meminta izin, sebab mencegah dari yang mungkar adalah wajib. Jika tidak dibolehkan masuk tanpa izin, tentu orang-orang tidak bisa menjalankan kewajibannya.”

Mereka berkata, “Jika imam mendengar suara musik dari rumah seseorang, maka ia harus mendatanginya. Jika ia masih membangkang, maka ia harus menahannya atau memukulnya dengan pecut, bahkan jika mau, ia boleh mengeluarkannya dari rumahnya.”

Adapun Imam Syafi’i, maka beliau berkata dalam kitab Adabul Qadha** “Sesungguhnya nyanyian adalah suatu kesia-siaan yang diben-ci, ia menyerupai kebatilan dan kemustahilan, siapa yang memperba-nyak nyanyian, maka ia adalah orang bodoh dan tidak diterima kesaksi-annya.”

Para sahabat Imam Syafi’i yang mengetahui madzhab beliau ada yang secara terang-terangan mengharamkannya, dan mereka menging-kari orang yang mengatakannya mubah. Mereka seperti Abu Thayyib Ath-Thabari, Syaikh Abu Ishak dan Ibnu Shubbagh.

Syaikh Abu Ishak dalam At-Tanbih berkata, “Dan tidak sah menye-wa atas manfaat yang diharamkan, seperti: Nyanyian, menyuling atau mengangkut khamar, dan dalam hal ini tak seorang pun yang menyeli-sihinya.”

Selanjutnya dalam Al-Muhadzdzab beliau berkata, ‘Tidak boleh menyewa atas sesuatu manfaat yang diharamkan, sebab hal itu hukum-nya haram, sehingga tidak boleh mengambil pengganti daripadanya, sebagaimana dalam hal bangkai dan darah.”

Perkataan syaikh di atas mengandung beberapa hal:

Pertama, manfaat nyanyian adalah jenis manfaat yang diharamkan.

Kedua, menyewa atau mengontraknya adalah batil.

Ketiga, makan dari hasil nyanyian berarti makan harta secara batil, yakni sama dengan makan dari harga bangkai atau darah.

Keempat, seseorang tidak boleh mengeluarkan hartanya untuk pe-nyanyi, hal itu haram baginya karena berarti ia mengeluarkan harta untuk sesuatu yang diharamkan, sehingga mengeluarkannya untuk ke-pentingan tersebut sama dengan mengeluarkan harta untuk (membeli) darah dan bangkai.

Kelima, seruling adalah haram.
Jika seruling yang merupakan alat musik paling ringan hukumnya haram, bagaimana pula dengan sesuatu yang lebih berat daripadanya, seperti: Kecapi, gitar dan klarinet? Dan bagi orang yang pernah menci-cipi ilmu, tidak seyogyanya bersikap tawaqquf (memilih diam) tentang pengharaman hal tersebut, sebab minimal ia adalah syiar (simbol) bagi para ahli kefasikan dan peminum khamar.*’ Hal yang sama juga dikatakan
oleh Abu Zakaria An-Nawawi dalam Raudhah-nya.*

Masalah kedua yaitu menyanyi dengan menggunakan alat-alat musik yang merupakan syiar para peminum khamar untuk berjoget, seperti: Gitar, kecapi, simbal, senar dan semua jenis alat-alat musik lainnya adalah haram digunakan.

Beliau berkata, ‘Tentang klarinet ada dua pendapat, Al-Baghawi mengatakan itu haram, sedang Al-Ghazali membolehkannya.**’ Lalu beliau mengatakan, “Yang benar adalah klarinet atau seruling itu adalah haram.” Abul Qasim Ad-Daula’i”^ telah menulis kitab khusus tentang pengharaman klarinet. Abu Amr bin Shalah menukil adanya ijma’ (konsensus) ten-tang pengharaman mendengarkan rebana, klarinet dan nyanyian yang didendangkan secara bersamaan. Dalam Fatawi-nya ia berkata,

“Adapun tentang dibolehkan dan dihalalkannya mendengarkan hal tersebut, maka perlu diketahui bahwa rebana, seruling dan nyanyian, jika didendangkan secara bersamaan, maka mendengarkannya adalah haram. Demikian menurut para imam madzhab dan lainnya dari ulama kaum Muslimin. Tidak seorang pun ulama yang diperhitungkan ucapan-nya, baik dalam ijma’ maupun ikhtilaf (perselisihan pendapat) yang me-ngatakan dibolehkannya mendengarkan hal tersebut.

Sedangkan perbedaan pendapat yang dinukil dari sebagian ulama madzhab Syafi’i adalah dalam masalah seruling jika dimainkan sendirian, juga rebana jika dimainkan sendirian. Orang yang tidak mengerti atau tidak merenungkannya, mungkin mempercayai adanya perbedaan pen-dapat di kalangan ulama madzhab Syafi’i dalam mendengarkan rebana, seruling dan nyanyian jika didendangkan bersamaan. Padahal jelas, itu adalah kekeliruan yang bertentangan dengan dalil syariat dan logika.

Di samping itu, tidak semua perbedaan pendapat bisa dijadikan san-daran. Dan barangsiapa yang senantiasa mencari-cari perbedaan ulama, lalu mengambil yang paling mudah dan ringan dari pendapat mereka, maka dia telah atau hampir zindik (kafir).”””‘

Abu Amr selanjutnya berkata, “Perkataan mereka dalam masalah mendengarkan hal-hal yang disebutkan di atas sebagai bentuk ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah adalah perkataan yang bertentangan
dengan ijma’ kaum Muslimin. Dan siapa yang menentang ijma’ mereka, maka baginya adalah sebagaimana firman Allah,
“Dan barangsiapa menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115).

Beliau membantah kedua kelompok di atas yang merupakan ben-cana bagi Islam, dalam suatu bantahan yang panjang. Kedua kelompok yang dimaksud adalah yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan yang mendekatkan did kepada Allah dengan sesuatu yang justru menjauhkan mereka daripada-Nya.

Dan Imam Syafi’i serta para ulama madzhab Syafi’i terdahulu, terma-suk di antara orang yang paling keras dalam masalah ini. Diriwayatkan secara mutawatir dari Imam Syafi’i, beliau berkata, “Di Baghdad, aku meninggalkan sesuatu yang merupakan ciptaan orang-orang zindik. Mereka menamakannya taghbir (syair yang membuat orang zuhud di dunia), dengan syair tersebut, mereka menghalang-halangi manusia dari Al-Qur’an.”*)

Jika demikian perkataannya dalam masalah taghbir, dan alasannya adalah ia menghalang-halangi manusia dari Al-Qur’an, padahal ia adalah syair yang membuat orang berlaku zuhud terhadap dunia, yang dinya-nyikan oleh seorang penyanyi, dan sebagian hadirin menabuh gendang dengan kayu untuk mengiringi lagunya. Aduhai, mendengarkan taghbir yang bagaikan buih dalam lautan,**’ mereka katakan mengandung ber-bagai macam kerusakan dan menyimpan segala yang diharamkan, lalu bagaimana dengan yang lain? Dan sungguh Allah mengetahui para pe-nuntut ilmu yang terkena fitnah dan juga ahli ibadah yang bodoh.

Sufyan bin Uyainah berkata, “Dahulu diserukan, waspadalah terhadap orang berilmu yang suka melakukan maksiat, dan ahli ibadah yang
bodoh, sebab fitnah keduanya merupakan fitnah bagi setiap orang yang terkena fitnah.”

Dan sungguh siapa yang merenungkan kerusakan yang terjadi pada umat ini, niscaya ia akan mendapatkan semuanya bersumber pada kedua hal tersebut. Adapun madzhab Imam Ahmad,”* maka Abdullah putera Imam Ahmad berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, ‘Nyanyian itu menumbuhkan nifaq dalam hati, ia tidak membuatku tertarik’.” Kemudian ia menyebutkan ucapan Imam Malik, “Sesungguhnya nyanyian (hanya) dilakukan oleh orang-orang fasik.” Abdullah berkata, “Aku mendengarkan ayahku berkata, ‘Aku men-dengar Yahya Al-Qaththan berkata, ‘Jika ada orang yang mengamalkan setiap pendapat yang ringan (rukhshah), yakni mengambil pendapat penduduk Kufah dalam hal nabidz (anggur untuk minuman keras), pen-dapat penduduk Madinah dalam mendengarkan (nyanyian) dan pendapat penduduk Makkah dalam hal nikah mut’ah, maka dia adalah orang fasik’.””‘
Mendengarkan Nyanyian dari Wanita dan Anak-anak Kecil Yang Tampan

Adapun mendengarkan nyanyian dari wanita asing (bukan mahram) atau anak kecil yang tampan maka ia termasuk hal-hal yang diharamkan yang paling besar dan ia lebih merusak terhadap agama.*”

As-Syafi’i Rahimahullah berkata, “Jika ada pemilik budak wanita mengumpulkan orang banyak agar mendengarkan nyanyian daripadanya maka ia adalah orang bodoh yang tidak bisa diterima kesaksiannya.” Bahkan lebih dari itu beliau berkata, “Perbuatan itu termasuk dayatsah. Orang yang melakukan hal itu adalah dayyuts (yang merelakan kehor-matan keluarganya).”

Al-Qadhi Abu Thayyib berkata, “Beliau mengatakan pelakunya seba-gai orang yang bodoh, karena ia mengajak manusia kepada kebatilan, dan siapa yang mengajak manusia pada kebatilan maka dia adalah orang bodoh dan fasik.”

Beliau juga berkata, “Adapun kecapi, gitar dan semua alat-alat musik maka itu semua adalah haram, orang yang mendengarnya adalah fasik dan sungguh mengikuti jama’ah lebih baik daripada mengikuti dua orang yang tercemar kehormatannya.”

Saya berkata, “Yang beliau maksud adalah Ibrahim bin Sa’d dan Ubai-dillah bin Al-Hasan, karena beliau berkata, ‘Dan tidaklah menyelisihi dalam hal nyanyian kecuali dua orang yaitu: Ibrahim bin Sa’d, sebab As-Saji meriwayatkan daripadanya bahwa ia berpendapat tentang nyanyian sebagai sesuatu yang tidak apa-apa. Dan yang kedua adalah Ubaidillah bin Al-Hasan Al-Anbari, seorang qadhi Bashrah, dan dia adalah orang yang tercemar kehormatannya’.”

Abu Bakar Ath-Thurthusi berkata, “Ini adalah kelompok yang me-nyalahi jama’ah umat Islam, sebab mereka menjadikan nyanyian sebagai agama dan bentuk ketaatan, dan mereka berpendapat agar hal itu di-umumkan di masjid-masjid, tempat-tempat berkumpul, dan setiap maj-lis-majlis yang mulia, padahal tidak ada orang yang berpendapat seperti mereka. Dengan demikian, pengakuan kelompok itu atas hal tersebut adalah suatu kefasikan, dan orang yang mengakuinya menjadikan aib dalam keadilan dan kedudukannya dalam agama.”

Dan alangkah indah apa yang diungkapkan oleh sebagian ulama, yang itu juga dibuktikan dalam perbuatan mereka,
“Katakanlah kepada mereka sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang menasihati, dan hak nasihat adalah didengar.
Sejak kapankah diketahui manusia dalam agama kita, bahwa nya-nyian adalah Sunnah yang hams diikuti?
Dan agar seseorang makan seperti makannya keledai dan berdansa dalam suatu perkumpulan hingga terjadi perzinahan.
Dan mereka berkata, ‘Kami mabuk cinta kepada Tuhan’, padahal tidaklah suatu kaum itu mabuk kecuali karena cawan-cawan (mi-numan keras).
Demikianlah binatang, jika dikenyangkan maka kekenyangan membu-atnya menari-nari.
Lalu seruling membuatnya mabuk, juga nyanyian, padahal jika (surat) Yasin dibacakan ia berpaling jengkel.
Masjid-masjid kita dihinakan karena memperdengarkan (Al-Qur’an), lalu apakah dimuliakan kandang-kandang (minuman) seperti itu?”

dikutip dari terjemahan mukhtasar ighatsatul lahfan min masyahidisy syaithan karya ibnu qayyim al jauziyah

download bukunya di:
http://mirrorksunnah.diinoweb.com/files/EbookIslam/ (gratis) besar file: 4,6 Mb , isi: 486 halaman
http://kampungsunnah.wordpress.com/ ( tidak gratis)

Tempat download Artikel dan Buku Islam Gratis

 

Tempat download Artikel dan Buku Islam Gratis

=======================/

E-book “Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia”

Buku ini menceritakan biografi para syuhada Jihad Bosnia 1992-1995, beserta karomah atau kejadian luar biasa yang terjadi pada mereka. TRUE STORY.

Silahkan download di http://abuhamdi.wordpress.com 

==========================/

http://www.arsipmoslem.wordpress.com/

  1. buku Islam berbahasa Indonesia gratis silahkan rujuk:

http://perpustakaanmuslim.freehostia.com

Berbahasa Inggris:

http://Islamicbooks.freehostia.com

Islamic Software:

http://Islamicsoftware.freehostia.com

Berikut adalah Link dari Perpustakaanmuslim Download Buku/Ebooks Islam:

1. Buku Sejarah Islam:

Sejarah Khulafaur Rasyidin: Isu-isu Kontroversi Seputar Pemerintahan Khulafaur rasyidin
Dr. Marzuki Haji Mahmood

Sejarah Islam khulafaur Rasyidin 2: Bidayah Wa Nihayah
Ibnul Qayyim Al Jauziyah

2. Buku-buku Fiqh Islam:

Panduan Hukum Islam: I’lamul Muwaqiin
Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Kumpulan Fatwa Fiqh Syaikh Al Banni
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-banni

3. I’dad :

Zaadul Ma’ad-Bekal Menuju Akhirat
Ibnul Qoyyim Al jauziyah

4. Kristologi:

Islam Dihujat
Irene Handono

Muhammad Dalam Perjanjian Lama dan Injil Perjanjian Baru
Profesor David Benjamin Keldani B.D

Asal Usul Bible/Alkitab Perjanjian Lama dan Injil Perjanjian Baru

Siapa Juru Selamat Dunia
Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto

5.Kumpulan Do’a :

Risalah Ruqyah Syar’iyyah

6. Aliran Pemikiran Sesat :

Aliran Sesat NII Al Zaytun
Umar Abduh

7. Al Quran:

Menghapal Al Quran
DR. Yusuf Al Qardhawi

8. Dakwah dan Harokah
Fiqh Dakwah Islamiyah Dalam Al Quran

Ikhwanul Muslimin: Deskripsi, Jawaban Atas Tuduhan, dan Harapan
Syaikh Jasim Muhalhil

Dikutip dari: http://islamiyah.wordpress.com/

TERNYATA PERMAINAN CATUR ITU HARAM ??

Hukum permainan catur

Apa hukum main catur?

“Sesungguhnya main catur termasuk kesibukan yang sia-sia yang tidak diperbolehkan. Tidak ada riwayat dari para sahabat –semoga Allah meridhoi mereka– kecuali riwayat yang menunjukkan pada ketidakbolehannya. Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib semoga Allah meridlainya berkata:
«الشَّطْرَنْجُ مَيْسِرُ الْأَعَاجِمَ»
“”Main catur adalah judinya orang-orang ajam (non arab) (diriwayatkan oleh Baihaqi dalam asy-Syu`ab, 5/241)
Dia juga berkata: “”Seperti inilah riwayat yang aku hafal, dan akan kucari sumbernya.””

Pada suatu hari Ali pernah melewati sekelompok orang yang sedang bermain catur lalu dia berkata:
« مَا هَذِهِ التَّمَاثِيْلُ الَّتِيْ أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُوْنَ ؟ لَأَنْ يَمَسَّ أَحَدُكُمْ جَمْراً حَتىَّ يَطْفَأَ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّهَا »
“”Patung-patung apakah ini yang kamu tekun mengerumuninya? Jika Seseorang diantara kamu menyentuh bara api sampai padam itu lebih baik dari pada menyentuh catur.”” (diriwayatkan oleh Baihaqi dalam ay-Sy“ab, 5/241)
Abdullah bin Umar pernah ditanya tentang main catur, lalu beliau menjawab:
« هِيَ شَرٌّ مِنَ النَّرْدِ »
“”Bermain catur lebih buruk dari main dadu.”” (diriwayatkan oleh Baihaqi dalam asy-Syu`ab, 5/241).
Ibnu Abbas pernah mengurus harta anak yatim lalu beliau mendapatkan dalam harta tersebut catur, lalu beliau membakarnya (diriwayatkan oleh Baihaqi dalam asy-Syu`ab, 5/241).
Abu Musa al-Asy`ariy berkata: “”Tidak akan main catur kecuali pelaku kesalahan.”” (diriwayatkan oleh Baihaqi dalam asy-Syu`ab, 5/241)
Dari ulama madzhab yang empat seperti Abu Hanifah, Malik dan Ahmad menyatakan keharaman main catur. Imam Malik rahimahullah pernah berkata: “”Tidak ada kebaikan dalam bermain catur,”” dan beliau rahimahullah menganggap termasuk perbuatn yang sia-sia dan beliau membacakan firman Allah :
“” Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. “” (QS. Yunus: 32).
Atas dasar inilah kita katakan tidak pantas bagi seorang muslim bermain catur, wajib baginya untuk menjauhinya, menasehati orang lain untuk menjauhinya, serta menyebarkan perkataan para sahabat dan imam madzhab tentang catur. Allah lah yang paling mengetahui.”

SUMBER:

http://qiblati.com/fatwa/id/98#top_fatwa

MAJALAH QIBLATI

KEUTAMAAN JIHAD

KEUTAMAAN JIHAD
—————–
Keutamaan jihad sangat banyak sekali, diantaranya adalah:


1. Geraknya mujahid (orang yang berjihad di jalan Allah) di medan perang itu diberikan pahala oleh Allah.


2. Jihad adalah perdagangan yang untung dan tidak pernah rugi.


3. Jihad lebih utama daripada meramaikan Masjidil Haram dan memberikan minum kepada jama’ah haji.


4. Jihad merupakan satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid).


5. Jihad adalah jalan menuju surga.


6. Orang yang berjihad, meskipun dia sudah mati syahid namun ia tetap hidup dan diberikan rizki.


7. Orang yang berjihad seperti orang yang berpuasa tidak berbuka dan melakukan shalat malam terus-menerus.


8. Sesungguhnya Surga memiliki 100 tingkatan yang disediakan Allah untuk orang yang berjihad di jalan-Nya. Antara satu tingkat dengan yang lainnya berjarak seperti antara langit dan bumi.


9.
Surga di bawah naungan pedang.


10. Orang yang mati syahid mempunyai 6 keutamaan:

 (1) Diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama,

(2) dapat melihat tempatnya di Surga,

(3) akan dilindungi dari adzab kubur,

(4) diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari kiamat,

(5) diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari, dan

(6) dapat memberikan syafa’at kepada 70 anggota keluarganya.


11. Orang yang berjihad di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.


12. Orang yang mati syahid, ruhnya berada di qindil (lampu/lentera) yang berada di Surga.


13. Orang yang mati syahid diampunkan seluruh dosanya, kecuali hutang.

[TUJUAN DISYARIATKANNYA JIHAD]

Jihad memerangi musuh Islam tujuannya agar agama Allah tegak di muka bumi, bukan sekedar membunuh mereka.

Allah Al ‘Aziiz berfirman (yang artinya):
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah saja. Jika mereka berhenti (dari memerangi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zhalim.” (Al Baqarah: 193).

Ibnu Jarir ath Thabari rahimahullah berkata:
“Perangilah mereka sehingga tidak terjadi lagi kesyirikan kepada Allah, tidak ada penyembahan kepada berhala, kemusyrikan dan ilah-ilah lain. Sehingga, ibadah dan ketaatan hanya ditujukan kepada Allah saja tidak kepada yang lain.” (Tafsiiruth Thabari (II/200).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah …
” (HR. Al Bukhari no. 25 dan Muslim no. 22 dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma).

 

 

Jadi, jihad disyariatkan agar agama Allah tegak di muka bumi. Karena itu sebelum dimulai peperangan diperintahkan untuk berdakwah kepada orang-orang kafir agar mereka masuk Islam. (Muhimmatul Jihad oleh ‘Abdul Aziz bin Rais ar Rais).

 

 

Sumber: http://buku-islam.blogspot.com/2008/02/kedudukan-jihad.html

sms primbon – sms weton – sms zodiak – sms astrologi – sms ramal – sms ramalan – sms astro – sms bintang

sms primbon – sms weton – sms zodiak – sms astrologi – sms ramal – sms ramalan – sms astro – sms bintang

=================

Ini artikel menarik yg saya copy dari blognya Didit Fitriawan al Fitrah

http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/11/06/ketik-reg-primbon-kirim-ke-9877%e2%80%a6/

=======================================

dukun: mas, sampeyan wetonnya apa?

pemuda: kamis pahing

dukun: wah, ga cocok jadi tukang sapu, kamu jadi pdagang aja bisa sukses.

pemuda: iya to mbah?..lha kalo mbah wetonnya apa?

dukun: sabtu kliwon

pemuda: kalo sabtu kliwon cocoknya kerja apa mbah?

dukun: penipu.

====================================

Ketik REG PRIMBON kirim ke 9877…!!!

Iya, inilah kata – kata yang manis penuh dengan madu yang seringkali diucapkan mas – mas ber”blangkon” (memakai topi khas Jawa-pen) pada iklan – iklan yang tayang di layar televise. Bagi sebagian pemuda yang bertampang melas, masa depan belum jelas dan tipe pemalas…mungkin REG (spasi) PRIMBON kirim ke 9877 dan lain sebagainya iklan sejenis…merupakan angin segar yang bisa membuat karir, jodoh dan kehidupannya semakin membaik. Tapi…

Eits…! Tunggu dulu…! Tahukah sejatinya kita tentang hal – hal semacam ini? Dan sudahkah kita mengetahui hakikat mereka yang sesungguhnya…???

Sangatlah jelas bagi seorang yang mengerti tentang islam yang mulia ini akan perkara syirik modern yang dipopulerkan via handphone ini. Bagaimana tidak??? Setiap manusia hamba Allah, disarankan untuk minta bantuan dan pertolongan pada mas – mas berblangkon agar jodohnya lancer. Manusia – manusia yang setiap shalatnya mengucapkan “laa haula wa laa quwwata illa billah” justru diminta untuk mengadukan nasibnya pada mas- mas berblangkon…???

Mas – mas berblangkon yang lebih tepatnya dikatakan dukun atau tukang ramal itu memanfaatkan kelengahan orang-orang awam (yang minta pertolongan padanya) untuk mengeruk uang mereka sebanyak-banyaknya. Mereka menggunakan banyak sarana untuk perbuatannya tersebut. Di antaranya dengan membuat garis di pasir, memukul rumah siput, membaca (garis) telapak tangan,cangkir, bola kaca, cermin, dsb.

Jika sekali waktu mereka benar, maka sembilan puluh sembilan kalinya hanyalah dusta belaka. Tetapi tetap saja orang-orang dungu tidak mengingat, kecuali waktu yang sekali itu saja. Maka mereka pergi kepada para dukun dan tukang ramal untuk mengetahui nasib mereka di masa depan, apakah akan bahagia, atau sengsara, baik dalam soal pernikahan, perdagangan, mencari barang-barang yang hilang atau yang semisalnya.

Lantas bagaimana hukum orang yang mendatangi tukang ramal atau dukun? Nah jika mereka para pengirim sms mempercayai terhadap apa yang dikatakan dan disampaikan oleh si dukun, maka bisa jadi mereka jatuh dalam kekafiran, keluar dari agama Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR. Ahmad: II/ 429, dalam buku Shahih al Jami’ Hadits, no : 5939)

Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin tahu, coba-coba atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” (Shahih Muslim : IV / 1751).

Ini masih pula harus dibarengi dengan tetap mendirikan shalat (wajib) dan bertaubat atasnya.

Bagaimana dengan kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia…???

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat bersama kami, shalat subuh di Hudaibiyah – Di mana masih ada bekas hujan yang turun di malam harinya- setelah beranjak beliau menghadap para sahabatnya seraya berkata:

“Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan oleh Robb kalian? Mereka menjawab : ” Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”. Allah berfirman : Pagi ini di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata: kami diberi hujan denagn karunia Allah dan rahmatNya maka dia beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: (hujan ini turun) karena bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman kepada bintang” (HR Al Bukhari, lihat Fathul Baari : 2/ 333).

Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.

Termasuk syirik, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata’ala. Seperti kepercayaan sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan turun menurun.

Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-anak mereka untuk menolak ‘ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala’ atau untuk menghilangkannya.

Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan (perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan.

Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur’an dan mencampur-adukkannya dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik [HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 492].

Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, dan ini masuk dalam kategori syirkul asbab.

Nah, akhir kata…semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua agar tidak mudah – mudah untuk mengirimkan REG (spasi) PRIMBON dan sejenisnya ke 9877. Lagian, daripada dibuat mengirimkan begituan, mending pulsa handphone kita digunakan untuk hal – hal yang bermanfaat saja…

Wallahu ta’ala a’lam…

Didit Fitriawan al Fitrah

http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/11/06/ketik-reg-primbon-kirim-ke-9877%e2%80%a6/

sms primbon – sms weton – sms zodiak – sms astrologi – sms ramal – sms ramalan – sms astro – sms bintang

kumpulan sms pacar – sms cinta mesra buat pacar – sms indah romantis – sms nasehat – sms islam – sms motivasi – sms cinta – sms persahabatan – sms selamat – sms perkenalan – sms rayuan

kumpulan sms pacar – sms mesra buat pacar – sms indah – sms nasehat – sms islam – sms motivasi – sms cinta – sms persahabatan – sms selamat – sms perkenalan – sms rayuan

========================

kumpulan sms cinta untuk pacar – sms romantis mesra buat pacar – sms cinta indah – sms nasehat cinta – sms islam tentang cinta – koleksi sms motivasi – sms cinta – sms persahabatan – sms selamat – sms perkenalan – sms rayuan

 

silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat,
http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

bagi yang ingin bertanya masalah2 agama, konsultasi, curhat masalah cinta, keluarga, agama, dll, atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting, silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini:

http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

http://www.alimalbantuliy.blogspot.com

http://www.bestabuabdullah.blogspot.com

http://www.aslibumiayu.wordpress.com

http://www.gizanherbal.wordpress.com

http://abul-jauzaa.blogspot.com/

 

 

kumpulan sms pacar – sms mesra buat pacar – sms indah – sms nasehat – sms islam – sms motivasi – sms cinta – sms persahabatan – sms selamat – sms perkenalan – sms rayuan

silahkan kunjungi situs mantan kyai NU: http://www.mantankyainu.blogspot.com

musik itu haram: http://www.jauhilahmusik.wordpress.com

===========================

“Dari Imran ibnu Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali sesuatu yang baik.” (HR. Al-Bukhari no. 5652 Muslim no. 53)”

http://profiles.friendster.com/28542234

===============

“Ingatlah bahwa salah satu sifat muslim sejati adalah bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat.Subhanallah.. …”

http://profiles.friendster.com/29792576

====================

““Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”

============================

“saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku dizinahi oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu”

http://profiles.friendster.com/29514909

==========================

“”Ya Robbii, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi Karunia” ( QS. Ali ‘Imron : 8)”

http://profiles.friendster.com/30048519

=======================

“ambil pelita yang menerangi bukan api yang membakar”

http://profiles.friendster.com/30472558

===========================

“”sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian ( al hujurat:13)”

http://profiles.friendster.com/31604071

========================

wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..)

======================

“Iman seseoRang dapat naik dan dapat turun. jaGaLAh imAn kita agar seLALu baGus!!!”

http://profiles.friendster.com/31871367

===================

“jENgGoT yES!!! iSbaL No!!!”

======================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

http://profiles.friendster.com/31234572

=====================

Keberuntungan ialah bertemunya persiapan dengan kesempatan

========================

“jlnilah hidup ini penuh dgn takwa&tawakal wahai manusia, karena bumi ini hanya titipan ALLAH SWT semata. Jihad fi Sabilillah dgn keridhoan ALLAH SWT dimuka bumi ini,jgn ada p’pecahan shg b’cerai berai antar saudara muslim.

http://profiles.friendster.com/33834873

======================

“Ya Allah tunjukkanlah kebenaran kepada orang-orang yang tersesat itu . . . Amin”

=====================

“jangan pernah mengeluh atas apa yg terjadi,,tp berpikirlah untuk merubah n menikmati yg sedang terjadi….”

http://profiles.friendster.com/33563188

==========================

“Friends are : Those who think and care about u…when u r far away from them”

=======================

kumpulan sms pacar – sms mesra buat pacar – sms indah – sms nasehat – sms islam – sms motivasi – sms cinta – sms persahabatan – sms selamat – sms perkenalan – sms rayuan

sms ultah – sms birthday – sms ulang tahun – sms ucapan selamat ultah – sms ucapan selamat ulang tahun – sms selamat pagi – sms selamat malam – sms natal – sms tahun baru – sms selamat tidur – sms bangun tidur – sms pacar – sms gebetan – sms kekasih

sms ultah – sms birthday – sms ulang tahun – sms ucapan selamat ultah – sms ucapan selamat ulang tahun – sms selamat pagi – sms selamat malam – sms natal – sms tahun baru – sms selamat tidur – sms bangun tidur – sms pacar – sms gebetan – sms kekasih

==========================

silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat,
http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

bagi yang ingin bertanya masalah2 agama, konsultasi, curhat masalah cinta, keluarga, agama, dll, atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting, silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini:

http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

http://www.alimalbantuliy.blogspot.com

http://www.bestabuabdullah.blogspot.com

http://www.aslibumiayu.wordpress.com

http://www.gizanherbal.wordpress.com

http://abul-jauzaa.blogspot.com/

 

==============

 

kumpulan sms ultah , sms ulang tahun , sms ucapan hari ulang tahun , sms selamat ultah romantis , sms met ultah indah

“bukan dari tulang ubun ia dicipta sebab bahaya menjadikanya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki sebab nista menjadikannya diinjak dan diperbudak..tapi dari tulang rusuk kiri..dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi”

==============================

“Have the courage to try it and then have the faith to believe.. you can do it!!”

============================

“Semua OraNg IngIn MeNjaDi SemPurNa…Tapi MeNjadi SempurNa Itu MELELAHKAN!!!!!!!!! Hanya deNgan BersYukur atas Apa YaNg TeLah DiaNugerahKan pada Diri QtLah… Qt Bisa Mencapai KesemPurNaan…=)”

==========================

“” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? ” Al-Ankabut [29:2]“

==========================

““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

==========================

“” Untungnya orang mukmin, semakin banyak masalah, semakin mustajab doanya, bukan perjuangan tanpa kesulitan, tapi dalam kesulitan ada ketenangan, memugar kekuatan.. kita tidak sendirian..”

=======================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

http://profiles.friendster.com/user.php?uid=31234572

==========================

“”Lidah yg kenal akan Tuhannya.. tak sempat dia melukai makhluq Tuhannya dan membangga2kan manusia yang ditempelinya.. Otak yang tahu siapa Tuhannya.. tak sempat dia memikirkan cara m’jatuhkn org lain dan memulia2kn tmpurung yang ditumpanginya..””

http://profiles.friendster.com/user.php?uid=69349868

============================

Assalamu’alaykum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh Segala Puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin, Salawat dan Salam semoga tercurah pada Rasulullah, istri-istrinya dan Ahlul Baitnya serta sahabat dan pengikutnya yang istiqomah hingga Hari Yang Ditentukan”

===========================

“jadilah engkau makhluk yang kucintai hingga akhirat nanti….”

=====================

““Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau (musafir) yang melalui suatu jalan.” (HR. al-Bukhari)”

=======================

“Dunia t`bagi manjadi 3 hari saja. Pertama, hari kemarin, sudah kita lalui dengan segala apa yg terjadi dan tdk bisa terulang kembali. Kedua, esok hari, yg mungkin tdk akan kita temui. Ketiga, hari ini, milik kita. Kerjakanlah sesuatu yang kita mampu”

=====================

“kesederhanaan membawa kewibawaan, kesombongan menjadikan kepenatan dan kehinaan…adigang, adigung, adiguno.”

http://profiles.friendster.com/10310098

=========================

“Bila kamu mampu berbuat demi Allah dengan ridha dalam keyakinan, maka lakukanlah. Dan bila kamu tidak mampu, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap sesuatu yang kamu benci terdapat banyak kebaikan…

http://profiles.friendster.com/12899248

===============================

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR. Muslim no. 7126)”

==========================

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR. Muslim no. 7126)”

============================\

“”Barang siapa yang bersyukur kepada KU niscaya akan kutambah nikmatnya…””

========================

“Salam Ukhuwah… Perjuangan memerlukan keikhlasan.. ISLAM pasti bangkit…TAKBIR!!!! …4UI AKBAR!!!”

=====================

“Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri”

=======================

“Sungguh, berhati-hatilah terhadap segala pujian atau sanjungan. Terlebih lagi jika pujian itu diucapkan di depan banyak orang. Di balik pujian itu, tersembunyi sebilah pedang yang bisa memenggal leher orang yang gemar dipuji.”

http://profiles.friendster.com/13562955

============================

sms ultah – sms birthday – sms ulang tahun – sms ucapan selamat ultah – sms ucapan selamat ulang tahun – sms selamat pagi – sms selamat malam – sms natal – sms tahun baru – sms selamat tidur – sms bangun tidur – sms pacar – sms gebetan – sms kekasih

=====================================

“T’senyumlah..dan sebarkan kebahagiaan dlm hatimu.. Lakukanlah tanggungjawabmu dg lapang dada..tanpa keluh kesah.. Ihrisiy! Ishbiriy! Laa ta’jaziy!!!”
http://profiles.friendster.com/13180662

============================

“Teman seribu masih sedikit. Musuh satu kebanyakan (Ali r.a). Ingat!! senyum, salam, sapa.”

============================

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon cinta kepada-Mu dan orang-orang yang mencintaimu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada Cinta-Mu Ya Allah hidupkanlah hatiku dengan Cintamu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti yang engkau Cintai dan Ridhoi”

=====================

“emas tak akan ada harganya bila disandingkan dengan cinta..”

======================

“HAYALAN YG TERBAIK IALAH INGAT DOSA DAN TAUBAT”

============================

“Tiada hal yang terindah, selain mendengar suara murattal Alquran. <-> Mendukung pembubaran Ahmadiyah”

=========================

“yesterday is yesterday… today is a gift… tomorrow is a mystery…”

=========================

“Petunjuk itu milik Allah. Barang siapa yang di beri petunjuk, maka tidak ada sesiapapun yang akan dapat memberi kesesatan padanya. Dan barangsiapa yang di sesatkan olehNya, maka tidak ada sesiapapun yang akan dapat memberinya petunjuk”

http://profiles.friendster.com/79725269

======================

“Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu berwasiat: ‘Dunia akan pergi berlalu, dan akhirat akan datang menjelang, dan keduanya mempunyai anak-anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia..’(HR. Al-Bukhari)”

http://profiles.friendster.com/17395040

======================

“”When I look at you, I can’t deny there is a God, cause only God could have created someone as wonderful and beautiful as you.””

http://profiles.friendster.com/17742699

==================

“Allah adlh tujuan q,Muhammad adlh utusan Allah,Al-quran pedoman q,mati di jalan Allah adlh cita2 q لاعزّة الاّ بالجهاد!!!!!”

===================

“ya Alloh smoga engkau tidak menghukumku karena apa yg mereka katakan.Ampunilah aku atas apa yg mereka tidak ketahui.Dan jadikanlah aku lebih baik dari pada yg mereka perkirakan.HR.bukhori…”

=====================

“”sesuatu yg tdk klhtn it bkn berarti dy tdk ad. biarlah dy ttp tersmbunyi n bersemayam dsna. krn suatu saat dy akn mncl d saat yg tpt.””

http://profiles.friendster.com/17259129

=====================

““Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.””

====================

“Jika kau mendidik seorang laki2 maka kau hanya mendidik seorang manusia, Jika kau mendidik seorang wanita maka kau telah mendidik seluruh manusia. SUBHANALLAH..”

=====================

“An Abu Huroiroh, Rasululloh bersabda “Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Bukhory)”

========================

“”Dan bertaubatlah kalian semua orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”(An-Nuur: 31)”

======================

“nuntut ilmu kuliah aj bisa serius, jd nuntut ilmu agama yg lbh penting harusny bisa merasa lebih haus lagi..”

http://profiles.friendster.com/18851662

=========================

ya Rabb..aku berlindung kepadamu dari kejelekan jiwaku, dari kejelekan amal perbuatan-ku, dan hanya kepadaMu lah aku akan dikembalikan”

=================

“”Libas jadiid, wa ‘isy hamiid, wa mut syahiid” (berpakaianlah yang baru, hiduplah yang terpuji dan matilah dalam keadaan syahid)”

=====================

“”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Al Luqman: 13)”

========================

orang yang paling bebas di dunia,bahagia,ringan ,kuat,tinggi derajatnya diantara manusia,ahlussunnah yang luas ilmunya dan mengamalkannya secara keseluruhan sehingga bertakwa pada Allah ‘Azza wa Jalla dan mentauhidkan-Nya,kuj amin omongan ini.”
http://profiles.friendster.com/19332763

=======================

“Barangsiapa yang berjalan yang menuntut ilmu syar’I, Alloh akan mudahkan jalannya ke surga”

========================

“”karena itu aku pesan kepadamu bagaimanapun cintailah negara ini, sebab negara ini bukan hasil daripada perjuangan 1 atau 2 hari , bukan hasil perjuangan yang enteng TIDAK, tetapi dengan pengorbanan-pengorba nan, sekali lagi dengan pengorbanan!!!””

======================

“Amat merugi apabila matahari terbit sedang aku tidak menambah ilmu.”

========================

“hold d`Qur’an n Sunnah propet Muhammad SAW&shahabah`s thought tightly. Don’t b blind with fanatician of ulama’.Check ur reading book with atsar shahabah n books from great imams, like imam bukhori,muslim,ahmad ,abdullah bin mubarok (tabi’in).”

http://profiles.friendster.com/20589890

=====================

“Ibnu Al-Mu’taz: “Tinggalkanlah dosa-dosa, yang kecil maupun yang besar, karena itulah takwa. Berlakulah seperti pejalan pada tanah berduri;ia hati-hati terhadap apa yang dilihatnya. Jangan meremehkan hal kecil. Sesungguhnya gunung itu asalnya kerikil”

sms ultah terbaru , sms ulang tahun islami

silahkan kunjungi situs mantan kyai NU: http://www.mantankyainu.blogspot.com

musik itu haram: http://www.jauhilahmusik.wordpress.com

situs2 islam yg bermanfaat:

http://www.alsofwah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
http://www.muslim.or.id
http://www.kajian.net
http://www.pengusahamuslim.com
http://www.rumaysho.com
http://www.muslimah.or.id

http://www.google.com
http://www.google.co.id
http://www.yahoo.com

sms ultah – sms birthday – sms ulang tahun – sms ucapan selamat ultah – sms ucapan selamat ulang tahun – sms selamat pagi – sms selamat malam – sms natal – sms tahun baru – sms selamat tidur – sms bangun tidur – sms pacar – sms gebetan – sms kekasih