ruang curhat

silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat,
http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

bagi yang ingin bertanya masalah2 agama, konsultasi, curhat masalah cinta, keluarga, agama, dll, atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting, silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini:

http://www.abul-jauzaa.blogspot.com

http://www.alimalbantuliy.blogspot.com

http://www.bestabuabdullah.blogspot.com

http://www.aslibumiayu.wordpress.com

http://www.gizanherbal.wordpress.com

http://abul-jauzaa.blogspot.com/

 

boleh juga bertanya/curhat lewat kolom komentar di bawah ini,

8 Comments

8 thoughts on “ruang curhat

  1. Tips Untuk Membuat Setan lari
    Posted on Oktober 17, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

    Setan merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Tugas setan yang utama adalah membuat manusia agar mereka menjadi pengikutnya untuk masuk ke dalam neraka bersama-sama dengan mereka dengan cara membujuknya dengan tipu daya. Maka dari itulah banyak ayat dan hadits yang menyuruh manusia agar terhindar dari bujukan setan yang terkutuk. Membuat setan lari bukan dengan menggunakan energi aura/tenaga dalam yang penuh talbis iblis namun dengan dzikir dan doa.
    Berikut adalah sebagian tips-tips agar setan lari dari kita yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah:

    1. Ketika Mengucapkan Dzikir
    “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaa ha illallah wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir (Tiada tuhan selain Allah yang maha esa tidak ada sekutu baginya, baginya kerajaan, segala puji hanya bagi-Nya Dia-lah yang maha Kuasa atas segala sesuatu) seratus kali dalam sehari, maka ia akan mendapatkan pahala seperti halnya memerdekaakan budak, dicatat baginya seratus kebaikan, dihapuskan seratus kesalahan dan mendapatkan penjagaan dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidak ada seorang yang beramal lebih utama dari hal ini kecuali seorang yang mengamalkannya lebih dari itu,” (Bukhari dan Muslim)

    2. Membaca Ayat Kursi Ketika Hendak Tidur
    “Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya seseorang datang kepadanya meminta sedekah. Kemudian Nabi mengizinkannya untuk memberikan kepadanya pada malam pertama dan kedua. Tetapi pada malam yang ketiga ia berkata,”Saya akan adukan kepada Rasulullah.” Tetapi ia berkata,”Sebentar, saya akan ajarkan kepamu beberapa kalimat yang akan diterima di sisi Allah -mereka sangat tamak terhadap kebaikan,”Jika anda hendak tidur bacalah ayat Kursy Allahu laa ila ha illa huwal hayyul qayyum hingga selesai. Sungguh Allah akan selalu menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu sehingga pagi hari.” Kemudian Rasulullah bersabda,” Ucapannya benar, tetapi pendusta itu adalah setan.” (Bukhari)

    3. Meludah Tiga Kali Ketika Mimpi Buruk
    Jika bermimpi buruk, hendaknya meludah tiga kali ke sebelah kiri dan berlindung kepada Allah dari keburukannya. Abu salamah bin Abdurrahman mendengar Abu Qatadah bin Rab’i berkata,”Saya mendengar Rasululah bersabda,”Mimpi itu dari Allah dan lamunan itu dari setan. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi buruk hendaknya ia meludah ke sebelah kiri tiga kali ketika ia bangun, dan berlindung kepada Allah dari keburukannya maka tidak akan berbahaya baginya, Insya Allah.” (Bukhari dan Muslim)

    4. Ketika Keluar Dari Rumah
    “Barangsiapa yang mengucapkan ketika keluar dari rumahnya Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi la haula wala quwwata illa billahi (Dengan menyebut nama Allah saya bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan-Nya), maka akan dikatakan kepadanya,”Cukup anda telah mendapatkan perlindungan dan mendapatkan petunjuk.” Setan menjauh darinya, kemudian ia mengatakan kepada teman-temannya yang lain,”Bagaimana kamu ingin menggoda seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dilindungi Allah.” (Shahih al-kalimu thayyib No.45)

    5. Dzikir Kepada Allah Ketika Masuk ke Rumah dan Hendak Makan
    Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwasanya ia mendengar Rasulullah bersabda,”Jika salah seorang di antara kalian masuk rumahnya kemudian ia menyebut nama Allah ketika ia masuk an ketika hendak makan, maka setan berkata,”Kalian tidak ada kesempatan untuk menginap di rumah ini dan tidak pula mendapatkan makan malam.” Tetapi jika ia tidak nama Allah ketika masuk maka setan berkata, “Kalian mendapatkan kesempatan untuk menginap.” Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan malam, maka setan mengatakan, “Kalian mendapatkan kesempatan menginap dan makan malam.” (Muslim)

    6. Ketika Masuk Masjid
    Ketika seseorang masuk masjid, maka disarankan membaca:
    A’udzu billahil ‘azhimi biwajhihil kariimi wa bisulthanihil qadiimi minasy syaithaani ar-rajiim. (Aku berlindung kepada Allah yang maha agung, demi wajahnya yang mulis, kekuasaan-Nya yang terdahulu dari syetan yang terkutuk) (Abu Daud)

    7. Ketika Dialunkan Adzan
    “Jika dialunkan adzan setan-setan lari terbirit-birit sambil kentut sehingga ia tidak mendengar adaan. Setelah selesai adzan mereka datang kembali. Dan jika dikumandangkan iqamat mereka lari kembali. Setelah usai iqamat datang kembali sehingga merasukkan ke dalam jiwa seseorang dengan mengucapkan “Ingatlah hal ini, Ingatlah hal ini!” yang sebelumnya ia tidak mengingatnya hingga ia tidak menyadari sampai berapa rakaatkah ia shalat.” (Bukhari Muslim)

    8. Ketika Seseorang Berlindung Kepada Allah Dari Godaan Setan
    “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindunan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” (Fushshilat:36)

    9. Ketika Dalam Shalat
    Dari Utsman bin Abu ‘Ash ia berkata, “Sesungguhnya setan itu menghalangi antara aku dan shalatku sehingga bacaanku dalam shalat salah. Rasulullah bersabda itu,”Adalah setan yang bernama Khanzab, jika kamu menemui hal itu maka berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya dan meludahlah kesebelah kiri tiga kali.” Kemudian utsman melakukannya dan Allah melenyapkan setan darinya.” (Muslim)

    10. Jika dalam Keraguan
    Dari Abu Zamil bahwa ia mengatakan kepada Ibnu Abbas,”Jiwa saya pernah merasakan keraguan.” Maka Ibnu Abbas mengatakan “Jika kamu merasakan hal itu, maka ucapkanlah:
    “Dialah yang awal dan yang akhir, yang dzahir dan yang bathin dan dia maha mengetahui segala sesuatu.” (Abu Dawud dan menurut syaikh Albani merupakan hadits hasan, Al-Kalimu Thayyib no. 135)11. Ketika Mendapat Musibah
    Rasulullah bersabda:
    “Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah, tetapi keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah pada perbuatan yang memberi manfaat kepadamu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu lemah. Jika anda tertimpa musibah janganlah mengucapkan “Jika saya melakukan begini-begini” tetapi katakanlah “Qadarullah wa maa syaa a fa’ala (Allah telah mentakdirkan sesuai kehendaknya). Karena kata “lau ” (Seandainya) itu membuka perbuatan setan.” (Muslim)

    12. Ketika Berhubungan Badan
    Rasulullah bersabda:
    “Jika salah seorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya ucapkan:
    (Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah dari setan apa yang telah engkau rezekikan kepada kami), kemudian ditakdirkan mempunyai anak, maka tidak akan berbahaya selamanya.” (Bukhari dan Muslim)13. Ketika Marah
    Rasulullah bersabda:
    “Aku akan mengajarkannya kalimat jika ia mengatakannya pasti kemarahannya akan reda. Jika ia mengatakan A’udzubillahi minasy syaithaaanirrajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk). Pasti kemarahannya akan reda.” (Bukhari dan Muslim)

    14. Mengucapkan Basmalah
    Diriwayakan oleh Abu Mulaih dari seseorang berkata “Saya berada di belakang Nabi kemudian kendaraannya tergelincir dan saya mengucapkan , “Celakalah setan,” maka Beliau bersabda, “jangan kamu mengucapkan setan. tetapi jika kamu mengucapkan kalimat itu, setan akan membesar sehingga sebesar rumah sehingga ia berkata “karena kekuatan saya.” Tetapi ucapkan bismillah (dengan nama Allah) jika kamu mengucapkannya maka setan akan mengecil sehingga sebesar lalat.” (Abu Daud)

    15. Ketika Berdoa Keberkahan
    Rasulullah bersabda:
    “Jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang mengherankan baik mengenai jiwa atau pun hartanya, hendaknya ia mendoakannya dengan keberkahan karena penglihatan itu benar,” (al Kalimu Thayyib no. 243, 124)

    16. Membaca al-Muawidzatain
    “Dari Abi Said ia berkata bahwa Rasulullah berlindung dari jin dan ‘ain manusia (Pandangan mata yang menyebabkan sakit dengan izin Allah) sehingga turun dua surat al-Muawadzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Setelah keduanya turun beliau mengamalkannya dan meninggalkan selainnya.” (Tirmidzi)

    17. Sujud Tilawah
    Rasulullah bersabda:
    “Jika anak adam membaca ayat sajadah hendaknya ia sujud. Jika demikian setan akan keluar darinya dengan menangis seraya berkata “Celaka aku, ia diperintahkan sujud dan ia pun sujud maka ia masuk surga tetapi saya diperintahkan sujud tetapi saya enggan, maka saya masuk neraka.” (Ahmad)

    18. Membaca Surat Al-Baqarah
    Rasulullah bersabda:
    “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah.” (Muslim)

    19. Membaca Al-Quran
    “Pada suatu malam rasulullah keluar. Ternyata beliau menemui Abu Bakar sedang menunaikan shalat dengan merendahkan suaranya dan menemui Umar bin khattab sedang shalat dengan meninggikan suaranya. Ketika mereka berkumpul beliau bersabda, “Hai Abu Bakar, saya menemukanmu sedang shalat dengan merendahkan suaramu.” Ia berkata, “Saya memperdengarkan kepada dzat yang saya sedang bermunajat kepada-Nya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda kepada Umar, “Wahai Umar, aku menemuimu sedang menunaikan shalat dengan meninggikan suaramu.” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, saya melakukan demikian untuk membangunkan orang yang sedang tidur lelap dan mengusir setan.” Rasulullah bersabda, “Hai Abu Bakar tinggikan suaramu sedikit dan kamu wahai umar rendahkan suaramu sedikit.” (Abu Daud)

    20. Menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahud dalam shalat
    Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Rasulullah bahwasanya beliau menggerakkan jarinya berdoa dengannya seraya bersabda:
    “Ia lebih keras menghalau setan dari pada besi yaitu jari telunjuk.” (Ahmad)
    Referensi

    Kitab al-Ikhlas karya Hasan al-Uwaisyah

    http://metafisis.wordpress.com/2011/10/17/tips-untuk-membuat-setan-lari/

  2. Sepuluh Gangguan Setan dalam Sholat
    Posted on Oktober 17, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

    1. WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM

    Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar” , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah.
    Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir.
    Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

    Ibnul Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman.

    2. TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHOLAT

    Sahabat Rasulullah SAW yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)

    3. LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN

    Abu Hurairah r.a berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sholat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam”. (HR Bukhari dan Muslim)

    4. HADIRNYA FIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

    Abu Hurairah r.a berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dikumandangkan adzan sholat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat”. (HR Bukhari)

    5. TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SHOLAT

    Ibnul Qayyim berkata, “Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berperilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan terburu-buru sebelum waktunya”.

    Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.

    Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat sholatmu”. (HR Bukhari dan Muslim)

    6. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

    Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat: “Jangan bermain kerikil ketika sholat karena perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW”. Orang tersebut bertanya, “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

    7. MELIHAT KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHOLAT

    Dengan sadar atau tidak, orang tersebut melihat ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.
    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum melihat ketika sholat”. Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)

    8. MENGUAP DAN MENGANTUK

    Rasulullah SAW bersabda, “Menguap ketika sholat itu dari syaitan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah seboleh mungkin”. (HR Thabrani).
    Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, “Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya”. (HR Bukhari dan Muslim)

    9. BERSIN BERULANG KALI SAAT SHOLAT

    Syaitan ingin menggangu kekhusyu’an sholat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud, “Menguap dan bersin dalam sholat itu dari syaitan” (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar mengomentari kenyataan Ibnu Mas’ud, “Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar sholat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syaitan memang ingin menggangu sholat seseorang dengan berbagai cara”.

    10. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

    Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya”. (HR Muslim) – berjamaah.com

    Wallahu a’lam bis showab

    http://metafisis.wordpress.com/2011/10/17/sepuluh-gangguan-setan-dalam-sholat/

  3. KESEPAKATAN ANTARA PENYIHIR DAN SYAITHAN
    Posted on Oktober 7, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

    Oleh
    Wahid bin Abdissalam Baali

    Seringkali terjadi kesepakatan antara tukang sihir dengan syaitan, bahwa pihak pertama, yaitu tukang sihir, akan mengerjakan beberapa kesyirikan, atau kekufuran yang nyata baik secara terselubung maupun terang-terangan sedangkan pihak syaitan akan melayani tukang sihir atau menundukkan orang yang akan melayani si tukang sihir.

    Karena kesepakatan itu seringkali terjadi antara tukang sihir dan syaitan dari para pemuka kabilah jin dan syaitan, sehingga sang pemuka ini akan mengeluarkan perintah kepada anggota kabilah yang paling bodoh untuk melayani si tukang sihir ini serta mentaatinya dalam menjalankan semua perintahnya, yaitu memberitahukan berbagai hal yang telah terjadi atau melakukan upaya memisahkan dua belah pihak atau menyatukan cinta dua orang, atau menghalangi seorang suami agar tidak dapat mencampuri istrinya dan sebagainya. Perkara-perkara ini akan kita bahas dengan rinci, (pada pembahasan berikutnya), insya Allah Ta’ala.

    Selanjutnya si tukang sihir mengerahkan jin ini untuk mengerjakan perbuatan jahat yang dia inginkan. Jika si jin tidak mentaatinya, maka dia akan mendekati pemuka kabilah jin itu dengan menggunakan berbagai macam jimat yang isinya berupa pengagungan pemuka kabilah ini seraya meminta pertolongan kepadanya dengan menyisihkan Allah Ta’ala. Maka, si pemuka jin inipun segera memberikan hukuman kepada jin tersebut dan menyuruhnya agar mentaati si tukang sihir atau dia akan menggantikan dengan jin yang lain untuk melayani tukang sihir yang musyrik itu.

    Oleh karena itu kita bisa mendapatkan hubungan antara tukang sihir dengan jin yang ditugaskan untuk melayaninya sebagai hubungan kebencian dan permusuhan. Dan dari sini kita akan dapatkan bahwa jin tersebut seringkali menyakiti istri dan anak-anak tukang sihir itu atau mengganggu harta bendanya atau yang lainnya. Bahkan, terkadang jin itu menyakiti tukang sihir itu sendiri tanpa disadarinya, misalnya pusing yang terus-menerus, gangguan yang sering muncul pada saat tidur, atau kecemasan pada malam hari dan lain sebagainya. Bahkan seringkali tukang sihir yang hina tersebut tidak punya anak, karena jin yang melayaninya telah membunuh janin yang masih ada di dalam rahim sebelum penciptaannya sempurna. Yang demikian itu sudah sangat populer di kalangan para tukang sihir, bahkan sebagian mereka ada yang meninggalkan profesi tukang sihir ini agar mereka bisa mendapatkan keturunan.

    Perlu saya ceritakan, saya pernah mengobati seorang wanita yang sedang sakit karena tersihir. Pada saat saya bacakan al-Qur’an di dekatnya, maka jin yang di tugaskan tukang sihir itu berbicara melalui lidah wanita tersebut, ‘Aku tidak bisa keluar dari tubuh wanita ini’. ‘Mengapa?’ tanyaku. Dia pun menjawab, ‘Karena aku takut akan dibunuh oleh si tukang sihir’. Selanjutnya, aku tanyakan, ‘Pergilah dari tempat ini ke tempat lain yang tidak diketahui oleh si tukang sihir yang menyuruhmu’. ‘Dia pasti akan mengirim jin lain untuk mencariku’, sahut jin tersebut.

    Kemudian kukatakan kepadanya, ‘Jika kamu mau masuk Islam dan mengumumkan taubatmu dengan penuh kejujuran dan tulus ikhlas, maka kami dengan pertolongan Allah akan mengajarimu beberapa ayat al-Qur’an yang dapat menjaga dan melindungimu dari kejahatan jin-jin kafir. Maka dia pun menjawab, ‘Tidak, aku tidak akan pernah masuk Islam, dan aku akan tetap menjadi pemeluk Nasrani’. Tidak ada paksaan dalam memeluk agama, tetapi yang paling penting kamu harus keluar dari tubuh wanita ini’, pintaku kepadanya. ‘Aku tidak akan keluar dari tubuhnya’, jawabnya pasti. Kemudian aku katakan, ‘Kalau begitu, dengan pertolongan Allah, sekarang kami bisa membacakan al-Qur’an kepadamu sehingga kamu akan terbakar’. Lalu aku memukulnya dengan keras sehingga jin itu menangis. Maka jin itu berkata, ‘Aku akan keluar, aku akan keluar’. Selanjutnya, segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam, dan segala karunia itu hanya milik-Nya semata, jin itu pun keluar dari tubuhnya.

    Sebagaimana diketahui bersama, jika tukang sihir itu semakin kufur dan bertambah jahat, maka jin akan lebih mentaatinya dan akan segera malaksanakan tugas yang diperintahkan kepadanya. Begitu juga sebaliknya.

    [Disalin dari kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar edisi Indonesia Sihir & Guna-Guna Serta Tata Cara Mengobatinya Menurut Al-Qur’an Dan Sunnah, Penulis Wahid bin Abdissalam Baali, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i]

    http://metafisis.wordpress.com/2011/10/07/kesepakatan-antara-penyihir-dan-syaithan/

  4. KEHILANGAN BAYI AKIBAT BUHUL SIHIR (LANJUTAN DARI ARTIKEL SELUK BELUK BUHUL )
    Posted on Oktober 7, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

    PENJELASAN ADMIN :

    Pada artikel sebelumnya di http://metafisis.wordpress.com/2011/10/07/pengetahuan-ruqyah-seluk-beluk-buhul-tali-penghubung-sihir-volume-1/ menjelaskan tentang rahasia kerja buhul sihir maka pada artikel ini saya akan mencontohkan akibat dari buhul sihir yang mengakibatkan seorang Ibu kehilangan bayinya.

    Alhamdulillah Allah telah memberikan petunjuk pada saya untuk menemukan link di http://taufiq.staff.uii.ac.id/2010/11/25/kehilangan-bayi-dan-sihir/ pemiliknya bernama Taufik Hidayat seorang ikhwan salafyyin. Pada artikelnya menceritakan Ibu fulanah terkena sihir yang bersumber pada buhul yang tersimpan dalam tong dan dalam kisah beliau menjelaskan tanpa bu fulanah sadari dia telah berhasil mendapatkan petunjuk dari Allah melalui cara Istilham hingga mengetahui letak dimana disimpannya benda sihir yang menjadi stasiun transmitter penyebar sihir. tekhnik istilham ini sudah dikembangkan para peruqyah tekhniknya dalam mengetahui letak buhul sihir disimpan, yang Insya Allah akan tetap ditemukan walau disembunyikan dimanapun berada tempatnya (Jika Allah mengizinkan akan saya tulis tekhniknya, sekarang lagi tahap pengerjaan)

    Berikut ini kisahnya :

    Kisah ini bukan mistik dan saya ceritakan bukan untuk menakuti-nakuti pembaca blog. Tetapi hanya sebagai peringatan buat kita bersama, bahwa sihir memang benar-benar ada. Namun kita tidak perlu takut secara berlebihan dengannya. Tentu saja, ini harus dibarengi dengan memohon perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala agar kita dilindungi dari sihir. Hanya Allah-lah yang bisa memberi perlindungan.

    Sihir bisa mengenai siapa saja, baik yang percaya adanya sihir maupun tidak. Dan juga bisa mengenai siapa saja baik yang punya musuh maupun yang tidak punya musuh karena di luar diri kita, yang Insya Allah berusaha menjadi orang baik, masih ada orang yang berhati jahat, yang tega menggunakan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Termasuk menggunakan sihir. Kisah berikut menceritakan tentang serangan sihir terhadap seseorang dan alhamdulillah orang tersebut berhasil melepaskan diri dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Kisah ini benar-benar terjadi dan saya peroleh tidak dari kata orang, tetapi dari orang tersebut secara langsung. Tetapi untuk kerahasiaan, nama mereka saya samarkan.

    Sebut saja Pak Fulan dan Bu Fulanah, isterinya. Mereka berasal dari Jawa Timur, tetapi saat ini tinggal di salah satu negara di Eropa. Beberapa bulan yang lalu, mereka mendapatkan kabar gembira tentang kehamilan Bu Fulanah dari dokter kandungan Bu Fulanah. Tidak seperti kehamilan-kehamilan dia sebelumnya yang hamil dan lahir di Indonesia, dia tidak mendapatkan obat-obatan (seperti obat anti-mual) kecuali vitamin. Karena itulah, saat ada perbedaan antara kehamilan sekarang dengan kehamilan yang dulu, mereka tidak merasa curiga.

    Kehamilan saat ini bukan kehamilan anak pertama buat Bu Fulanah. Jadi Bu Fulanah sudah berpengalaman. Bu Fulanah bisa merasakan perbedaan dengan kehamilan sebelumnya. Untuk kehamilan saat ini, dia tidak bisa makan dan kalau dipaksakan dia akan muntah. Sebenarnya ini biasa untuk orang hamil. Demikian juga perasaan lemas yang dia rasakan adalah biasa, yang mungkin disebabkan oleh sedikitnya makanan yang bisa masuk ke perut. Perasaan lemas ini sangat berat sehingga Bu Fulanah tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa. Pak Fulan dan Bu Fulanah tetap menganggap hal ini biasa dengan pikiran seandainya dokter kandungan mereka tidak memberi obat anti-mual untuk kehamilan-kehamilan sebelumnya, mungkin Bu Fulanah juga akan seperti ini.

    Hingga suatu saat, karena tidak tahan dengan konidisi lemasnya, Bu Fulanah minta tolong temannya yang bekerja sebagai perawat untuk datang ke rumah. Baru saja teman itu masuk, Bu Fulanah pingsan. Selama berada di rumah Bu Fulanah, teman itu mendapati Bu Fulanah pingsan dua kali. Kesimpulan teman itu bahwa Bu Fulanah pasti sering pingsan. Hanya saja tidak ada yang mengetahui karena pada siang hari Bu Fulanah tinggal di rumah sendirian. Teman itu menyarankan agar segera periksa ke dokter kandungan Bu Fulanah.

    Dengan diantar teman muslimah yang lain, Bu Fulanah memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dia pun memperoleh berita bahwa bayi dalam kandungannya, yang seharusnya sudah berusia 3 bulan, tidak ada lagi. Kondisinya tetap lemas dan tidak bisa makan serta mual meskipun dokter tersebut sudah memberi obat anti-mual. Pak Fulan masih menganggap hal ini biasa karena mungkin disebabkan oleh rasa kehilangan terhadap bayi yang dikandungnya.

    Karena Bu Fulanah masih merasa mual-mual, mereka belum yakin telah kehilangan bayi. Bu Fulanah pun memeriksakan diri ke dokter kandungan lain. Namun mereka mendapatkan berita yang sama. Dokter kandungan yang kedua menyarankan agar Bu Fulanah segera di-kuret.

    Dua hari sebelum menjalani kuret, Bu Fulanah menceritakan mimpi yang aneh kepada Pak Fulan, yang dia alami 2 minggu sebelum mendapatkan berita kehilangan bayi mereka. Dalam mimpi itu Bu Fulanah dikejar-kejar seorang laki-laki yang menurut perasaan Bu Fulanah, laki-laki itu terkenal sebagai orang yang jenius. Bentuk laki-laki itu seperti gurita. Dalam mimpi, laki-laki itu ingin ikut Bu Fulanah, yang tentu saja ditolak oleh Bu Fulanah karena dia sudah punya suami. Akhirnya, laki-laki itu menyerah dan berkata bahwa dia akan tinggal di sebuah tempat (menurut Bu Fulanah adalah tong berisi air) dan dari tempat itu dia bisa selalu memandang Bu Fulanah. Bu Fulanah masih bisa mengingat detail laki-laki itu. Mungkin kalau Bu Fulanah bisa menggambar, dia mampu menggambarkan sosok laki-laki tersebut.

    Bu Fulanah juga menceritakan bahwa akhir-akhir ini dia tidak mampu lagi membaca Al-Qur’an ataupun mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari komputer seperti kebiasaan mereka. Kalau itu dia lakukan, dia merasakan panas di telinga dan nafas menjadi sesak. Bu Fulanah tidak menceritakan kedua hal itu sebelumnya karena malu dan takut. Apalagi mimpi itu berhubungan dengan laki-laki.

    Mendengar kedua cerita itu, Pak Fulan merasakan ada hal-hal yang aneh. Apalagi kedua dokter kandungan tersebut juga tidak bisa menjelaskan penyebab keguguran. Kesimpulan mereka sementara adalah bayi itu tidak bisa berkembang wajar karena suatu penyakit. Tetapi dokter tersebut juga tidak mengetahui penyakitnya karena Bu Fulanah tetap dinyatakan sehat meskipun fisiknya lemah.

    Pak Fulan menduga bahwa mungkin Bu Fulanah terkena sihir, terutama tentang sakitnya dia jika mendengarkan bacaan atau membaca Al-Qur’an. Pak Fulan pun berinisiatif untuk memandikan Bu Fulanah dengan daun bidara. Mandi daun bidara adalah salah satu bentuk rukyah (penyembuhan sakit secara Islam). Setelah mandi, Bu Fulanah kembali merasakan panas di sekitar telinga. Bu Fulanah juga merasakan sesak nafas (merasa ada barang berat yang menekan dada Bu Fulanah) saat Pak Fulan mencoba merukyah dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an. Semakin lama, semakin sakit. Bu Fulanah juga berkata bahwa laki-laki itu menatap Bu Fulanah dengan tajam dari atas tong saat itu.

    Karena tidak tega dengan sakit yang dirasakan Bu Fulanah, Pak Fulan pun menghentikan rukyahnya. Keesokan harinya, Pak Fulan teringat dengan tulisan yang dia baca beberapa puluh tahun yang lalu. Tulisan itu mengatakan bahwa di daerah tertentu di Indonesia, ada orang yang memelihara jin yang berbentuk kepala manusia tanpa tubuh dengan usus terburai. Ciri-ciri jin ini cocok dengan gambaran laki-laki di mimpi Bu Fulanah, yang menurut Bu Fulanah seperti gurita. Pak Fulan semakin yakin bahwa ada sihir dengan bantuan jin dikirim ke isterinya.

    Teman di Indonesia yang mereka telepon mengatakan bahwa dilihat dari ciri-cirinya kemungkinan besar Bu Fulanah memang terkena sihir. Dia juga mengatakan bahwa proses rukyah seperti itu tidak boleh dihentikan meskipun merasakan sakit. Hal itu bisa menyebabkan jin yang membantu sihir itu bisa semakin kuat. Teman itu juga menyarankan mereka agar semakin tekun sholat tahajud agar Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan letak buhulnya sehingga buhul itu bisa dihilangkan. Buhul adalah media yang dipakai oleh tukung sihir untuk mengirimkan sihirnya. Biasanya buhul akan ditempatkan di tempat sekitar korban. Bisa dikatakan buhul ini adalah petunjuk yang ditempatkan oleh tukang sihir agar jin mengetahui calon korban sihir dan tempatnya.

    Memikirkan kata teman itu, Pak Fulan merasa bahwa buhul itu tidak di tempat mereka saat ini tinggal, yaitu di Eropa, tetapi berada di Indonesia. Kemungkinan besar di rumah orang tua Bu Fulanah. Alhamdulillah, Allah pun membukakan tabir buhul itu. Kemungkinan besar buhul itu di tong seperti di mimpi Bu Fulanah. Saat ditanya, Bu Fulanah pun menjawab bahwa memang ada sebuah tong yang terletak beberapa meter di sebelah kanan rumah orang tua Bu Fulanah. Dengan membayangkan bentuk rumah mertuanya, Pak Fulan mengira-ngira bahwa melalui jendela kaca, tong itu tepat menghadap foto Bu Fulanah yang dipasang di dinding ruang keluarga dalam rumah. Dan ini cocok dengan apa yang dikatakan laki-laki di mimpi Bu Fulanah itu bahwa di tong itu dia akan bisa memandang Bu Fulanah. Tetapi Pak Fulan masih sedikit ragu karena sudah lebih dari 2 tahun mereka tidak mengunjungi rumah orang tua Bu Fulanah.

    Saat hari operasi, rencana kuret pun batal karena pihak rumah sakit melihat kondisi Bu Fulanah yang lemas. Pihak rumah sakit juga memeriksa ulang kehamilan Bu Fulanah. Mereka mendapatkan berita yang ketiga kalinya tentang hilangnya bayi dalam kandungan Bu Fulanah.

    Mau tidak mau, kondisi Bu Fulanah harus dipulihkan agar bisa menjalani operasi, yang direncanakan 2 hari setelah itu. Kalau tidak pulih, ada 2 kemungkinan yang masing-masing beresiko. Kemungkinan pertama, operasi dibatalkan, yang berarti membiarkan sisa-sisa kehamilan berupa darah berada di tubuh. Ini bisa menjadi racun buat tubuh atau bisa mengakibatkan kanker. Kemungkinan kedua, operasi tetap dijalankan dengan segala resikonya.

    Karena yakin kondisi Bu Fulanah disebabkan pengaruh sihir dan tidak ada obat yang diberikan oleh dokter karena memang secara laboratoris kondisi kesehatan Bu Fulanah adalah normal, mereka akan melakukan rukyah. Setelah sholat Maghrib Pak Fulan melakukan rukyah lagi dengan membaca Al-Qur’an atau memutar bacaan Al-Qur’an lewat handphone. Kali ini pun, Bu Fulanah juga merasakan sesak nafas yang sangat berat. Bahkan Bu Fulanah sudah tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Dengan menabahkan hati, Pak Fulan berusaha untuk tidak menghentikan rukyah.

    Atas kehendak Allah, dalam kondisi yang sangat kritis, Bu Fulanah menulis pesan kepada Pak Fulan lewat secarik kertas. Dia yakin bahwa analisis suaminya tentang buhul adalah tepat. Bu Fulanah menyarankan Pak Fulan agar menelpon ayah Bu Fulanah dan meminta agar foto-foto Bu Fulanah dicopot, air di tong ditumpahkan, dan tong itu dibakar.

    Dengan menepis kebimbangan apakah mertuanya akan percaya atau tidak, Pak Fulan menelpon mertua laki-lakinya itu meskipun di Indonesia jarum jam menunjukkan waktu antara jam 12 sampai jam 1 malam. Setengah memaksa, Pak Fulan meminta mertuanya itu agar melepas semua foto Bu Fulanah yang menjadi kebanggaannya (karena itu adalah foto Bu Fulanah saat wisuda S1 dan saat resepsi pernikahan). Pak Fulan juga meminta menumpahkan tong meskipun mertuanya berkata bahwa tidak ada air di dalam tong karena tong itu digunakan untuk menyimpan pasir dan semen. Dia berjanji akan melakukan saat itu juga kecuali membakar tong yang akan dia lakukan pagi harinya.

    Setelah beberapa saat, Pak Fulan mendapati kondisi Bu Fulanah menjadi membaik. Dalam waktu beberapa menit, Bu Fulanah sudah bisa bernafas dengan lancar dan sudah bisa bicara. Tetapi proses rukyah mereka lanjutkan. Bu Fulanah pun bercerita bahwa saat ini dia sudah tidak bisa membayangkan laki-laki itu. Tetapi dia masih bisa merasakan kehadiran laki-laki itu di tong. Bu Fulanah pun meminta suaminya untuk menelpon orang tuanya lagi agar menumpahkan air di tong meskipun suaminya sudah berkata bahwa tidak ada air di tong.

    Untuk kedua kalinya, Pak Fulan menelpon mertuanya malam itu. Subhanallah, di telpon kedua ini mertuanya berkata bahwa dia sudah mencopot foto-foto Bu Fulanah dan dia juga sudah mencoba menumpahkan tong, yang ternyata ada airnya, seperti mimpi Bu Fulanah. Padahal beberapa menit yang lalu dia berkata bahwa tong itu hanya berisi pasir dan semen. Tetapi dia belum bisa menumpahkan tong itu karena tidak kuat. Selain dia sudah cukup tua, tong itu juga sudah dibuat semi permanen. Dia harus menunggu besok pagi untuk meminta bantuan orang-orang.

    Saat itu juga Bu Fulanah sudah sehat, namun masih merasakan kehadiran laki-laki itu di tong. Malam itu untuk pertama kalinya dalam 3 minggu terakhir, Bu Fulanah bisa sholat dengan berdiri. Sebelumnya Bu Fulanah hanya bisa sholat dengan duduk dan meng-qoshor sholat-sholat yang 4 rakaat. Meskipun sudah seperti itu, Bu Fulanah merasa lemas dan tidak berdaya setelah menjalankan sholat. Namun malam itu, Bu Fulanah sholat dengan berdiri dan bisa menjalankan sholat tahajud 7 rakaat, masya Allah.

    Keesokan paginya, waktu Indonesia barat, Pak Fulan mengingatkan mertuanya untuk menumpahkan tong. Setelah ditunggu beberapa saat, Bu Fulanah sudah tidak merasakan kehadiran laki-laki itu di tong lagi. Namun, dia melihat ada benda bulat berwarna hitam sebesar kepalan tangan tergeletak di sebuah genangan air. Pak Fulan pun menelpon mertuanya kembali dan meminta agar membakar semua yang tersisa dari genangan air tumpahan tong. Beberapa saat kemudian, Bu Fulanah tidak merasakan keberadaan benda bulat hitam itu.

    Keesokan harinya, Bu Fulanah bisa menjalankan operasi kuretnya. Dan alhamdulillah, berlangsung lancar.

    Semoga kisah ini menjadikan pelajaran buat kita agar berhati-hati dengan sihir dan selalu meminta perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala. Juga mengingatkan pembaca agar tidak menggunakan sihir. Mungkin sihir pembaca berhasil. Tetapi resiko menggunakan sihir bukanlah resiko yang kecil, yaitu tinggal di neraka selama-lamanya. Kata-kata sederhana dari seorang Ustadz ini mungkin bisa mengingatkan orang-orang yang suka menggunakan sihir: “Para jin yang membantu sihir itu tidak menginginkan balasan dari pengguna sihir berupa harta atau jabatan. Yang mereka inginkan hanyalah agar pengguna sihir itu menjadi teman mereka di neraka“.

    http://metafisis.wordpress.com/2011/10/07/kehilangan-bayi-akibat-buhul-sihir-lanjutan-dari-artikel-seluk-beluk-buhul/

  5. Santet Dalam Keluarga Saya
    Posted on Oktober 7, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

    Anda tidak percaya akan santet atau teluh? Mungkin anda akan berfikir ulang seandainya ada di dekat saya saat itu. Saat puluhan duri sebesar jarum terus keluar dan menghilang setelah menyentuh tanah malam itu. Itulah kejadian tak terlupakan sepanjang hidup saya, apalagi yang menjadi korban adalah ayah saya.

    Dengan mata kepala sendiri saya melihat, bahkan menyentuhnya beberapa duri berwarna hitam yang terus menerus keluar. Maklum, saat itu memang sesi pengobatan untuk santet/teluh yang menimpa ayah saya. Beberapa teman yang melihat kejadian itu hanya mampu bertasbih sambil terus memohon ampun pada Tuhan.

    Saat itu saya masih SMA, belum paham betul pada hal-hal semacam ini. Yang saya tahu, saat itu saya sering diminta mengantar ke beberapa kyai dan ustad untuk meminta pertolongan dan pengobatan sakitnya ayah. Kebetulan ayah saya berasal dari Banyuwangi, yang tidak asing dengan hal-hal semacam ini. Jadi dia sudah tahu kalau dia terkena santet/teluh.

    Berhubung selama beberapa minggu usaha yang kami lakukan terasa sia-sia, akhirnya pulanglah ayah ke Banyuwangi. Dia menemui guru spiritualnya, seorang ustad yang cukup disegani di daerahnya. Bahkan sang ustad sampai diajak ke Malang, untuk melakukan ritual pembersihan pengaruh santet di rumah kami.

    Setelah melakukan ritual pembersihan, kami semua berkumpul di ruang keluarga. Saat itu sang ustad berpesan agar semua anggota keluarga “mengikhlaskan semua kesakitan dan penderitaan” yang dialami ayah saya. Jangan sampai punya fikiran untuk membalas dendam pada pengirim santet/teluh tersebut.

    Sang ustad juga menyarankan kami semua terus berdoa, tetap berusaha mencari pengobatan lain, dan…..BERSEDEKAH. Alhamdulillah beberapa hari berikutnya kondisi ayah berangsur-angsur membaik setelah puluhan duri keluar dari punggung ayah saya.

    Sejak saat itulah, saya sangat percaya akan kekuatan IKHLAS, BERSERAH, dipadu dengan SEDEKAH. Semoga kisah ini bermanfaat dan semoga kita semua terhindar dari santet/teluh. Amiin….

    sumber : http://motivasi.petamalang.com/santet-dalam-keluarga-saya

    http://metafisis.wordpress.com/2011/10/07/santet-dalam-keluarga-saya/

  6. Assalamualaikum ya akhi ,ya ukhty
    saya mohon bantuan dan saranya buat saya !
    Saya seorang pelajar sma,saya mempunyai problem dari keluarga saya,
    saya juga seorang anak piatu sudah 5 tahun lamanya,semenjak ibu saya meninggal dan bapak saya mempunyai pacar(pengganti ibu saya)dia benar2 berubah,dan tidak seperti dulu,ayah saya kerap sekali tanpa alasan yang jelas marah-marah,dan terkadang selalu mengucapkan perkataan yang membuat hati terluka,saya juga tidak tahu kenapa beliau seprti itu trutama pada saya,krn kebetulan dirumah hanya saya saja yang paling besar,beliau kerap bilang sama saya jangan campurin urusan ku mau menikah lagi apa tidak,jangan mengadu sana-sini,demi allah saya tidak pernah melarang bapak saya buat menikah lagi,krn saya tau jika saya melarang beliau buat menikah lagi,maka sya berdosa dan tak pantas,tapi apakah saya salah jika saya tidak respek dengan wanita pilihan beliau? yang benar2 menurut saya tdk pantas buat mnjdi pengganti alm ibu saya,
    krn wanita itu
    beragama Non muslim
    dan yang saya lihat belum menjadi istri nya yang sah saja dia sudah berani minta ini-minta itu yang berlebihan,kemana bapak sya dia slalu ikut,sementra seingat saya alm ibu sya sja tdk prnh sperti itu,
    dia juga tak pernah sekedar basa-basi saat dtg kerumah saya sekedar buat mengambil perhatian kami,terhdap adik saya yang paling kecil pun dia acuh dan yang lebih membuat saya tidak menyukainya,setiap dia dtg kerumah saya,wanita itu tdk prnh masuk kedalam rumah saya,
    apakah org sperti itu pantas untuk mnjdi pendamping ayah saya dan menjdi ibu saya??
    Saya juga bukan mencri sosok ibu yang sempurna ,tpi stidaknya dia bisa mnjadi ibu yang baik buat kami trutama adik saya yang paling kecil yang msih butuh arahan dri wanita itu kelak,

    saya juga tidak tau kenapa tiba2 beliau mengatakan kalau saya jangan berharap bisa kuliah,padahal beliau tahu itu adalah impian saya,mewujudkan cita2 alm ibu saya dan impian saya utuk masa depan
    saya tidak mnegrti kenapa beliau mengatakan hal seperti itu,padahal sebelum ini beliau sudah sepakat akan memberikan dana utuk kelanjutan pendidikan saya,saat itu yang saya rasa hancur,serasa yang saya lihat kosong,pandangan kosong pikiran kacau dan tak karuan,menangis saya juga sempat skit dan tdk skolah,saya bnr2 merasa kehilangan harapan saya.
    Sayah harus bagaimana??
    Apakah ini hanya emosi sesaat beliau ,?atau ini semua yang dikatan beliau benar??

    Dan yang terakhir ini yang membuat saya masih penasaran dan bingung,saat saya tau dari kakak ipar saya ,kalau beliau akan menjual semua Lahan yang beliau miliki utuk dijual dan beliau akan pindah kekalimantan,
    saya ingin tahu alasan apa yang membuat beliau mempunyai pikirin seperti itu,padahal lahan itu adalah modal penghidupan kami,
    apakah saya pantas untuk mengetahuinya??
    Saya bingung,dgn bagaimna saya menanyakan semua ini??
    Saya takut saya dibilang yang tidak2,
    saya juga tidak memiliki keberanian yang kuat untuk menanyakan perihal itu,benar apa tidak??
    Apa yang harus saya lakukan ?dan apa yang harus saya perbuat?
    Benar atau salahkah tindakan saa,jika saya bertanya perihal itu kepada beliau??
    Dan apakah ini tidak berlebihan,jika saya menayakan ini. Apa lagi saya msih bingung dgn bagaimana bicaranya,saya dri kecil tidak terlalu dekat dgn beliau.
    Mohon bantuan nya ,memberikan saya solusi atas masalah saya ini,krn saya tidak tahu harus bagaimana ,saya pun menyimpan semua ini sendiri terasa tak tenang,jika semua mslh ini selalu timbul dgn sendrinya.
    Sebelumnya saya mohon maaf krn pertanyaan saya terlalu banyak,
    mhon bantuan solusinya,dan saya ucapkan terimah kasih banyak ya akhy,ya ukhty

    assalamualaikum wr.wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s