Ikatan Aqidah dan Ukhuwah Lebih Kuat Dari Ikatan Darah

Oleh Adi Victoria, Aktivis Pejuang Khilafah

Bersaudara tak mesti sedarah…
Bersaudara tak harus serumah…
Bersaudara bukan soal daerah…
Karena persaudaraan yg benar adalah atas dasar ukhuwah islamiyyah…
Kita dipersaudarakan oleh Allah yg kita sembah…
Kita bersaudara karena Rasulullah yg menyampaikan hidayah…
Adakah persaudaraan yg lebih indah dari persaudaraan karena Allah?

 

”sebuas-buasnya harimau tak akan makan anak sendiri.” mungkin kita sudah tidak asing dengan pepatah di atas. Sang raja hutan yang terkenal buas yakni harimau tidak akan memakan anaknya sendiri, bahkan dia akan rela mati-matian untuk melindungi anaknya sendiri. Hal ini seolah menunjukan betapa kuatnya ikatan biologis dari harimau dan anaknya tersebut.

Pun demikian hal nya dengan manusia. Kedua orang tua tentu akan melindungi dan mendidik buah hati mereka agar menjadi manusia yang berguna bagi manusia sekitarnya. Hal ini karena adanya ikatan yang mengikat diantara mereka, yakni ikatan darah, atau ikatan biologis.

Namun, ikatan tersebut bukanlah ikatan yang kuat. Bukanlah ikatan yang sempurna. Bagaimana kita bisa melihat fakta di masyarakat banyaknya anak yang tidak lagi menurut kepada keyakinan orang tuanya ketika dia berpindah keyakinan.

Dalam sirah nabawiyah pun kita bisa melihat bagaimana sahabat yang lebih memilih Islam sebagai aqidah yang mengikat diri mereka, daripada keluarga, meskipun keluarga mereka sendiri bersumpah akan memutuskan silaturahim tali keluarga!

Lihatlah bagaimana sosok mus’ab bin umar sang muqarri’ madinah, yang lebih memilih Islam daripada keluarga nya. Ia rela hijrah ke Madinah, menjadi duta Rasulullah saw untuk menyampaikan risalah Islam di kota tersebut.

Mush’ab bin Umair bukan sembarang lelaki. Ketika di masa jahiliyyah, ia dikenal sebagai pemuda dambaan kaum wanita. Ia adalah seorang pemuda ganteng yang dikenal sangat perlente. Bila ia menghadiri sebuah perkumpulan ia segera menjadi magnet pemikat semua orang terutama kaum wanita. Gemerlap pakaiannya  dan keluwesannya bergaul sungguh mempesona. Namun sesudah memeluk Islam, ia berubah samasekali.
Pada suatu hari ia tampil di hadapan beberapa orang muslimin yang sedang duduk sekeliling Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Demi memandang Mush’ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush’ab memakai jubah usang yang bertambal–tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka – pakaiannya sebelum masuk Islam – tak obahnya bagaikan kembang di taman, berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi. Adapun Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, menatapnya dengan pandangan penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati, pada kedua bibirnya tersungging senyuman mulia seraya bersabda :  “Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Atau kita bisa melihat bagaimana kuatnya ikatan yang mengikat antar masing-masing sahabat Nabi Muhammad saw. Lihatlah bagaimana meleburnya sahabat Abu Bakar yang Arab dengan Salman yang berasal dari Persia dengan Bilal yang orang Ethiopia dengan Shuhaib yang berasal dari bangsa Romawi. Mereka menjalin al-ukhuwwah wal mahabbah (persaudaraan dan kasih sayang) yang menembus batas-batas suku, bangsa, warna kulit, asal tanah-air dan bahasa. Itulah ukhuwah Islamiyyah yang terpancar dari ikatan aqidah.

Jagalah Ukhuwah Wahai Para Ikhwah

Namun memang, ada hal yang bisa merusak dan memperlamah ikatan aqidah itu sendiri yakni hilangnya rasa ukhuwah di antara para ikhwah. Hal ini bisa karena faktor urusan personal ataupun hal tehnis. Namun sejatinya, ketika seseorang memahami makna dari sebuah ikatan aqidah itu sendiri maka sejatinya ia faham bahwa ukhuwah merupakan satu diantara pilar-pilar yang memperkokoh ikatan aqidah itu sendiri. Terkadang kita menyaksikan para ikhwah yang saling caci ataupun cerca ketika berdiskusi, yang tadi nya ingin mencari kebenaran maka beralih untuk mencari pembenaran akan pendapat masing-masing.

Dalam diskusi tentang dakwah, berdiskusi dengan harokah dakwah lain. Apakah kita telah berdiskusi secara ahsan? Apakah kita telah berdiskusi dalam rangka mencari kebenaran, bukan mencari pembenaran? Apakah diskusi yang kita lakukan tidak dalam membuka aib lawan diskusi kita karena telah kalah hujjah? Sebagaimana kata seorang ikhwah :

“ketidakmilikan hujjah seseorang dalam berdiskusi, maka orang tersebut akan akan menyerang dari sisi selain hujjah lawan diskusinya”

Atau tatkala kita membuka aib saudara kita sesama muslim hanya karena faktor ketidaksukaan kita kepadanya. Na’udzubillahi mindzalik.

Ingatlah sabda Nabi kita Muhammad saw: “Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dia aniaya untuk ditanggungkan kepadanya.” [HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a].

Hadist diatas menggambarkan kepada kita, bahwa tatkala kita tidak meminta maaf kepada orang yang kita rasa pernah kita sakiti,baik secara fisik maupun non fisik (kata-kata),maka wajiblah kita untuk meminta maaf. Jika tidak, maka kelak semua amal shalih kita akan diambil untuk menghilangkan dosa dari menganiaya tersebut sesuai kadarnya, dan jika kita tidak punya sama sekali amal shalih atau kebaikan, maka kita akan mendapatkan tambahan kejahatan dari orang yang kita aniaya tersebut, sehingga semakin membertakan timbangan dosa kita di yaumul mizan kelak, yakni hari dimana dilakukan pertimbangan amal baik dan buruk.

Semua orang tentu mempunyai aib. Dan tentu pula ia tidak mau orang lain tahu akan aib yang dimiliki. Bisa dibayangkan jika orang tersebut aibnya dibuka oleh orang lain, diceritakan dibelakang dia, atau semisal ditayangkan di televise sebagaimana hiburan infotainment di TV. Padahal Allah SWT menyuruh kita untuk menutupi aib saudara kita sendiri.

Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya.” (HR Muslim)

Maka, berfikirlah sebelum berkata, berfikirlah sebelum berbuat. Bayangkan bahwa dia adalah kita. Posisikan kita sebagai dia. Posisikan kita yang aibnya di buka ataupun perasaannya di sakiti tatkala kita melontarkan perkataan atau kalimat yang itu membuat hati menjadi tersakiti.

Bagi para hamilud dakwah, berdakwahlah dengan cara yang makruf. Bukan hanya berusaha menjaga perasaan hati para mad’u kita, namun juga menjaga perasaan saudara kita walaupun berbeda harokah dakwah. Berfikirlah sebelum berkata, dan berfikirlah sebelum berbuat.

Dalam sebuah riwayat yangdiketengahkan oleh Imam at-Tirmidzi dijelaskan bahwa kunci untuk meraih keluhuran jiwa adalah menjaga lisan. Mu’adz ra berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah beritahukan kepada saya amal perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam sorga dan menjauhkan dari neraka?” Beliau bersabda: “Kamu benar-benar menanyakansesuatu yang sangat besar. Sesungguhnya hal itu sangat mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah SWT, yaitu: Hendaklah kamu menyembah kepada Allah dengan tidak menyekutukanNya dengan sesuatuapapun, mendirikansholat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadlan, dan berhaji ke Baitullah bila kamu mampu menempuh perjalanannya.”

Selanjutnya, beliau bersabda, “Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah dapat menghilangkan dosa seperti halnya air memadamkan api, dan sholat seseorang pada tengah malam.” Beliau lantas membaca ayat yang artinya, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, serta mereka menafkahkan sebagian rizki yang telah Kamiberikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam-macam nikmat yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Lalu, beliau bertanya kembali, “Maukah engkau aku tunjukkan pokok dan tiang dari segala sesuatu dan puncak keluhuran?” Saya berkata, “Baiklah ya Rasulullah.”
Rasulullah Saw berkata, “Pokok segala sesuatu adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncak keluhurannya adalah berjuang di jalan Allah.”

Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkantentang kunci dari kesemuanya itu?” Saya menjawab, “Tentu ya Rasulullah.”

Beliau lantas memegang lidahnya seraya berkata, “Peliharalah ini.” Saya berkata, “Ya Rasulullah, apakah kami akan dituntut atas apa yang kami katakan?” Beliau bersabda “Celaka kamu, bukankah wajah manusia tersungkur ke dalam neraka, tidak lain karena akibat lidah mereka?” [HR. at-Tirmidzi].

Mengambil Ibrah Dari Sahabat Rasulullah saw

Dahulu, dua sahabat Rasulullah saw. pernah bertengkar keras.  Abu Dzar al-Ghifari ra. pun sampai kelepasan menyebut Bilal ra. sebagai anak si hitam.  Ketika Rasulullah saw. menegurnya dengan keras, barulah Abu Dzar ra. menyesal bukan kepalang, hingga ia taruh pipinya di atas tanah dan minta Bilal ra. menginjak wajahnya asalkan ia bisa memaafkannya.  Pada akhirnya Bilal ra. tak pernah menginjak wajah saudaranya, dan cerita itu berakhir dengan bahagia.  Hal-hal yang kita anggap konyol, tidak perlu, tidak etis, tidak profesional dan tidak pantas dilakukan oleh para aktifis dakwah pun pernah terjadi pada generasi sahabat Rasulullah saw.  Ingatkah bagaimana Nabi Musa as. dikuasai oleh amarah kepada kaumnya hingga ia menarik rambut Nabi Harun as.?  Demikianlah amarah sesaat bisa membuat segala bangunan ukhuwwah yang sudah dibangun lama menjadi rusak.  Efeknya bahkan bisa menjadi permanen bila tidak segera ditanggulangi.

Sudahkah Anda mendengar kisah pertengkaran dua orang sahabat paling mulia, yaitu Abu Bakar ra. dan ‘Umar ra.?  Suatu hari Abu Bakar ra. datang kepada Rasulullah saw. dan langsung duduk merapat dengannya.  Ia bercerita bahwa antara dirinya dan ‘Umar ra. baru saja terjadi pertengkaran.  Ia terlanjur marah dan kemudian menyesal.

Permintaan maafnya ditolak oleh ‘Umar ra., maka Abu Bakar ra. pun mengadu pada Rasulullah saw.  Beliau menenangkan Abu Bakar ra. dengan mengatakan bahwa Allah telah mengampuninya.  Setelah Abu Bakar ra. pergi, datanglah ‘Umar ra. menemui Rasulullah saw. yang saat itu sedang menyimpan amarah sehingga nampak jelas pada wajahnya.  Beginilah ucapan Rasulullah saw. saat itu: “Sesungguhnya Allah mengutus aku kepada kalian, dan kalian mengatakan ‘Kamu pendusta’, sedangkan Abu Bakar mengatakan ‘Dia orang yang jujur’, dan dia mengorbankan diri dan hartanya!”  Sadarlah ‘Umar ra. akan kesalahannya karena telah memperpanjang perselisihan dengan sahabat yang paling dicintai Rasulullah saw.  Setelah itu, Abu Bakar ra. tak pernah disakiti lagi.


“Sesungguhnya orang2 mukmin adalah bersaudara. Oleh karena itu,damaikanlah diantara kedua saudaramu dan bertaqwalah kpd Allah agar km mendapat Rahmat.”(T.Q.S Al hujurat 49:10)

Wallahu A’lam bis showab.

 

Adi Victoria

Al_ikhwan1924@yahoo.com

 

http://www.eramuslim.com

4 thoughts on “Ikatan Aqidah dan Ukhuwah Lebih Kuat Dari Ikatan Darah

  1. K. H. Muhammad Arifin Ilham — Kalau kita bepergian jauh dan lama, maka kitapun akan mempersiapkan bekal selama perjalanan itu. Lantas bagaimna perjalanan sakratul maut, alam kubur dan kehidupan akhirat yang kita hidup disana bukan seabad, bukan sejuta abad tetapi selama-lamanya. “SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN AKHIRAT ITULAH SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN”(QS29:64), sementara waktu untuk mengumpulkan bekal diakhirat terlalu sebentar, sambutlah dahsyatnya akhirat dengan KESUNGGUHAN TAUBAT dan TAAT, “BERBEKALLAH, dan SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK BEKAL adalah TAQWA” (QS 2:197), sahabatku.

    ===============

    Satria Hadi Lubis—Jika ingin bahagia, maka selalulah merasa bahagia. Fokuslah pada apa yang dikerjakan dan anggaplah sudah berhasil, jangan pedulikan kecemasan akan kegagalan.

    ===============

    K. H. Muhammad Arifin Ilham — “Barangsiapa mendatangi seorang dukun, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang diturunkankan kepada Muhammad” [HR. Ahmad dan al-Hakim, dishahihkan oleh al-Albani: Lihat Shahihul Jaami’ (no. 5939). Sahabatku kenalilah cirri-ciri dukun : Sering mendemonstrasikan kesaktiannya, promosinya hanya dia yang paling hebat, minta syarat-syarat aneh, menanyakan nama, tanggal lahir… untuk diramal atau dimantra, terawang seakan semua tahu keadaan pasein, ini bisa duga-duga dan bisa pula bantuan Jin pembisik (Al Jin ayat 6), kadang berpenampilan seperti ustadz, bercampur ayat-ayat Alqur’an dengan mantra-mantra, jauh dari Syariat, seperti berduaan dalam ruang dengan bukan mahramnya, tidak tampak aura kesholehan, kadang dengan perantara hewan, keris dan lain sebagainya, kadang bersembunyi dibalik kalimat “Hanya ALLAH” padahal prakteknya bukan ajaran ALLAH, dan PASTIKAN MINTA TARIF YANG MAHAL dengan jumlah yang dianeh-anehkan.

    ===============

    Satria Hadi Lubis—Sebaik-baiknya beban pikiran adalah beban pikiran karena memikirkan bekal untuk mati (dan kemudian beramal sungguh-sungguh).

    ===============

    Satria Hadi Lubis—Salah satu tanda kedewasaan adalah kemampuan mentertawakan (kekurangan) diri sendiri. Sebaliknya, orang yang tidak dewasa lebih suka mentertawakan (kekurangan) orang lain.

    ===============

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—RASULULLAH bersabda, “Almu’minu Miratul mu’mini”, seorang mu’min adalah CERMIN bagi mu’min lainnya. Seorang mu’min adalah SAUDARA bagi mu’min lainnya. Ia harus menjadi PENOPANG dari ketidakberdayaannya dan menjadi MOTIVATOR dibelakangnya. (HR Abu Daud & Al Bukhori). Yahya ibnu Muadz arRizqi berkata, ” Berikan tiga hal yang menjadi hak saudara mu’minmu, 1. Jika tidak mampu memberi manfaat untuknya, jangan pernah mencelakakannya, 2. Jika tidak mampu membahagiakannya, jangan membuatnya bersedih, 3. Jika tidak mampu memujinya karena kemuliaan akhlaknya, jangan pernah mencela dengan mempergunjingnya. Karena itu SAYANGILAH SEMUA MU’MIN dan RENDAH HATILAH pada mereka, sahabatku! (QS 26:215).

    ===============

    Satria Hadi Lubis—Salah satu tugas kita agar sukses adalah selalu menguji persepsi dan anggapan kita terhadap orang lain. Seringkali kita malas mengkoreksi persepsi tersebut, sehingga kita tumbuh dan berkembang dengan persepsi yang menghambat kesuksesan kita.

    ===============

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—RASULULLAH bersabda,” ISLAM itu datang “ghoriiban” asing, dan akan kembali asing sebagaimana datangnya, karena itu khabarkan berita gembira bagi orang – orang yang dianggap asing yang tetap ISTIQOMAH dan SEMANGAT BERDAKWAH ditengah manusia tenggelam dalam kema’siyatan dan kezholiman”. (Tarsir hadist HR Ahmad). Memang kadang dianggap aneh orang yang jujur ditengah para koruptor, dianggap kampungan orang berpakaian muslimat …ditengah orang modern, dianggap sok alim orang berdakwah ditengah meratanya kema’siyatan. Akhirnya memang asing, aneh dan sedikit hamba -hamba ALLAH yang SHOLEH itu (QS 7:16-17), sedikit yang TAHAJJUD, sedikit yang SUBUH ke MESJID, sedikit pejabat yang jujur, sedikit yang benar – benar SERIUS TAAT…”Semoga aku dan kalian sahabatku, ALLAH jadikan hamba – hamba ALLAH yang asing dan sedikit itu…aamiin”.

    ======================

    Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan,

    “Ketahuilah, sesungguhnya kenikmatan hakiki tidak akan diraih dengan bersantai, dan kedudukan yang tinggi tidaklah dicapai dengan berleha-leha. Barangsiapa menanam dia akan menuai dan barangsiapa bersungguh-sungguh niscaya dia akan berhasil.

    Betapa banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, akhirnya mereka pun tidak memperoleh keutamaan sama sekali”

    http://www.almanhaj.or.id

  2. K. H. Muhammad Arifin Ilham— “Janganlah kalian menjadi orang – orang “Immaah” (ikut – ikutan) dengan mengatakan, kalau orang lain berbuat baik, kamipun akan berbuat baik, dan kalau mereka berbuat zholim, kamipun akan berbuat zholim. Tetapi TEGUHKAN diri kalian dengan BERPRINSIP: Kalau orang lain berbuat baik, kamipun berbuat baik pula, dan kalau orang lain berbuat zholim maka kami tidak akan melakukannya”. Ditengah hiruk pikuk godaan DUNIA SESAAT ini, mari sahabatku kita bertekad untuk ISTIQOMAH TAAT HINGGA AJAL TIBA!

    =============

    Satria Hadi Lubis—Aktivitasmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang membuatmu semakin mulia. “Dan dari sebagian malam lakukanlah sholat tahajud olehmu sebagai ibadah tambahan, semoga Allah engkau mengangkatmu ke tempat yang terpuji (mulia)” (QS. 17 : 79).

    ===============

    Satria Hadi Lubis—Kenestapaan dan penyesalan terbesar adalah dilupakan Allah di akhirat kelak. “..Pada hari ini Kami melupakan kamu seperti kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali – sekali tidak ada penolong bagimu” (QS. 46 : 34).

    ================

    KIAT-KIAT menghadapi tipu daya syetan :
    1. Sungguh – sungguh BERIMAN dan BERTAQWA, “Syetan tidak punya kekuatan secuilpun kepada hamba ALLAH yang sungguh – sungguh berIMAN dan berTAWAKKAL padaNYA, Sesungguhnya kekuatan syetan pada yang berpaling pada ALLAH dan mempersekutukanNYA”. (QS16:99-100),
    2. Memulai segala hal dengan BASMALLAH, dengan iman membaca BasmAllah, menjadi syetan seperti lalat tidak berdaya, demikian sabda Rasulullah,
    3. Selalu mohon per…lindungan ALLAH (QS 23:97-98),
    4. Semangat BELAJAR Alqur’an dan Sunnah, 4, Selalu berZIKIR (QS 43:36),
    5. Senang dengan PUASA sunnah,
    6. Selalu menjaga WUDHU, syetan dari api, sangat tidak menyukai hamba ALLAH yang selalu BASAH dengan AIR WUDHU,
    7. Pelajari trik – trik tipudaya syetan,
    8. Jangan makan minum yang haram karena kalau masuk dalam tubuh akan menjadi “hujrotusysyathiin” ruang-ruang syetan,
    9. Jaga sholat TAHAJJUD,
    10. Bersahabat dan berguru kepada hamba – hamba ALLAH yang ISTIQOMAH,
    11. Sepenuh hati TAWAKKAL bahwa HANYA ALLAH sebagai PENOLONG.

    =============

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—Baca dengan IMAN, sahabatku, surah Al A’rof 16 – 17, “Iblis menjawab, “karena ENGKAU menghukumku, maka aku PASTI akan menghalangi mereka menuju JALANMU yang LURUS itu. Kemudian pasti kudatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri mereka, sehingga hanya sedikit dari mereka yang berSYUKUR padaMU”. Tafsir Surah An Nisa ayat 119, “iblis berkata, ” Pasti kusesatkan mereka, dan kubangkitkan angan – angan kosong pada mereka…kubisikkan pada mereka pesona dunia dengan segala gemerlap sampai lupa kepadaMU”. Maka dari itu, waspadalah siang malam, dan teruslah pelajari sepak terjang syetan dengan segala trik – triknya yang membuat manusia tenggelam dalam buaian sesaat dunia ini, sahabatku!.

    ================

    K. H. Muhammad Arifin Ilham— Inilah STRATEGI tipu daya syetan,

    1. Aljahlu, digoda malas belajar Alqur’an dan As Sunnah, dialihkan untuk senang belajar selainnya, syetan berjuang keras jangan sampai kita belajar atau duduk di majlis ilmu, atau dekat sama orang alim,
    2. Addo’fu, kalaupun sudah belajar dan tahu, digoda lagi jangan sampai faham apalagi sampai menghayatinya,
    3. Alkaslu, kalau sudah faham, digoda lagi jangan sampai mengamalkannya,
    4. Ahyanan…, kalau sudah mengamalkannya, digoda lagi jangan sampai sungguh – sungguh apalagi sampai istiqomah,
    5. Ananiyyan, kalau sudah istiqomah, digoda lagi jangan sampai mendakwahkannya,
    6. Aststuda, kalau sudah mendakwahkannya, digoda lagi jangan sampai ikhlas,
    7. Assu’u, kalau sudah ikhlas, digoda lagi jangan sampai wafat husnul khotimah.
    So, selama manusia hidup, selama itulah digoda terus sampai sakaratul maut. (QS 7: 16-17). .

    =============

    Satria Hadi Lubis—”Barangsiapa bersandar pada harta, ia akan miskin. Barangsiapa bersandar pada harga diri, ia akan hina. Barangsiapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat. Namun barangsiapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat.”(Ali bin Abi Thalib RA).

    ==============

    ”Katakanlah (wahai Muhammad) kepada lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (dari memandang wanita yang bukan mahram), dan menjaga kehormatan mereka. “(QS 24:30-31).

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, berkata, “DEMI …ALLAH, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali dan tiadalah beliau memba’iat kaum wanita, kecuali hanya dengan ucapan” (HR: Muslim).

    Rasulullah bersabda,”Andaikan ditusukkan ke kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum besi, yang demikian itu lebih baik daripada dia harus menyentuh wanita yang tidak dibolehkan baginya. (HR Imam Thabrani).

    DEMIKIANLAH AJARAN ISLAM MEMULIAKAN KEDUDUKAN WANITA dengan TIDAK MENYENTUH MEREKA KECUALI yang DIHALALKAN ALLAH, SUBHANALLAH.

    eramuslim.com

  3. Berbuatlah baik, sekecil dan seringan apapun perbuatan baik itu. Sebab, berbuat baik itu bagaikan menanam sebulir biji yang terus akan membesar hingga tanpa disadari telah berubah menjadi pohon yang lebat buahnya. Sebaliknya, jauhilah perbuatan jahat. Sebab, berbuat jahat itu, bagaikan menanam benih kanker yang terus menjalar hingga akhirnya membunuh sang penanam. (Ustadz Syamsuddin Ramadhan)

    ===============

    Inilah KESEDIHAN YANG TERPUJI, Kata Imam Al Ghazali :

    “Kesedihan yang terpuji ialah kesedihan seseorang terhadap keteledorannya dalam urusan Agamanya. Dan tangisnya terhadap segala kesalahan, tangis dan tangis-menangisi, sedih dan sedih-menyedihi di atas yang demikian, adalah TERPUJI.”

    http://www.facebook.com/MediaIslamOnline

    ================

    Berapa banyak sudah waktu dalam hidup kita yang telah kita sia siakan ….. kadang kadang kita beralasan tidak sholat karena sibuk, karena tidak ada waktu dan lain lain, tapi kenapa untuk menonton, duduk didepan komputer,dan menelpon dengan teman berjam jam ada waktu ?…

    http://www.facebook.com/pages/Al-Ukhuwah-Wal-Ishlah/118924971457368

    ===============

    “Hanya cinta yang mampu mengobati luka karena pengkhianatan cinta, yaitu cinta yang baru.”

    Cukupkanlah derita dan keluhanmu tentang dia yang tidak setia itu, dan mulailah menjadikan dirimu menarik bagi cinta yang baru.

    Ceriakanlah hati dan wajahmu. Jatuh-cintalah lagi.

    Mario Teguh – Loving you all as always

    ===============

    [ RENUNGAN ] Tanpa disadari, kerap orang sering merasa senang memikul beban jiwa yang semestinya tidak perlu ia pikul. Ketika orang membuang marah, ia ambil. Ketika orang melepas benci, ia simpan. Ketika orang melempar iri, ia pun mengambilnya untuk disimpan. Padahal, tanpa mengumpulkan beban-beban yang merupakan sampah jiwa itu pun, ia sudah punya beban tersendiri.

    https://amininoorm.wordpress.com/2011/11/12/pacarmu-bukan-suamimu/

    ================

    Seseorang bertanya: “kepada siapa kami harus bergaul, wahai Syaikh?” Sufyan Ats Tsauri menjawab: “Dengan orang-orang yang senantiasa mengingatkanmu untuk berdzikir kepada Allah, dengan orang-orang yang membuatmu gemar beramal untuk akhirat. Dan, dengan orang-orang yang akan menambah ilmumu ketika kamu berbicara kepadanya.”

    Waspadalah dari kawan yang buruk, yaitu kawan yg jika engkau ingin dekat dgn Allah maka dia tak dapat membantumu, dan jika engkau melupakan Allah maka dia tak mau mengingatkanmu.

    “Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.” inilah jalan yg mudah menuju surga ….Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.

    ===============

    Engkau yang sedang galau karena cinta …
    Perbaikilah ketegasanmu dalam memilih orang yang kau cintai.
    Sumber kegalauan terbesar dalam cinta, adalah engkau mencintai orangnya, tapi membenci perilakunya.

    Lalu, mengapakah engkau memilih orang yang hanya melukai hatimu dan menurunkan rasa hormat terhadap dirimu sendiri?

    Dalam cinta, sesungguhnya ketegasanmu adalah pelindung hatimu.

    Mario Teguh – Loving you all as always

    ====================

    Apapun keadaan kita hari ini, esok hari dan masa depan
    Yang pasti kewajiban kita adalah menyembahNya
    Menjadi bagian dari hamba-hambaNya
    Yang senantiasa bersyukur atas pemberianNya
    Tak pernah lupa atas nikmatNya,
    … Sekecil apapun
    Dan berada di dalam barisan orang-orang
    Yang berjuang menegakkan kalimatNya
    Agar tegak menjulang
    Dan mengalahkan semua kekufuran

    ================

    Duhai diri…Di POSISI manakah HIDUP ingin kau AKHIRI?…

    > Sedang MENGINGAT Allah, atau saat LALAI pada-Nya?
    > Saat menjalankan AMANAH, atau saat mengKHIANATI-Nya?
    > Saat TERSENYUM BAHAGIA, atau SEDIH MERANA?

    Ingatlah Pesan Nabi saw. “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu melakukan introspeksi diri dan beramal untuk menyiapkan hari setelah kematiannya” (HR. Tirmidzi

    ===================

    Tidak sedikit diantara kita kaum Muslim yang sadar dirinya AWAM dalam AGAMA, tetapi TIDAK TERDORONG untuk MEMPELAJARI dan MENDALAMI agama. Mereka seolah ENJOY dengan KEBODOHANNYA itu.

    Jangan BERDIAM DIRI, MENDEKATLAH kepada orang-orang yg Sholeh. Pelajari dan dalamilah agama (taffaquh fi ad-din), datangilah majelis-majelis ilmu.

    Ingatlah pesan Nabi saw. “Barangsiapa yang meringankan langkahnya menuju Majelis Ilmu, maka akan diringankan langkahnya oleh Allah menuju Syurga” (HR. Imam Ahmad)

    Tidakkah kita mau di hari nan berat nanti, Allah ringankan langkah kita menuju Surga-Nya?

    http://www.facebook.com/MediaIslamOnline

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s