Jangan Cari Jodoh Di Dunia Maya, Keshalihannya Belum Tentu Nyata

Sebelumnya kami hanya membaca nasihat seperti ini di dunia maya. Akan tetapi setelah mendengar dan melihat langsung, dan kasusnya tidak hanya satu. kami melihat bukti langsung bagaimana seorang laki-laki dan wanita, yang sudah mengenal agama dengan manhaj yang benar berdasarkan pemahaman sahabat, mereka berdua malah terjerumus dalam hal ini.Padahal kita sudah diajarkan bagaimana cara yang benar mencari jodoh yaitu dengan ta’aruf yang syar’i. Oleh karena itu maka kami coba menangkat tema ini.

 

Umumnya dilakukan oleh yang kurang imannya

Mungkin awalnya tidak bermaksud mencari jodoh, akan tetapi lemahnya iman yang membuatnya bermudah-mudah berhubungan dengan hubungan yang tidak halal, padahal mereka sudah mengetahui ilmunya. Inilah fenomena yang sering terjadi belakangan ini, wanita dibalik hijabnya yang tertutup rapat tetapi hijab kehormatannya tidak tertutup dibalik e-mail,inbox FB, dan SMS. Begitu juga dengan laki-laki dengan penisbatan mereka kepada, “as-salafi”, “al-atsari” dengan hiasan-hiasan status dan link berbau syar’i, akan tetapi sikap dan wara’-nya tidak menunjukkan demikian.

Hubungan laki-laki dengan wanita yang berujung cinta adalah kebahagian hati terbesar bagi manusia terutama pemuda, lebih-lebih bagi mereka yang belum pernah mecicipi sama sekali. Maka ketika bisa merasakan pertama kali sebagaimana berbuka puasa, sangat nikmat dan bahagia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Mereka yang sudah paham tentu tidak leluasa melakukannya di dunia nyata, baik karena tidak ada kesempatan ataupun malu jika ketahuan. Akan tetapi kedua hal ini hilang ketika berkecimpung di dunia maya. Mulai dari cara halus dengan menyindir dan tersirat ke arah cinta tak halal sampai dengan cara terang-terangan. Ketika mereka merasakan nikmat perasaan cinta yang berbunga-bungan maka lemahnya iman tidak bisa membendung sebagaimana berbuka puasa. Sehingga terjalinlah cinta yang tidak diperkenankan syariat bahkan sampai ke arah pernikahan.

 

Terkesan shalih dan shalihah di dunia maya

Jangan langsung terburu-buru menilai seseorang alim atau shalih hanya karena melihat aktifitasnya di dunia maya. Sering meng-update status-status agama, menaut link-link agama dan terlihat sangat peduli dengan dakwah. Hal ini belum tentu dan tidak menjadi tolak ukur keshalihan seseorang. Dan apa yang ada di dunia maya adalah teori, bukan praktek langsung. Bisa jadi sesorang sering menulis status agama, menaut link syar’i tetapi malah mereka tidak melaksanakannya dan melanggarnya, apalagi ada beberpa orang yang bisa menjaga image alim di dunia maya, pandai merangkai kata, pandai menjaga diri dan pandai memilih kata-kata yang bisa memukai banyak orang

Tolak ukur kita bisa menilai keshalihan seseorang secara dzahir adalah takwa dan aklaknya yang terkadang langsung bisa kita nilai dan melihatnya di dunia nyata, bukan menilai semata-mata bagaimana teorinya saja di dunia maya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

 

Syaikh  Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu menjelaskan hadist ini,

فمن اتقى الله و حقق تقواه, و خالق الناس غلى اختلاف طبقاتهم بالخلق الحسن

: فقد جاز لخير كله, لآنه قام بجق الله و حقوق الغباد,

ولآنه كان من المحسنين في عبادة الله, المحسنين إلى عباد الله

“Barangsiapa bertakwa kepada Alloh, merealisasikan ketakwaannya dan berakhlak kepada manusia -sesuai dengan perbedaan tingkatan mereka- dengan akhlak yang baik, maka ia medapatkan kebaikan seluruhnya, karena ia menunaikan hak hak Alloh dan Hamba-Nya. [Bahjatu Qulubil Abror hal 62, cetakan pertama, Darul Kutubil ‘ilmiyah]

 

Tidak amanah ilmiyah

Ada juga yang ingin nampak alim dan berilmu di dunia maya dengan niat yang tidak ikhlas [Alhamdulillah ini cukup sedikit]. Selain cara-cara di atas seperti update status agama setiap jam, menaut link beberapa kali sehari, membuat note setiap hari [waktunya sangat terbuang di dunia maya]. Ada cara lainnya yaitu tidak melakukan amanat ilmiyah misalnya:

-membuat note hampir tiap hari dengan copas dari tulisan orang lain tetapi tidak mencantumkan sumber sehingga orang menyangka dia yang menulisnya

-membuat note dengan copas dari tulisan lainnya, kemudian mengubah-ubah sedkit atau menambah komentar sedikit kemudian menisbatkan tulisan pada dirinya.

Dan masih banyak contoh yang lainnya, silahkan baca Menunaikan Amanah Ilmiyah dan Jujur Dalam Tulisan

Maka tidak heran ada yang mengaku pernah bertemu dengan seseorang yang di dunia maya terkesan sangat alim dan berilmu. Namun tatkala bertemu di dunia nyata, ternyata ia jauh dari apa yang ia sandiwarakan di dunia maya. Jauh dari ilmu, akhlak dan takwa.

 

Perlu husnudzan juga

Kita perlu mengedapankan husnudzon juga, karena ada mereka yang memang kerjanya berhubungan dengan dunia internet seperti ahli IT dan berdagang via internet. Jadi mereka sangat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdakwah mengingat sekarang dunia maya sangat digandrungi oleh masyarakat dunia. Sebaiknya kita jangan berburuk sangka kepada mereka dengan mengira sok alim, sok update status bahasa arab, sok serba syar’i dan sok suci. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. (QS al-Hujuraat: 12)

Kita juga perlu melihat panutan para ulama dan ustadz, mereka lebih sibuk dan lebih memprioritaskan dengan ilmu dan dakwah di dunia nyata, karena kita hidup di dunia nyata. Ilmu dan dakwah di dunia maya adalah prioritas kemudian setelah ilmu dan dakwah di dunia nyata.

 

Terperdaya dengan cinta dunia maya

Dan mereka yang tidak kuat imannya, terperdaya sekaligus dengan hubungan tak halal yang mereka lakukan, mereka sudah terperangkap cinta. maka semakin lengkap sudah, mereka melihatnya sebagai sebuah keindahan tiada tara sampai-sampai menutup beberapa kekurangan yang harusnya menjadi pertimbangan paling terdepan yaitu agama dan ahklak.

 

Keindahan bisa membuat jatuh cinta…

Dan cinta bisa membuat segalanya menjadi indah…

 

Seorang penyair berkata,

هويتك إذ عينى عليها غشاوة … فلما انجلت قطعت نفسي ألومها

“Kecintaanku kepadamu menutup mataku

Namun ketika terlepas cintaku, semua aibmu menampakkan diri”

[[Al-Jawabul Kaafi 214, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah]

Inilah salah satu yang dikhawatirkan, karena cinta sudah menancap tidak peduli lagi, padahal kenal hanya di dunia maya, kemudian memutuskan untuk ketemu, ta’aruf ala kadar dan menikah. untuk mengetahui bagaimana kehidupan dunianya saja sulit, bagaimana wajah aslinya [walaupun tukar foto, maka foto sekarang bisa berbalik 180 derajat dengan aslinya], bagaimana masa depannya dan bagaimana tanggung jawabnya, apalagi untuk mengetahui agama dan akhlaknya yang menjadi prioritas utama, walaupun terkesan shalih tetapi sekali lagi itu hanya di dunia maya, belum tentu.

 

Wanita korban utama

Jelas wanita yang lebih menjadi korban, karena wanita umumnya memiliki hati yang lemah, lemah dengan pujian, lemah dengan perhatian, lemah dengan kata-kata puitis. Bisa kita lihat di berita-berita bagaiaman wanita tidak sedikit yang menjadi korban, baik korban kejahatan, pelecehan seksual sampai pemerkosaan oleh teman yang ia kenal di dunia maya.

Begitu juga dengan wanita penuntut ilmu agama, mengingat pentingnya agama dan akhlak suami, sampai-sampai ada yang berkata, “agama istri mengikuti suaminya, jika ada wanita yang multazimah menikah dengan laki-laki yahudi, maka ia akan terpengaruh”. Jika wanita tersebut terjerumus dengan cinta di dunia maya dan sudah tertancap cinta dan sudah tertutup kekurangan laki-laki tersebut dengan cinta buta.

Sebagaimana kisah nyata yang kami dapatkan, mereka berdua kenal di dunia maya, kemudian sang laki-laki dari kota yang jauh menyebrang dua pulau datang untuk bertemu ke kota wanita tersebut. Maka sang wanita yang sudah terperangkap cinta, langsung “klepek-klepek” dengan sedikit pengorbanan laki-laki tersebut dan langsung ingin menikah. Padahal lak-laki tersebut, wajahnya kurang, porsi tubuh juga kurang, ilmu agama juga belum jelas, dan masa depan juga masih belum jelas karena hanya lulusan SMA. [Semoga mereka berdua bertaubat dan selalu berada dalam penjagaan Allah, Amin]

 

Jangan memulai sesuatu yang suci dengan kemurkaan Allah

Pernikahan dan membangun rumah tangga adalah sesuatu yang suci dan anjuran syariat. Dari pernikahan berawal segala sesuatu dan mengubah kehidupan seseorang dengan perubahan yang besar. Kemudian dari pernikahan lahirnya manusia, lahirlah masyarakat dan lahir berbagai perihal kehidupan. Maka janganlah kita memulainya dengan kemurkaan dan ketidakridhaan dari Allah. Jangan kita mulai dengan hubungan yang tidak halal. Karena ia adalah dasar dan pondasinya.

Hendaklah yakin dengan janji Allah dan bersabar dengan ta’aruf yang syar’i, perbaiki diri dan tingkatkan kualitas ilmu, iman, akhlak dan takwa maka kita akan mendapat pasangan yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

6 Shafar 1432 H, Bertepatan  31 Desember 2011

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel http//muslimafiyah.com

http://muslimafiyah.com/jangan-cari-jodoh-di-dunia-maya-keshalihannya-belum-tentu-nyata.html

11 thoughts on “Jangan Cari Jodoh Di Dunia Maya, Keshalihannya Belum Tentu Nyata

  1. Jangan Ada Cinta di Facebook!

    gaulislam edisi 145/tahun ke-3 (21 Sya’ban 1431 H/ 2 Agustus 2010)

    Lah kok facebook lagi? Haduh-haduh! Jangan kaget gitu dong. Bagi pembaca setia buletin remaja gaulislam pasti tahu kalau kita udah pernah buat tema yang sama mengenai facebook. Ups! Meskipun demikian jangan menilai artikel ini monoton atau itu-itu aja. “Emang apanya yang beda?” ya beda lah kali ini kita nggak bahas facebook tapi kita bahas FB. “Lah sama aja itu sih!” haha bukan ding. Kali ini kita akan bahas facebook dari segi C.I.N.T.A. “Kayak judul lagu?” nggak apa-apa ya? Heup! Serius donk! Kapan mulainya, nih!

    Situs jejaring sosial facebook bisa dibilang semua orang udah familiar dengan situs ini. Penggunaan jejaring sosial di internet ini baru meningkat pesat di Indonesia pada tahun 2008 meninggalkan situs jejaring yang populer sebelumnya, Friendster. Wuihh fenomenal kan. Gimana nggak, tukang siomay aja punya akun facebook. Berdasarkan statistik pertumbuhan, pengguna facebook di Indonesia meningkat 645% sejak 2008 hingga 2010. Sebanyak 831.000 user di akhir tahun 2008. Meningkat pesat pada pertengahan tahun 2010 ini menjadi lebih dari 21 juta user. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna tertinggi di Asia dan hingga tahun 2010. Tumbuh tertinggi kedua di Asia setelah Malaysia.

    Facebook memang situs asik yang mudah digunakan untuk bertukar pikiran. Namun, facebook atau yang popular disingkat FB juga banyak menuai masalah. Beberapa di antaranya berita penculikan yang berawal karena perkenalan melalui FB. Kasus pencermaran nama baik, kasus perzinaan. Tetapi belakangan si pelaku zina dapat keringanan hukuman karena mengaku melakuknnya atas dasar suka sama suka. Halah, tetep aja zina! Facebook juga sempat menjadi perantara kasus pemerkosaan, hingga pembunuhan telah terjadi hanya gara-gara situs jejaring sosial satu ini.

    Ati-ati kalo ‘nongkrong’ di facebook

    Bro en Sis, mudah saja bagi siapa pun untuk mengakses situs ini, dan memberi peluang untuk melakukan tindak kejahatan atau penyalah-gunaan yang melenceng dari fungsi sebenarnya. Dengan FB seseorang mudah menjadi siapa saja misalnya kita bisa menutupi kekurangan diri sendiri. Wajah yang PPD alias Pas Pasan Deh juga bisa kita make over. Pasang foto dengan gaya narcis (kayak di iklan kaos, tapi kaos lampu! Whuhaha..), mengedit foto menjadi lebih ganteng atau lebih cantik dari aslinya. Kita juga bisa menciptakan karakter yang berbeda. Contohnya nih, ada teman saya memiliki 3 buah akun facebook. Itu pun yang saya ketahui lho! Masing-masing akun memiliki karakter yang berbeda, bahkan saling bertentangan satu sama lain. Satu di antara ketiga akunnya berkarakter satanik atau penyembah setan. Tidak percaya Tuhan dengan memasang foto-foto menyeramkan namun di sisi lain pada akun lainya mimiliki profil islami. Sopan dan sholeh ini bisa di lihat dari info profil dan komentar-komentarnya di fitur status wall, “waduhhh kok bisa ya?” Dari contoh kecil tersebut kita dapat melihat fakta bahwa di situs jejaring sosial ini, kita mudah saja menjadi siapapun yang kita mau.

    Jangan mudah jatuh cinta di facebook

    Bro en Sis, di facebook juga saja muncul benih-benih cinta, lho. Maklum, namanya juga situs jejaring sosial, pasti dihuni oleh banyak orang. Itu artinya, ada peluang untuk saling berbagi informasi dan bukan mustahil jika saling menebar pesona dan akhirnya bertautlah hati di antara mereka. Tapi, apa iya kita begitu mudah percaya dan mau menjalin ikatan hati hanya karena si dia menarik hati dan mau peduli dengan kita? Jangan mudah percaya lho, siapa tahu itu adalah jebakan. Apalagi kalo kita nggak pernah tahu siapa dia sesungguhnya.

    Khususnya buat para cewek nih. Kayaknya kaummu deh yang lebih mudah tergoda bujuk rayu kaum lelaki. Bukan gue bias gender. Tapi gue kasih tahu aja bahwa gue juga lelaki, tahu betul dah gimana akal bulusnya cowok kalo lagi kepengen. Hahaha… gue buka rahasai daleman cowok neh. So, nggak usah percaya kecuali ke gue (idih, narsis abis deh gue!). Bener, gals. Jangan mudah percaya kepada cowok yang belum pernah kamu tahu jati dirinya. Di facebook kan orang bisa jadi siapa aja dan apa aja. Ini informasi awal yang kudu diperhatikan banget. Kalo boleh membuat kaidah ushul, “hukum asal semua teman di facebook adalah patut diwaspadai karena berbahaya, kecuali setelah ada informasi bahwa teman tersebut orang baik-baik” (ehm.. jadi kayak intelijen dong ya. Hehehe…)

    Masih inget pesan Bang Napi? Yup, “kejahatan bukan saja karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan”. Sementara kesempatan, seringnya datang dari kita sendiri. Maka, kita wajib ‘mempersenjatai’ diri agar tak mudah mengobral data diri, apalagi jatuh hati. Waspadalah!

    Nih ada sedikit tips aman ber-facebook ria, hehe! Pertama, jangan mencantumkan info profil atau data diri di facebook terlalu lengkap apalagi sampai masalah-masalah privasi. Kasih gambaran umum aja. Bila perlu nomor telepon nggak ditulis lengkap. Jangan membuka diri terlalu jauh. Itu sebabnya, kamu perlu tahu fitur-fitur di facebook agar kamu terhindar atau diminimalisasi dari kejahatan orang lain. Meski tentu, itu tak berarti aman dan bebas aja. Siapa tahu, ada celah yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan. Jaga dirimu ye!

    Kedua, jangan memasang foto-foto diri kamu yang sekiranya kamu sendiri nggak akan merasa nyaman foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Nggak maukan kalau fhoto kamu disalahgunakan orang lain untuk hal-hal yang tidak menyenangkan.

    Ketiga, jangan sembarangan ‘add friend’ alias tambah teman atau melakukan approval alias mengkonfirm permintaan seseorang untuk menjadi teman kamu. Pilih-pilihlah dalam mengkonfirm teman pastikan kita sudah mengenalnya di dunia nyata atau lihat jumlah teman yang sama atau mutual friends-nya cukup banyak.

    Keempat, yang sedang marak adalah akun FB yang di hack atau dibajak orang lain bahkan ada akun yang sama persis dengan akun milik kita namun disalah-gunakan untuk kepentingan pihak lain coba bayangkan kalau akun aspal (asli tapi palsu) kita digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan semisal meminjam uang ke pada teman kita, memaki-maki orang lain, membuat status wall dengan kata-kata kasar dan tidak senonoh wahh bakal marah-marah sendiri jadinya. Jika terjadi hal tersebut jangan dibiarkan segera laporkan ke pengelola layanan untuk mencabut akun tersebut, atau meminta bantuan kepada kenalan yang kiranya faham dan bisa membantu.

    Terus yang nggak kalah penting dan kudu waspada sesuai dengan judul artikel ini, facebook ternyata banyak digunakan sebagai ajang mencari jodoh atau istilah liberalisnya pacaran. Iddih ampun deh! Nggak tau apa kalo istilah pacaran ngak ada dalam Islam? Kalo bermesra-mesraan tanpa ikatan pernikahan itu haram? Kalau sudah terikat pernikahan pun tak selayaknya mengumbar kemesraan di muka monitor, eh di muka umum! Dan bagaimana hukum asal pergaulan antar lawan jenis dalam Islam? Hei-hei! Kalo pengen tahu ulasan tentang pergaulan antar lawan jenis silahkan baca di website gaulislam http://www.gaulislam.com salah satu judulnya “Pacaran? Nggak, Ah!”, hehe. (sstt.. itu tulisan gue. Busyet, narsis lagi dah gue!)

    Islam udah mewanti-wanti tentang hubungan antar lawan jenis dengan firman Allah (yang artinya):”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isra [17]: 32)

    Khusus masalah hubungan lawan jenis, facebook juga berpotensi mengikatkan jalinan hati para penggunanya, iyakan? So, mesti waspada! Apa lagi bagi sobat-sobat muda dalam masa puber. Sadar nggak sadar kita mudah tergoda dengan profil-profil yang kelihatanya amat meyakinkan, Halo-Halo! Aduh jadi flashback lagi dech ke masalah aturan antar lawan jenis. Intinya kita jangan mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dimanapun bahkan di dunia maya. So, jangan ada cinta di Facebokk, hehe!

    Buat kamu-kamu nih yang nggak mau pacaran karena sudah tahu itu nggak boleh dalam Islam, tapi sungguh-sungguh ingin cari jodoh kuncinya jangan mudah percaya dan tergoda yang belum jelas juntrunganya di dunia maya. Ada Alternatif kalau mau cari jodoh: Pertama, lewat orang yang kita kenal dan orang tersebut bisa dipercaya. Kedua, mencari sendiri tapi pastikan jati diri orang tersebut, harus yakin keberadaannya dan kebenarannya, jangan pake hawa nafsu ya! Ketiga, seleksilah tawaran dari orang yang tak kita kenal dan percayai.

    Tentunya kita nggak ingin membuang waktu hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, seperti yang di jelaskan dalam firman Allah Swt. (yang artinya): Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Ashr : 1-3)

    Sekali lagi kita pastikan pada diri kita sendiri untuk tetap syar’i di manapun dan kapanpun. Gunakan facebook untuk hal-hal positif dan bermanfaat seperti berdiskusi tentang ilmu pengetahuan umum, tentang keislaman dan lain sebagainya. Bukan hanya sekedar update status yang berisi semua keluhan-keluhan yang nggak penting sama sekali untuk kemaslahatan umat.

    So, tetap semangat dan tetap syar’i alias selalu merujuk kepada syariat Islam. Selain itu, jangan mudah jatuh hati dan kelilit cinta di facebook. Jangankan di dunia maya, di dunia nyata aja banyak penjahatnya. Siapa tahu itu jebakan yang bakal merugikan kita di kemudian hari. Bener. Nggak seru dong kalo tiba-tiba nama kamu muncul di media massa sebagai korban kejahatan. Naudzubillahi min dzalik [samsi: samsi_hn@yahoo.co.id]

    http://www.gaulislam.com/jangan-ada-cinta-di-facebook

  2. Jadi orang awam serba salah…

    01. “Masak memberikan ucapan selamat Natal ke teman saya aja gak boleh, padahal saya gak ikut2an merayakannya, jadi yang boleh apa?”

    02. “Ya udah, kalo gak boleh mengucapkan selamat Natal, mendingan merayakan Tahun baru aja dech…tinggal 5 hari ini…”

    03. “Hah??!! Merayakan tahun baru juga gak bolehh?? Katanya itu hari rayanya orang nasrani…Jadi yang boleh apa? Ya udah, kalo gak boleh juga, aku gak akan merayakannya. Aku cuman niup terompet aja di malam tahun baru…”

    04. “Lho…niup terompet juga gak boleh? Katanya itu tasyabbuh (mengikuti) orang yahudi…Ini salah…itu salah…ya udah, aku merayakan tahun baru islam saja yaitu tahun baru hijriyah…gak salah lagi…”

    05. “Nah lho…! Merayakan tahun baru islam juga gak boleh? Katanya itu bid’ah dan tidak pernah dilakukan Nabi sama Sahabat2nya. Koq jadi serba salah semuanya? Jadi yang benar apa? Baiklah…kalo merayakan tahun baru islam gak boleh, aku akan merayakan hari rayanya umat islam aja, yaitu hari raya idul fithri, kebangetan kalo gak boleh juga. Aku akan takbiran keliling kampung sambil pukul beduk di hari raya itu!”

    06. “Jreeeennggg…!! Gak boleh juga???? Koq semuanya serba gak boleh??? Ini gak boleh…itu gak boleh…mana yang benar??? Koq susah amat mau beramal aja. Entar aku gak mau beramal sama sekali lho!!…

    (maaf nomornya diloncatin ya…)

    99. “Alhamdulillah…setelah aku banyak menuntut ilmu, akhirnya aku tahu sekarang mana yang benar dan mana yang salah. Inilah hidayah dari Allah, sehingga aku bisa merasakan manisnya iman. Aku sekarang tahu kenapa dulu aku gak boleh beramal ini dan itu. Aku juga tahu kenapa dulu aku tidak boleh takbiran keliling kampung sambil pukul bedug dimalam Idul Fithri, tapi hanya cukup merayakannya saja sesuai syariat. Inilah hikmahnya jika kita banyak menuntut ilmu yang syar’i dan sesuai sunnah. Padahal agama ini sangat mudah sekali jika kita mengetahuinya.”

    Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).

    Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya, maka dia akan dipahamkan/difaqihkan dalam (urusan) agama.” (HR. Bukhari )

    http://www.facebook.com/negara.tauhid

    http://www.gizanherbal.wordpress.com

  3. utamakanlah sholat lima waktu.
    Jika demi cinta, gunung kan kau daki dan laut kan kau sebrangi.
    maka demi Alloh, masjid harus didatangi, kewajiban harus ditunaikan, sholat harus didirikan…! Mari kita menuju kemenangan dunia dan Akherat dengan selalu menjaga sholat di awal waktunya…! (Wahed Deen El Banjary)

    Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan bergaul dengan orang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang bermanfaat lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbincang yang buruk (HR. Al-Hakim)

    Teman sejati mau mengerti saat kita berkata “aku lupa”, menunggu selamanya saat kita berkata “tunggu sebentar”, tetap tinggal saat kita berkata “tinggalkan aku sendiri”, dan membukakan pintu meski kita belum mengetuk dan berkata “bolehkah aku masuk?”

    Pandanglah ke depan untuk menyambut hari esok, tengoklah ke belakang untuk mengoreksi diri. Usahakan yang terbaik semampu dirimu agar tak menyesal di kemudian hari. Semoga istiqomah!

    Untuk apa menghiba cinta/perhatian/belas kasihan dari manusia, pasti tak ada gunanya. Cukuplah menghiba kepada Allah, tak dikecewakan. -K. H. Abdullah Gymnastiar—

    Ibnul Qayyim berkata: “Kebanyakan anak menjadi rusak adalah disebabkan orang tuanya, karena tidak adanya perhatian kepada mereka, serta tidak diajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya.”

    Jika sedang sendiri janganlah merasa sepi, ada Allah yang mengawasi. Jika sedih jangan dipendam dalam hati, ada Allah tempat berbagi. Jika susah jangan menjadi pilu, ada Allah tempat mengadu. Jika gagal janganlah putus asa, ada Allah tempat meminta. Jika bahagia janganlah menjadi lupa, ada Allah tempat memuja. Ingatlah Allah selalu, niscaya Allah akan mengingatmu.

    “Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, hingga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu”.(Ibnu Athaillah)

    “orang yang mendalam cintanya pada al-quran, tidak akan ada tempat dihatinya untuk mengandrungi musik dan nyanyian.”
    -Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullaahu Ta’aalaa dalam kitabnya, Ighootsatul Lahfan

  4. LARANGAN MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

    A : “Kamu koq mengucapkan Selamat hari Natal kepada non muslim? padahal kamu kan muslim?”

    B : “Saya ingin berbuat baik kepada mereka. Apalagi mereka bukan kafir harbi (kafir yang memerangi). Bukankah Allah Ta’ala berfirman:
    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu…” [QS. Al-Mumtahanah: 8].

    A : “Kamu telah salah dalam mengambil dalil. Firman Allah tersebut mengenai berbuat baik seperti memberi makan atau menyantuni Non Muslim atau bergaul dengan orang tua yang Non Muslim. Bukan untuk berbuat dosa seperti Syirik dengan mengucapkan Selamat Natal kepada mereka yang merayakan kelahiran Tuhan mereka. Apakah kamu tahu asbabul nuzul ayat tersebut?

    Sebab turunnya ayat Al Qur’an di atas adalah sebagai berikut:
    Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya “Menjalin hubungan dengan orang tua yang musyrik”. Kemudian beliau membawakan riwayat berikut:

    Asma’ mengatakan, “Ibuku mendatangiku dan ia sangat ingin aku menyambung hubungan dengannya. Kemudian aku menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah aku tetap menjalin hubungan dengannya? Beliau pun menjawab, “Iya boleh”.” Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa setelah itu Allah menurunkan firman-Nya (yang artinya), “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.” [QS. Al Mumtahanah [60] : 8]”

    B : “Dulu mereka (kaum nasrani) telah mengucapkan selamat kepada saya ketika hari raya Idul Fitri. Nah, ketika hari raya mereka, maka saya membalas kebaikan mereka dengan mengucapkan Selamat hari Natal. Ada dalilnya tentang hal ini. Allah Ta’ala berfirman:
    “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86).

    A : “2x kamu salah dalam mengambil dalil. Sesungguhnya firman Allah tersebut menyangkut dengan ucapan salam: “Assalamu’alaikum”. Bukan ucapan Selamat Natal yang mengandung kemusyrikan. Itu pun ucapan salam di atas berlaku jika pemberinya adalah sesama Muslim, Bukan non Muslim. Jika yang memberi salam Non Muslim, kita cukup menjawab “Wa ‘alaikum”. Sebab kita tidak boleh mendoakan Non Muslim dengan semoga Allah memberimu Keselamatan, Rahmat, dan Keberkahan sementara mereka tidak mau beriman kepada Allah.

    Hadits riwayat Anas bin Malik: Rasulullah bersabda: ‘Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum.’ (Shahih Muslim No.4024).

    B : “Ah…ini kan masalah sepele, gak usah terlalu dibesar-besarkan. Nanti bisa terjadi perpecahan antar umat beragama.”

    A : “Menurut kamu mungkin kecil atau sepele. Tapi bisa jadi di sisi Allah ucapan itu sangat besar akibatnya. Allah Ta’ala berfirman:
    “Mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh” [Maryam 88-90].

    Bukankah ucapan selamat itu mendukung pemahaman mereka yang menyakini bahwa Allah memiliki anak?

    B : “Tapi bukankah ada ulama dan kyai yang membolehkan seorang muslim mengucapkan Selamat Natal kepada non muslim?”

    A : “Kita tidak boleh taqlid buta kepada ulama. Jika ulama itu telah keliru, maka jangan diikuti. Seandainya mengucapkan Selamat Natal itu baik, niscaya Nabi dan para sahabat2nya serta para Imam Ahlus Sunnah telah melakukannya, sedangkan mereka hidup di tengah orang2 non muslim.”

    B : “Sesungguhnya saya hanya sebatas mengucapkan selamat saja, sedangkan hati saya mengingkari keyakinan mereka. Agar mereka tidak membenci kita, bahkan akan mencintai kita.”

    A : “Kalau begitu, bagaimana menurut kamu jika ada orang yang memberikan ucapan selamat kepada orang yang berhasil melakukan korupsi?
    Atau mengucapkan selamat kepada orang yang telah berhasil berzina?
    Atau mengucapkan selamat kepada maling yang telah berhasil mencuri?
    Atau mengucapkan selamat kepada orang yang telah berhasil membunuh orang yang tidak berdosa?
    Apakah hal itu dibolehkan menurut kamu?”

    B : “Ya jelas tidak boleh. Karena itu sama saja mendukung perbuatan mereka dalam maksiat dan dosa.”

    A : “Kalau itu tidak dibolehkan menurut kamu, berarti memberikan ucapan selamat Natal lebih tidak dibolehkan lagi, karena hukumnya jauh lebih besar dari ucapan2 selamat diatas. Perbuatan korupsi, zina, mencuri dan membunuh hanya sebatas dosa maksiat. Adapun merayakan hari Natal adalah termasuk dosa kesyirikan. Sedangkan dosa kesyirikan jauh lebih besar daripada dosa kemaksiatan.”

    B : (o_0) … (melotot)

    Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

    http://gizanherbal.wordpress.com/2011/12/25/dialog-selamat-natal/

  5. 10 KIAT TEGAR MENGHADAPI COBAAN HIDUP

    Mengarungi kehidupan pasti seseorang akan mengalami pasang surut. Kadang seseorang mendapatkan nikmat dan kadang pula mendapatkan musibah atau cobaan. Semuanya datang silih berganti. Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa memudahkan seseorang dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

    Pertama: Mengimani takdir ilahi

    Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi.

    Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.”

    Kedua: Yakinlah, ada hikmah di balik cobaan

    Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui.

    Ketiga: Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa

    Ingatlah bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mendapatkan cobaan sampai dicaci, dicemooh dan disiksa oleh orang-orang musyrik dengan berbagai cara. Kalau kita mengingat musibah yang menimpa beliau, maka tentu kita akan merasa ringan menghadapi musibah kita sendiri karena musibah kita dibanding beliau tidaklah seberapa.

    Keempat: Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji

    Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

    “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

    “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”[6]

    Kelima: Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan

    Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
    “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

    Keenam: Hadapilah cobaan dengan bersabar

    ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
    “Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.”[8]

    Yang dimaksud dengan bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju.[9]

    Ketujuh: Bersabarlah di awal musibah

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.”[10] Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.

    Kedelapan: Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

    Ingatlah janji Allah,
    “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”[11]

    Kesembilan: Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un …”

    Kesepuluh: Introspeksi diri

    Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

    “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30). Maksudnya adalah karena sebab dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat.[13] Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”[14]

    Semoga kiat-kiat ini semakin meneguhkan kita dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian dari Allah.

    Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

    Diselesaikan di Pangukan-Sleman, 25 Shofar 1431 H

    ARTIKEL SELENGKAPNYA ADA DI: http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2905-10-kiat-tegar-menghadapi-cobaan.html

  6. ya s7 bgt, coz q dah lhat bktinya ttngga q. Nikah dgn cwo dri fb, pas nikah bru 1 bln hamil n suaminya d pnjara krna dia pgdar narkoba, stlah nglahrin ank prtma tnpa d dmpingi sang suami, ankny yg bru brumur 5bln kmrn mninggal tnpa skt apa2, ckp tragis bgt ksh ttngga q,

  7. assalamu’alaikum…
    maaf sebelumnya, saya berarti beruntung ya, karena saya saat ini menikah dengan pria yang saya kenal dari dunia maya, namun ternyata keshalihannya melebihi saya atau beberapa orang yang katanya memiliki nashab dari seorang yang paham agama.
    saya mengenalnya selama lima tahun kurang lebih di media social facebook dan media chat room yahoo, dan memutuskan bertemu saat saya merasa sangat cukup umur untuk menemuinya pada tgl 7 Desember 2010 bertepatan dgn 1 Muharram 1432. di hari itu dia meminta saya untuk menikah dengannya, dan bismillah saya menerimanya. tgl 30 Desember dia menemui ibu saya, untuk meminta doa dan restu, kemudian sepulangnya dari kampung halaman ayahnya dia menemui ayah saya tgl 9 januari 2011, dan ayah saya menerimanya. dan tgl 13 Februari dia beserta keluarga besarnya pun melamar saya, dan kami pun bertunangan. hingga akhirnya tgl 11 November 2011 kami menikah. hingga saat ini alhamdulillah saya mendapati suami yg bahkan mengutamakan shalat meskipun kami ditengah perjalanan. jodoh ada ditangan Allah, dan telah terukir di lauhil mahfuz. melalui apapun bahkan melalui media internet. yg terpenting kita menerima dan mencintainya karena Allah Ta’ala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s