wanita penghuni syurga

Untuk anggota LEMBAGA SAKINAH FB
Muadz Rusly 05 Juli jam 20:25

Dari Atha Abi Rabah,ia berekata, Ibnu Abbas berkata padaku,
” Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni syurga ?”

Aku menjawab,”ya”

Ia berkata,” Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam lalu berkata, ‘ Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Alloh Menyembuhkannya.’

Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata, ‘ Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Alloh Menyembuhkanmu.

Wanita itu menjawab, ‘ Aku pilih bersabar. ‘Lalu ia menjawab perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.”[HR.Bukhari dan Muslim]

Betapa rindunya hati ini pada syurgaNya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni syurgaNya. Dan Subhanaalloh! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia diperiksa sebagai salah seorang penghuni syurgadi kala nafasnya masih dihembuskan. Sedang jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah,” Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni syurga?” Aku menjawab,”Ya”
Ibnu Abbas berkata, ”Wanita hitam itulah…dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yg berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni syurga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia akan memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Alloh dan Rasul_Nya. inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yg hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan ahlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari syurga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan- Semoga Alloh Memberi mereka petunjuk-.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apa fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Alloh yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikanlah hati dan akhlaqmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Alloh untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang di panjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih YANG MASIH HIDUP. Dan dalam hal ini , Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya dikabulkan oleh Alloh.

Wanita itu berkata,”Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh).
Doakanlah untukku agar Alloh Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering di tanggung para penderita panyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanalloh. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni syurga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang disaat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya ???

Saudariku, dalam hadist di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk kedalam syurga. Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata, ” Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu syurga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Alloh Menyembuhkanmu. ”Wanita itu menjawab, ”Aku pilih sabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni syurga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadangseorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan mulia di sisi Alloh dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Alloh akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Alloh Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan , sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, ”Jika datang suatu kedudukan milia dari Alloh untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Alloh akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Alloh akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” [HR. Imam Ahmad. Dan hadist ini terdapat dalam silsilah Al-Haadist Ash-shahihah 2599]

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Alloh akan mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi_Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya,” Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.”Maka Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam pun kepada Alloh agar auratnya tidak tersingkap”. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini diluar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan disaat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslilah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni syurga tersebut.
Wallahu Ta’ala a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s