Dilamar Mantan Pacar

Assalaamu’alaikum,Salam kenal buat Mbak Lathifah, saya punya sedikit masalah yang mengganjal dalam hati saya. Begini Mbak, kira-kira sekitar 6 bulan yang lalu saya pernah dekat dengan seorang cowok, kemudian saya tahu kalau dalam Islam pacaran itu nggak boleh (harom). Lalu saya sampaikan hal tersebut padanya, ia bisa mengerti akan hal itu. Tak lama kemudian dia menyatakan keseriusannya pada saya dan ia sudah menyampaikannya pada kedua orang tua saya, ketika orang tua saya menanyakan kesediaan saya, saya jadi bingung Mbak, karena sebelum ini dia adalah pacar saya.

Bagaimana pandangan Islam terhadap masalah ini Mbak? Apa yang harus saya lakukan, yang memang merupakan jalan yang terbaik, hingga saat ini saya masih diliputi kebingungan. Terimakasih atas jawaban Mbak Lathifah.

Nidya

JAWABAN:

wa‘alaikum salam,Salam kenal juga untuk Nidya.

Alhamdulillah, Allah Swt. telah memberikan hidayahNya sehingga Nidya bisa memahami bahwa pacaran adalah perbuatan yang diharamkan. Semoga Allah Swt. menguatkan Nidya agar tetap beriltizam untuk menjauhi berbagai bentuk keharaman.

Adik Nidya,Keharaman pacaran adalah karena dalam aktivitas ini kita akan menabrak berbagai rambu-rambu pergaulan antara pria dan wanita, yaitu:

Pertama ghodhul bashor (menundukkan pandangan, yang diperintahkan dalam QS an-Nur [24]: 30-31). Minimal dalam pacaran, masing-masing hati akan saling terpengaruh dan akhirnya ada pandangan yang terpengaruh oleh syahwat.

Kedua, biasanya dalam pacaran ada aktivitas khalwat, yakni berduaan antara pria dengan wanita yang bukan mahramnya. Padahal dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaitan.

Ketiga, mendekati zina. Padahal Allah Swt. telah melarang keras untuk mendekati zina (QS al-Isra [17] :32). Ada banyak macam aktivitas mendekati zina. Zina mata dengan melihat hal yang diharamkan seperti aurat atau memandang dengan syahwat. Zina tangan dengan menyentuh. Zina telinga dengan saling memperdengarkan rayuan.

Ya, kita bisa melihat gambaran aktivitas mendekati zina dari berbagai tayangan remaja di televisi, layar lebar, termasuk kalau kita membaca konsultasi seksual remaja di media-media massa cetak. Sangat tergambar bagaimana kerusakan remaja kita dalam berpacaran. Yang jelas aktivitas berpacaran akan mengantarkan pelakunya pada perbuatan zina yang sesungguhnya. Istilahnya sekarang ML (Making Love).

Untuk itu bersyukurlah Nidya atas kesadaran bahwa pacaran adalah perbuatan haram, dengan banyak istighfar (memohon ampun) kepada Allah Swt. dan bertaubat secara sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi.

Adik Nidya, Mbak memahami bahwa salah satu upaya untuk menjauhi aktivitas pacaran adalah dengan tidak berinteraksi kembali dengan mantan pacar. Namun masalahnya, seperti yang Nidya sampaikan dalam surat, bagaimana bila mantan pacar mengkhitbah?

Dalam hal ini Nidya harus meneliti dan mencermati sang teman pria ini. Apakah sebagaimana Nidya ia juga telah menyadari bahwa pacaran itu salah kemudian menjauhi pacaran. Namun karena dia menyukai Nidya dan menginginkan hubungan yang diridhai Allah Swt., maka dia melamar. Bila demikian, berarti dia telah menyadari dan menginginkan interaksi yang halal dalam sebuah lembaga pernikahan. Maka kembali pada Nidya sendiri, apakah bersedia menikah dengannya atau tidak. Menerima niat baiknya semata-mata karena menginginkan keridloan Allah Swt., atau menolaknya karena barangkali Nidya memiliki alasan tersendiri untuk menolak.

Adik Nidya, lamaran adalah aktivitas yang dihalalkan. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada sang pelamar (khatib). Saya sendiri menyarankan agar Nidya shalat istikharah, agar dalam menentukan pilihan, Allah Swt. memberi petunjuk pilihan yang terbaik bagi kita dan masa depan agama kita.

Adik Nidya juga perlu melihat lebih jauh, apakah teman laki-laki tersebut hanya menghindari istilah berpacaran dan menggantinya dengan peminangan, sebagaimana masyarakat menyebutnya pertunangan, sementara itu kalian belum akan menikah segera. Interaksi pun jalan terus seperti sebelumnya. Ini sebuah kesalahan. Sama saja dengan upaya melegalkan kemaksiatan.

Bila memang kalian akan menikah, maka usahakan untuk segera melangsungkannya, agar terhindar dari godaan kemaksiatan. Hati-hati, syaithan bisa mengotori hati, sehingga mengkhayalkan hal-hal yang belum sah dilakukan. Yang harus diperhatikan bila Nidya menerima pinangannya adalah kalian masih sama-sama “orang asing”. Tidak boleh bergaul di luar batas-batas yang dibolehkan syariat. Khalwat tetap diharamkan dan antar “calon suami-istri” ini tidak boleh membicarakan hal-hal yang intim dan pribadi.

Untuk menjaga batas-batas pergaulan, informasi yang lebih rinci bisa didapatkan melalui pihak keluarga masing-masing. Adanya rasa saling suka barangkali akan mengganggu upaya untuk ghadhul bashor, tapi “rasa” itulah yang seharusnya mendorong kalian mempercepat pernikahan. Sebagaimana Rasulullah saw. pernah menyampaikan kebolehan sang pelamar untuk melihat kepada wanita yang akan dinikahinya, agar semakin mendorongnya segera menikahinya.

Adik Nidya, menikah adalah sunnah Rasulullah saw., yang sangat dianjurkan bagi para pemuda dan pemudi. Selain di dalamnya terdapat banyak keberkahan, karena memadukan dua insan yang sama-sama beribadah kepada Allah Swt., menikah juga dapat meredam naluri melestarikan jenis yang tidak terkendali.

Dengan menikah pula harga diri dan kehormatan insan akan terjaga. Namun pernikahan juga memerlukan bekal pemahaman yang cukup, khususnya tentang tanggung jawab masing-masing sebagai suami istri. Untuk itu, perbanyaklah mempelajari ilmu agama, sebagai bekal untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah yang senantiasa terikat pada hukum-hukum Allah Swt. Semoga Allah Swt. mempermudah segala ikhtiar kebaikan[]

http://www.gaulislam.com/dilamar-mantan-pacar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s