“Interior Dan Eksterior” The Gombalers (Gombal Warning)

Selasa, 06 Dec 2011

“Interior Dan Eksterior” The Gombalers

Mereka adalah the gombalers
Julukan bagi cowok yang suka ngerayu cewek ampe ngilers
Mereka ibarat profesor perayu
Terkhusus bagi para cewek yang ayu- ayu
Selain itu lihatlah jurus mereka dalam merangkai kata,
Lihatlah action mereka dalam mengucap bahasa,
Tak lupa pasang sikap paling romantis
Seakan- akan mereka adalah makhluk paling puitis
Berharap semua cewek- cewek bakalan lengket
padahal rayuannya cuman copy paste di internet

Hey!! lihat pula gayanya dalam merajuk
Tujuan proyek mereka adalah berharap sang cewek bisa terbujuk
Bener- bener deh, cinta (baca : Nafsu) adalah senjata mereka terampuh
Dengannya juga dia berharap sang cewek bisa bersimpuh
Memohon dan akhirnya menyerahkan diri
Kalau sudah begitu… yah semua tahulah apa yang bakalan terjadi.

Cinta sebenarnya bagi mereka adalah nggak penting
Tapi yang paling bisa dimanfaatkan, khususnya pada situasi genting
Cinta hanya sekedar kamuflase untuk mendapatkan sesuatu
Atau dengan kata lain, bisa jadi sarana untuk yang mereka mau
Ya gitu deh, sebenarnya hanya kenikmatan fisik yang mereka cari
Dan kaulah, para cewek- cewek, sasaran mereka selama ini

So… ladies, berhati- hatilah!!
Jangan berikan dirimu dengan harga yang murah
Kalau kamu pengen kehormatanmu selalu terjaga
Maka Jangan kau biarkan dirimu terlena hanya dengan bahasa
Atau mudah terhipnotis dengan yang gampang menawarkan cinta
Karena cinta bukan sekedar kata di mulut
Ataupun bahasa yang disampaikan dengan lembut
Tapi cinta adalah tentang menjaga
Yaitu bagaimana mereka menjagamu agar selalu tetap terjaga

Asli deh, pada kudu waspada ama gombal warning!!
Ato kalo nggak kamu sendiri yang bakalan pening
Karena memang, di luaran mereka akan terlihat sangat menawan
tapi dalam hati, mereka hanya punya maksud agar hatimu tertawan
Dan yang mereka inginkan adalah kau menyerah
dan setelah itu kau berserah
Mangkanya, Udahlah yang begono nggak perlu dimasukin ati
Karena yang ada akhirnya justru kebanyakan pada makan ati
Yang ada justru kamu kudu ati- ati
Pada Baek- baek ya  ngejaga diri

Ketahuilah, Hay para cewek-cewek!!
Jika yang kau harap adalah lelaki yang baik
maka tak akan mudah mereka mengobral kata walaupun yang terangkai dengan apik
Mereka akan lebih takut kepada Allah dari pada melakukan hal itu
Karena hukum Allah tentang pergaulan yang jelas- jelas mereka udah tahu

Dan untuk para the gombalers
Please deh, stop to be the losers
Apa nggak malu tuh ma malaikat
Yang nulis huruf per huruf kebohonganmu dengan sangat
Karena yang kau ucapkan sebenarnya hanyalah gombal
Dan ketulusanmu sebenarnya hanya abal- abal
Come on, berlakulah selayaknya lelaki yang indah
Yang mengindahkan diri, bukan malah dipajang dengan murah
Tau nggak sih, kau sebenarnya kreatif
Tapi hanya butuh sedikit gaya agar lebih inovatif
Dan gaya itu adalah kesolehanmu
Dan kesholehanmu adalah yang memuliakanmu
kau tak perlu mengumbar kata demi sang dewi pujaan
yang harus kau lakukan hanyalah berlaku selayaknya seorang ikhwan

Yakin deh, akan ada tempat dan waktu bagimu dan semua rayuanmu itu
Yaitu untuk yang terkasih, istrimu tercinta nanti
Yang justru akan membuat mereka semakin merasa tersayangi
Bukan wanita yang belum menjadi hakmu
Yang dengannya kau jadikan dia berhala
yang kau puja dan selalu kau bela
Tapi akhirnya malah justru menjauhkanmu dari pahala

Sadarkah kau,
Betapa kau agungkan dia sampe kejepit itu syaraf
Tapi yang ada malah menjadikanmu jauh dari nilai insyaf
Sungguh malang nasibmu the gombalers
please deh ah, berhentilah menjadi the losers.

(NayMa/Voa-islam.com)

7 thoughts on ““Interior Dan Eksterior” The Gombalers (Gombal Warning)

  1. Galau Stadium Akut

    Galau, alias kacau balau, alias ribet plus riweh, adalah virus pikiran yang menjangkiti banyak remaja saat ini. Si sinyal galau itu, juga bisa datang tanpa diundang, en pergi nggak dianter, biasanya nggak jauh- jauh dari persoalan asmara. Sebab lain may be bisa juga karena tugas yang nggak selesai- selesai, atau masalah keluarga yang bikin pusing kepala, en sederet persoalan lainnya.

    Next, Perasaan galau ini biasanya mudah berkembang biak menjadi sebuah perilaku yang aneh dan malah bisa saja heboh. Dari mulai jadi bahan baku curhatan lewat status FB, sampe- sampe ada julukan khusus bagi para tersangkanya, yaitu ratu dan raja galau. Belum selesai ampe situ ajah, galau juga menjadi bahan bakar utama buat ngerasa bete tiap hari, ato marah- marah nggak jelas.

    So, kalau kamu sekarang lagi galau, apa ya yang harusnya kudu kamu lakuin?

    Cinta itu anugrah pren, maka dari itu jangan di tolak. Yang kya gitu manusiawi banget kok. Itu juga berarti nunjukin kalo kamu normal tau’. Jadi kudu banyak- banyak di syukurin malah.

    Tapi anugrah itu seharusnya membahagiakan pren. Dan, kalau ternyata yang kamu alami sekarang, justru bukan sebuah kebahagiaan yang mendamaikan melainkan hanya luapan emosi atau malah jadi tambah ribetnya hidup kamu, maka kamu kudu curiga tentang definisi kamu tentang cinta atau rasa yang lagih kamu alamin itu. Kemungkinannya sih, biasanya hanya 2, kalo nggak cobaan, ya brarti nafsu. En inget loh, jangan aggap enteng keduanya, karena keduanya punya efek besar buat ngehancurin idup en masa depan kamu, kalo kamu nggak bisa ngehandlenya dengan baik.

    Kali emang bener ya kata orang- orang tua, kalo idup emang nggak melulu kudu mikir tentang cinta aja, ya walo idup nggak bakalan kerasa idup kalo nggak ada cinta. Tapi lihat deh, u r still young pren, masih banyak yang bisa kamu pikirin dan kamu lakuin ketimbang ngurusin soal hati plus kegalauan kamu yang tiada berujung, tapi udah pasti nambahin beban buat kamu. Asli deh, idup sekali aja jangan di buat ribet pren, nikmatin aja idup dengan ngelakuin hal- hal yang membesarkan dan mendamaikan kamu. So, kalo udah gitu bakal selesei tuh benang runyam ke galauan kamu, lengkap dengan segala pernak perniknya.

    Cukuplah kesadaran atas 24 jam pengawasan yang dilakukan Allah atas kita itu, menjadi rem kita buat nerusin kegalauan karena yang dikepala cuman hanya urusan tuh manusia aja. Inget loh, Allah maha pencemburu, yang nggak mau kalo kita inget tentang siapapun itu makhluk yang melebihi kecintaan kita terhadap Allah.

    Dikit- dikit berproseslah berhenti ngebuat slogan diri kalo “nggak galau, nggak gaul”. Oke deh, emang galau nggak selalu berarti kacau, tapi minimal kalo orang udah galau, pasti walopun dikit bakal mampet tuh pikiran buat berpikir positif. Nah kalo udah gitu, gimana cerita kamu bisa bakal gaul en dame, ya nggak?.

    Nggak usah pake nangis apalagi galau level akut tentang sesuatu yang udah terlanjur ancur, sante aja pren, idup InsyAllah bakal terus lanjut, dan itu berarti akan ada sesuatu lagi yang baru yang bakal datang ke idup kamu en menyenangkan kamu.

    En buat kamu yang mengartikan galau sebagai kata lain dari nggak pernah selesainya masalah kamu, coba deh kita share sebentar. Pren, namanya orang idup pasti akan ada masalah. Di dunia ini cuman orang yang udah mati yang nggak punya masalah di kehidupan mereka. Lah namanya ajah udah mati. En masalah itu datang bukan semata- mata ngejebak kamu dalam luka yang tak berujung (Lebay!!) ataupun malah ngejatuhin kamu lebih dalam, tapi justru mendidik kamu buat belajar lebih dewasa dan bijak ngejalanin idup. Satu lagi, Allah nggak akan pernah ngasih cobaan buat hambanya yang diluar kemampuannya.

    So, ubah pola pemikiran kamu tentang gimana cara memandang sebuah masalah, kalo kamu orang yang selalu berpikir positif, masalah kya apapun akan menyenangkan dan menawarkan tantangan buat kamu, walaupun ngelewatinnya kudu pke bdarah- darah. Emang dunia ini adalah indah bagi kamu selalu berpikir positif, karena terbukti bakalan jauh dari galau en hidup dalam aman sentosa. InsyaAllah.

    (NayMa/Voa-islam.com)

    http://m.voa-islam.com/news/smart-teen/2011/12/08/16951/galau-stadium-akut/

  2. Kenali Tipe Pemain Pesbuk, Don’t Judge Person by Facebook Profile!!!

    Yulianna PS
    Penulis Kumcer “Hidayah Pelipur Cinta”

    “Don’t Judge Person by Facebook Profile!” Sekilas mirip pepatah yang familiar di telinga kita, “Don’t judge book by cover.” Tetapi yang akan kita bahas kali ini bukan dunia buku, tetapi dunia maya.

    Sebuah jejaring yang banyak menjangkiti warga Indonesia adalah pesbuk. Ada yang rela ga makan, rela ga pergi taklim demi pesbuk (kok senyum-senyum, merasa ya?)

    “Subhanallah, setiap komentar dan postingan ukhti selalu menyejukkan dan bernilai, bagai permata berkilauan yang memancarkan keindahan.”

    (Gubrakkkkkkkkk!!!!)

    Komentar seorang ikhwan terhadap teman akhwatnya di pesbuk tetangga, saya tersenyum geli aja, cuma lewat doank dan kebetulan tahu ada yang tebar-tebaran pujian. Di dunia nyata sudah berkali-kali pula saya mendengar akhwat, teman sejawat, sahabat yang cerita-cerita ikhwan-ikhwan pujaannya di dunia maya bernama pesbuk. Banyak yang berpendapat dan meyakini apa yang tergambar di pesbuk adalah gambaran nyata dan pribadi sebenarnya akan diri seseorang.

    Ketika seorang dengan akun pesbuk menuliskan postingan-postingan bernilai positif, itu tidak dapat dijadikan rujukan bahwa orang tersebut memang benar-benar sesuai antara kepribadian dan kemampuannya didunia nyata dengan apa yang ditampilkan di dunia maya alias dumay.

    Orang yang punya kemampuan mendalam dalam berdebat di dumay, belum tentu ia juga mampu berdebat secara baik dan ilmiah didunia nyata. Bahkan seseorang yang biasa memosting komentar yang panjangnya terbentang dari Sabang sampai Merauke pun belum tentu dia mampu berkata panjang lebar didunia nyata.

    Dunia maya adalah dunia penuh pesona, berisikan aneka sandiwara, adegannya palsu belaka, mirip para pemain drama. Jika ingin mengetahui seseorang secara asli dan tulen, bukan dengan cara melihat sepak terjangnya di dumay. Namun kadang kita juga tidak bisa mengatakan seseorang urakan dan berandalan hanya karena postingan pesbuknya yang suka menghajar seseorang dengan kalimat pedas, intinya ya ‘DON’T JUDGE PERSON BY FACEBOOK PROFILE!”

    Ada beberapa tipe pemain pesbuk, yang di mana setiap tipe ini kadangkala sesuai karakter asli seseorang di dunia nyata, tetapi ada juga yang berbalik 180 derajat. Berikut tipe-tipenya:

    1. TEBAR PESONA

    Tipe ini mempunyai cirri-ciri sangat suka update foto. Hampir setiap hari atau setiap waktu, foto-fotonya akan di upload terus-menerus, agar para fansnya pada mampir untuk sekedar memberi senyum, jempol, komentar manis.

    Bagi yang cantik seakan berkata ‘nih que cantik’, bagi jilbaber mengandung pesan ‘jilbab que manis khan’, bagi pemakai niqob juga membawa pesan ‘lihat nih que wanita bercadar’, bagi ikhwan juga sama, sangat ganjen bin genit, up load foto-foto agar dikomenin akhwat. Norak khan? Hihihihi. Tipe ini mirip jiwa-jiwa artis. Dahulu hanya artis saja yang bisa berpose-pose ditempat umum, tetapi era sekarang beda, orang biasa pun bisa mengalahkan rating artis, siapa aja yang tertarik boleh memberikan komentar.

    2. TABUR SIMPATI

    Ciri-ciri dari tipe ini adalah pribadinya yang sangat cengeng, rapuh, mellow, dan seabrek kata sedih lainnya. Semua suasana hatinya akan tumpah ruap dipesbuk. Kalau lagi sedih akan bilang ‘que dijahilin’, que disakitin’, que dibohongin’ de el el. Kalau pas bahagia juga gitu, statusnya berisi ‘asek dapat tiket undian ke new zealand’, ‘hore dapet undian lotre’, ‘uh senengnya dikecup pasangan’, hihihi, lebay bin alay khan. Gak tau ini ajaran siapa yang dipakai.

    Rasulullah dan para generasi salaf adalah sebaik-baik generasi yang sangat menyembunyikan amalan-amalan. Kebaikan mereka tidak dapat dihitung, keshalehan mereka juga diacungi jempol, tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat menghindari riya’, menghindari pujian dan simpati.

    3. TIPE PUBLIC FIGURE

    Manusia jenis ini sangat aktif mengkampanyekan dirinya didumay. Sangat ahli mencari cara agar manusia berduyun-duyun mengalihkan pandangan padanya. Seakan-akan dia adalah manusia hebring, cerdas, mempesona dan punya nama mendunia (hihihi, emang artis Hollywood yang kerjanya pamer).

    Postingan manusia jenis ini macam-macam. Dari yang ngejiplak tulisan orang lalu diklaim karyanya sendiri, ampe postingin foto dari internet yang cakep and dibilang fotonya sendiri. Dan manusia jenis ini tidak segan-segan memakai universitas, kota dan Negara beken untuk menarik manusia agar menyukai dirinya.

    Misalnya dia di Hong Kong sebagai pekerja biasa akan menuliskan Kairo-Mesir diakunnya, pekerja di Indonesia akan memakai Negara Amrik agar sibilang wah, kerja dikampung lalu mengatakan kerja di Australia agar terlihat gimane gitu. Sesuatu banget khan? Hihihi.

    Sebenarnya masih banyak tipe-tipe lain, tapi saya hanya menyebutkan tiga saja. Yang sangat bagus dan salut tuh pada pesbuker yang memakai pesbuk untuk menggali ilmu, menbebar dakwah ato jualan, jadi waktu pesbukannya engga sia-sia. Yang over PD didumay juga cepet dibenerin, ntar pas diajak kopdar ga sepede didumay khan malu-maluin, iya ga sob? Dan trakhir pesan penulis adalah, hati-hati aja dengan pribadi dumay, dan yang pasti ‘don’t judge person by facebook profile’. Smile ^_^ [voa-islam.com]

    http://m.voa-islam.com/news/smart-teen/2011/11/16/16698/kenali-tipe-pemain-pesbukdon%27t-judge-person-by-facebook-profile/

  3. Yakinlah Selalu Akan Doamu, Anak muda

    Suatu hari, sebuah kisah mulia terjadi dan bermula dari suatu tempat yang sangat sederhana, Pangkalan becak. Seorang bapak tua tengah membersihkan keringatnya setelah seharian bekerja. Beliau adalah seorang tua yang berusia sekitar 75 tahun dan sudah lebih dari 35 tahun mencari nafkah dengan menarik becak. Sosoknya sangat sederhana dan murah senyum. Dikalangan teman- temannya, si bapak tua adalah seorang yang sangat disegani, karena kejujurannya.

    ketika sore menjelang, ada seorang anak muda menaiki becaknya. Si anak muda adalah seorang yang kaya, terpelajar dan modern. Dia berniat datang ke kota tersebut untuk berekreasi dan melepas penatnya setelah lama bekerja di kota. Berjam- jam mereka berkeliling kota, sampai akhirnya adzan magrib pun berkumandang. Seketika, si bapak tua itu menghentikan becaknya di depan sebuah masjid, dan meminta ijin untuk sholat.

    Setelah beberapa lama, mereka kemudian melanjutkan kembali acara jalan- jalan tadi. Dan, sampailah mereka pada sebuah warung kopi dipinggir jalan.

    “Nak, apa bapak boleh minta ijin sebentar untuk buka puasa?”

    ” Bapak puasa? ” Jawab anak muda tersebut dengan sedikit terkejut.

    ” Iya. sebentar saja, bapak ingin beli air dulu”

    ” Saya ikut sekalian pak. Kita minum kopi bareng. Saya yang traktir” Kata si anak muda dengan semangat.

    Mereka berduapun akhirnya melepas lelah sambil ngobrol dan bersantai di warung tersebut.

    ” Kenapa bapak puasa tapi masih mengayuh becak?. Apa ndak capek?” Si anak muda memulai pembicaraan.

    ” Bapak sudah terbiasa insyaallah. Ndak apa- apa nak” Jawab pak tua singkat.

    Waktupun terus berlalu. Banyak hal mereka bicarakan bersama malam itu. Dan melihat hari semakin malam, anak muda tersebut berniat pamit pulang. Dia mengucapkan terimakasih seraya memberikan uang sebagai ongkos naik becak. Tapi di luar dugaan, bapak tukang becak itu menolaknya.

    ” Ini kan ongkos buat bapak tadi setelah seharian mengantar saya.” Kata anak muda itu kali ini dengan masih sangat heran

    ” Ndak nak, trimakasih” jawab bapak tua

    ” Maap apa masih kurang? Ok. Ini buat bapak semua” Tanyanya lagi sambil memberikan uang 2 ratus ribu.

    “Maaf nak bukan begitu. Sebenarnya…”

    ” Kenapa pak? ” Diapun buru- buru memotong perkataan itu.

    ” Maaf nak, bukan bapak tidak mau menerima. Tapi hari ini hari kamis nak, bapak tidak mau menerima uang dari siapapun yang naik becak bapak. ”

    ” Kok bisa begitu pak?” Tanya si anak muda dengan lebih penasaran. ”

    “Bapak inikan orang miskin dan bodoh, tapi… sebenarnya bapak ingin naik haji. Semua orang memang mentertawakan bapak, mereka bilang bapak suka berkhayal. Lah wong, buat makan sehari hari saja tidak cukup apalagi naik haji. Akhirnya bapak cuma bisa minta sama Allah, karena bapak yakin Allah satu- satunya yang tidak akan mentertawakan bapak.”

    “Lalu…” si anak muda tidak dapat menghentikan rasa penasarannya.

    “Kalau hari senin dan kamis bapak tidak akan meminta bayaran sedikitpun kalau ada orang yang naik becak. Bapak berniat sedekah dengan tenaga bapak itu. Bapak berharap suatu hari Allah melihat kesungguhan usaha ini dan akan mengabulkan doa bapak.”

    ” Apa bapak yakin? ”

    ” Kalau kita berharap pada makhluk, kita harus siap- siap untuk setiap saat kecewa, tapi kalau kita berharap hanya pada Allah, Dia adalah satu- satunya yang tidak pernah mengkhianati kita, nak. Kita harus Yakin dengan apa yang kita doakan dan cita- citakan, Insyaallah Allah tidak akan mengkhianati kita. ”

    Sejenak si anak muda tersebut terdiam. Benar- benar kali dia kehilangan walaupun hanya satu huruf saja untuk di ucapkan. Tak terasa, kopi yang disuguhkan dihadapannya telah dingin. Dan dia masih belum bisa mengatakan apapun. Setelah beberapa saat dia pamit pulang meninggalkan pasar yang ramai dengan hiruk pikuknya.

    Setelah sampai di rumah, pikirannya kemudian di penuhi dengan seribu satu hal. Kata- kata bapak tukang becak itu begitu lugu dan natural namun sangat dalam baginya. Entah mengapa, seketika perasaan malu menyeruak melingkupi batinnya. Teringat padanya, bahwa dia selama ini yang selalu dalam gelimang harta dan kekayaan, namun sangat susah baginya untuk sekedar meluangkan waktu untuk mengingat tuhannya. Kesadarannya tiba- tiba muncul dan berkata bahwa ternyata selama ini, harta yang dia miliki hanyalah sekedar ujian baginya, dan sayangnya dia tidak berhasil dalam ujian itu, karena terbukti harta telah membuatnya jauh dari Allah sang maha Rahman.

    Masih terngiang di kepalanya, ucapan bapak tukang becak tersebut. Herannya, dia bukanlah seorang profesor atau manusia yang mempunyai gelar terhormat, namun baru kali inilah, seorang yang lugu, sederhana, namun sangat sholeh, telah berhasil menyentuh hatinya.

    Beberapa hari kemudian…

    Si anak muda akhirnya telah kembali ke kota tersebut, dan kali ini dia berada di tengah- tengah pangkalan becak itu. Telah bulat tekadnya untuk menemui tukang becak tua yang dia jumpai beberapa hari lalu, untuk membicarakan sesuatu. Setelah beberapa jam mencari dan menunggu, maka bertemulah mereka berdua, masih di tempat warung kopi yang sama seperti dulu.

    ” Apakah bapak mau menemani saya?” tanya anak muda tersebut sambil tersenyum.

    ” Kemana nak?”

    ” Saya ingin mengajak bapak berhaji tahun ini”

    (NayMa/Voa-Islam.com)

    http://m.voa-islam.com/news/smart-teen/2011/11/14/16679/yakinlah-selalu-akan-doamuanak-muda/

  4. Belajarlah Bersyukur, Wahai Anak Muda

    Alkisah seorang anak muda yang sedang bersedih hati, tengah duduk- duduk di sebuah taman. Dia menempati sebuah bangku yang hanya ada satu bapak tua saja disebelahnya. Anak muda tersebut kemudian mengajak si pak tua bercakap- cakap sambil melepas lelah dan menghangatkan suasana.

    Dia kemudian menceritakan tentang begitu banyak penderitaan serta kekurangan dalam hidupnya. Sesekali dia menangis sambil menyeka air matanya. Sungguh sangatlah berat beban di hatinya.

    Setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu bersama, anak muda tersebut berkata kepada bapak tua, ” Kau lebih tua dari pada aku, maka berilah aku ilmu tentang pengalaman hidupmu”. Si bapak tua hanya tersenyum, lalu dia berkata,

    “anak muda, bagaimana pendapatmu, kalau ada seseorang yang kaya, yang bersedia membeli matamu itu dengan harga berapapun yang kau mau? apa kau bersedia? ”

    ” Tidak, aku tidak akan mau, walau berapapun dia membayarku. Bukankah kesehatan itu jauh lebih berharga, pak tua?” Jawabnya tersebut bersemangat.

    ” Lalu bagaimana kalau dia mengganti pilihannya dengan membeli kedua kakimu? mungkin dengan harga yang lebih mahal lagi misalnya” Lanjut pak tua tersebut.

    ” Apa gunanya semua uang itu pak tua, kalau aku tidak bisa menikmati dunia ini karena aku pincang?. Aku tidak mau”

    ” Kalau tanganmu saja?”

    “Tidak mau!” jawab si anak muda singkat.

    “Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau dia membeli hatimu saja?” tanya pak tua sambil tersenyum.

    ” Pak tua, ada apa denganmu? aku meminta nasehatmu, malah kau menyarankan menjual organ tubuhku. Aku pasti tidak akan mau. Walaupun mereka membelinya dengan harga milyaran sekalipun.” jawab anak muda tadi dengan sedikit marah.

    Si bapak tua tertawa, serta geleng- geleng kepala melihat anak muda yang duduk di sebelahnya .

    ” Hay anak muda, jika kau sudah beroleh nikmat seharga milyaran dari Allah, lalu atas tujuan apa lagi kau masih mengeluh? dimana rasa malumu pada Tuhanmu?. Kau masih muda, kau masih mampu melakukan segalanya, kau kuat. Ingatlah, satu hal yang merenggut kesenangan dan kedamaian hidupmu, adalah keluhanmu dan rasa tidak bersyukurmu itu”.

    “Lalu…?” tanya anak muda tersebut dengan masih terbengong.

    ” Kesenangan itu tidak hanya sebatas harta dan materi semata. Sadarilah, bahwa keimanan, kesehatan, keluarga, kepandaian, ataupun teman yang baik, dan sebagainya adalah nikmat yang tidak terhingga. Allah memberi semua itu, bahkan saat kita tidak meminta sekalipun. Bukankan Allah itu sangat baik?. Maka syukurilah semua itu. Dan jangan hanya mengeluh”.

    Mendengar semua wejangan dari si bapak tua tersebut, si anak muda hanya terbengong tanpa bisa berkata apa- apa. Dan belumlah selesai semua itu, sang bapak tua kemudian meninggalkan tempatnya duduk.

    Beliau berjalan dengan menggunakan tongkat karena ternyata beliau buta, dan hanya memiliki sebelah kaki saja. Saat mencoba berdiri, wajah beliaupun terlihat lebih pucat. Anak muda tersebut terperangah melihat keadaannya. Dan sebelum bapak tua itu benar- benar pergi, si anak muda bertanya,

    ” Kau tampak pucat, apa kau sakit?”

    ” Sudah 2 tahun ini, bapak sakit liver. Dan sudah sebulan lebih, setiap pagi bapak menghabiskan waktu disini, untuk sekedar menghibur diri. Dan kau tahu anak muda, walaupun keadaan bapak seperti ini, tapi bapak tidak mau marah pada Allah, malah sebaliknya bapak ingin selalu belajar bersyukur, bahwa sampai saat ini bapak masih diberi nafas, paling tidak untuk bisa tertawa ketika bersamamu tadi.” Jawab pak tua dengan senyum.

    Dan Beliaupun akhirnya meninggalkan si anak muda yang masih tetap terpaku dengan seribu satu pikiran yang ada di kepalanya.

    (NayMa/Voa-Islam.com)

    http://m.voa-islam.com/news/smart-teen/2011/11/01/16547/saudarikujangan-koyak-anggun-hijabmu/

  5. Saudariku, Jangan Koyak Anggun Hijabmu!!

    Yulianna PS
    Penulis Kumcer Hidayah Pelipur Cinta

    Salut, kagum, senang, dan rasa bahagia lainnya ketika mendapat kejutan yang menyejukkan batin. Seorang kawan yang dulu tomboy dan punya karakter suka bicara ceplas-ceplos, kini telah berubah penampilan dan tabiatnya.

    Tanpa sengaja bertemu dalam sebuah majelis, saya tidak dapat mengenalinya jika tidak disapa lebih dulu. Wajahnya kini semakin manis, pakaiannya anggun menenteramkan kalbu, gaya bicaranya sopan, halus dan santun. Saya terkagum dengan perubahan dirinya, Subhanallah, ia kini telah menutup aurat, menjaga dirinya dari korban budak mode, membungkus tubuhnya sebagai bentuk ketakwaan pada Allah dan Rasul-Nya.

    Di satu sisi lagi, saya dikejutkan oleh pemandangan yang membuat mata saya panas, memerah dan pahit. Kerongkongan saya tersekat. Seorang sahabat yang dulunya anggun dalam balutan hijab, kini telah melanjangi kehormatannya. Kepala dan tubuhnya menjadi tak bernilai karena hijabnya telah dia lepas, terkoyaklah iman dan izzahnya. Astaghfirullah.

    Dulu ketika lajang ia merupakan gadis yang cantik, cerdas dan menyenangkan. Namun pernikahan telah merobek iman yang dulu tersemat anggun dalam kuncup hatinya. Ia kini tampil penuh percaya diri dengan busana seksi layaknya wanita jahiliyah, lepas sudah hijabnya, robek dan jatuh kehormatannya sebagai wanita salehah.

    Pemandangan nyata yang kontras, yang memiliki renungan dan hikmah. Maha benar apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an:

    “Barangsiapa yang Allah kehendahu kki akan memberinya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya (memeluk agama) islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikannya dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki gunung…..” (Al-An’am 125).

    “Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk pada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Al-Qashash 56).

    Betapa mahalnya sebuah hidayah. Mempertahankan keistiqamahan hidayah membutuhkan perjuangan yang panjang dan menguras airmata. Begitu pula bagi muslimah yang telah berkomitmen menjadikan islam sebagai jalan hidupnya. Hendaknya memasukinya secara kaffah dan sungguh-sungguh. Sesungguhnya gemerlap duniawi yang membuat wanita menanggalkan hijab merupakan godaan musuh-musuh islam yang menginginkan muslimah itu hancur, selanjutnya jika muslimah sudah hancur dan terenggut imannya, sangat berpotensi menular pada orang sekitarnya.

    Wanita yang menanggalkan hijab setelah Allah meneteskan sepercik hidayah, tempatnya adalah neraka, dan tidak layak berharap akan surga, karena dalam hadits shahih muslim Rasulullah telah mengabarkan, wanita yang berpakaian tapi telanjang tidak akan mencium bau surga. Sedangkan di dunia, akan menjadi bahan tertawaan musuh-musuh islam yang gigih melunturkan iman muslimah melalui topeng fashion. Renungan bagi muslimah, relakah anda dijadikan korban mode oleh orang-orang yang menginginkan agama anda hancur?

    Sudah selayaknya kita sebagai wanita muslimah melepaskan belenggu perbudakan modern yang tersembunyi dibalik fashion. Sudah sepantasnya pula kita memerdekakan diri dari penjajahan mode yang memancing wanita berlomba-lomba tampil cantik secara lahiriyah, tetapi lupa untuk mempercantik batiniyah. [voa-islam.com]

    http://m.voa-islam.com/news/smart-teen/2011/11/01/16547/saudarikujangan-koyak-anggun-hijabmu/

  6. Apakah Kau Tahu Bahwa Allah Sangat Menyayangimu?

    Apakah kau bahagia sekarang? atau kau sedang berduka? Apapun keadaanmu sekarang, tahukah kau bahwa Allah masih dan sangat menyayangi dan mengasihimu.

    Apakah kau tahu bahwa allah sangat menyayangimu, bahkan ketika ketika kau tidak mengingat dan menyebut namanya saat kau mulai makan karena begitu lapar? Lihat bahwa allah tetap memberimu kenikmatan dalam rasa tanpa sedikitpun mencabut rahmatnya itu. Rasakanlah betapa malah badanmu bertambah segar dengan sangat, setelah makananmu mengisi lancar kelesuan dan keletihan ragamu.

    Apakah kau tahu bahwa Allah sangat menyayangimu, bahkan saat Dia melihat jelas kelakuan mulutmu tiada henti mengatakan dusta, fitnah, mengadu domba dan mengelarkan rentetan kemaksiatan yang menghancurkan dirimu sendiri dan sesamamu? Mungkin jika manusia yang menyaksikan semua itu, wajahmu akan dipenuhi dengan tamparan dan tiada lagi kehormatan atasmu. Namun Allah juga masih mengampunimu saat kau meminta maaf dan hanya Allah lah yang selalu maha menghargai sebuah taubatmu.

    Apakah kau tahu bahwa allah sangat menyayangimu, bahkan saat Dia jelas- jelas melihatmu bermaksiat? Bisa saja saat itu dia mengambil nyawamu dan atau mengadzabmu dengan seribu satu siksa. Namun lihatlah, bahwa dalam keadaan kau berdosa, Allah malah mengangkat derajatmu setelah kau melepas semua jubah kejahatanmu.

    Apakah kau tahu bahwa Allah sangat mencintaimu, bahkan saat kau tetap memakinya denga sejuta keluhan yang kau rasa akibat kekurangan dan kesakitanmu di dunia?.Yakinlah saudaraku, bahwa Allah tidak sedang mendholimimu, betapa sayangnya Allah subhanahu wata’ala kepada para hambanya. Dalam jatuhmu yang benar- benar di titik nadir, itu semua adalah karena ulah dirimu sendiri. Dan bukannya Allah membiarkan kau tetap berada di titik itu tanpa sedikit menolongmu. Lihatlah, bahwa sebenarnya tidak kau punya kesempatan lain untuk lari selain dekat dengan Allah. Dan semua hanya tinggal bagaimana kau memilih saja, tetap keras kepala, dan atau meminta ampun dan kemudian Allah akan senantiasa menolongmu.

    Apakah kau tahu bahwa Allah sangat menyayangimu?…

    Mungkin banyak dari kita yang telah tahu namun tidak sadar dan atau malah tidak mau tahu.

    Ketahuilah saudaraku, Allah senantiasa Menyayangimu, dalam keadaan apapapun dirimu, tanpa syarat apapun seperti yang diinginkan manusia dan tanpa pamrih apapun seperti yang diharapkan manusia. Maka apakah kau akan tetap membiarkan dirimu menjadi hamba yang tidak tahu trimakasih dengan tetap membiarkan dirimu sendiri dalam kejahatan yang sama dan berulang- ulang setiap hari?.

    Lihatlah dirimu saudaraku,mungkin diantara tubuh dan jiwamu ada salah satu yang bertentangan dengan dirimu, sehingga sulit kau atur. Kaupun bernasib sama dengan begitu banyaknya orang yang ternyata susah bahkan tak bisa bersahabat dengan diri mereka sendiri. Maka, sadarilah bahwa yang paling menyayangimu dan paling mengerti dirimu bahkan lebih dari dirimu sendiri, dalam keadaan bagaimanapun dirimu, siapapun dirimu, dan apa adanya kamu, hanyalah Allah saja. Allah yang selalu siap kapanpun, dan dimanapun menjadi sahabat dan tempatmu berbagi, dan yang pasti akan sangat lebih baik dari pada cara dirimu sendiri menjadi sahabat bagi dirimu. Kasih sayangnya kepadamu adalah lebih sangat mempesona dari hubungan baik yang terbaik yang pernah diberikan oleh makhluk di dunia ini untukmu. Lalu alasan apa yang kemudian membuatmu masih keras hati dan masih menjauh dari Allah Subhanahu Wata’ala?

    (Syahidah/voa-islam.com)

    http://m.voa-islam.com/news/article/2011/12/03/16890/apakah-kau-tahu-bahwa-allah-sangat-menyayangimu/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s