SIKAP AHLUSSUNNAH tentang ILMU KALAM

MUQADDIMAH
Segala puji bagi ALLAH_kepadaNya kita memuji, meminta pertolongan, petunjuk, dan Ampunan.
kita berlindung kepadaNya_dari kejahatan jiwa dan dari keburukan perbuatan kita.

ALLAH Azza wa Jalla telah berfirman :
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
[QS Al-An’aam:115-116]

dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud_bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (Bid’ah) dalam agama. Dan setiap Bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.
(“H.R imam Ahmad (I/392-393), Abu Dawud no.1892, an-Nasa-i (III/ 104-105), at-Tirmidzi no.1105)

APA ILMU KALAM ?
Ilmu Kalam adalah Ilmu Filsafat. Suatu Ilmu yang dikembangkan berdasarkan pemahaman AKAL dan LOGIKA dalam mengkaji pembahasan Ilmu Agama. Sejatinya, Analogi pemikiran lebih diutamakan daripada AlQuran dan Sunnah/Hadits2 shahih serta Ijma ulama Salaf.

PENJELASAN MENGENAI ILMU KALAM
Imam Abu Hanifah Rahimahullah berkata:
“Aku telah menjumpai para ahli Ilmu Kalam. Hati mereka keras, jiwanya kasar, tidak peduli jika mereka bertentangan dengan al-Qur-an dan as-Sunnah.
Mereka tidak memiliki sifat wara’ dan tidak juga takwa.” [1]

Imam Abu Hanifah Rahimahullah juga berkata saat ditanya tentang pembahasan dalam ilmu kalam dari sosok dan bentuk, ia berkata:
“Hendaklah engkau berpegang kepada as-Sunnah dan jalan yang telah ditempuh oleh Salafush Shalih. Jauhi olehmu setiap hal baru, karena ia adalah bid’ah.” [2]

Al-Qadhi Abu Yusuf (wafat th. 182 H) Rahimahullah [3], murid dari Abu Hanifah Rahimahullah,
berkata kepada Bisyr bin Ghiyaats al-Marisii: [4] “Ilmu tentang kalam adalah suatu kebodohan dan bodoh tentang Ilmu Kalam adalah suatu ilmu. Seseorang, manakala menjadi pemuka agama atau tokoh ilmu kalam, maka ia adalah zindiq atau dicurigai sebagai zindiq (kafir).”
Dan beliau berkata pula: “Barangsiapa yang belajar ilmu kalam, ia akan menjadi zindiq…” [5]

Imam Ahmad Rahimahullah berkata:
“Pemilik ilmu kalam tidak akan beruntung selamanya. Para ulama kalam itu adalah orang-orang zindiq (kafir).” [6]

Imam Ibnul Jauzy Rahimahullah(wafat th. 597 H) berkata:
“Para ulama dan fuqaha (ahli fuqaha) umat ini dahulu mendiamkan (mengabaikan) ilmu kalam bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka menganggap ilmu kalam itu tidak mampu menyembuhkan seorang yang haus, bahkan dapat menjadikan seorang yang sehat menjadi sakit. Oleh karena itu, mereka tidak memberi perhatian kepadanya dan melarang untuk terlibat di dalamnya.” [7]

Imam Syafi’i Rahimahullah berkata:
“Barangsiapa yang memiliki ilmu kalam, ia tidak akan beruntung.” Beliau juga mengucapkan: “Hukum untuk Ahli Kalam menurutku adalah mereka harus dicambuk dengan pelepah kurma dan sandal atau sepatu dan dinaikkan ke unta, lalu diiring keliling kampung. Dan dikatakan: ‘Inilah balasan orang yang meninggalkan al-Kitab dan as-Sunnah dan mengambil ilmu Kalam.’” [8]

Beliau Rahimahullah juga menyatakan [9]
Segala ilmu selain al-Qur-an hanyalah menyibukkan.
terkecuali ilmu hadits dan fiqh untuk mendalami agama.
Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya: “Qoola Hadatsana (Telah menyampaikan hadits kepada kami).”
selainnya itu adalah ‘gangguan syaitan’ belaka.
————-
notes :
[1]. Lihat Manhaj Imam asy-Syafi’i fii Itsbaatil ‘Aqiidah (I/74) oleh Dr. Muhammad bin ‘Abdil Wahhab al-‘Aqiil.
[2]. Ibid, I/75.
[3]. Beliau adalah murid Abu Hanifah yang paling pintar, seorang ahli hadits dan termasuk Qadhi yang masyhur. Lihat Siyar A’laamin Nubalaa’ (VIII/535-539).
[4]. Ia adalah seorang tokoh Ahlul Bid’ah yang sesat, ayahnya seorang Yahudi. Ia mengambil pendapat-pendapat Jahm bin Shafwan dan berhujjah dengannya. Ia termasuk orang yang menguasai ilmu Kalam.
Qutaibah bin Sa’id berkata: “Bisyr al-Mariisi adalah kafir.” Dan Abu Zur’ah ar-Raaziy berkata: “Bisyr al-Mariisi adalah zindiq.” Bisyr mati pada tahun 218 H. Lihat Miizanul I’tidal karya Imam adz-Dzahabi (I/322-323 no. 1214).
[5]. Syarah ‘Aqiidah ath-Thahawiyah, tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at-Turki (hal. 17).
[6]. Lihat kitab Talbis Iblis (hal. 112).
[7]. Lihat Manhaj Imam asy-Syafi’i fii Itsbaatil ‘Aqiidah (I/75) oleh Dr. Muhammad bin ‘Abdil Wahhab al-‘Aqiil.
[8] Lihat Ahaadits fii Dzammil Kalam wa Ahlihi (hal. 99) karya Imam Abul Fadhl al-Maqri’ (wafat th. 454 H), tahqiq Dr. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda‘I; Jaami’ul Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi karya Ibnu ‘Abdil Barr (II/941), dan Syarah ‘Aqiidah Thahawiyyah, takhrij dan ta’liq oleh Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at-Turki, hal. 17-18.
[9]. Lihat Diwan Imam Syafi’i hal 388 no. 206, tartib dan syarah Muhammad ‘Abdur-rahim, cet. Daarul Fikri 1415 H
———–
smoga bermanfaat ilmunya. barokallohu fikum .

sumber: Untuk anggota group fb ISLAM DENGAN SUNNAH DAN (TANPA) BID’AH HASANAH
Ahmad Rosyid 30 Juni jam 8:10

http://www.almanhaj.or.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s