Nikahi Aku, Bukan Pacari Aku

Nikahi Aku, Bukan Pacari Aku

Cowok: “Aku mencintaimu, sungguh-sungguh jatuh cinta kepadamu.”

Cewek: “Kalau kau memang mencintaiku, kenapa kau mengajakku pacaran?”

Cowok: “Hah, Bukankah karena aku mencintaimu maka karena itulah aku ingin menjadikanmu pacarku?”

Cewek: “Aku tahu. Aku bukan orang bodoh. Jika kau mencintaiku, kenapa menginginkanku melakukan hal yang tak berguna untuk hidupku?”

Cowok: “Hal yang tidak berguna, bukankah pacaran merupakan satu jalan untuk mencapai kesaling-mengenalan antara aku dan kau?”

Cewek: “Aku tidak sependapat denganmu. Maafkan aku.”

Cowok: “Tidak apa-apa.”

Cewek: “Apa kau masih ingin menjadikanku pacarmu?”

Cowok: “Iya. aku tidak akan menyerah.”

Cewek: “Kalau begitu, sampai kapanpun aku tidak akan mau menerimamu. Karena kau hanya ingin menjadikanku lampiasan nafsumu.”

Cowok: “Tapi aku mencintaimu.”

Cewek: “Tidak, aku tidak percaya kau mencintaiku. Kita sudah dewasa, sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan sia-sia. Hidup ini serius dan pasti akan ada pertanggungjawabannya.”

Cowok: “Akan aku buktikan kepadamu. Aku serius.”

Cewek: “Akan kau buktikan dengan apa. Dengan menungguku sampai aku mau? Ah basi. Banyak orang melakukannya begitu, dan banyak pula perempuan yang berhasil dibodohi. Sayangnya aku tidak sama dengan kebanyakan perempuan lain. Kau tidak akan berhasil.”

Cowok: “Lalu dengan apa aku membuktikannya?”

Cewek: “Serius kau ingin membuktikannya?”

Cowok: “Iya.”

Cewek: “Datanglah kepada kedua orangtuaku dan minta ijinlah kepada mereka untuk menikahiku. Bukan memacariku. Sanggup?”

Cowok: “Baiklah. Aku sanggup.”

http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/10/04/nikahi-aku-bukan-pacari-aku/

3 thoughts on “Nikahi Aku, Bukan Pacari Aku

  1. “Setetes racun, bisa membunuh orang.”

    makna nya : “Dosa walaupun kecil, bisa saja memasukkan pelakunya ke Neraka.” Berhati – hatilah…

    by :

    Prima Al-Mirluny

    ========================================

    “Setitik api, bisa membakar barang segudang.”

    Makna nya : “Riya bisa menghapuskan seluruh pahala amalan yang dilakukan.” berhati – hatilah.

    by

    Prima al-Mirluny

    ========================================

    Ustadz Ali Ahmad hafizhahullah berkata :
    “Istirahat itu adalah berpindah dari kerja yang satu kepada kerjaan yang lain. Bukan tidur saja. Kenapa? Karena ada orang yang baru saja tertidur, tetapi sudah mimpi dikejar harimau, dikejar anjing. Bukan ketenangan yang dia dapatkan tetapi malah kelelahan. “Kalau saya tau mimpi seperti ini, saya tidak akan tidur.”

    Ustadz Ali Ahmad Hafizhahullah berkata :
    “Akhi, jika antum tidak bisa ikhlas 1.000, coba antum infaq 10.000. Kalau tidak juga ikhlas 10.000 antum infaq 10.000.000 sekalian. Nanti antum akan terlatih untuk ikhlas. Sebab kalau infaq semakin kecil, semakin tidak ikhlas tuh. Ehh…. Cuma 1.000 biasa sajalah. Tapi kalau 10.000.000 antum infaq. Antumkan akan berpikir untuk tidak ikhlas. “Tidak Ikhlas, Duit Ilang, Dosa Dapat.” Ya sudah, ikhlas sajalah. Hehehe…” [Kajian Manisnya Iman]

    Ustadz Ali Ahmad Hafidzhahullah berkata :
    “Infaq uang 500 / 1000 rupiah, minta surga Firdaus. Subhanallah… Tidakkah engkau malu kepada Allah..?
    Kalau kita ingin istana mewah, emas dan intan permata. Berapa DP yang kita bayar? Berapa..?
    Ini mau istanah di Surga Firdaus tetapi bakhil terhadap harta. Allahu Akbar.
    Tidakkah kita malu kepada Allah.
    Untuk dunia kita tahan habis – habisan. Tetapi untuk akhirat kita pelit, pelit.” [Atau sebagaimana yang beliau ucapkan]

    ========================================

    Beda Antara Orang Berakal Dan Berpikir

    Ustadz Ali Ahmad Hafizhahullah berkata :
    “Orang berakal berbeda dengan orang yang berpikir. Orang yang berakal, dia menggunakan pikiran nya untuk selalu taat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mendengar dan Taat itulah ciri orang berakal. Kalau mendengar tetapi tidak taat itulah orang berpikir.

    Ahli Filsafat itu adalah orang berpikir, tetapi mereka tidak berakal. Karena dia tidak menggunakan pikiran nya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.”

    ========================================

    Ayo baca Al-Qur’an… jangan bilang ente tidak ada waktu untuk membaca al-Qur’an?

    Banyak metode didalam membaca al-Qur’an.

    Bisa membaca 1 hari 10 juz = 3 hari selesai.
    Bisa membaca 1 hari 5 juz = 6 hari selesai.
    Bisa membaca 1 hari 1 juz = 30 hari selesai.
    Bisa membaca 1 hari 1/2 juz = 60 hari selesai.
    Bisa membaca 1 hari 1/3 juz = 90 hari selesai.

    Bisa juga membaca 1 hari 1 surat = 114 hari selesai.
    Bisa juga membaca 1 hari 1/2 surat = 228 hari selesai.

    Kalau malas nya kelewatan… ya sudah baca 1 hari 6 ayat = 1000 hari lebih sedikit selesai.

    Kalau masih malas juga… ya sudah baca 1 hari 3 ayat = 2000 hari lebih sedikit selesai.

    Kalau masih malas juga… ya sudah baca 1 hari 1 ayat = 6000 hari lebih sedikit selesai.

    Kalau masih malas juga… maka benar – benar termasuk kedalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala

    وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
    “Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.” [Al-Qur’an Surat Al-Furqaan ayat 30]

    ========================================

    Rumah Tangga Petinju

    Ustadz Zainal Abidin hafizhahullah berkata :
    “Ya ikhwan, rumah tangga kita bukan rumah tangga petinju. Setiap ada masalah diselesaikan dengan tamparan kepada isterinya.

    Tetapi rumah tangga kita adalah rumah tangga masjid. Apabila Imam (suami) salah, maka makmum (isteri) boleh menegurnya.” [Atau sebagaimana yang beliau katakan]

    ========================================

    Isteri Bersama

    Ustadz Ahmad Zainuddin berkata :
    Ustadz saya DR. Muhammad Arifin Baderi hafizhahullah pernah berkata: “ISTRI SAYA ADALAH MILIK SAYA, BUKAN MILIK BERSAMA, ANDA YANG MEMBIARKAN ISTRINYA TERLIHAT AURATNYA OLEH LELAKI LAIN, ITU NAMANYA ISTRI BERSAMA.”

    ========================================

    Kecerdasan Imam Al-Muhaddits Muhammad Al-Albani rahimahullah didalam berdebat.

    Kisah Syaikh Albani Dengan Seorang Dukun

    oleh Amrullah Akadhinta pada 24 September 2012 pukul 18:17 ·

    Semalam, sebelum dimulai rapat RadioMuslim di Masjid Al Hasanah, guru kami, Ust Abu Saad menceritakan sebuah kisah Syaikh Albani dengan seorang dukun. Konon, dukun ini hendak menantang debat dengan Syaikh Albani mengenai pengetahuannya tentang ilmu gaib. Bahkan sang dukun pun menantang untuk mendatangkan media massa, TV, radio dan lain-lain.

    Syaikh Albani pun menyetujuinya, “tapi aku punya 1 syarat” kata Syaikh Albani. “Baiklah, apa syarat darimu?” jawab sang dukun. Kemudian Syaikh Albani mengatakan, “Tidak perlu kita lanjutkan debat kita, bagaimana mungkin engkau mengaku tahu ilmu gaib, tapi bahkan syarat dariku pun tidak kamu ketahui?”

    فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ
    “lalu terdiamlah orang kafir itu” (al Baqarah: 258)

    ========================================

    Istri Sholehah dan Anak Sholeh Memang Luas Biasa.

    Ustadz Firanda berkata :
    “Ya ikhwan, yang paling ikhlas mendoakan kita setiap hari setelah meninggal nanti adalah isteri dan anak kita. Adapun sang suami biasa nya kalau sudah meinggal mencari yang lain. Jarang mendoakan isterinya. Begitu juga dengan saudara kita, ketika kita wafat dia mungkin mendoakan kita, namun dihari – hari nya di melupakan kita. Maka dari itu doa yang ikhlas adalah dari anak yang sholeh dan isteri kita.” [Atau sebagaimana yang beliau sebutkan]

    ========================================

    ustadz ali ahmad pekan baru.

    Faidah :
    Jika Syaitan tidak menemukan jalan depan untuk mengoda mu, maka dia memakai jalan belakang.
    Jika jalan belakang tidak tertutup, maka dia memakai jalan atas.
    Jika jalan atas tertutup, maka dia memakai jalan bawah untuk menggoda mu.
    Jika dibawah pun tertutup, maka dia memakai jalan kiri dan kanan.
    Jika seluruh jalan tertutup, maka dia belum berputus asa.
    Karena dia tidak akan pernah berputus asa.

    Dzikir kepada Allah adalah benteng yang kokoh.
    Yang tidak bisa ditembus oleh nya.
    Yuk…. perbanyak dzikir.

    by :

    Prima Al-Mirluny

    ========================================

    Kalau mendorong muslimah berjilbab/berhijab agar tambah cantik, itu namanya tidak syar’i. Justru disyariatkannya hijab itu untuk menutupi kecantikan wanita. Makanya, kalau pakai hijab itu kagak usah dihias2 pula / pakai bordir2an.

    * Lha pakai hijab yg dihias2 saja dilarang, ini kok malah banyak fesbuker nge-share foto2 akhwat. Ato yang parah malah nampilkan muka2 mereka. “Ngajine” Piye tho ???

    galaunya yg sudah nikah itu romantis |
    galaunya yg pacaran itu miris

    manjanya pasangan yang nikah itu imut-imut |
    manjanya yang pacaran itu amit-amit

    mesranya yang sudah nikah itu Subhanallah! |
    mesranya yang pacaran itu haram jadah!

    adu pandangan yang sudah nikah itu nikmat |
    pandang pacar itu maksiat

    rayuan diantara suami istri itu karunia |
    rayuan pacar itu bencana

    gombalnya suami itu puitis |
    puisinya pacar itu gombalis

    ucap sayang sambil kecup kening istri itu manis |
    begituan sama pacar itu najis

    http://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw?ref=ts

  2. #SEBUAH KISAH NYATA TENTANG KEBAIKAN
    ============================
    Suatu hari saya naik angkutan kota menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk tujuh penumpang, termasuk saya. Masih ada lima kursi yg belum terisi.

    Di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pemandangan aneh. Di depan angkot yang kami tump
    angi, ada seorang ibu dengan tiga orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

    Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke tiga anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “gak apa-apa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu-ragu, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak apa-apa ..”

    Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan empat kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya.

    Ketika sampai di terminal bis, empat penumpang ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penumpang tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu …

    Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir yang baik hati, & seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan.

    Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita!

    copas dari:
    http://www.facebook.com/pages/Status-Nasehat/189052644523185

  3. CINTA TERLARANG, SEBAB, AKIBAT DAN TERAPINYA [Sebuah Solusi Menghadapi Akibat Buruk Fitnah (Godaan) Lawan Jenis di Internet]

    – DIAGNOSA DOKTER:

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

    جُرْحٌ مَسْمُومٌ

    “Luka yang beracun.” [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]

    Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

    هَذَا مَرَضٌ مِنْ أَمْرَاضِ الْقَلْبِ

    “Ini termasuk salah satu penyakit hati.” [Zadul Ma’ad, 4/274]

    – NAMA PENYAKIT:

    • Mabuk Kepayang (‘isyq)
    • Kasmaran
    • Kangen
    • Virus merah jambu
    • Tergila-gila
    • Galau

    • Dll (Silakan tambah sendiri)

    – EFEK NEGATIF:

    • Mengarah kepada syirik dalam mahabbah (cinta), termasuk syirik apabila seseorang mencintai makhluk dengan kadar yang sama dengan cintanya kepada Allah ta’ala, apalagi jika cintanya kepada makhluk melebihi cintanya kepada Allah ta’ala, dan lebih parah lagi jika dia hanya mencintai makhluk dan tidak mencintai Allah ta’ala sama sekali.
    • Selalu ingat si dia (sedikit mengingat Allah ta’ala bahkan tidak sama sekali)
    • Batin tersiksa apabila tidak bertemu atau tidak berhubungan
    • Mengantarkan kepada zina, baik zina mata, hati, lisan, tangan, kaki dan kemaluan
    • Bila cinta ditolak dukun bertindak (termasuk syirik)
    • Boros harta untuk menyenangkan si dia atau sekedar mau pamer harta
    • Menyia-nyiakan waktu
    • Menghalangi masuknya ilmu dalam diri
    • Merusak rumah tangga, baik rumah tangga orang maupun rumah tangganya sendiri
    • Dll (Silakan tambah sendiri)

    – SEBAB MUNCULNYA PENYAKIT:

    • Terkena PANAH SETAN, yaitu melihat lawan jenis yang tidak halal baginya dan meneruskan pandangan pertama yang tidak disengaja
    • Ikhtilat, campur baur dalam pergaulan antara laki-laki dan wanita, baik di tempat kerja, sekolah, majelis ta’lim, organisasi maupun di rumah
    • Melihat sesama jenis yang dapat menggoda syahwat, seperti memandang pemuda tampan yang belum tumbuh jenggotnya (membawa kepada penyakit homoseks)
    • Berhubungan dengan lawan jenis tanpa ada suatu kebutuhan yang mendesak dan atau tanpa adab-adab islami. dll

    – TERAPINYA:

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya:

    مَسْأَلَةٌ: فِيمَنْ أَصَابَهُ سِهَامُ إبْلِيسَ الْمَسْمُومَةُ؟

    Pertanyaan: Bagaimana mengatasi apabila seorang terkena panah iblis yang beracun itu?

    الْجَوَابُ: مَنْ أَصَابَهُ جُرْحٌ مَسْمُومٌ فَعَلَيْهِ مِمَّا يُخْرِجُ السُّمَّ وَيُبْرِئُ الْجُرْحَ بِالتِّرْيَاقِ وَالْمَرْهَمِ وَذَلِكَ بِأُمُورٍ مِنْهَا

    Jawaban: Barangsiapa yang menderita luka beracun maka WAJIB atasnya mengeluarkan racun dan mengobati luka tersebut dengan pencegahan dan obatnya, yaitu dengan beberapa perkara berikut ini:

    PERTAMA,

    أَنْ يَتَزَوَّجَ أَوْ يَتَسَرَّى، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: {إذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إلَى مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّمَا مَعَهَا مِثْلُ مَا مَعَهَا}. وَهَذَا مِمَّا يُنْقِصُ الشَّهْوَةَ وَيُضْعِفُ الْعِشْقَ

    “Hendaklah dia MENIKAH atau memiliki hamba sahaya (yang didapatkan dari medan jihad), karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
    “Apala seseorang melihat kecantikan seorang wanita hendaklah dia segera mendatangi istrinya, karena apa yang ada pada wanita itu sama saja dengan yang ada pada istrinya.”

    Maka obat ini akan mengurangi syahwat dan melemahkan penyakit mabuk cinta.”

    KEDUA,

    الثَّانِي: أَنْ يُدَاوِمَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ وَالدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ وَقْتَ السَّحَرِ وَتَكُونُ صَلَاتُهُ بِحُضُورِ قَلْبٍ وَخُشُوعٍ وَلْيُكْثِرْ مِنْ الدُّعَاءِ بِقَوْلِهِ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك. يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قَلْبِي إلَى طَاعَتِك وَطَاعَةِ رَسُولِك، فَإِنَّهُ مَتَى أَدْمَنَ الدُّعَاءَ وَالتَّضَرُّعَ لِلَّهِ صُرِفَ قَلْبُهُ عَنْ ذَلِكَ كَمَا قَالَ تَعَالَى: {كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ}.

    “Hendaklah dia menjaga shalat lima waktu dan senantiasa berdoa, merendahkan diri kepada Allah ta’ala (bersungguh-sungguh berdoa) di waktu sahur. Dan hendaklah shalatnya dengan kehadiran hati dan khusyu’ dan memperbanyak doa:

    يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك. يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قَلْبِي إلَى طَاعَتِك وَطَاعَةِ رَسُولِك

    “Wahai Zat yang membolak-balikan hati tetapkanlah hatiku dalam agama-Mu, wahai Zat yang memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepada-Mu dan Rasul-Mu.”

    Karena sesungguhnya, jika seseorang selalu berdoa dan merendah kepada Allah ta’ala maka hatinya akan dipalingkan dari penyakit tersebut, sebagaimana firman Allah ta’ala:

    كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

    “Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya NABI YUSUF termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” [Yusuf: 24]

    KETIGA,

    الثَّالِثُ: أَنْ يَبْعُدَ عَنْ سَكَنِ هَذَا الشَّخْصِ، وَالِاجْتِمَاعِ بِمَنْ يَجْتَمِعُ بِهِ، بِحَيْثُ لَا يَسْمَعُ لَهُ خَبَرًا وَلَا يَقَعُ لَهُ عَلَى عَيْنٍ وَلَا أَثَرٍ، فَإِنَّ الْبُعْدَ جَفَى. وَمَتَى قَلَّ الذِّكْرُ ضَعُفَ الْأَثَرُ فِي الْقَلْبِ، فَيَفْعَلُ هَذِهِ الْأُمُورَ وَلْيُطَالِعْ بِمَا تَجَدَّدَ لَهُ مِنْ الْأَحْوَالِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ أَعْلَمُ.

    “Menjauhi tempat tinggal lawan jenis tersebut, dan jangan bergaul dengan orang-orang yang mengenalnya, sehingga dia tidak lagi mendengarkan tentang kebaikannya (ketampanannya, kecantikannya, kekayaannya, dll), serta tidak lagi melihatnya dan merasakannya. Karena dengan berjauhan akan melupakannya, dan apabila sedikit penyebutan tentangnya maka melemah pula pengaruhnya di dalam jiwa, maka hendaklah dia lakukan perkara-perkara ini dan berusaha melihat hal-hal yang baru baginya (yang dapat melupakan di dia). WALLAHU SUBHANAHU A’LAM.
    [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]

    TERAPI TAMBAHAN DARI DOKTER LAIN, AL-‘ALLAMAH IBNUL QOYYYIM RAHIMAHULLAH:

    Beliau rahimahullah berkata,

    وَعِشْقُ الصّوَرِ إنّمَا تُبْتَلَى بِهِ الْقُلُوبُ الْفَارِغَةُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ تَعَالَى الْمُعْرِضَةُ عَنْهُ الْمُتَعَوّضَةُ بِغَيْرِهِ عَنْهُ فَإِذَا امْتَلَأَ الْقَلْبُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ وَالشّوْقِ إلَى لِقَائِهِ دَفَعَ ذَلِكَ عَنْهُ مَرَضَ عِشْقِ الصّوَرِ وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى فِي حَقّ يُوسُفَ { كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ } [ يُوسُفَ 24 ] فَدَلّ عَلَى أَنّ الْإِخْلَاصَ سَبَبٌ لِدَفْعِ الْعِشْقِ وَمَا يَتَرَتّبُ عَلَيْهِ مِنْ السّوءِ وَالْفَحْشَاءِ الّتِي هِيَ ثَمَرَتُهُ وَنَتِيجَتُهُ

    “Mabuk cinta terhadap sosok-sosok hanyalah tertimpa kepada orang yang hatinya kosong dari kecintaan kepada Allah, hati yang berpaling darinya dan mengganti-Nya dengan yang lain. Maka apabila hati telah dipenuhi dengan cinta kepada Allah ta’ala dan kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya maka hal itu akan menghilangkan penyakit mabuk cinta terhadap sosok-sosok ini. Oleh karena itu Allah ta’ala berfirman:

    كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

    “Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya NABI YUSUF termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” [Yusuf: 24]

    Maka hal ini menunjukkan bahwa memurnikan cinta kepada Allah ta’ala merupakan sebab yang dapat menghilangkan penyakit mabuk cinta dan menghilangkan kejelakan dan kekejian (perzinahan) yang merupakan buah dan hasil dari mabuk cinta.”

    Inilah ringkasan dan sedikit penjelasan terapinya:
    – MENIKAH, jika memungkinkan untuk menikahi lawan jenis yang telah membuatnya tergila-gila.
    – Jika tidak memungkinkan, misalkan si wanita telah memiliki suami, atau seorang gelandangan mau menikahi anak raja, maka hendaklah BERPUTUS ASA dari menikahi wanita tersebut, sebab orang yang sudah berputus asa dari sesuatu dia tidak akan lagi berusaha mengejarnya dan memikirkannya.
    – Jika ternyata penyakit ini belum juga hilang dengan “BERPUTUS ASA” maka sungguh tabiatnya telah menyimpang jauh, maka akalnya harus diobati sebab hal ini termasuk jenis penyakit GILA, yaitu keterkaitan hati dengan sesuatu yang tidak mungkin dia raih, bagaikan seorang yang menggapai matahari sementara dia sadar bahwa dia tidak mampu melakukannya.
    – Jika pengobatan terhadap penyakit gila ini belum juga bermanfaat maka hendaklah dia melihat dampak-dampak negatif penyakit ini dan kebaikan-kebaikan yang hilang karenanya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
    – Jika penyakitnya belum sembuh juga hendaklah dia mengingat kejelekan-kejelakan lawan jenis tersebut, mungkin dengan menanyakan kejelekan-kejelekannya kepada orang-orang yang mengenalnya.
    – Jika ternyata seluruh terapi di atas juga belum bisa menghilangkan penyakit ini maka tidak ada lagi obatnya selain memohon pertolongan kepada Allah jalla wa ‘ala.
    – Perhatian: Jika dia telah mendapatkan taufiq untuk mengobati penyakit ini janganlah dia menyebarkan aib-aib lawan jenisnya tersebut.

    [Diringkas dari Zadul Ma’ad, 2/265-274]

    ustadz sufyan ruray

    http://gadisberjilbab.tumblr.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s