RUQYAH ADALAH TAHAYUL?

RUQYAH ADALAH TAHAYUL?

Seorang pria kaya dan terhormat mengundang beberapa tamu penting pada sebuah jamuan makan malam. tamu-tamu tersebut termasuk seorang syekh Mu’alij yang terkenal dengan kemampuannya menyembuhkan dengan doa (ruqyah), dan juga seorang menteri kesehatan, yakni seorang dokter yang memperoleh pendidikannya di Prancis. setelah makan malam, putri sang tuan rumah tiba-tiba merasa pusing dan harus dibaringkan di atas tempat tidur. Tuan rumah meminta kepada sang syekh berdoa untuk sang gadis. sang syekh akhirnya mendekati sang gadis dan mengucapkan beberapa doa untuk memohon kesembuhan.

Hal ini membuat kesal sang menteri kesehatan, yang kemudian menggerutu bahwa tahayul semacam ini harus disingkirkan,” sekarang ini…. ” katanya ” Bagaimana mungkin bacaan ayat Suci Al-Qur’an dan doa-doa bisa menyembuhkan, kita memiliki suntikan vitamin, obat-obatan modern, dan cara ilmiah lainnya untuk menyembuhkan orang. omong kosong yang ketinggalan zaman seperti ini akan menghambat kemajuan kita.”

Sang syekh menoleh kepada sang menteri dan berkata: ” aku tidak mengerti bahwa mereka memakaikan seragam menteri kepada seekor keledai pada masa sekarang ini ! bagaimana mungkin pria bodoh dan tidak peka semacam ini dapat menjadi seorang dokter, terlebih lagi seorang menteri ?” sang menteri menjadi kalap, wajahnya merah padam. Ia begitu marah hingga tidak sangup berkata apa-apa.

Dengan nada suara yang lembut dan sopan, sang syekh segera berkata, ” tuan menteri, maafkan saya. saya mengucapkan kata hinaan tersebut hanya untuk menjelaskan sesuatu. lihatlah bagaimana wajah anda menjadi merah, pembuluh darah anda menjadi membesar, jantung anda berdebar-debar, dan laju adrenalin anda menjadi meningkat. semua itu hanya disebabkan oleh beberapa kata, jika ucapan duniawi dapat menyebabkan perubahan fisik semacam itu, maka mungkin saja kalimat suci dari kitab Tuhan dapat membantu membawa kesembuhan.?

Sang Mentri-pun hanya terdiam menahan malu, namun dalam hatinya dia membenarkan perkataan Syekh itu….

sumber:
http://metafisis.wordpress.com/

4 thoughts on “RUQYAH ADALAH TAHAYUL?

  1. TANDA-TANDA TERKENA ILMU HITAM, KESURUPAN DAN GANGGUAN JIN

    TANDA-TANDA ORANG TERKENA GANGGUAN JIN

    Setiap penyakit dapat dikenali dari gejala-gejala atau tanda-tandanya. Berikut ini saya sebutkan beberapa tanda/gejala orang yang terkena gangguan jin, apapun jenis gangguan jin teresebut.

    Tanda-tanda yang saya sebutkan dibawah ini adalah hasil pengamatan, pengalaman menangani pasien. Tidak diperlukan ilmu khusus untuk mengetahui gangguan jin pada diri seseorang. Cukup cermati atau tanda point-point dibawah ini, maka dengan mudah Anda dapat memastikan ada tidaknya gangguan jin pada diri seseorang.

    Bagaimana cara menggunakan daftar gejala gangguan jin ini ?

    Sederhana, silahkan baca dan cermati satu per satu, lalu perhatikan diri anda atau orang yang akan anda analisa, apakah gejala-gejala ini ada pada diri anda?

    Berusahalah untuk sejujur mungkin …

    jika ada gejala-gejala tersebut dibawah ini ada pada diri anda, maka kemungkinan besar ada gangguan jin dalam diri anda.

    Gejala – gejala Gangguan jin pada manusia

    1. Gejala pada waktu tidur :

    Susah tidur malam, yaitu tidak bisa tidur kecuali setelah lama/bersusah payah
    Susah bangun, yaitu kebanyakan tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah –ibadah yang diinginkan
    Cemas, sering terbangun pada waktu malam
    Mimpi buruk, mimpi melihat sesuatu yang mengancamnya lalu ingin berteriak minta pertolongan tetapi tidak bisa
    Mimpi melihat berbagai binatang seperti : kucing, anjing, tikus, onta, kuda, monyet, serigala, harimau dll
    Bunyi gigi geraham beradu pada saat tidur
    Tertawa, menangis, teriak, mengomel pada saat tidur
    Merintih pada saat tidur
    Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang sangat tinggi
    Berdiri dan berjalan dalam keadaan tidur dan tanpa kesadaran
    Mimpi berada dalam lingkungan pemakaman,didalam kuburan, tempat sampah atau jalan yang mengerikan
    Mimpi melihat orang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali, hitam sekali
    Mimpi sangat menyeramkan/melihat hantu
    Mimpi denga lawan jenis/sama jenis yang sam berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan
    Mimpi seakan tertindih benda yang sangat berat ( Tidihan-bhs Jawa) dan sulit untuk melepaskan
    Mendengkur sangat keras
    Mimpi melihat/bertemu dengan keluarga yang sudah mati,melihat mayat
    Mimpi berada dalam abad lampau
    Mimpi terjadi peristiwa dan keesokan harinya terjadi peristiwa yang sama dalam mimpi

    2. Gejala – gejala Pada wktu terjaga

    Sering was – was/ketakutan
    Suka marah – marah/ emosi tidak terkendali
    Dorongan kuat untuk bermaksiat
    Lesu dan malas sekali untuk beribadah
    Sulit sekali untuk khusu’ dalam sholat ( susah untuk mengingat sudah berapa rokat yang sudah kerjakan )
    Suka sekali menghayal, melamun, mengurung diri
    Selalu pusing tidak disebabkan oleh penyakit pada kedua mata, telinga, hidung, gigi, tenggorokan atau lambung
    Selalu berpaling dari dzikrullah, meninggalkan/meremehkan untuk menegakkan/melakukan sholat dan ketaatan yang lainnya
    Pikiran selalu linglung, selalu sedih tanpa sebab, jantung deg-degkan tanpa sebab,kesurupan
    Merasa ada yang mengikuti, mengejar ingin membunuh/mengancam, merasa akan kedatangan seseorang/beberapa orang, merasa akan dilamar seseorang, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan – bisikan agar melakukan sesuatu ( membunuh, memperkosa/bersetubuh dengan anggota keluarga, memukul,bunuh diri dengan meloncat sungai/gedung bertingkat/melintasi rel kereta api diwaktu kereta api lewat)
    Sering mendengar orang memanggil namanya
    Sering mencium bau-bauan : wangi( kembang/bunga, menyan/dupa, busuk, anyir,dll )
    Melihat benda – benda seolah – olah bergerak, berputar, terbalik, miring
    Melakukan tindakan – tindakan yang aneh/konyol tanpa disadari
    tiba-tiba dapat meramal/membaca pikiran orang lain/mengetahui apa yang akan terjadi
    Cemas dan Paranoid ( takut yang berlebihan )
    Melihat penampakan makhluk halus atau merasakan keberadaan mekhluk halus
    Rasa sakit pada salah satu anggota badan namun setelah periksa ke dokter tidak terdapat penyakit secara medis/dokter tidak sanggup mengobatinya

    Tanda-tanda diatas adalah sebagian dari tanda gangguan jin. Masih banyak lagi tanda-tanda yang belum tercantum.

    Cara mengenali gangguan jin sangat beragam namun secara umum kita dapat mengenalinya melalui mimpi, kondisi fisik, perasaan/mental, kondisi rumah, latar belakang keluarga bahkan dari WAJAH orang tersebut.

    Benar, kita dapat mengenali gangguan jin pada orang tersebut dari WAJAHnya, tanpa kita melihat jin itu sendiri. bagaimana bisa? Sebenarnya gangguan jin sama dengan gangguan medis. sakit medis yg kita alami sering kali dapat kita kenali tandanya dari kondsi fisik kita, warna kulit, lidah, kuku jari dan raut muka kita dan iris mata kita. Jika anda pernah membaca diagnosa penyakit dalam akupuntur, anda pasti paham hal ini. Demikianlah, halnya dengan gangguan jin.jika jin telah ada dalam diri kita maka akan nampak tandanya di wajah kita. Dengan banyak mengamati, kita akan mudah mengenalinya.

    Pembahasan mengenai hal ini serta teknis meruqyah lebih detail, silahkan kunjungi DISINI

    http://www.herbalnabi.info

    http://konsultasiruqyah.wordpress.com/tanda-tanda-gejala-orang-terkena-gangguan-jin-ilmu-hitam/

  2. Gangguan Jin……?

    Tanda-tanda Gangguan Jin

    Ciri-ciri ini merupakan salah satu cara untuk mendiagnosa apakah dalam tubuh kita ada gangguan jin atau tidak, dan bukanlah kesimpulan mutlak karena boleh jadi hal itu terjadi akibat dari kelalaian dan kemalasan kita saja.

    1. FISIK

    Pusing-pusing sebagian atau keseluruhan, leher berat atau kaku
    Bahu, pundak selalu berat/pegal
    Nyeri, panas atau terasa berat pada bagian-bagian tertentu
    Dada sesak atau panas
    Sakit pada perut atau ulu hati
    Gangguan sekitar rahim, prostat, ginjal
    Pandangan mata kabur
    Mendengkur sangat keras ketika tidur atau suara gigi bergesekan
    Makan-minum berlebih
    Memiliki kekuatan fisik yang diluar kemampuan umumnya manusia
    Sakit yang sangat pada jam-jam tertentu
    Sakit yang berpindah-pindah
    Sakit yang tiba-tiba datang dan hilang
    Dsb.

    2. PSIKIS

    Mudah dan sering marah / tersinggung
    Bingung, sulit konsentrasi
    Sering bermimpi yang menakutkan / tidak menyenangkan
    Sering bermimpi didatangi binatang buas (ular, ulat, buaya, harimau dsb)
    Sering bermimpi dengan orang yang sama
    Bermimpi jatuh ditempat yang tinggi
    Bermimpi berada ditempat yang bau busuk sekali
    Resah, gelisah, takut, minder
    Sulit tidur, banyak tidur
    Malas beraktivitas dalam kebaikan
    Sering berprasangka buruk, was-was
    Mud tidak stabil
    Merasa ada bisikan-bisikan dihati atau di telinga
    Pernah atau sering mendengar suara letusan diatap atau sekitar rumah, khususnya malam hari
    Sering bisa “menebak” peristiwa yang akan terjadi (menerawang)
    Bisa melihat “sesuatu” (makhluk atau benda) yang umumnya tidak terlihat oleh orang lain
    Merasa selalu ada yang megikuti
    Dsb

    3. IBADAH

    Sering lupa jumlah raka’at shalat
    Terasa berat / mengantuk setiap berdzikir atau membaca Al Quran atau ketika hadir dalam majlis ilmu
    Sering sulit bangun pagi / subuh
    Sering batal ketika berwudlu
    Sering tidak yakin ketika berwudlu, mandi janabah atau was-was ketika salat
    Dsb

    4. Aktivitas Sosial

    “Terhalang” rizkinya, sering gagal dalam usaha mencari nafkah 2:268
    “Terhalang” jodohnya 2:102
    Dijauhi/dibenci rekan-rekannya
    Dsb

    5. BARANG ATAU BENDA

    Merusak mesin : mobil, sepeda motor, mesin pabrik dll.
    Terasa angker. Pohon tidak bisa ditebang
    Dsb.

    Poin-poin yang dicetak tebal memiliki bobot nilai yang lebih besar, bila banyak point sesuai dengan yang kita rasakan maka kita mesti lebih meningkatkan lagi ibadah, do’a dan konsisten berinfaq.

    Penyebab Gangguan

    INTERNAL

    “Pagar-pagar penjaga rumah”, penangkal dari gangguan GHAIB, yang dipendam/ditanam didalam dan disekitar rumah atau tempat usaha.
    Jimat-jimat, Rajah yang digantungkan, dipasang dirumah atau tempat usaha, dibawa, dipakai “ROMPI”, sapu tangan, ikat pinggang, ikat kepala dll
    Dalam bentuk benda. Seperti : Senjata, benda-benda pusaka dan bertuah, cincin, gambar-gambar bernyawa, patung, topeng dsb.
    Amal-amal Wirid atau dzikir yang tidak diajarkan Nabi Muhammad saw. Tidak ada dalil resmi yang bisa dipertanggung jawabkan, seperti beberapa “Sholawat”, do’a-do’a yang diwiridkan (diulang-ulang) dengan bilangan yang ditentukan dengan hikmah (khasiat), fadhilah tertentu yang tidak ada keterangan SHOHIH secara disiplin ilmu agama.
    Ilmu kadigdayan, kanoragan, tenaga dalam yang diperoleh melalui isian, “susuk”, pernafasan, wirid-wirid bacaan dsb.
    Kemaksiatan-kemaksiatan akibat melanggar larangan Allah dan RasulNya. Seperti makan-minum dengan tangan kiri.
    Dsb.

    Hal-hal tersebut diatas akan dijadikan terminal/landasan jin agar mudah masuk kedalam tubuh kita yang selanjutnya menginterfensi akhlak dan tubuh kita, baik disadari ataupun tidak.

    2. External

    Pelet, santet atau tenung/teluh serta sirep/Gendam (Hipnotis). Termasuk dalam kelompok Sihir
    ‘Ainul Hasad (pandangan jahat) atau Nafsul Hasad (jiwa yang jahat) dari Manusia & Jin
    Dijadikan tumbal
    Keluarga / Orang tua berbuat musyrik. Dll

    Siapa saja yang terganggu ?

    Orang-orang terdekat, seperti :

    Orang tua, Istri, suami, anak, pembantu rumah tangga dll.
    Orang-orang yang berinteraksi dengan mereka.

    Antisipasi

    · Mantapkan Tauhid

    · Pelajari Islam secara Kaffah

    · Dzikir, Tahlil 100 x (HR. Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ.

    · Baca Ayat Kursi dan Al-Muawwidzaat

    (An Naas, Al Falaq, Al-Ikhlas)

    · Terapi yang Syar’i (Ruqyah Syar’iyyah)

    · Memulai segala aktivitas dengan do’a, minimal Basmalah

    http://bandungruqyahcenter.blogspot.com/2007/07/gangguan-jin.html

  3. KASUS JANIN MENGHILANG DALAM KANDUNGAN (update)
    Posted on Januari 13, 2012 by Perdana Akhmad S.Psi

    Demi Allah yang memegang Nyawa saya, kisah ini adalah benar saya bercerita apa adanya dan saya berlindung kepada Allah dari sifat penipu dan pembohong.

    Jum’at malam tadi sekira jam 20.00 wib ( tanggal 13-01-2012) saya mendatangi rumah seorang pasien di bandar lampung (setelah satu hari sebelumnya hari kamis saya sampe dirumah di tanjung karang). Saya menempuh perjalanan cukup lama dari Mesuji (nyetir sendiri pake mobil pribadi) 5 jam perjalanan menuju lampung.

    Pasien ini adalah salah satu pegawai wanita di Dinas Dispudparpora kabupaten Mesuji. Sekira setahun yang lalu pasien ini (sebut saja namanya Mba Ani nama samaran) pernah saya ruqyah, sewaktu saya ruqyah Mba Ani secar aneh mengeluarkan pasir di kedua belah matanya dan muntah daging berwarna hitam. Dahulu dia saya ruqyah sebab dia pernah diisi oleh kakeknya (yang dulunya orang pintar) ilmu kewibawaan juga Mba Ani memiliki mantra penakluk.

    Karena sering saya da’wahi Mba Ani berniat membuang ilmunya dan akhirnya saya ruqyah. Selama kurang lebih 1 minggu setelah saya ruqyah wajahnya memucat seperti mayat dan tidak terlihat seperti wajah manusia,padahal dahulu wajahnya sangat cantik dipandang orang, namun alhamdulillah setelah lewat 1 minggu wajahnya kembali seperti wajah orang normal.

    Tidak disangka 1 minggu yang lalu dia menelepon saya dan mengadukan kasus yang dia alami. Dia menceritakan bahwa pada awal bulan november 2011 kandungannya yang berusia 9 bulan menghilang secara mendadak. Peristiwa itu dia alami setelah dia bermimpi didatangi wanita berkebaya yang mengangkat dirinya dengan kedua tangan wanita misterius itu. Keesokan harinya dia merasakan perutnya mulai mengempis dan dia merasakan tubuhnya panas dingin (seperti demam).

    Selama dia mengandung dia banyak mengalami kejadian aneh, seperti dia ditepuk punggung tanpa melihat orang yang menepuk dan dia langsung pingsan. Lalu dia mendengar suara wanita yang tertawa ketika malam hari, ketika tidur merasakan ada yang menggeser tubuhnya.

    Peristiwa hilangnya jabang bayi dalam kandungan menurut analisis saya ada 4 faktor penyebab:

    Anak dalam kandungan dipindahkan dukun kepada orang yang ingin menginginkan anak secara instan (ilmu memindahkan kandungan)
    Leluhurnya terikat perjanjian dengan kerajaan jin yang pada generasi cucunya jika mengandung akan dijadikan tumbal anak yang dikandungnya.
    Dikeluarganya mengamalkan ilmu pesugihan yang menumbalkan jabang bayi
    Ada orang yang menyihir Mba Ani dengan niat menghancurkan kebahagiaan keluarga Mba Ani dengan menghilangkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya.

    Sebenarnya saya cukup menyayangkan dia baru bercerita sekarang setelah berlalu 2 bulanan kasusnya. Namun walau kejadian tersebut diceritakannnya saya kemarin saya tetap berbaik sangka pada Allah Ta’ala pasti ada hikmahnya.

    Saya lalu datang kerumahnya di daerah Raja Basa Tanjung Karang, dan diterima dengan baik oleh Mba Ani dan suaminya. Lalu Mba Ani banyak bercerita tentang kasusnya dan sekarang ini dia Alhamdulillah kembali mengandung dengan umur hampir 2 bulanan (menurut analisa dokter kandungan) dan sudah diperiksa (di USG) memang ada calon jabang bayinya, kembalinya dia mengandung mengobati rasa sedihnya karena anaknya menghilang secara tiba-tiba.

    Suaminya juga bercerita sebelum kejadian menghilangnya jabang bayi, dia bermimpi berkelahi dengan 3 wanita yang dalam mimpinya hendak menyerang Mba Ani, 2 wanita berhasil dikalahkan namun 1 wanita tidak berhasil dia kalahkan (dalam mimpinya dia benar-benar berkelahi dengan 3 wanita itu).

    Selama mendengarkan cerita suami istri itu, saya merasakan ada seorang wanita bertaring, berambut acak-acakan berbaju putih memperhatikan dari jauh dari sisi kanan tubuh saya. Saya berusaha menepisnya dengan beranggapan cuma bayangan biasa. Selama kurang lebih 30 menit mereka bercerita, dengan anehnya bayangan wanita itu tidak lepas benak saya hingga mengganggu konsentrasi saya mendengarkan curhatan suami istri itu. Saya langsung meyakini ini adalah “pertanda” bahwa wanita ghoib tersebut ada hubungan dengan kasus yang saya tangani.

    Jarang-jarang saya mendapatkan “penampakan” namun Allah Ta’ala berkehendak lain dengan ditampakkannya makhluk tersebut. dan sekali lagi saya katakan saya TIDAK pernah punya amalan melihat alam ghoib!

    Setelah mereka bercerita, saya lalu menyuruh Mba Ani berwudhu dan sholat minta petunjuk dan pertolongan Allah, begitu juga dengan suaminya. Sewaktu menunggu mereka sholat, bayangan itu semakin jelas dan sangat membuat saya tidak nyaman, saya lalu membentuk bola energi api dari ayat kursi dan saya lemparkan ke arah wanita itu sebab saya sudah yakin wanita itu adalah setan.

    Demi Allah setelah saya melemparkan bole energi api kearah wanita itu tiba-tiba dengan sangat jelas saya melihat ada sosok makhluk berbadan gemuk dengan perut buncit muncul tiba-tiba, wajahnya berbelalai seperti gajah dan tangan kanannya memegang gada besar memukul bola api yang saya lemparkan dengan gadanya sampai terpental dan pecah dan tidak jadi membakar setan wanita tersebut. Bulu kuduk saya langsung terangkat dan terus-menerus berdesir rasanya darahku ini. Saya lalu tidak melakukan tindakan apapun dan saya langsung banyak-banyak berdzikir pada Allah meminta pertolongan dan perlindungan.

    Selama berdzikir tetap saja bayangan wanita setan dan siluman yang hidungnya berbelalai itu mengawasi dari jauh dan kali ini,siluman berbelalai itu kali ini berada didepan wanita setan itu untuk melindungi wanita tersebut.

    Setelah suami istri itu sholat, saya juga sholat sunnat 2 rakaat meminta pertolongan dan perlindungan dari Rab-ku, saya lalu meminta agar foto-foto dirumah mereka diturunkan dahulu demi kesempurnaan ruqyah, lalu saya membentengi rumah tersebut dengan membaca ayat kursi dengan niat membentuk bole energi perlindungan dari api.

    Tangan kanan saya membuat isyarat selama membaca dengan niat memutarkan seluruh rumah secara sempurna dan sempat tangan saya bergetar sedikit selama 4 detik. Saya lalu membaca ayat kursi, al-ikhlas, al-falaq dan an-naas 3 kali lalu saya usapkan keseluruh tubuh 3 kali dengan niat melindungi tubuh fisik dan nafs saya dari segala mara bahaya. Saya lalu membaca surat Al An’am 103 berulangkali dengan berdoa meminta petunjuk dari Rab-ku, saya selama membaca Al-An’am merasakan ada cahaya yang berulangkali berbenturan memercikkan api, dalam benak saya seolah-olah ada dua dinding ghoib yang entah melindungi apa yang selalu memercikkan api selama saya membaca surat Al-An’am 103. Demi Allah benar-benar jelas pandangan itu, saya berani mempertanggung jawabkan cerita ini dihadapan Allah Ta’ala jika saya berbohong.

    Setelah selesai sholat saya lalu menyuruh wanita itu berbaring dan saya meruqyah dengan membaca ayat-ayat pembatal sihir, selama meruqyah tidak ada gerakan apapun dari Mba Ani (tidak seperti setahun yang lalu ia muntah-muntah dan menangis) . Pada saat membaca Surat An Nisa’ : 56 saya kembali secara tiba-tiba melihat lagi siluman berbelalai gajah dan wanita tersebut dan kali ini saya melihat mereka terbakar dengan api, saya lalu berulangkali mengulang ayat tersebut, dan 2 makhluk itu terus-menerus dibakar api……..lalu bayangan itu sedikit-demi sedikit mulai menghilang.

    sampai selesai saya membaca ayat-ayat ruqyah tidak ada reaksi keras pada Mba Ani, saya lalu menanyakan apa yang dia rasakan? dia merasakan tangan kirinya hingga sebelah tubuhnya sulit digerakkan dan terasa kesemutan.

    Dari ciri-ciri tersebut saya yakin ada benda sihir, jin beserta kotorannya di seluruh bagian tubuh sebelah kiri Mba Ani, lalu saya memblokir bagian kesemutan tersebut dengan membacakan ayat “yasiin” berulangkali dengan isyarat tangan membuat garis. Fungsinya agar benda sihir, jin beserta kotorannya tidak dapat berpindah tempat.

    lalu saya membacakan ayat-ayat “sapuan” (yaitu al-Ikhlas, Al-falaq dan An-naas 3 x) saya hembuskan ditangan lalu saya mengusap seluruh tubuh bagian kanan Mba Ani, tentunya jika dibagian dada tidak saya sentuh dan bagian lain tubuhnya sama sekali tidak saya sentuh dan hanya sedikit mengenai mukenanya dengan niat untuk mengambil semua benda sihir, jin beserta kotorannya.

    Saya menyapu beberapa kali dan saya buang kebumi benda sihir, jin beserta kotorannya. saya lalu melakukan scanning dibagian perut dan ternyata saya merasakan ada keanehan dan sedikit “sensasi” di telapak tangan. lalu saya kembali melakukan sapuan dengan niat mengambil benda sihir, jin beserta kotorannya lalu saya lakukan tekhnik buangan.

    Saya lalu menyuruh Mba Ani duduk dan saya menuntun Mba Ani (dengan mata terpejam) untuk berdoa pada Allah Ta’ala agar diberikan petunjuk dimana anaknya yang hilang itu berada, namun Allah Ta’ala belum mengabulkan, saya lalu menuntun agar Mba Ani meniatkan menelusuri bagian tubuhnya adalah sesuatu yang aneh, namun pandangannya gelap, saya lalu membacakan beberapa ayat dan Asma’ul husna lalu saya hembuskan ke wajahnya tetap saja tidak ada petunjuk.

    Beragam tekhnik sudah saya coba namun na’udzubillah tidak ada petunjuk apapun. Saya lalu membaca surat Al-Mu’minuun 115 dan ayat 30-31 An-Namlu dengan niat menghadirkan kelompok setan sihir yang berhubungan dengan kasus Mba Ani dan saya ikat dengan Al Haaqqah ayat 30-32 dengan isyarat tangan berputar berlawanan jarum jam, Mba Ani hanya melihat kelebatan di dapur rumahnya lalu sosok tersebut bisa melepaskan diri lalu kabur……

    Sungguh sulit sekali, sama sekali tidak ada petunjuk. karena hari sudah semakin malam saya menghentikan terapi. namun saya mendapatkan ilham untuk mencoba tekhnik ikrar pemutus firasat saya kasus Mba Ani ada hubungan dengan leluhur dia yang dahulunya terikat perjanian dengan kerajaan jin. lalu saya menuntun Mba Ani mengucap ikrar pemutus persebut………

    Setelah selesai mengucapkan ikrar tiba-tiba Mba Ani menjerit, dia merasa ada hawa panas di pinggangnya namun Alhamdulillah langsung hilang. Saya benar-benar curiga kasus hilangnya jabang bayi pasti ada hubungannya dengan khodam jin leluhur kakeknya. Saya khawatir jabang bayi tersebut akan dijadikan tumbal korban untuk Iblis. Wallahua’lam saya tidak tahu hanya bisa menduga.

    Firasat saya kasus ini masih akan berlanjut misterinya dan saya belum bisa memecahkan rahasia dibalik hilangnya jabang bayi Mba Ani. saya hanya bisa menyarankan agar setiap sehabis Shalat Mba Ani selalu rutin memegang perutnya dan membacakan ayat-ayat perlindungan untuk melindungi bayinya dari segala mara habaya. dikhawatirkan ketika usia kandungannya berusia 9 bulan akan kembali lagi diambil oleh setan.

    Insya Allah minggu depan saya akan kembali meruqyah Mba Ani………….. Mohon doa rekan-rekan sekalian…………..

    http://metafisis.wordpress.com/2012/01/13/kasus-janin-menghilang-dalam-kandungan/

  4. 51 keutamaan Dzikir

    Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

    Berikut adalah keutamaan-keutamaan dzikir yang disarikan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Al Wabilush Shoyyib. Moga bisa menjadi penyemangat bagi kita untuk menjaga lisan ini untuk terus berdzikir, mengingat Allah daripada melakukan hal yang tiada guna.

    (1) mengusir setan.

    (2) mendatangkan ridho Ar Rahman.

    (3) menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.

    (4) hati menjadi gembira dan lapang.

    (5) menguatkan hati dan badan.

    (6) menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.

    (7) mendatangkan rizki.

    (8) orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

    (9) mendatangkan cinta Ar Rahman yang merupakan ruh Islam.

    (10) mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.

    (11) mendatangkan inabah, yaitu kembali pada Allah ‘azza wa jalla. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.

    (12) seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar dzikirnya pada Alalh ‘azza wa jalla. Semakin ia lalai dari dzikir, ia pun akan semakin jauh dari-Nya.

    (13) semakin bertambah ma’rifah (mengenal Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah.

    (14) mendatangkan rasa takut pada Rabb ‘azza wa jalla dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir, akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.

    (15) meraih apa yang Allah sebut dalam ayat,

    فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

    “Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152). Seandainya tidak ada keutamaan dzikir selain yang disebutkan dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.

    (16) hati akan semakin hidup. Ibnul Qayyim pernah mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

    الذكر للقلب مثل الماء للسمك فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء ؟

    “Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?”

    (17) hati dan ruh semakin kuat. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.

    (18) dzikir menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati adalah disebabkan karena lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dzikir, taubat dan istighfar.

    (19) menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan kebaikan akan menghapus kejelekan.

    (20) menghilangkan kerisauan. Kerisauan ini dapat dihilangkan dengan dzikir pada Allah.

    (21) ketika seorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan mengingat dirinya di saat ia butuh.

    (22) jika seseorang mengenal Allah dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam keadaan sempit.

    (23) menyelematkan seseorang dari adzab neraka.

    (24) dzikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungan rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat.

    (25) dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.

    (26) majelis dzikir adalah majelis para malaikat dan majelis orang yang lalai dari dzikir adalah majelis setan.

    (27) orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.

    (28) akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di hari kiamat.

    (29) karena tangisan orang yang berdzikir, maka Allah akan memberikan naungan ‘Arsy padanya di hari kiamat yang amat panas.

    (30) sibuknya seseorang pada dzikir adalah sebab Allah memberi untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.

    (31) dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.

    (32) dzikir adalah tanaman surga.

    (33) pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang berdzikir, tidak diberikan pada amalan lainnya.

    (34) senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

    “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr: 19)

    (35) dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari berbangkit.

    (36) dzikir adalah ro’sul umuur (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan baginya kemudahan dzikir, maka ia akan memperoleh berbagai kebaikan. Siapa yang luput dari pintu ini, maka luputlah ia dari berbagai kebaikan.

    (37) dzikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa jadi sadar dengan dzikir.

    (38) orang yang berdzikir akan semakin dekat dengan Allah dan bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama dalam arti mengetahui atau meliputi. Namun kebersamaan ini menjadikan lebih dekat, mendapatkan perwalian, cinta, pertolongan dan taufik Allah. Sebagaimana AllahTa’ala berfirman,

    إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

    “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An Nahl: 128)

    وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

    “Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 249)

    وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

    “Dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Ankabut: 69)

    لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

    “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. At Taubah: 40)

    (39) dzikir itu dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak, menafkahkan harta, dan menunggang kuda di jalan Allah, serta juga dapat menyamai seseorang yang berperang dengan pedang di jalan Allah.

    Sebagaimana terdapat dalam hadits,

    مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ

    “Barangsiapa yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syain qodiir dalam sehari sebanyak 100 kali, maka itu seperti memerdekakan 10 budak.”[1]

    (40) dzikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah bersyukur pada Allah Ta’ala orang yang enggan berdzikir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Mu’adz,

    « يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ ». فَقَالَ « أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ »

    “Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Demi Allah, aku mencintaimu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menasehatkan kepadamu –wahai Mu’adz-, janganlah engkau tinggalkan di setiap akhir shalat bacaan ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik’ (Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik pada-Mu).”[2] Dalam hadits ini digabungkan antara dzikir dan syukur. Begitu pula Allah Ta’alamenggabungkan antara keduanya dalam firman Allah Ta’ala,

    فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

    “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152). Hal ini menunjukkan bahwa penggabungan dzikir dan syukur merupakan jalan untuk meraih bahagia dan keberuntungan.

    (41) makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya selalu basah dengan dzikir pada Allah. Orang seperti inilah yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Ia pun menjadikan dzikir sebagai syi’arnya.

    (42) hati itu ada yang keras dan meleburnya dengan berdzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin hatinya yang keras itu sembuh, maka berdzikirlah pada Allah.

    Ada yang berkata kepada Al Hasan, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadukan padamu akan kerasnya hatiku.” Al Hasan berkata, “Lembutkanlah dengan dzikir pada Allah.”

    Karena hati ketika semakin lalai, maka semakin keras hati tersebut. Jika seseorang berdzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati tersebut sebagaimana timah itu meleleh dengan api. Maka kerasnya hati akan meleleh semisal itu, yaitu dengan dzikir pada Allah ‘azza wa jalla.

    (43) dzikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit hati. Obat hati yang sakit adalah dengan berdzikir pada Allah.

    Mak-huul, seorang tabi’in, berkata, “Dzikir kepada Allah adalah obat (bagi hati). Sedangkan sibuk membicarakan (‘aib) manusia, itu adalah penyakit.”

    (44) tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah. Jadi dzikir adalah sebab datangnya dan tertolaknya murka Allah. Allah Ta’ala berfirman,

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Dzikir adalah inti syukur sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Sedangkan syukur akan mendatangkan nikmat dan semakin bersyukur akan membuat nikmat semakin bertambah.

    (45) dzikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan malaikatnya bagi orang yang berdzikir. Dan siapa saja yang mendapat shalawat (pujian) Allah dan malaikat, sungguh ia telah mendapatkan keuntungan yang besar. Allah Ta’ala berfirman,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (43)

    “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab: 41-43)

    (46) dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah-lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia-lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir. Demikianlah banyak bukti yang menjadi saksi akan hal ini.

    (47) dzikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah, suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan pun akan mendapatkan jalan keluar. Dzikir pada Allah benar-benar mendatangkan kelapangan setelah sebelumnya tertimpa kesulitan.

    (48) dzikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada jiwa dan ketenangan akan selalu diraih. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan selalu merasa takut dan tidak pernah merasakan rasa aman.

    (49) dzikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa melakukan hal yang menakjubkan. Itulah karena disertai dengan dzikir. Contohnya adalah Ibnu Taimiyah yang sangat menakjubkan dalam perkataan, tulisannya, dan kekuatannya. Tulisan Ibnu Taimiyah yang ia susun sehari sama halnya dengan seseorang yang menulis dengan menyalin tulisan selama seminggu atau lebih. Begitu pula di medan peperangan, beliau terkenal sangat kuat. Inilah suatu hal yang menakjubkan dari orang yang rajin berdzikir.

    (50) orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah, di lahan yang hijau, ketika safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, gunung dan tanah, akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat. Kita dapat melihat hal ini pada firman Allah Ta’ala,

    إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5)

    “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (QS. Az Zalzalah: 1-5)

    (51) jika seseorang menyibukkan diri dengan dzikir, maka ia akan terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji manusia, dan mencela manusia. Karena lisan sama sekali tidak bisa diam. Lisan boleh jadi adalah lisan yang rajin berdzikir dan boleh jadi adalah lisan yang lalai. Kondisi lisan adalah salah satu di antara dua kondisi tadi. Ingatlah bahwa jiwa jika tidak tersibukkan dengan kebenaran, maka pasti akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.[3]

    Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

    [1] HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691

    [2] HR. Abu Daud no. 1522, An Nasai no. 1303, dan Ahmad 5/244. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

    [3] Disarikan dari Al Wabilush Shoyyib, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, tahqiq: ‘Abdurrahman bin Hasan bin Qoid, terbitan Dar ‘Alam Al Fawaid, 94-198.

    penulis:
    ustadz muhammad abduh tuasikal
    http://www.rumaysho.com

    http://metafisis.wordpress.com/2012/01/04/51-keutamaan-dzikir/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s