Memusnahkan Jimat di Bulan Penuh Berkah

Bandar Lampung – Sejak menjelang Ramadan, tempat-tempat Ruqyah di Bandar Lampung banyak dikunjungi warga. Selain ingin dibebaskan dari gangguan jin dan makhluk gaib lainnya, pengunjung juga menyerahkan benda pusaka yang dianggap azimat atau jimat.

“Biasanya benda-benda itu mempengaruhi perilaku seseorang dan cukup mengganggu kekhusyukan dalam beribadah selama bulan penuh berkah ini,” kata Amirudin, salah seorang ustaz yang mempunyai keahlian ruqyah dan memusnahkan pusaka atau azimat, Kamis (11/8).

Belasan pasien yang mengaku diganggu makhluk halus mendatangi tempat ruqyah milik ustaz yang pernah menimba ilmu di Arab Saudi itu di Rajabasa, Bandar Lampung. Sebagian mereka ada yang sampai menginap karena jin dan makhluk halus tidak mau beranjak dari tubuh pasien. Setiap ayat-ayat dan doa ruqyah dibacakan, para pasien meronta kesakitan.

Amirudin mengatakan kesadaran umat Islam dan sebagian non-muslim untuk terbebas dari persekutuan dengan makhluk jin dan gaib lainnya sudah mulai tinggi. Itu, kata dia, berdasarkan pada banyaknya warga yang datang dengan kondisi yang berbeda-beda.

“Ada juga mereka datang dari Jakarta untuk menjaga privasi. Umumnya, pasien seperti itu mengidap tingkat stres yang tinggi sehingga makhlus halus gampang menempel,” ujarnya.

Ruqyah merupakan pengobatan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dengan membacakan sejumlah ayat suci Al-Quran dan doa-doa tertentu untuk membebaskan manusia dari gangguan jin dan setan serta iblis.

Tanda-tanda orang yang sudah ditempeli jin, kata dia, kepala sering pusing, gelisah, sering melamun dan amarah tak terkendali. “Logika berpikirnya juga sering kacau dan aneh,” katanya.

Selain ruqyah, warga juga memusnahkan jimat atau pusaka seperti keris, tombak, akik dan besel. Menurut pemiliknya, alat-alat itu bisa mendatangkan rezeki, kesaktian, dan kekebalan. “Saya sudah bertahun-tahun memiliki sejumlah benda pusaka. Sekarang akan saya musnahkan karena ingin terbebas dari ketergantungan terhadap benda-benda itu,” kata Robinsah, seorang warga Jakarta yang sengaja datang ke tempat ruqyah
milik Ustaz Abdullah Hayyi.
Ustaz Abdullah Hayyi memusnahkan benda-benda pusaka itu dengan cara membakar. Sebelumnya, pria berusia 36 tahun yang pernah belajar di Al-Azhar di Kairo, Mesir, itu membacakan sejumlah ayat suci Al-Quran seperti Al-Fatihah, ayat Kursi, dan doa khusus.

“Tidak asal membakar karena intinya melepaskan pengaruh dan sugesti pemiliknya pada benda-benda itu. Percaya pada kekuatan penolong selain pada Allah itu syirik. Dosa yang tak terampuni,” katanya.

Tempat-tempat ruqyah yang biasanya berada di lingkungan masjid itu tidak mengenakan tarif khusus. Untuk ruqyah asal tidak sampai menginap tidak dikenakan biaya. “Kami hanya mengenakan biaya pada pasien yang menginap untuk biaya sewa kamar dan makan sehari-hari. Itu pun tak seberapa. Usaha ruqyah bukan mata pencaharian kami. Hanya untuk membantu sesama,” katanya.

Sementara itu salah seorang pasien, Ahmad Mustofa, mengatakan dirinya stres berat. Dia sudah berkonsultasi ke sejumlah psikiater tapi stres yang menderanya tak kunjung sirna. “Dua kali diruqyah, badan dan pikiran saya mulai enteng. Kata ustad banyak jin dan makhluk halus yang menempel di diri saya,” kata pria asal Bogor itu. (NUROCHMAN ARRAZIE | tempointeraktif.com)

http://metafisis.wordpress.com/2010/08/28/memusnahkan-jimat-di-bulan-penuh-berkah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s