Saudariku, Berjilbablah Sesuai Ajaran Nabimu!

 

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara berpakaian pun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justru jelek menurut Alloh. Alloh berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Alloh lah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al Baqoroh: 216). Oleh karenanya marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai cara berpakaian.

Perintah dari Atas Langit

Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab sesuai syari’at. Alloh berfirman, “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Ketentuan Jilbab Menurut Syari’at

Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom (bukan ‘muhrim’, karena muhrim berarti orang yang berihrom) yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh penyimpangannya, semoga Alloh memudahkan kita untuk memahami kebenaran dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.

Pertama

Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31). Selain keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali-red.

Kedua

Bukan busana perhiasan yang justru menarik perhatian seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik!!!; ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama muslimin. Sadarlah wahai kaum muslimin…

Ketiga

Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

Keempat

Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian.” (HR. Muslim). Kalau pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung?! Wallohul musta’an.

Kelima

Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori)

Keenam

Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiasa memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah pakaian yang menjadi ciri mereka.

Ketujuh

Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas wahai saudariku? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini? Wallohul muwaffiq.

(Disarikan oleh Abu Mushlih dari Jilbab Wanita Muslimah karya Syaikh Al Albani)

***

Artikel http://www.muslimah.or.id

1888Share

Artikel Terkait:

14 thoughts on “Saudariku, Berjilbablah Sesuai Ajaran Nabimu!

  1. Ketika kita melewati tempat penimbunan sampah, anda pasti mencium bau yang tidak sedap, lalu anda secara refleks menutup hidung dengan tangan atau sapu tangan anda. Jika anda mengatakan, “Saya tidak mencium bau yang tidak sedap itu” maka, orang yang mendengarnya bakal mengatakan bahwa hidung anda sedang tidak sehat, mungkin terkena flu berat atau lainnya.

    Di waktu yang sama, anda melihat para pemulung yang asyik mengais sampah, seolah-solah tidak merasa terganggu oleh bau yang tidak sedap itu. Kenapa? Karena mereka sudah terbiasa dengan bau tersebut sehingga menjadi biasa-biasa saja.

    Beginilah perumpamaan orang yang telah terbiasa dengan maksiat yang menyebabkan hati mereka terkotori oleh noda-noda kemaksiatan. Mereka tidak dapat lagi mencium bau busuk kemaksiatan, akibat tebalnya noda-noda maksiat yang menempel pada dinding hatinya, sehingga menghalangi cahaya keimanan menembus kegelapan hatinya. Oleh karena itu, tatkala berbuat maksiat mereka tidak dapat lagi menerima cahaya sebagaimana yang dirasakan oleh hati yang diterangi dengan lentera keimanan. Jika kalian membacakan dan menyampaikan petunjuk, dan nasihat ilahi kepadanya, maka ia gusar, bahkan menolaknya karena kerasnya hati yang diselimuti oleh “noda” dan “karat” maksiat.

    Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-,
    “Sesungguhnya orang yang beriman jika melakukan suatu dosa, maka dosa itu menjadi titik hitam di dalam hatinya. Jika dia bertaubat dan mencabut serta berpaling (dari perbuatannya) maka mengkilaplah hatinya. Jika dosa itu bertambah, maka titik hitam itupun bertambah hingga memenuhi hatinya.” [HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (3334), dan Ibnu Majah Sunan-nya (4244). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (1620)]

    http://www.facebook.com/SALAFIYUNPAD

  2. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah.

    Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah berkata dalam bait syair,

    صَبرا جَميلا ما أقرَبَ الفَرجا … مَن رَاقَب الله في الأمور نَجَا …

    مَن صَدَق الله لَم يَنَلْه أذَى … وَمَن رَجَاه يَكون حَيثُ رَجَا …

    Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.

    Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.

    Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

    Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.

    Faedah ilmu berharga dari: Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 14/ 392, Muassasah Qurthubah

    Artikel http://www.rumaysho.com

    Muhammad Abduh Tuasikal

  3. Abdullah bin Mubarok mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Apakah ulama itu memiliki tanda sehingga masyarakat bisa mengetahui keberadaan mereka dengan tanda tersebut?”.

    Jawaban beliau, “Tanda atau ciri ulama adalah:

    Beramal dengan ilmu yang telah dia ketahui

    Menganggap sedikit ilmu dan amal yang dia miliki.

    Semangat untuk menimba ilmu dari orang lain.

    Menerima kebenaran dari siapapun yang membawanya

    Mengambil ilmu di mana saja dia mendapatkannya.

    Inilah tanda dan ciri ulama”.

    Al Maruzi mengatakan bahwa perkataan Ibnu Mubarok ini beliau ceritakan kepada Abu Abdillah alias Imam Ahmad. Komentar beliau, “Demikianlah ciri ulama” [Ibthal Hiyal karya Ibnu Baththah hal 31 no 30, Maktabah Syamilah].

    http://ustadzaris.com/kyai-sejati

  4. Wahab bin Munabih: “Waspadalah terhadap hawa nafsu yang dituhankan, teman yang jahat, dan keterpukauan dengan diri sendiri.” (Siyaru Alaamin Nubala IV: 549)

    http://ustadzaris.com/

    Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah berkata, “Enam hal yang menyebabkan seseorang terhalang untuk mendapatkan taufik dari Allah, yaitu:
    – Mereka sibuk dengan kenikmatan, tetapi lalai untuk mensyukurinya.
    – Mereka cinta kepada ilmu, tetapi tidak mengamalkannya.
    – Mereka bersegera berbuat dosa, tetapi menunda-nunda taubat.
    – Tertipu: Berteman dengan orang-orang shalih, tetapi tidak mau meneladani perbuatan mereka.
    – Mereka tahu bahwa dunia berpaling menjauhi mereka, tetapi mereka berusaha mengejarnya.
    – Mereka tahu akhirat mendatangi mereka, tetapi mereka justru berpaling menjauhinya.

    —-

    Faidah ini saya dapatkan dari Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib, dalam pengantar beliau untuk terjemah kitab Nubdzah Mukhtasharah Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah.

    http://alashree.wordpress.com/2011/11/03/enam-hal-penyebab-seseorang-terhalang-dari-taufik-allah/

    Mata air di dalam bumi, adalah kehidupan bagi tanaman, sedangkan air mata yang jatuh di pipi (karena penyesalan atas dosa. -pent) adalah kehidupan bagi hati” (Ibnul Jauzi) @Dr_almosleh

    Al-Imam Fudhail bin ‘Iyyadh rahimahullah berkata:”Menangis itu bukanlah dengan tangisan mata (saja). Akan tetapi dengan menangisnya hati.Sungguh, ada seseorang yang terkadang kedua matanya menangis sementara hatinya mengeras.Karena tangisan seorang munafik adalah dengan kepalanya bukan dengan hatinya.” (Mawa’izh lilImam Al-Fudhail bin ‘Iyyadh, hal. 54)

    http://twitulama.tumblr.com/

  5. Imam Syafi’i rohimahulloohu berkata,

    Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
    Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.
    Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
    Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
    Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
    Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.
    Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
    Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.

    Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda bangga dengannya. Dan berhati-hatilah bila kebanggaan itu terlewatkan darimu.
    Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian.
    Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan telanjang dan berpakaian.
    Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan nikmatnya tidur
    Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi tokoh besar di tempat majelis itu.

    (Kaifa Turabbi Waladan Shalihan)

    http://www.facebook.com/MuslimTeenagers

  6. Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya….betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam…jauh dari sunnah…jauh dari hidayah…tenggelam dalam dunia yang menipu…terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista…
    Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan…,
    peminum khomr…, bahkan pelaku kesyirikan…?
    Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini. Bisa jadi anda salah satu dari mereka para akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam…yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.
    Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda…maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk….. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang…kondisinya tatkala akan meninggal..bukan masa lalunya. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda “Amalan-amaln itu tergantung akhirnya”

    -repost dari status mbak Definda Har-

  7. Di sebuah pasar seorang wanita berjilbab besar lengkap dengan cadarnya lewat di depan wanita penjual sayur, tiba-tiba penjual sayur itu nyeletuk, “Awas, ada setan lewat!”.

    Merasa tidak enak dengan perkataan ibu tersebut Sang wanita bercadar itu kemudian mendekatinya kemudian bertanya, “Apa yang ibu katakan setan itu adalah saya?“

    Dengan tergagap si penjual sayur tersebut terpaksa menjawab, “Ya.”

    “Benar, saya adalah setan sehingga saya menutup wajah saya. Jika saya menampakkan wajah saya maka suami ibu akan takluk di hadapan saya.” Kata wanita bercadar tersebut, kemudian membuka penutup wajahnya maka terlihatlah wajahnya yang sangat cantik membuat ibu penjual sayur tercengang.

    facebook note MH. Anggana

    (Kisah ini diceritakan oleh seorang ikhwan dimana beliau juga mendengarnya dari
    seorang dosen yang mengajar di salah satu fakultas di Universitas Negeri Makassar).

    Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
    “Wanita adalah aurat jika keluar (rumah) maka setan akan menuntunnya.” (HR.Tirmidzi).

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam telah bersabda : “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita”
    (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).

    http://gizanherbal.wordpress.com/2011/12/17/jilbabcadar-menurut-ajaran-yahudi-nasrani-hindu-buddha-kejawen-dan-jil/

  8. Slogan program KB yang baru:
    Dua anak cukup,,, Tiga anak lebih dari cukup,,, Empat anak baik,,, Lima anak lebih baik,,, Enam anak sangat baik,,, Tujuh anak istimewa,,, Delapan anak sangat istimewa… Sembilan anak sangat istimewa sekali,,, Sepuluh anak amat sangat istimewa sekali

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kiamat”. [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Daud)

    “Dan janganlah kamu bunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami memberi kamu rizki dan juga mereka.” (Al An’am: 151)

    https://amininoorm.wordpress.com/2011/05/31/kumpulan-fatwa-ulama-mengenai-haramnya-kb-pembatasan-jumlah-anak/

  9. Rasulullah memberitahukan rahasia kekuatan setan. “Apabila salah seorang di antara kalian memasuki rumahnya dan menyebut nama Allah ketika masuk dan saat makan, maka setan akan berkata kepada sobat-sobatnya, “Kita tidak punya tempat tidur dan tidak bisa makan malam ini.” Sedangkan apabila ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, setan berkata, “Malam ini kita punya tempat untuk tidur.” Dan apabila tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata, “Kita punya tempat untuk tidur dan kita bisa makan malam ini.” (HR Muslim).

    Ada sebuah riwayat yang menceritakan pertemuan dua setan. Yang satu berbadan tegap, berpakaian bagus dan berwajah cerah ceria. Sedangkan yang lainnya berbadan kurus, berpakaian compang-camping dan berwajah sedih.

    “Kenapa keadaanmu begitu menyedihkan? Badanmu kurus kering, pakaianmu compang-camping?” tanya setan pertama. Setan kedua menjawab, “Manusia-manusia yang kuikuti selalu membaca basmalah saat mereka makan, berpakaian, dan ketika memasuki rumahnya. Bagaimana mungkin aku bisa makan enak, berpakaian bagus, dan tinggal di rumah mereka? Kini aku lemah tak punya tenaga untuk menyesatkan mereka.”

    “Sungguh menyedihkan keadaanmu. Berbeda jauh denganku, orang-orang yang kuikuti tak pernah menyebut nama Allah, baik saat makan, minum, berpakaian, ataupun saat masuk ke rumahnya. Sehingga, aku punya kekuatan untuk menyesatkan mereka.”

    Sesungguhnya, kunci kekuatan setan adalah di saat manusia lupa dan lalai mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik saat makan, tidur, berpakaian, maupun lainnya, termasuk menjalankan perintah Allah. Dan untuk mengendalikan setan adalah senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Wallahu a’lam. (Insan Muhammadi – republikaonline)

    https://amininoorm.wordpress.com/2012/01/15/cambuk-hati-silsilah-petunjuk-dan-cahaya/

  10. “Salah seorang pakar penyakit hati pernah ditanya, “Mengapa do’a kami tidak dikabulkan?” Dia menjawab, “Karena hati kalian telah mati.” “Apa yang membuatnya mati?” tanya mereka. Dia menjawab, “Ada sepuluh hal, yaitu (1) Kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya; (2) Kalian membaca kitab-Nya, namun tidak mengamalkan; (3) Kalian mengaku cinta rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun meninggalkan tuntunannya; (4) Kalian mengaku sebagai musuh syaithan, namun tindakan kalian selaras dengannya; (5) Kalian mengatakan cinta surga, tapi tidak beramal untuk mengejarnya; (6) Kalian berkata takut neraka, namun jiwa kalian digadaikan untuknya; (7) Kalian mengatakan kematian sesuatu yang niscaya, tapi kalian tidak mempersiapkan diri untuknya; (8) Kalian sibuk mengurus aib saudara kalian, tapi cuek dengan aib diri sendiri; (9) Kalian memakan nikmat dari Allah tapi tidak menunaikan haknya; dan (10) Kalian mengubur jenazah saudara kalian, tapi tidak mampu mengambil ibrah dari hal itu.” [ Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web http://islamqa.com/ ]

    http://www.facebook.com/pages/Rumah-Rohis-Konsultasi-Remaja/189636341071382

  11. IDENTITAS MANUSIA (kenalilah dirimu, pastikan tujuan hidupmu!!)

    NAMA : Manusia, Putra Adam alaihissalam.
    Kebangsaan : Dari tanah aku datang, dan kepadanya aku akan pergi
    Alamat : Planet Bumi

    ### KETERANGAN PERJALANAN :

    Terminal Keberangkatan : Kehidupan Dunia

    Tempat Tujuan Akhir : Negri Akhirat

    Jam Keberangkatan :

    Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan Pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati (Al Quran surat Lukman ayat 34)

    Check In:

    Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu slalu lari daripadanya. (QS. Qaaf:19)

    Barang Bawaan yang diijinkan :

    1. Dua meter kain
    2. Amal Shalih
    3. Ilmu yang bermanfaat
    4. Do’a anak shalih

    Tips perjalanan yang menyenangkan :

    Kepada saudara-saudari penumpang yang mulia, diharapkan untuk mengikuti petunjuk yang tertuang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya yang mulia; yang terpenting diantaranya adalah:

    1. Taat kepada Allah, mencintai-Nya, takut kepada-Nya, serta mengesakan peribadatan hanya kepada-Nya

    2. Mengikuti Nabi SAW. Dalam setiap perkara dan larangannya

    3. Berhati-hati terhadap perkara-perkara syirik dan perkara-perkara Bid’ah

    4. Senantiasa mengingat kematian

    5. Sadar, Bahwa tidak ditemukan di negeri akhirat selain sorga dan neraka

    6. Berbakti pada kedua orang tua

    7 Makan dan minuman anda harus halal

    Catatan :

    Diharapkan untuk berhubungan dengan kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya yang mulia (gratis dan online). Barang bawaan yang diizinkan dan diperintahkan untuk diperbanyak adalah amal shalih. Kepada seluruh penumpang diharap bersiap-siap untuk perjalanan panjang ini

    sumber: majalah qiblati http://www.qiblati.com

  12. Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…

    Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari

    وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ

    Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…

    Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama

    فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي

    Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari

    Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar

    وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

    Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…

    Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan

    وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ

    Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…

    Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar

    Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah…

    ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah…

    tatkala bertaubat kepada Allah…

    sedang ingat kepada Allah… ,

    akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam
    kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya….

    Suul khootimah…

    maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini…

    Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah…

    hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya…

    pandangannya ia umbar…

    hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati…

    lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…

    Ingatlah para pembaca yang budiman…

    sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan…

    Dinukil dari http://www.firanda.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s