MUQODDIMAH

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan-keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silatur rahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mena’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Amma ba’du; Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad , dan seburuk-buruk perkara dalam agama adalah yang di ada-adakan, setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. (HR. Muslim, an-Nasa’i dan selain keduanya)

Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan.

Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun.

Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira.

Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran).

Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga”

Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan…

Mengutip kata-kata Hasan al Banna:

“Wahai kaum kami, sesungguhnya saya menyeru kepada kalian, bahwa Al-Quran ada ditangan kanan saya dan sunnah di tangan kiri saya dan amal para salafussholih dari umat ini sebagai tauladan. Kami menyeru kepada kalian untuk kembali kepada Islam; ajaran dan hidayah Islam… Islam adalah sistem kehidupan yang komprehensif, mencakup segala aspek kehidupan, dia merupakan negara dan bangsa, atau pemerintahan dan umat, dia merupakan akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan, dia merupakan tsaqofah dan qonun atau ilmu dan hukum, dia merupakan materi dan harta atau usaha dan kekayaan, dan dia merupakan jihad dan da’wah atau prajurit dan ideologi, sebagaimana dia merupakan akidah yang bersih dan ibadah yang benar satu sama lainnya”.

“Saya adalah seorang pelancong yang sedang mencari kebenaran, manusia yang mencari petunjuk ditengah kerumunan manusia, rakyat yang mengidamkan kemuliaan negaranya, kebebasan, ketenangan dan kehidupan yang sejahtera dibawah naungan Islam yang suci, saya seorang hamba yang mengenal tujuan hidup, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah karena Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan dengan demikian Aku diperintahkan dan Aku termasuk orang yang pertama muslim”. (Al-An’am : 162-163). Inilah saya, lalu siapakah anda?”

“Serukanlah kepada kami karena sesungguhnya kami membawa suatu kebaikan, kumpulkanlah kepada kami manusia maka akan kami bacakan kepada mereka dzikir, kami akan menjadi dokter bagi yang sakit, akan diam penduduk dunia jika tidak mendengar semboyan kami; “Allah adalah tujuan kami, Rasul adalah pemimpin kami, Al-Quran dustur kami, jihad adalah jalan hidup kami, mati di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi kami…”

“Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui, bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar. Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.

Sungguh kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta. Sesaat pun kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian.”

Mengutip perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullaahu:

“Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.”
(Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91)

Dan mengutip perkataan Imam Albani rahimahullaahu:

“Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya :
“Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”
Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla”

Dan mengutip perkataan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullaahu:

“Telah terjadi di zaman ini, sibuknya sebagian ahlus sunnah dengan sebagian lainnya dengan tajrih (saling mencela) dan tahdzir, dan implikasi dari hal ini menyebabkan terjadinya perpecahan, perselisihan dan saling mengisolir. Padahal sepantasnya bahkan seharusnya bagi mereka untuk saling mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama mereka, dan menyatukan barisan mereka di dalam menghadapi ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlus sunnah wal jama’ah.

“Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- agar menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berfaidah baginya.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Turmudzi.”

“Aku nasehatkan –kepada penuntut ilmu- untuk bersikap pertengahan dan moderat, diantara sikap ghuluw (ekstrim) dan meremehkan, dan diantara sikap ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (menggampangkan). Sebagai pengejawantahan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw di dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarenakan sikap ghuluw mereka di dalam agama.” Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh an-Nasa’i dan selainnya.”

“Dan aku nasehatkan supaya mereka berhati-hati dari sikap zhalim, dikarenakan hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya Aku haramkan kezhaliman atas diri-Ku, maka aku jadikan pula haram atas diri kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi” diriwayatkan oleh Muslim, dan hadits Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “takutlah kalian dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat” diriwayatkan oleh Muslim.

Diriwayatkan bahwa Hasan Al-banna berkata: “Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

“Aku telah meninggalkan kalian di atas (agama) yang terang benderang, malamnya bagaikan siangnya dan tidak ada yang berpaling darinya melainkan ia pasti binasa.”

“Janganlah kamu saling dengki, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling bersaing, saling mencari keburukan, saling menawar lebih tinggi untuk menipu pembeli sehingga menawar tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, janganlah sebagian kalian menjual atas jualan yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya.

Taqwa ada di sini, taqwa ada di sini, taqwa ada di sini kata Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam sambil menunjuk dadanya.

Cukuplah merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta.

Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan hartamu, tetapi ia melihat hati dan perbuatanmu.” (riwayat Muslim dan Bukhari)

“Sesungguhnya kelemahlembutan itu, tidaklah berada pada sesuatu melainkan ia pasti akan menghiasinya dan tidaklah ia tercabut dari sesuatu, melainkan ia pasti akan memburukkannya.”

“Sesungguhnya Alloh itu Maha Lemah-lembut dan mencintai kelemahlembutan, Dia anugerahkan kepada kelemahlembutan apa yang tidak Ia anugerahkan kepada kebengisan.”

Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk menunjuki seluruh ummat kepada apa yang diridhai-Nya, agar mereka mendalami agama Islam (tafaqquh fid din) dan menetapi kebenaran, serta agar mereka menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya Ia berkuasa dan berkemampuan atasnya. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya. (selesai kutipan)

5 Comments

5 thoughts on “MUQODDIMAH

  1. kumpulan kata mutiara , kata-kata bijak , koleksi kata-kata mutiara – kumpulan kata mutiara islam – kata-kata bijak nasehat islami – kalimat motivasi islami

    Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki (yaitu surga). Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)

    Tiada insan suci yg tidak mempunyai masa lampau. Tiada insan berdosa yg tak punyai masa depan (anonim)

    Masa yang pergi tak akan kembali & umur semalam tak akan dilalui lagi maka jadikanlah hari ini lebih baik dari semalam & esok lebih baik dari hari ini (anonim)

    Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah bersabda: Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shodaqohnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shodaqoh, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata yang baik adalah shodaqoh, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan sholat adalah shodaqoh, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shodaqoh. (HR Bukhari dan Muslim)

    Puasa dan al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, –Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Sedangkan al-Quran berkata, –Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Beliau bersabda, –Maka keduanya pun memberikan syafaat– (HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim)

    Allah menyembunyikan murka-Nya di dalam kemaksiatan. Maka jangan meremehkan maksiat sekecil apapun. Karena kita tidak akan pernah tahu maksiat yang mana yang mendapat murka Allah.

    Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian.

    “Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya.
    1. Pemimpin yg adil,
    2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
    3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
    4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
    5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’,
    6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
    7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dr kedua matanya” (HR. Bukhari & Muslim)

    “Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman Bin Shakhr RA, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula melihat rupamu tetapi Allah melihat hatimu.” (HR. Muslim)

    http://www.facebook.com/pages/Mengenal-Allah-Azza-Wa-Jalla/116906225006847

    kumpulan kata mutiara , kata-kata bijak , koleksi kata-kata mutiara – kumpulan kata mutiara islam – kata-kata bijak nasehat islami – kalimat motivasi islami

    K. H. Muhammad Arifin Ilham— KIAT-KIAT memilih istri sholehah, 1. Faham dan mengamalkan ALQUR’AN dan ASSUNAH, 2. Auratnya terjaga, 3. Tidak mau berduaan apalagi disentuh, 4. Penyayang pada orang tua, kakak adik dan sanak familynya, 5. Kalau bicara menundukkan wajahnya, santun dan rendah hati, 6. Tidak suka banyak bicara, jauh dari sifat genit, 7. Terpelajar, 8. Para sahabatnya menyenanginya, 9. Tidak suka pacaran, maunya segera dinikahi, 10. Tidak menentukan harga mahar, 11. Menerimamu karena istiharahnya.

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—” Anta Maa Taquulu ” kamu apa yang keluar dari mulutmu. Nilai dan kualitas bisa diketahui dari bahasa yang keluar dari mulut. Kalau ia beriman dan berilmu, maka yang keluar hikmah, sopan, mulia, bahasa tersusun, sejuk, menyadarkan, kalau lemah Iman dan ilmu maka yang keluar dusta, gosip, hujatan dan sebagainya. Disebut baru Takwa karena lisannya mulia (QS Al Ahzab 33: 70-71).. ” Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan kalau tidak diam.” (Hadis).

    Dan keberadaan kita di dunia ini bukanlah untuk kesia-siaan, bukan pula tiada guna atau tanpa tujuan. Kita diciptakan bukan hanya sekedar untuk hidup dan bernafas, kemudian menikmatinya hingga datang ajal menjemput lalu kita mati seperti matinya makhluk yang tiada diperhitungkan setiap perbuatan yang dilakukan. Bukan !!.. Bukanlah demikian!!.

    Allah Jalla wa ‘Ala berfirman yang artinya: “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (setelah ia diciptakan)?” (QS. Al-Qiyamah: 36).

    Dan “Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian hanya untuk kesia-siaan dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami (untuk diminta pertanggungjawaban)”. (QS.Al-Mukminun: 115).

    Sungguh, kita ada dan hidup di dunia adalah untuk sebuah tugas yang mulia, untuk tujuan yang agung, mengemban amanat ilahi yang suci. Tugas dan tujuan tersebut adalah beramal dan amal yang paling utama adalah TAUHID; yaitu mentauhidkan Allah Ta’ala dengan beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya. Allah Tabaroka Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan tidakklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah (beribadah hanya) kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyat: 56).

    http://kajiansaid.wordpress.com/2010/03/01/tujuan-hidup/

    http://www.facebook.com/pages/Taman-Ilmu-Intelektual-Remaja-Muslim/108321892524938

    Meninggalkan shalat bukan perkara sepele. Ingatlah!
    ”Perjanjian yang memisahkan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah sholat. Maka barangsiapa yang telah meninggalkan sholat sungguh dia telah kufur.” (HR. Ahmad dan selainnya)

    Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“ (Ash Sholah, hal. 12)

    Imam Ahmad mengatakan, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“ (Ash Sholah, hal. 12)

    Orang yang sholeh akan memperhatikan waktu-waktu ibadahnya dalam keadaan apapun. Tentu saja, dia akan memerhatikan waktu-waktu shalat yang merupakan amal ibadah yang penting, melaksanakannya pada waktu-waktunya yang terbaik (awal waktu), dan tidak memikirkan pekerjaan lain selama waktu-waktu itu.

    utamakanlah sholat lima waktu.
    Jika demi cinta kepada manusia, gunung kan kau daki dan laut kan kau sebrangi.
    maka demi Alloh, masjid harus didatangi, kewajiban harus ditunaikan, sholat harus didirikan…! Mari kita menuju kemenangan dunia dan Akherat dengan selalu menjaga sholat di awal waktunya…! (Wahed Deen El Banjary)

    “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

    Hai anakku, dirikanlah sholat, dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik, dan cegahlah mereka dari perbuatan yang munkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS Luqman: 17)

    Rasulullah berkata: Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya (kepada orang lain) -HR Bukhori-

    >>>Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
    Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari…
    Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…<<<

    http://buletin.muslim.or.id/fiqih/hukum-meninggalkan-shalat

  2. Manusia seperti Sebuah BUKU….
    Cover depan adalah tanggal lahir.
    Cover belakang adalah tanggal kematian.
    Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.
    Ada buku yg tebal,
    ada buku yg tipis.
    Ada buku yg menarik dibaca,
    ada yg sama sekali tidak menarik.

    Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

    Tapi hebatnya,
    seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

    Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
    Allah swt selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

    Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya. Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

    Terima kasih ya Allah utk hari yg baru ini..

    Syukuri hari ini….
    dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.

    Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

    Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

    Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.

    Selamat menulis di buku kehidupanmu,
    Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan.

    Aku berdoa dan berharap :

    “agar Allah swt selalu menyertai setiap langkahmu” ……….karena………
    Allah tidak pernah menjanjikan bahwa
    Langit itu selalu biru,
    Bunga selalu mekar,
    dan Mentari selalu bersinar..

    Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi Pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata,
    Berkah di setiap cobaan,
    dan jawaban di setiap do’a..

    ♥ Jika SENDIRI jangan merasa sepi. Ada Allah yang MENGAWASI♥ Jika SEDIH jangan pendam dalam hati. Ada Allah tempat BERBAGI♥ Jika MARAH, jaga fikiran & hati. Ada Allah tempat MENENANGKAN DIRI♥ Jika SUSAH jangan merasa pilu. Ada Allah tempat MENGADU♥ Jika GAGAL jangan berputus asa. Ada Allah tempat MEMINTA♥ Jika BAHAGIA jangan menjadi lupa. Ada Allah tempat MEMUJA★❤★ INGAT ADA ALLAH DI SETIAP WAKTU KITA ★❤★

    -terimakasih ya Allah –

    ♥♥♥♥♥

    KISAH SEORANG PENDOA

    Ketika ku mohon pada Alloh kekuatan, Alloh memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat…

    Ketika ku mohon pada Alloh kebijaksanaan, Alloh memberiku masalah untuk ku pecahkan…

    Ketika ku mohon pada Alloh kesejahteraan, Alloh memberiku akal untuk berfikir…..

    Ketika ku mohon pada Alloh keberanian, Alloh-memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi…

    Ketika ku mohon pada Alloh untuk memberiku cinta, Alloh memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong….

    Ketika ku mohon pada Alloh bantuan, Alloh memberiku kesempatan…

    Aku tidak pernah menerima langsung apa yang ku minta, tapi aku mendapatkan segala yang ku butuhkan, DOA-ku terjawab sudah….

    author: unknown

  3. silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat,
    http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

    bagi yang ingin bertanya masalah2 agama, konsultasi, curhat masalah cinta, keluarga, agama, dll, atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting, silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini:

    http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

    http://www.alimalbantuliy.blogspot.com

    http://www.bestabuabdullah.blogspot.com

    http://www.aslibumiayu.wordpress.com

    http://www.gizanherbal.wordpress.com

    http://abul-jauzaa.blogspot.com/

    ===========

    Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus karena Allah, tanpa
    syarat, dan tanpa kepentingan. Kita mencintai dan menyayangi sahabat
    kita hanya karena Allah, Bertemu dan berpisah karena Allah,
    ketiadaannya sungguh membuat hati rindu. Perjumpaan dengannya sungguh
    menentramkan hati dan penuh dengan manfaat, kita merasakan aman saat
    bersamanya ataupun saat berpisah, karena kita sangat tahu ia akan selalu
    menjaga nama baik kita. Saat menatap wajahnya selalu mengingatkan kita
    pada Allah, tutur katanya sungguh menyejukkan jiwa dan Akhlaknya
    sungguh mempesona.

    Tentu kita ingin memiliki sahabat ideal seperti itu. Apakah kita sudah
    merasakan persahabatan seindah itu???
    Apakah anda merasa sahabat
    anda sudah ideal seperti itu…??? Apakah Anda Ingin Sahabat Anda bisa
    berubah seperti itu..??? Tidak usah kita menuntut orang lain Saudaraku,
    Karena kita tidak akan pernah bisa merubah orang lain, Kenapa tidak
    kita mulai dari diri kita sendiri..??? Rubahlah diri kita, pasti orang
    lain akan berubah…. ♥ ♥ ♥

    Sahabat yang baik bukan yang selalu membenarkan kata-kata kita,tapi yg menegur dan menasihati kita ketika kita melakukan kesalahan

    Yusuf bin Husain berkata, Aku bertanya kepada Dzun Nun ketika ingin berpisah dengan beliau, “Dengan siapa aku mesti bermajlis/bergaul?” , beliau menjawab, “Hendaknya kamu bermajlis dengan orang yang hanya dengan melihatnya saja sudah mengingatkanmu kepada Allah Azza wa Jalla, kewibawaannya membekas di dalam hatimu, ucapannya menambah motivasimu dalam beramal, amalnya membuatmu zuhud di dunia, dan kamu tidak bermaksiat kepada Allah selama kamu berada di dekatnya. Dia menasehatimu dengan perbuatan, tidak (hanya) dengan perkataan.”

    Jangan cemas dan jangan berputus asa jika saat ini engkau sedang mengalami kesulitan hidup. Seberat dan sesulit apapun kesulitan yg sedang kau hadapi pasti ada jalan keluarnya.
    Hadapilah semuanya dgn tenang dan yakin sepenuhnya bahwa Allah pasti akan memberi jalan keluar.
    Yakinlah..PertolonganNya akan segera datang,
    Dan…. Kesabaran adalah pembuka jalan bagi tibanya pertolongan Allah..

    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.
    (QS. Al-Maidah: 2)

    Jauhilah teman-teman yang buruk. Putuskan keakraban dengan mereka. Bergaullah dengan orang-orang shalih. Jauhilah kawan buruk meskipun ia dekat darimu, dan dekatilah orang baik meskipun ia jauh darimu. Setiap pergaulan akan menumbuhkan pengaruh , jadi perhatikanlah dengan siapa engkau bergaul. Jika ditanya tentang arti dekat, maka jawabannya adalah keakraban dan kasih sayang.

    Bertawakkallah kepada Allah, serahkan segala urusan kepada-Nya, dan ridhalah dengan keputusan-Nya. Mintalah perlindungan dan pertolongan kepada-Nya dan percayakan segala urusan kepada-Nya, karena Dialah Dzat Yang Mencukupi dan menjamin segala kehendakan anda.

    Maafkanlah orang yang menzalimi anda dan sambunglah tali silaturrahmi dengan orang yang memutuskannya dari anda. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada anda dan berlaku lembutlah kepada orang yang berbuat jahat kepada anda. Jika anda mampu melakukan semua ini, niscaya anda akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman.

    Orang yang berakal adalah orang yang selalu berada di pintu-Nya dan berpaling dari selain pintu-Nya. Bersegeralah mengambil keuntungan dari pintu kehidupan selagi belum ditutup untukmu. Perbanyaklah melakukan amal-amal baik selagi masih ada kesempatan. Cepatlah memasuki pintu taubat selagi pintu itu terbuka bagimu. Gunakan pintu do’a selagi ia terbuka untukmu. Gunakan kesempatan bergaul dengan orang-orang shalih selagi kesempatan itu terbuka untukmu.

    Janganlah engkau lalai, jangan engkau menyia-nyiakan waktumu dengan menyibukkan diri mengumpulkan apa yang tidak engkau makan. Jangan engkau mengangan-angankan sesuatu yang tidak dapat engkau temukan dan membangun sesuatu yang tidak akan engkau tempati.

    Jadilah engkau orang yang berakal, jangan engkau mencela. Jika engkau buta, carilah orang yang membimbingmu. Jika engkau bodoh, carilah orang yang mengajarimu

    Bertaubatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Yang terpenting bukan taubatmu, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting bukan menanamnya tetapi merawat tanaman hingga berbuah

    author: unknown

    http://www.facebook.com/pages/Mengenal-Allah-Azza-Wa-Jalla/116906225006847

  4. “TANDA – TANDA HATI yang MATI: 1. Berani meninggalkan sholat, 2. Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar, 3. Tidak tersentuh hatinya bahkan menjauhi terhadap ayat – ayat Alqur’an, 4. Terus menerus ma’siyat, 5. Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, 6. Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama, 6. Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat, 7. Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa, 9. Senang melihat orang susah dan menderita.”

    K. H. Muhammad Arifin Ilham—

    ============

    Saat kerjamu tak dihargai,maka engkau belajar tentang KETULUSAN, saat usahamu dinilai tak penting maka engkau belajar tentang KEIKHLASAN, saat hatimu terluka sangat dalam, maka engkau belajar tentang MEMAAFKAN, saat engkau lelah dan kecewa maka engkau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN, saat engkau merasa sendirian dan kesepian, maka engkau sedang belajar tentang KETANGGUHAN,
    TETAP SEMANGAT, TETAP TERSENYUM, TETAP BELAJAR DAN TETAP ISTIQOMAH DI JALAN AL-HAQ.
    -Ustadz Abu Sa’ad-

    “Teman yang setiap kali bertemu Anda selalu mengingatkan Anda tentang Allah, lebih baik daripada teman yang setiap kali bertemu Anda selalu meletakkan uang dinar/emas di tangan Anda.” (Bilal bin Sa’ad)

    “Tidak ada kenikmatan yang setara dengan nikmatnya menyendiri untuk bermunajat kepada Allah azza wa jalla” (Muslim bin Yasar)

    Barangsiapa yang ingin menciptakan sebuah lingkungan yang baik dan nyaman (rumah, kos, dsb), maka tidak ada cara lain kecuali dengan menjaganya dari segala bentuk kemaksiatan.
    * Syaikh as-Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Ini menunjukkan pula bahwa perbuatan maksiat itu bisa mempengaruhi suatu tempat. Sebagaimana halnya kemaksiatan orang-orang munafik memberikan dampak negatif kepada Masjid Dhirar dan menyebabkan terlarangnya sholat di dalam masjid itu. Demikian pula ketaatan akan mempengaruhi tempat-tempat, seperti halnya ia telah memberikan dampak positif bagi Masjid Quba -yang ia ditegakkan di atas ketakwaan, pen-…” (Taisir, hal. 352)
    >>> copas dari Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi

    “Terkabulnya doa bersama dengan keikhlasan. Keduanya tidak bisa dipisahkan.” (Abdul Wahid, dlm Hilyah li Abi Nu’aim)

    “Jangan menganggap lambat terkabulnya doa, sedangkan engkau menutupi jalannya dengan dosa-dosa” (Yahya bin Mu’adz)

    Orang yang paling bagus suaranya ketika membaca Al-Qur’an ialah apabila ia membaca -Anda melihat- ia merasa takut kepada Allah azza wa jalla. (Abdul Karim Abi Umayyah dari Thalq)

    Jika hati Anda suci, ia tidak akan pernah kenyang dari Al-Qur’an. (Utsman bin Affan) – maksudnya tidak akan bosan menghabiskan waktu dgn Al quran

    Barangsiapa mencari ilmu untuk mencari ridha Allah azza wa jalla, Dia akan memberinya sesuatu yang bisa mencukupinya (Ibrahim An-Nakha’i) >>> aamiin

    Ada tiga manfaat di dalam cobaan: penyucian, penghapusan, dan peringatan. Penyucian dari dosa besar, penghapusan dari dosa kecil, dan peringatan bagi orang yg sudah bersih. (Abu Bakr bin Thohir)

    Menghabiskan banyak waktu bekerja Anda dengan mengakses internet hanya akan membuat Anda selangkah lebih cepat menjadi pengangguran.
    (Jennifer Star, konsultan dr New York)

    “Seorang yg tidak menghabiskan waktunya 16 jam siang dan malam untuk muthala´ah (membaca, membahas, mengkaji kitab), ia bukanlah seorang penuntut ilmu”
    (Syaikh Ghudayan -hafizhahullaah-)

    “… dan di antara dampak maksiat adalah dipersulitnya segala urusan dirinya. Maka, Tidaklah pelaku maksiat melakukan suatu urusan, melainkan dia akan menemui berbagai kesulitan dan jalan buntu dalam menyelesaikannya.”

    http://www.facebook.com/Toko.Imam.Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s