Preman Transnasional Disetujui, Muslim Taat Dimusuhi

Reposting dari tulisannya ustadz Hartono Ahmad Jaiz.

Silahkan dinikmati!

* * * * * *

Preman Transnasional Disetujui, Muslim Taat Dimusuhi

Seorang anak muda bernama Umar, tinggal di daerah Pemalang Jawa Tengah. Dia dikenal sebagai anak bergaya preman, dengan potongan rambut punk, bagian tengah atas kepala dari depan sampai belakang disisir berdiri njegrag bagai jengger ayam. Pemuda macam ini tidak dekat dengan agama.

Kata seorang yang silaturrahim ke tempat saya, Umar banyak mendapat halangan justru ketika dia berubah jadi pemuda yang taat agama. Namun tamu ini saat itu tidak banyak cerita bahwa Umar dulunya adalah pemuda punker, karena Umar sendiri ikut bertamu saat itu dalam keadaan sudah berjenggot, dan mengatakan mau belajar ke pesantren.

Lain kali setelah itu, tamu itu datang lagi tanpa membawa Umar. Dia bercerita bahwa Umar sekarang sudah menjadi santri di pesantren Bogor Jawa Barat. Dia ceritakan, semula Umar adalah pemuda yang ikut-ikutan dalam pergaulan anak muda, sampai rambutnya pun dibuat bergaya punk. (Yang namanya punk itu asalnya adalah orang-orang semacam gelandangan/ anak-anak kuli di Amerika dan Inggeris, kemudian membentuk grup musik The Ramonis di Amerika dan Sex Pistols di Inggeris tahun 1970an. Mereka dulunya suka menyindir pemerintah, kadang dengan kasar. Gaya khasnya berpotongan rambut seperti jengger ayam disebut mohwk ala Suku Indian, dan rambutnya diwarnai dengan warna-warna terang. Sekarang punk itu menjadi aliran musik yang bercabang-cabang, dan dianggap paling ngetrend di dunia dalam musik rock. Tulisan ini hanya sekadar menjelaskan sifat, bukan berarti menyetujui).

Ketika Umar bergaya punk seperti itu, orang-orang dan masyarakat sekitar sampai tokoh Islam bahkan orang tuanya diam saja. Tetapi rupanya ada seseorang yang mendekati Umar, dengan menasihati dan mengajaknya ke jalan yang benar, yaitu mempelajari Islam dengan sedikit-demi sedikit, dari aqidah (keyakinan) yang benar sampai ibadah dan akhlaq. Dalam tempo yang tidak lama, Umar berubah total. Dari pemuda punker yang berambut jengger, kemudian menjadi pemuda berkopiah putih, berjenggot, bahkan berbaju gamis putih dengan celana jigrang (di atas mata kaki) tetapi bukan LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah, yang dulunya Islam Jama’ah, menurut penelitian Litbang Departemen Agama, yang sudah difatwakan sesat oleh MUI dan dilarang Kejaksaan Agung 1971, lihat buku Bahaya Islam Jama’ah, Lemkari, LDII).

Di saat Umar sudah meninggalkan gaya punk dan beralih dengan penampilan berpeci putih, berjenggot, bergamis putih dan bercelana cingkrang, ternyata halangan dan gunjingan justru bertubi-tubi. Sampai-sampai ada yang memegang kerah bajunya dan siap menghantamnya. Yang mau menghantamnya itu bukan preman, tetapi justru tokoh agama dari kalangan tradisional yang doyanannya tahlilan (upacara bid’ah berupa baca-baca dalam rangka peringatan orang mati pada hari ketiga, ketujuh, keempatpuluh dan seterusnya) dan semacamnya. Padahal Umar tidak mengganggu mereka, hanya berpenampilan untuk dirinya sendiri. Sedang Umar tidak doyan tahlilan juga hanya untuk dirinya sendiri.

Lebih aneh lagi, ketika Umar sedang tidur, tahu-tahu jenggotnya dipegang orang erat-erat dan mau dipotong. Ternyata yang akan memotong jenggot Umar ini adalah ibunya sendiri. Maka Umar bangun, lalu berkata:

“Bu, kalau saya mau jadi orang yang benar, tetapi malah dihalangi, maka mari kita beli anggur berkrat-krat, nanti kita mabuk-mabukan di jalanan, sambil berjoget-joget bersama, Bu!”

Sejak itu ibunya tidak mengganggunya lagi. Dan kemudian Umar mencari pesantren yang bisa menampung dirinya untuk belajar agama dengan gratis. Karena dari orang tua tidak ada harapan. Dan Umar kemudian mendapatkan tempat untuk belajar seperti apa yang ia inginkan. (Hajaiz).

majalah qiblati
http://www.qiblati.com
http://www.nahimunkar.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s