Ayo, Jadi Remaja SIAGA!

Edisi 164/Tahun ke-4 (29 September 2003)

Kejahatan tidak hanya terjadi karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Maka, waspadalah! ” kita pasti apal banget dengan ajian sakti Bang Napi ini. Ungkapan yang pas banget untuk ngegambarin kondisi sekitar kita. Lingkungan kian tidak bersahabat dengan para penghuninya. Rasa aman serasa sulit diperoleh. Tayangan kriminalitas yang terjadi saban hari. Seluruh stasiun televisi secara demonstratif menampilkan tindakan hero para aparat keamanan meringkus penjahat. Bukannya kita nggak suka liat aksi unjuk gigi para petugas keamanan, tapi efek beritanya itu lho yang bikin kita ngeri. Kriminalitas nggak kenal waktu, tempat, plus nggak pilih-pilih korban. Ada yang mau daftar? Nggak dong.

Sobat muda muslim, selain kriminalitas, ada yang lebih berbahaya dan patut kita waspadai. Lebih seram dari yang dikhawatirkan Bang Napi. Bahkan bisa memakan korban dengan nggak pandang usia. Dari balita sampai yang udah tua. Parahnya lagi, dia pandai menyamar bak punya seribu wajah. Dunia anak-anak, ABG, sampai orang dewasa pun dengan mudah disusupi olehnya. Pokoknya, kita kudu ngeh dengan yang satu ini. Pengen tahu siapa dia, kita tanya….Galileo. Dan Galileo bilang: “ Tetep panteng nih tulisan. Atau kamu akan rugi tujuh turunan…” hehehe…

Bahaya terselubung di sekitar kita

Kita nggak bermaksud nakut-nakutin kamu tanpa alasan jelas. Kita cuma ngingetin bahwa nggak hanya bahaya fisik yang kudu kita waspadai. Tapi bahaya nonfisik juga nggak kalah dahsyatnya dan jangan sampe kecolongan. Karena bahaya ini nggak bisa dideteksi apalagi ketahuan bentuknya. Pokoknya abstrak banget. Seabstrak kamar kostan anak remaja cowok. Ditambah tim sekelas Gegana pun nggak mampu menjinakkannya. Pemikiran dan budaya dari luar itulah yang kita maksud bahaya nonfisik. Jangan mengernyitkan dahi dulu ya?

Sobat muda muslim, era globalisasi bikin dunia terasa sempit. Sesempit rumah masa depan yang berbatu nisan. Setiap informasi dan budaya Barat gampang banget didapet. Bahkan nggak sedikit dari remaja muslim yang ambil bagian menjadi pengembannya. Akibat-nya, nilai-nilai budaya timur yang dulu sangat diagungkan lambat laun terkikis. Para wanita tak malu mengumbar auratnya. Remaja saling berlomba meraih kebebasannya. Dan orang tua pun melupakan ‘pekerjaan rumah’-nya.

Jadi nggak salah kalo kita bilang lingkungan kita termasuk dangerous zone jika kita tak pandai mengambil langkah. Media audio visual dan media cetak menjadi tim sukses penyebaran budaya Barat di negeri ini. Budaya Barat inilah yang mampu menghipnotis remaja muslim sehingga melupakan jati dirinya sebagai hamba Allah. Bentuknya bisa macem-macem. Yang pasti selalu menawarkan kesenangan, keceriaan, popularitas, dan segala macam sifat yang digandrungi remaja.

Tapi jangan salah lho, pengaruh negatif budaya Barat ini juga tengah mengincar adik-adik kita. Hari kamis, 11/09/03 lalu, detikhot menurunkan berita seputar pelarangan boneka barbie di Arab. Karena boneka ini erat sekali dengan citra kaum Yahudi yang numpang hidup dan gak tahu malu di bumi Palestina. Ditambah, banyak anak putri muslimah di Arab yang meminta dibelikan baju seksi dan bikini seperti yang sering dipakai boneka barbie . Dan jika tidak segera dicegah, bukan tidak mungkin adik perempuan kita akan menolak pakaian muslimah yang wajib mereka pakai.

Selain boneka barbie , tayangan film kartun imajinatif juga ada bahaya tersendiri. Film seperti digimon, pokemon, atau doraemon akan menggiring adik-adik kita hidup di dunia khayal. Seolah setiap masalah pasti bisa diselesaikan dengan bantuan makhluk-makhluk aneh bin ajaib yang jadi teman mereka. Bisa-bisa entar pengen punya baling-baling bambu atau beternak pikachu!

Dunia remaja sudah menjadi sasaran empuk budaya Barat. Gaya rambut, cara berpakaian, gaul bebas alias pacaran menjadi kental dalam kehidupan remaja. Popularitas atawa kecantikan fisik seolah menjadi takaran dalam menilai harga diri dan identitas. Makanya nggak sedikit remaja yang rela menggadaikan auratnya, mentato badannya, atawa mengecat rambutnya biar bisa diterima dalam komunitasnya. Ih, malu-maluin tuh!

Selain upaya pencarian identitas, keingintahuan remaja tentang seks memancing mereka untuk dapetin info dari buku, internet, atau vcd porno yang mudah diperoleh di emperan toko. Karena orang tua juga remaja merasa tabu kalo ngomongin tentang seks satu sama lain. Padahal itu sangat berperan dalam mengarahkan remaja kepada jalan yang benar dan diridhoi Allah. Jangan sampai kakak atau adik perempuan kita termasuk bagian dari hasil penelitan yang dilakukan Pusat Studi Hukum Universitas Islam Indonesia (PSH UII) baru-baru ini. Dari 202 responden remaja (15-25 tahun), sekitar 15% nya mengaku pernah melakukan hubungan seks. Mereka mengaku sebelumnya terpengaruh oleh tayangan pornografi baik melalui internet, VCD, TV, atau bacaan porno. ( eramuslim, 09/09/03 ).

Lain padang, lain ilalang. Lain remaja, lain juga orang dewasa. Di tengah himpitan ekonomi yang kian memburuk, orang dewasa banyak yang tak mampu berpikir jernih untuk mengatasi masalahnya. Otot lebih berperan dibanding otak. Nggak gentle kalo masalah diselesaikan dengan musyawarah. Karena itu acara Buser, Patroli, Sergap, Tangkap, Kriminal Pagi , atau Investigasi nggak pernah sepi dari berita tindak kejahatan yang pelakunya didominasi kalangan dewasa atau orang tua.

Acara ghibah- taintment atau mistik- taintment juga nggak terlepas dari pengaruh budaya Barat. Kita jadi terbiasa ngegosip sampai mulut kita berbusa. Bahkan tayangan seputar mistik bisa bikin kaum muslimin menduakan Sang Pencipta alias jadi musyrik . Telenovela yang mengajarkan ide emansipasi yang salah kaprah pun lambat laun mengikis ketaatan ibu rumah tangga kepada suami. Seolah mereka pun punya hak untuk menceraikan suaminya. Walah!

Kapitaslime biang kerusakan

Maraknya pornografi, meningkatnya kenakalan remaja, atau tumbuh suburnya para pelaku kejahatan sangat dipengaruhi oleh pemahaman tentang hidup yang mereka jadikan standar tingkah polahnya. Inilah akibat nyata pengaruh negatif budaya Barat. Banyak di antara kita yang menempatkan agama sebagai tempat berpulang ketika dirundung masalah atau berhubungan dengan jenazah. Seolah agama nggak bakal bisa ngatur hidup kita. Sok tahu banget kan?

Bisa dibayangin, ketika agama dipisahkan dengan kehidupan, orang akan menilai baik buruknya perbuatan mereka berdasarkan hawa nafsu. Semuanya distandarkan dengan manfaat yang diperoleh. Tanpa peduli dengan penilaian orang. Jadi nggak aneh kalo ada remaja putri yang berprofesi sebagai penari ‘striptease’ organ tunggal karena dibayar. Atau Avi Basuki sang model video klip ‘Posesif’-nya Naif yang tertangkap basah waktu lagi menjajakan barang dagangannya berupa lintingan ganja. Its all about the money !

Selain pengaruh budaya Barat, negara juga ikut terlibat dalam mendesain kerusakan lingkungan sekitar kita. Negara yang punya wewenang paling tinggi buat mengatur urusan rakyatnya malah bikin rakyat sengsara. Utang luar negeri yang bejibun dibebankan kepada rakyat. Mulai dari pengurangan subsidi sampai privatisasi sumber daya air semuanya bikin rakyat merana.

Kapitalisme memotivasi rakyat untuk menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang terpaksa harus merelakan dirinya diperbudak oleh harta. Hukum rimba pun diberlakukan di tengah masyarakat. Yang terkuat dialah yang menjadi raja. Itu sebabnya nggak heran bahwa bahaya tengah mengancam kita dan keluarga. Karena itu akan tetap lestari selama sistem kapitalis nan sekuler masih bercokol di negeri ini. Asli. Nggak bo’ong. Suer!

Jaga diri dan keluarga

Sobat muda muslim, sekarang kita udah tahu penyebab rusaknya lingkungan sekitar kita. Bukan cuma karena polusi tapi juga karena pemikiran dan Budaya barat yang udah jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Kini saatnya kita membentengi diri kita dari pengaruh buruk lingkungan. Caranya? Gampang. Perdalam Islam alias ngaji. Belajar boo!

Yup. Nggak salah langkah kamu kalo memulai dengan ikut pengajian. Hanya Islam yang dipahami sebagai aturan hidup yang bisa memelihara keislaman kita. Bukan cuma dipahami sebatas ibadah. Ajaran Islam yang agung mampu mengatasi setiap permasalahan hidup yang kita hadapi. Jaminannya, kita akan bahagia dunia akhirat kalo tetep ‘jalan bareng’ dengan aturan Islam. Percaya deh.

Selain ikut pengajian, keberadaan teman pun sangat diperlukan. Karena teman yang baik akan banyak membantu kita melewati masa-masa sulit ketika istiqomah di tengah keterasingan lingkungan kita dengan Islam. Teman pula yang akan mengobarkan semangat kita untuk berlomba dalam kebaikan. Dan mengingatkan kita jika berbuat kelalaian. Maka amat beruntunglah jika kita punya sohib deket. Dalam suka dan duka, susah dan senang, semua dilewati bersama. Jadi inget lagunya Brothers…. hehehehe

Selain menata diri, jangan sampai kita melupakan keluarga. Merekalah orang yang terdekat dengan kita. Sudah seharusnya mereka pulalah yang pertama memahami dan membantu kita untuk tetep istiqomah. Kewajiban seorang muslim untuk saling mengingatkan, saling menasehati juga berlaku untuk keluarga kita. Dan pasti kita nggak pengen keluarga kita rusak dan jadi bahan bakar api neraka karena budaya Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” ( QS. at-Tahrîm [66]: 6 )

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” ( QS. asy-Syu’ara [26]: 214 )

Hal yang sama juga dilakukan oleh Rasulullah saw. Setelah turun (QS Asy-Syu’ara [26]: 214) Rasul segera mengumpulkan sanak kerabatnya sampai dua kali. Beliau bersabda: “…Demi Allah yang tidak ada iIah selain Dia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum. Demi Allah kalian benar-benar akan mati layaknya sedang tidur nyenyak dan akan dibangkitkan lagi layaknya bangun dari tidur. Kalian benar-benar akan dihisab terhadap apa pun yang kalian perbuat, lalu di sana ada surga yang abadi dan neraka yang abadi pula.”

Nah, sobat muda muslim, mari kita selamatkan diri dan keluarga kita. Jangan ragu bin segan untuk mendakwahkan Islam kepada keluarga. Kalo kita yakin dengan kebenaran Islam, mari kita sampaikan langsung kepada mereka. Kita jalin komunikasi yang sehat dengan sanak kerabat. Apa pun reaksi yang muncul, kita kudu siap menerimanya. Meski keluarga belum setuju, usaha tetep melaju. Karena Bani Hasyim, keluarga Rasulullah pun banyak yang menolak ajakan Rasul. Tak terkecuali pamannya, Abu Thalib. Meski Rasulullah terus berusaha mengajak pamannya yang menjadi pelindung dakwahnya untuk bersyahadat, tapi sampai menjelang ajalnya, Abu Thalib tetap dengan keyakinannya. Rasulullah bersedih. Turunlah firman Allah swt:

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” ( QS. al-Qashash [28]: 56 )

So, mari kita jadi remaja SIAGA: Siap Ajak Keluarga untuk mau taat pada ajaran Islam. Setuju? Kudu! Gejlig. [hafidz]

http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/ayo-jadi-remaja-siaga.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s