5 Taman bunga terindah di Eropa

Jika Anda pecinta alam dan akan bepergian ke Eropa, ini adalah tempat terbaik untuk memanjakan mata anda. Beberapa kebun terindah di dunia. Anda dapat benar-benar melupakan aktifitas sehari-hari ketika menghabiskan waktu di sana, karena kebun dipelihara dengan baik. Untuk pergi ke sana dan mengunjungi beberapa kebun, baiknya anda merencanakan ulang jadwal Anda, sehingga Anda dapat menghabiskan waktu lebih banyak. Ada banyak tempat dan setiap tempat adalah luar biasa dan istimewa dengan caranya sendiri. Sekarang mari kita simak 5 taman paling indah di Eropa.

1. Royal botanical gardens London
http://hermawayne.blogspot.com
Ini adalah salah satu taman yang paling indah yang akan Anda jumpai. Mempunyai luas 300 hektar, dan ada 40.000 tanaman yang benar-benar membuat Anda tetap nyaman berlama-lama di sini. Perlu banyak waktu untuk melihat keseluruhan kebun. Setidaknya 2 rombongan wisata yang diperbolehkan dalam 1 hari dan Anda bisa memesan wisata Anda di muka. Ada begitu banyak pilihan yang akan membuat anda menjadi bingung untuk melihat apa terlebih dahulu. Anda akan menemukan banyak pemandangan yang menakjubkan dan indah. Pastikan bahwa Anda mengunjungi rumah-rumah kaca. Ada beberapa struktur yang besar dari zaman Victoria. Itu adalah rumah palem dan rumah iklim. Selain itu ada beberapa rumah kaca baru. Jangan lewatkan taman air. Ada lebih dari seratus jenis tanaman tumbuh di sana. Berjalan melalui gondola memungkinkan Anda untuk melihat segala sesuatu dari pandangan yang berbeda.

2. Royal botanical gardens Scotland
http://hermawayne.blogspot.com
Taman seluas 70 hektar ini adalah sebuah taman yang sangat indah dan terletak di kota. Waktu terbaik untuk pergi ke sana adalah pada sore hari. Ada beberapa hal yang harus dilihat, yaitu bintik-bintik dalam yang mencakup taman batu, dan juga kebun kesehatan skotlandia. Ada juga Ratu kebun Ibu di mana terdapat tanaman dari berbagai belahan dunia. Jangan lupa juga untuk melihat bukit Cina, ada banyak koleksi tanaman di sana yang berasal dari cina. Ada juga rumah-rumah kaca, jangan lewatkan pula rumah kaca victoria serta menikmati pemandangan pohon-pohon palem dan juga melihat bunga-bunga tropis.

3. Generalife di Spanyol
http://hermawayne.blogspot.com
Jangan pernah lewatkan tempat ini jika Anda pergi ke Spanyol. Kebun ini juga disebut sebagai bentuk seni lansekap. Ini adalah tempat yang sangat indah terletak di dataran tinggi. Ada Pegunungan Sierra Nevada di dekatnya. Kebun dari abad ke-13. Sebelumnya hanya dipenuhi dengan kebun-kebun dan padang rumput hijau. Selama periode waktu, mereka telah berkembang menjadi tempat yang sangat indah penuh dengan bunga mawar dan bunga bakung dan juga kolam renang. Merupakan tempat untuk memanjakan mata jika Anda duduk dan memandangi keindahan alam di sana. Menikmati keindahan hijau dengan kicau burung dan aroma bunga.

4. Nymphenburg Palace gardens di Munich
http://hermawayne.blogspot.com
Tempat yang sangat indah untuk menghabiskan waktu di pagi hari dan menghargai keindahan alam. Lihat taman kerajaan dari abad ke-17 dan telah berubah. Berawal dari sebuah taman kecil dan kemudian berkembang menjadi besar. Ada juga patung-patung orang-orang Yunani, dewa dan juga kolam besar. Ada banyak berbagai jenis tanaman dan juga burung seperti angsa. Menjadi tempat piknik yang sangat baik dengan keluarga. Anda akan benar-benar menikmati tempat ini

5. Monet’s garden di Prancis
http://hermawayne.blogspot.com
Kebun indah ini terhubung ke desa Giverny. Taman yang dekat dengan kediaman Claude Monet membuat kebun ini makin cantik. Ada bunga-bunga indah yang berwarna-warni dan juga kolam yang membuat suasana tenang dan damai.

Ada juga sebuah taman bunga yang dekat taman air. Pemandangan dan suara dari tempat ini sangat menyenangkan dan setiap pengunjung yang pergi ke sana akan mendapat kenangan yang tidak terlupakan dalam hidupnya. Manusia selalu jatuh cinta dengan alam seperti ini, membuatnya lupa tentang semua aktifitas sehari-hari. Benar-benar merupakan sebuah terobosan besar dari sisa hidup dan menyegarkan Anda. Juga pastikan Anda mengunjungi desanya.

Sumber: kaskus.us

4 thoughts on “5 Taman bunga terindah di Eropa

  1. Menjadi penghuni Surga karena tidak hasad

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik dia berkata, “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.

    Esok harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian muncul lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya.

    Besok harinya lagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!!’ Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk sebagaimana kondisi sebelumnya; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal .

    Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut, lalu ia berkata kepada lelaki tersebut, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.’

    Dia menjawab, ‘Silahkan!’

    Anas berkata bahwa Amr bin Ash setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

    Abdullah juga mengatakan, ‘Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.’

    Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah menganggap remeh amalnya, ia berkata, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.’ Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau.

    Terang saja saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’

    Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’

    Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

    Sumber: Az-Zuhdu, Ibnul Mubarak, hal. 220 (alsofwah.or.id)
    Artikel http://www.KisahMuslim.com

    http://enkripsi.wordpress.com/2011/04/26/menjadi-penghuni-surga-karena-tidak-hasad/

  2. Merpati Tak Lagi Terbang Tinggi

    Kisah ta’arufku hampir enam tahun silam masih membekas di benak. Sungguh, kalau ingat saat itu aku merasa menjadi orang paling konyol di dunia, sekaligus merasa jadi orang paling beruntung. Saat ta’aruf, saat hendak menikah, saat hari H pernikahan, semua menyisakan kenangan lucu dan konyol. Bahkan aku tak tahu hari pernikahanku.

    Panggil aku Sofi, anak ke 6 dari 7 bersaudara. Hidupku dipenuhi kasih sayang dan bermanja-manja. Tapi orang tuaku juga mengajarkan kami sikap mandiri dan bekerja keras serta sikap peduli dan menolong. Orangtuaku tak membedakan anak laki-laki dan perempuan. Tugas di ladang yang terletak di lereng bukit dibagi bertujuh. Tentunya sesuai kemampuan kami. Pun saat sumur kering, kami biasa bersama-sama mengambil air di sungai di bawah bukit yang lumayan jauh. Tapi kami senang melakukannya. Sebab sambil bekerja, bapak juga mengajak kami bermain disela-selanya.

    Mungkin kebiasaan naik turun bukit itu, yang kemudian hari menguatkan jiwa petualanganku naik turun gunung. Aku diantara saudara perempuanku memang paling tomboy dan bandel. Tapi masih sebagaimana umumnya kenakalan anak-anak, tak sampai ke hal negatif. Saat SMU hobi naik turun gunungku masih menggila. Awalnya orang tua sering melarang, bahkan aku kena marah. Tapi akhirnya orangtuaku menyerah menasehatiku untuk berhenti naik gunung. Apalagi setelah sering melihat aku baik-baik saja dengan hobiku, mereka membiarkanku, tapi memintaku untuk berhati-hati. Aku senang main, sebaliknya akupun menjaga kepercayaan mereka.

    Oya, aku tinggal di lingkungan yang Alhamdulillah bagus. Keluargaku muslim rajin sholat. Sementara banyak tetangga di desaku yang pria bercelana gantung dan wanitanya berjubah serta bercadar, aku menganggap mereka aneh. Namun aku akrab dengan akhwat-akhwatnya. Yang pada akhirnya setelah menikah kelak, aku tahu mereka itu bermanhaj salaf. Hidayah memang belum datang padaku, saat itu akupun belum berjilbab bahkan dalam keluargaku banyak bid’ah dan syirik.

    Seiring waktu, lulus SMU, aku mulai berjilbab kecil. Aku masih tomboy dan tetap rajin naik gunung. Tak berapa lama, aku mendapat tawaran dari seorang tetangga bekerja di Batam. Si tetangga sudah lama disana. Kebetulan pula beberapa anak Pak Dhe dan Omku juga mengais rizki disana. Kupikir apa salahnya mencari pengalaman? Atas ijin ortu aku berangkat. Di Batam hobi naik gunungku makin menggila, bahkan hingga Sumatra dan Kalimantan. Bila kerja libur, aku berpetualang. Selain itu aku mulai rajin ngaji di ta’lim yang diadakan sesama karyawan.

    6 tahun di Batam, aku pulang ke Jawa. Aku masih saja ke gunung. Hingga suatu sore Bapak bilang, “Kamu mau dilamar nduk! Besok ada yang mau datang ketemu”. Aku tak terkejut, malah tertawa ngakak, hingga bapak mencubitku. Dan aku bilang ke Bapak, “Jam berapa pak? Pagi atau siang, soalnya Sofi mau naik gunung. “Lagi-lagi bapak mencubitku, ”Dasar otak gunung”, ujarnya sambil berlalu. Ada yang tahu perasaanku saat itu? Datar dan biasa saja. Bahagia? Entah. Aku tak merasakan apa-apa. Bahkan, penasaran siapa laki-laki yang hendak melamarku pun tidak. Bahkan saat kakak dan adikku meledek, aku biasa saja. Maklum, selama ini sosok makhluk bernama “laki-laki” tak pernah ada di otakku, pacaran pun aku tak pernah. Naksir cowok? Jauh dari daftar acaraku, tapi itu bukan berarti aku tak punya teman laki-laki lho…,

    Esok yang dijanjikan pun tiba. Kakak-kakak dan adikku heboh mengintip, tapi aku biasa saja. Hingga bapak memanggilku ke ruang tamu. Aku memakai baju gunungku, kupikir aku tampak percaya diri dan gagah, bagiku itu pakaian terbagus dari pada rok panjang yang ribet. Kubiarkan ibu dan kakak-kakakku ngomel karena aku tak mau memakai “pakaian feminim” yang sudah susah payah disiapkan.
    Masuk ruang tamu, aku tak berani menatap yang hadir. Aku duduk dekat Bapak. Mukaku seperti udang rebus dan ini baru terjadi sekali dalam hidupku. “Gimana Sof, kamu mau? “Bapak memecah kebekuan. Aku hanya menunduk dari tadi. Diam. Tak menjawab Bapak. Mataku justru sibuk melihat kaki pelamarku. Kaki yang putih dan bersih. Hingga Bapak menyentuh punggungku. Karena terkejut aku tak bisa mengontrol ucapanku “Putih Pak, aku mau!” Astaghfirullah,,, ini akibat mata yang diumbar. Ruang tamu dipenuhi tawa tertahan keluarga besarku. Aku tak tahu, apa yang ada di benak pelamarku tentang aku … ah masa bodo ….

    Tak sampai seminggu setelah lamaran, Bapak menemuiku. Saat itu hari Rabu, aku tengah bersiap untuk mendaki ke gunung Semeru. Bapak bilang aku harus mengurus surat nikah, karena hari Senin depan aku menikah. Aku protes karena aku tak diberi tahu sebelumnya. Padahal setahuku, pelamarku itu cuma datang sekali kerumah. Rupanya Mas Hari, ikhwan tetangga, yang jadi perantara dengan Bapak. Aku ngotot naik gunung meski keluargaku melarang. Aku berjanji insya Allah hari Minggu sudah kembali ke rumah. Bapak kecewa dengan keputusanku, tapi saat aku pamit Bapak tertawa dan mencubitku. Bapak bilang,
    “Sebentar lagi, otak gunungmu akan hilang” Hmmm … benarkah ?

    Minggu sore, aku pulang disambut omelan ibu. Karena was-was. Tapi Bapak adem adem saja. Justru yang malah marah Pak Dhe dan Embah. Tak cuma ngomel padaku, tapi juga pada Bapak dan Ibu, karena tak memingitku. Sebagaimana tradisi di daerahku, orang yang mau jadi pengantin tak boleh keluar rumah. Sedang aku? he … he…

    Begitulah, tenda biru telah didirikan sehari sebelum aku turun gunung. Bila ada tamu datang, mereka mencari calon pengantin. Bapak dan ibu bilang sedang naik gunung. Maka tamu pun bingung dan berkomentar ini itu. Itu sebagian kekonyolan menjelang pernikahanku.
    Hari itu pun tiba. Akad nikah dibalik tabir itu berlangsung khidmat. Tak terasa airmata menetes saat ijab kabul, bahkan Bapakpun menangis. Demi Allah, aku merasa bahagia luar biasa. Kemarin aku masih seperti merpati, bebas kemana saja, beberapa jam kemudian ternyata aku sudah terikat pernikahan. Subhanalloh. Setelah ijab kabul, aku diminta tanda tangan buku nikah. Kudengar dari balik tabir Bapak meminta seorang laki-laki masuk dengan membawa buku nikah keruang aku dan keluarga besarku serta tamu undangan wanita. Itulah untuk pertama kalinya. Aku melihat jelas wajah suamiku. Putih seperti kakinya dan tampak dengan jenggot lebat yang rapi. Aku merasa tiba-tiba jatuh cinta!! Tengah dimabuk asmara, aku tak berhenti mencuri pandang padanya. Namun apa yang terjadi?? Deg-degan menanti, mas Hasan suamiku – bukan ke tempat dudukku malah dengan pedenya menyambangi tempat duduk adikku, sambil menyerahkan buku nikah. Serempak orang diruang itu berteriak. “Salah mas, pengantinnya bukan yang itu, tapi ini”. Kulihat muka mas Hasan bersemu merah. Ia tampak malu dan menahan tawa sambil menuju ke arahku. Ruang yang penuh dengan kebahagiaan kian semarak dengan gelak tawa.

    Wajahku dan adikku memang mirip. Saat kejadian itu, ia berdandan dengan baju payet indah yang seharusnya kupakai saat itu, tapi aku lebih memilih memakai jubah dan kerudung kecil sederhana hingga tak mencolok seperti adikku. Eh, malah jadi keliru … Alhamdulillah, akhirnya aku resmi jadi istri.
    Setelah menikah hidupku berubah. Kini telah kutempuh manhaj mulia ini atas bimbingan mas Hasan dan tentunya hidayah Allah pula. Tak lupa kuucapkan terima kasih pada mas Hari dan istri yang telah berani merekomendasikan aku pada calon suamiku, padahal aku masih jahil saat itu. Semua itu mereka lakukan karena sayang dan kasihan padaku yang sering berpetualangan, rencana nikah 3 bulan ke depan dimajukan lima hari setelah lamaran!! Saat pernikahan pun berlangsung tanpa musik dan syar’i.

    Alhamdulillah, bapak bisa diajak kerjasama oleh mas Hari dan mas Hasan, Lagi pula bapak juga ingin aku berhenti berpetulangan dan sangat setuju aku menikah.
    Kini aku hamil 5 bulan anak keduaku. Aisyah anak pertamaku mulai masuk TK, Alhamdulillah aku hidup bahagia serta tak henti kusyukuri Allah memberiku suami yang mencintaiku karena-NYA dari sejak berjumpa. Bahkan kini, Bapak pun menempuh manhaj Salaf. Sekali lagi, tak henti kuucap syukur pada Allah atas semua ini. (Ummu Zubair)

    Sumber : gugundesign.wordpress.com

    http://enkripsi.wordpress.com/2010/06/23/merpati-tak-lagi-terbang-tinggi/

  3. RAHASIA TKW

    Diantara TKW yang bekerja keluar negeri ada dari mereka yang janda-janda sedangkan mereka memiliki tanggungan untuk menghidupi anak-anaknya, ada juga yang gadis-gadis belia sedangkan mereka juga punya tanggungan memenuhi kebutuhan orangtua dan adik-adiknya yang miskin, belum lagi istri-istri yang mana suaminya tidak bertanggung jawab terhadapnya dan menelantarkannya, atau suaminya tidak memiliki kemampuan menafkahi keluarganya….

    Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka karena keterpaksaan mereka menjadi TKW dan hidup jauh tanpa didampingi oleh mahramnya. Dan semoga pula Allah memberikan kemudahan atas urusan mereka, serta hidayah kepadanya agar mereka mampu untuk istiqamah diatas agama ini secara kaaffah.

    Tidak ketinggalan pula, ada diantara TKW tersebut yang mereka adalah wanita-wanita yang nakal yang mencari kenikmatan hidup di dunia semata dengan mengabaikan agama mereka, ada juga istri-istri yang durhaka kepada suaminya karena merasa tidak cukup atau sakit hati terhadap suaminya.

    Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka, dan mengampuni dosa-dosa mereka.

    Banyak manusia mencela TKW karena perbuatannya, yaitu pergi tanpa mahram, pekerjaannya hina, lemahnya aqidah dan iman mereka, serta tidak mampu tawakkal di negeri sendiri. Dan ada juga yang mencela negara-negara Arab karena perbuatan mereka kepada TKW itu, yaitu menzhalimi, menghukum mati, merendahkan, kasar, dan lainnya. Lantas apakah sebelumnya kita sudah mencela diri kita sendiri sebelum kita mencela mereka???

    Sudahkah selama ini kita menanamkan aqidah atau iman yang kuat kepada TKW tersebut?

    Ketika TKW itu masih memiliki aqidah yang sangat lemah, iman yang tipis, lantas kita cela mereka karena pergi tanpa mahram? atau kita paksa mereka untuk tidak boleh pergi tanpa mahram? Apakah ini yang dinamakan dakwah dengan hikmah? Padahal ada yang lebih utama untuk kita dakwahi kepada mereka, yang belum sampai kepada mereka, yaitu Aqidah atau Tauhid yang benar.

    Disini bukan berarti ana membolehkan wanita pergi safar tanpa mahram, sekali-kali tidak! Ana tidak pernah mengatakan seperti itu, bahkan ana mengakui tentang larangan wanita safar tanpa mahram.

    Apalagi pemerintah kita dan pemerintah Saudi tidak memberikan persyaratan untuk wanita safar harus bersama mahram. Namun apakah kita mau menyamakan mereka dengan orang-orang seperti kita yang sudah lama mengaji, sudah memiliki aqidah dan iman yang kuat, yang lulusan SMA atau kuliah??

    Bukan merupakan rahasia bagi kita, bahwa dari sekian banyak TKW yang keluar negeri, sangat banyak dari mereka yang tidak bisa baca dan tulis, ada juga yang hanya tamatan SD, bahkan sekolah SD pun banyak yang tidak lulus atau selesai.

    A’isyah radhiyallahu ‘anha pernah mengomentari masalah ini dengan sangat mengagumkan, bahwa sesungguhnya yang pertama kali Allah turunkan adalah ayat-ayat mengenai Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baru setelah para sahabat kuat imannya, diturunkan ayat-ayat tentang halal dan haram. Lalu Aisyah berkata : Seandainya yang pertama kali Allah turunkan adalah larangan: jangan engkau meminum khamer, niscaya mereka akan menjawab: kami tidak akan meninggalkan khamer selamanya. Dan seandainya yang pertama kali Allah turunkan adalah larangan: jangan engkau berzina, niscaya mereka akan menjawabnya: kami tidak akan meninggalkan zina selamanya. (HR Bukhari no. 4609).

    Dan sudahkah selama ini kita mensuplai dan memenuhi kebutuhan hidup mereka semuanya?

    Ketika TKW itu dengan keterpaksaannya pergi keluar negeri demi memenuhi kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya seperti anaknya, adik-adiknya atau orangtuanya, lantas kita larang mereka untuk menjadi TKW? sedangkan kita tidak mampu untuk membantu mereka dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, begitu juga dengan pemerintahan kita yang belum sanggup meringankan beban hidup mereka semuanya. Maka, darimana mereka akan memenuhi kebutuhan hidup mereka dan orang-orang yang menjadi tanggungannya?

    Disisi lain, mereka belumlah menjadi manusia yang memiliki aqidah yang kuat serta iman yang kokoh sehingga kesabaran dan ketawakkalan mereka belum seperti kita dalam menghadapi hidup ini. Jika kita belum mampu untuk mensuplai dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, padahal mereka sangat membutuhkan bantuan kita agar mereka tidak menjadi TKW, maka cela diri kita terlebih dahulu sebelum kita mencela mereka…

    Dari Humaid ath Thawil, dari Abu Qilabah diriwayatkan bahwa ia berkata, “Apabila ada kabar yg tidak mengenakkan dari saudaramu sesama muslim, carilah hal yg dapat memaafkannya sebisa kamu, kalau kau tidak dapati alasan yang tepat, katakan kepada dirimu sendiri, ‘Mungkin saudaraku ini memiliki alasan (udzur) yg tidak aku ketahui.” (Shifatush Shafwah, 1/754. Di nukil dari kitab Aina nahnu min akhlaqis salaf).

    Setelah kita mencela diri kita sendiri, masihkah kita mau mencela negara-negara Arab yang telah banyak mengambil dan membantu saudara-saudara kita sebangsa untuk dijadikan pekerja mereka?

    Jika kita masih berani mencela negara-negara Arab atau orang-orang Arab, maka sebelum kita mencela mereka, kita lihat perbandingan ini…

    – Celaan : Negara Arab (khususnya Saudi) adalah pusatnya Islam, dan Islam berasal dari sana. Jika kenyataan seperti itu, kenapa banyak sekali orang-orang Arab yang menzhalimi, menyakiti, memperkosa, menghukum mati, dan merendahkan pembantunya? Padahal Islam tidak mengajarkan seperti itu?

    Jawab : Jika memahami seperti itu, maka dia sama saja menuduh bahwa Islam itu tidak baik. Karena dia mengkaitkan bahwa Islam itu seperti negara Arab, jadi segala yang berasal dari negara Arab maka itulah Islam. Dan dia juga menuduh bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam juga tidak baik. Karena dia menganggap bahwa segala sesuatu yang berasal dari orang Arab adalah Islam dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah orang Arab.

    Pemahaman seperti ini adalah pemahaman yang batil dan salah!

    Lihatlah sejarah dan bukalah kitab-kitab hadits. Pada zaman Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup saja ada dari umatnya yang melakukan perbuatan yang zhalim dan maksiat, ada juga yang minum khamer, berzina, dan lainnya. Lantas dengan kejadian seperti itu lalu kita mencela dan menuduh bahwa Nabi Muhammad tidak baik dan tidak becus dalam mendidik umatnya? La hawla wala quwwata illa billah….

    Jika ada sesuatu keburukan yang dilakukan oleh seorang muslim, maka bukan berarti Islam adalah buruk. Yang buruk adalah pelakunya atau individunya masing-masing, bukan keburukan itu lalu dinisbatkan kepada Islam. Begitu juga dengan negara Arab. Jika ada keburukan yang dilakukan oleh sebagian orang-orang Arab, maka negaranya tidak menjadi buruk karenanya.

    Dan tidak pantas kita mencela negara Arab dan orang-orang Arab secara keseluruhan hanya karena ada sebagian dari mereka melakukan keburukan. Seperti halnya kita mencela orang-orang suku Jawa semuanya adalah orang-orang musyrik, hanya karena ada dari sebagian orang yang bersuku Jawa melakukan kesyirikan di tempat tertentu. Wallahul musta’an.

    – Celaan : Bukti nyata bahwa setiap berita yang sampai kepada kita tidak lain tentang kezhaliman dan penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang Arab kepada pembantunya atau TKW. Hal ini membuktikan bahwa orang-orang Arab itu buruk, kejam dan zhalim!

    Jawab : Tahu dari mana anda bahwa setiap berita selalu berisikan tentang kekejaman dan kezhaliman orang Arab kepada pembantunya? Apakah setiap ada berita di Arab harus melapor dulu ke anda supaya anda bisa tahu semuanya? Atau anda sudah keliling negara Arab untuk mencari berita-berita tentang hal ini? Atau anda seorang dukun yang mengaku mengetahui berita yang ghaib?

    Dari sekitar 2 juta TKI yang ada di saudi, ada berapa kasus penganiayaan yang terjadi, dari mulai siksaan, perkosaan s/d pembunuhan? Kemudian bandingkan dengan TKI yang tidak mendapat kasus, lebih banyak mana? Bahkan kasus-kasus yang pernah ada sejak dahulu sampai sekarang jumlahnya tidak mencapai setengah dari jumlah total seluruh TKI di Saudi, malah masih bisa dihitung jumlahnya.

    Atau dengan hitungan waktu. Dalam sehari ada berapa kasus yang dialami oleh TKI di Saudi? Dan juga dalam sebulan ada berapa kasus? dalam setahun ada berapa kasus?

    Kemudian bandingkan dengan jumlah TKI sebanyak 2 juta tersebut, atau yang sukses di Saudi. Lebih banyak mana? Dalam sebulan atau setahun saja kasus yang terjadi masih dapat kita hitung dengan jari, dan jumlah perbandingannya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan total TKI di Saudi.

    Inilah ketidak adilan pada diri kita yang kita belum mampu untuk melihat dari segala sisi, dan kita hanya mampu melihat dari sebelah sisi saja yang kemudian menyudutkan sisi tersebut. Belum lagi ketidak adilan dari sumber berita yaitu media-media informasi.

    Yang mana mereka hanya mengekspos berita-berita yang bermasalah saja, sedangkan berita yang berisikan kisah-kisah yang positif maka tidak mereka ekspos, bahkan seandainya diekspos maka sangat sedikit sekali dibandingkan dengan berita yang bermasalah. Akibatnya masyarakat hanya mengetahui kejadian-kejadian yang bersifat negatif dan bermasalah saja.

    Semoga dengan wacana ini kita mampu menjadi orang yang lebih adil, bijak dan selalu didasari sikap husnuzhan kepada saudara-saudara kita, terlebih-lebih untuk selalu bertabayyun dalam menerima segala berita yang sampai kepada kita. Semoga Allah memberikan ampunan kepada kita atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Begitu juga semoga Allah mengampuni dan membantu saudara-saudara kita yang terzhalimi serta membutuhkan pertolongan dan bantuan. Allahumma amiin.

    Oleh Abu Fahd Negara Tauhid.

    http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/06/24/ada-apa-dengan-tkw-di-arab/

  4. Pacaran Dalam Kacamata Islam

    Sebuah fitnah besar menimpa pemuda-pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Biasanya hal ini dilakukan oleh sesama teman sekelas atau sesama rekan kerja atau yang lainnya. Sangat disayangkan, perbuatan keji ini telah menjamur di masyarakat kita. Apalagi sebagian besar stasiun televisi banyak menayangkan sinetron tentang pacaran di sekolah maupun di kantor. Tentu hal ini sangat merusak moral kaum muslimin. Namun, anehnya, orang tua merasa bangga kalau anak perempuannya memiliki seorang pacar yang sering mengajak kencan. Ada juga yang melakukan pacaran beralasan untuk ta’aruf (berkenalan). Padahal perbuatan ini merupakan dosa dan amat buruk akibatnya. Oleh sebab itu, mengingat perbuatan haram ini sudah begitu memasyarakat, kami memandang perlu untuk membahasnya pada kesempatan ini.

    Pacaran dari Sudut Pandang Islam

    Pacaran tidak lepas dari tindakan menerjang larangan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala. Fitnah ini bermula dari pandang memandang dengan lawan jenis kemudian timbul rasa cinta di hati—sebab itu, ada istilah “dari mata turun ke hati”— kemudian berusaha ingin memilikinya, entah itu dengan cara kirim SMS atau surat cinta, telepon, atau yang lainnya. Setelah itu, terjadilah saling bertemu dan bertatap muka, menyepi, dan saling bersentuhan sambil mengungkapkan rasa cinta dan sayang. Semua perbuatan tersebut dilarang dalam Islam karena merupakan jembatan dan sarana menuju perbuatan yang lebih keji, yaitu zina. Bahkan, boleh dikatakan, perbuatan itu seluruhnya tidak lepas dari zina. Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:

    “Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan berangan-angan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243)

    Al Imam an Nawawi rahimahullah berkata: “Makna hadits di atas, pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram. Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156-157)

    Adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!

    Ta’aruf Dengan Pacaran, Bolehkah?

    Banyak orang awam beranggapan bahwa pacaran adalah wasilah (sarana) untuk berta’aruf (berkenalan). Kata mereka, dengan berpacaran akan diketahui jati diri kedua ‘calon mempelai’ supaya nanti jika sudah menikah tidak kaget lagi dengan sikap keduanya dan bisa saling memahami karakter masing-masing. Demi Alloh, tidaklah anggapan ini dilontarkan melainkan oleh orang-orang yang terbawa arus budaya Barat dan hatinya sudah terjangkiti bisikan setan.

    Tidakkah mereka menyadari bahwa yang namanya pacaran tentu tidak terlepas dari kholwat (berdua-duaan dengan lawan jenis) dan ikhtilath (laki-laki dan perempuan bercampur baur tanpa ada hijab/tabir penghalang)?! Padahal semua itu telah dilarang dalam Islam.

    Perhatikanlah tentang larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:

    “Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” (H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338)

    Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa larangan bercampur baur dengan wanita yang bukan mahrom adalah ijma’ (kesepakatan) para ulama.” (Fathul Bari: 4/100)

    Oleh karena itu, kendati telah resmi melamar seorang wanita, seorang laki-laki tetap harus menjaga jangan sampai terjadi fitnah. Dengan diterima pinangannya itu tidak berarti ia bisa bebas berbicara dan bercanda dengan wanita yang akan diperistrinya, bebas surat menyurat, bebas bertelepon, bebas berSMS, bebas chatting, atau bercakap-cakap apa saja dengan wanita tersebut.

    Adakah Pacaran Islami?

    Ada lagi pemuda-pemudi aktivis organisasi Islam—yang katanya punya semangat terhadap Islam—disebabkan dangkalnya ilmu syar’i yang mereka miliki dan terpengaruh dengan budaya Barat yang sudah berkembang, mereka memunculkan istilah “pacaran islami” dalam pergaulan mereka. Mereka hendak tampil beda dengan pacaran-pacaran orang awam. Tidak ada saling sentuhan, tidak ada pegang-pegangan. Masing-masing menjaga diri. Kalaupun saling berbincang dan bertemu, yang menjadi pembicaraan hanyalah tentang Islam, tentang dakwah, saling mengingatkan untuk beramal, dan berdzikir kepada Alloh subhanahu wata’ala serta mengingatkan tentang akhirat, surga, dan neraka. Begitulah katanya!

    Ketahuilah, pacaran yang diembel-embeli Islam ala mereka tak ubahnya omong kosong belaka. Itu hanyalah makar iblis untuk menjerumuskan orang ke dalam neraka. Adakah mereka dapat menjaga pandangan mata dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah atau laki-laki ajnabi termasuk perbuatan yang diharamkan?! Camkanlah firman Alloh

    “Katakanlah (wahai Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka” …. (Q.S. anNur [24]: 30-31)

    Tidak tahukah mereka bahwa wanita merupakan fitnah yang terbesar bagi laki-laki? Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (H.R. al-Bukhori: 5096)

    Segeralah Menikah Bila Sudah Mampu

    Para pemuda yang sudah berkemampuan lahir dan batin diperintahkan agar segera menikah. Inilah solusi terbaik yang diberikan Islam karena dengan menikah seseorang akan terjaga jiwa dan agamanya. Akan tetapi, jika memang belum mampu maka hendaklah berpuasa, bukan berpacaran. Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah maka segeralah menikah karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa menjadi benteng (dari gejolak birahi).” (H.R. al-Bukhori: 5066)

    Al-Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan: “Yang dimaksud mampu menikah adalah mampu berkumpul dengan istri dan memiliki bekal untuk menikah.” (Fathul Bari: 9/136)

    Dengan menikah segala kebaikan akan datang. Itulah pernyataan dari Alloh subhanahu wa ta’ala yang tertuang dalam Q.S. ar-Rum [30]: 21. Islam menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Lebih dari itu, pernikahan sanggup memberikan jaminan dari ancaman kehancuran moral dan sosial. Itulah sebabnya Islam selalu mendorong dan memberikan berbagai kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu.

    Nasihat

    Janganlah ikut-ikutan budaya Barat yang sedang marak ini. Sebagai orang tua, jangan biarkan putra-putrimu terjerembab dalam fitnah pacaran ini. Jangan biarkan mereka keluar rumah dalam keadaan membuka aurat, tidak memakai jilbab[1] atau malah memakai baju ketat yang membuat pria terfitnah dengan penampilannya. Perhatikanlah firman Alloh subhanahu wa ta’ala:

    Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. alAhzab [33]: 59)

    Wallohu A’lam.

    oleh Muklis Abu Dzar hafizhahullah

    Sumber: buletin al-Furqon Tahun 3, Vol. 9 no. 3 Bulan Muharram 1430 H

    Silahkan mendownload buletin ini dan buletin lainnya disini

    FootNote

    [1] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka, dan dada.

    http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/05/01/pacaran-dalam-kacamata-islam/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s